
...(sad ending 😀)...
Mohon maaf kalau namanya ada yang beda di sini soalnya author pelupa 😅
Di lantai bawah.
'Kak". panggil gus adam.
'Kenapa dek? apa ada sesuatu ". tanya fatimah tidak tahu kalau naila ada di sini.
'Tolong temenin istri ana ". ucap gus adam membuat mereka kaget.
'Eh, kapan mbak naila datang? ". kaget aysah.
'Dia datang mendadak kak nanti ana jelas kan tapi tolong temenin dulu yah kak". ucap gus adam.
'Baiklah kami akan menemani nya". ucap zahra (oh iya zahra ini adek yah)
'Terimakasih kalau begitu ana pamit ke mesjid dulu". ucap gus adam.
'Kami juga pamit ke mesjid dulu". ucap suami mereka.
'Iya". balas mereka bertiga.
'Assalamu'alaikum".
'Waalaikumsalam".
Setelah kepergian empat orang itu mereka pun saling pandang.
'Mari kita bersiap-siap dulu setelah itu ke kamar gus untuk mengajak naila sholat bareng". ucap fatimah (kakak pertama)
'Baik kak". jawab aysah dan zahra.
'Naila sudah ketemu". ucap gina dengan muka yang bahagia.
'Benarkah terus di mana? ". tanya kaila.
Malam ini gina memilih menginap di rumah kaila sedangkan yang lain sudah pulang.
'Dia ternyata pergi ke kota gus adam". ucap gina sambil menghela nafas.
'Apakah kita susul aja? ". tanya kaila.
'Gak usah kai menurut aku itu baik siapa tau dengan ini mereka berdua menjadi dekat". ucap gina.
'Hm iya juga oh iya jangan lupa kabari yang lain di grup yang sudah kita buat". ucap kaila.
'Sudah kok ". ucap gina sambil tersenyum.
'Lo gak bilang naila ada di kota suaminya kan? ". tanya kaila.
'Enggak aku bilang kalau naila pergi ke rumah paman nya mereka percaya aja karena dulu kan naila bilang nya begitu". ucap gina.
'Terus bunda sudah tau kalau naila pergi kesana? ". tanya kaila.
'Tanpa kita beri tahu pun bunda pasti tau dari gus". ucap gina.
Kaila yang mendengar itu mengangguk dia jadi sedikit tenang.
Saat ini naila duduk di kasur dengan memandang sekeliling kamar gus adam yang rapi dan bersih, serta bau khas gus adam dan ada tiga buah lemari yang berisikan kitab-kitab yang cukup tebal di mata naila.
Tok tok tok.
__ADS_1
Naila yang mendegar suara ketukan itu lantas bangkit dan berjalan menuju pintu kemudian membuka nya.
'Eh kak fatimah ". ucap naila yang tidak kaget 🙄.
'Iya nai udah siap belum nih? kita sholat isya bareng habis itu nyiapin makanan". ucap fatimah.
Naila yang mendengar itu terkejut dia kan belum bisa masak ðŸ˜.
'Ka_kak emm gimana yah jelasin nya". ucap naila yang ragu.
'Tidak kok ini hanya nyiapin aja lagi". ucap fatimah yang tau.
'Kakak tau aku gak bisa masak? dari mana kakak tau dan_dan siapa aja". tanya naila kaget.
'Dari adek ana kamu tenang aja yang tau cuman ana". ucap fatimah sambil tersenyum.
Naila yang mendengar itu terdiam tidak mengeluarkan apapun kecuali nafas.
'Sudah dek gak perlu di pikirkan ayo mau ikut sholat gak? ". tanya fatimah.
'Eemm boleh deh kak tapi aku gak bawa mukena tadi aja minjem di mesjid". ucap naila.
'Oh kalau begitu pinjem punya ana saja kayak nya sedikit pas ". ucap fatimah.
Naila yang mendengar pun mengangguk.
Skip.
Saat ini para perempuan sedang menyiapkan makanan (oh iya rumah mereka berbeda yah cuman sering kumpul di sini, jadi begini rumah itu panjang banget terus ada dinding yang menghalat nya namun karena ada pintu mereka bisa masuk ke ruang utama ini yang di tempati oleh gus adam makanya mereka sering ke sini apalagi bila ada gus adam, dahlah yang gak paham terserah aja kamu nanya? 🙄)
'Mari bersiap untuk menyambut suami masing-masing". ucap fatimah.
'Baik kak". jawabannya mereka semua.
'Assalamu'alaikum". ucap para cowok.
'Waalaikumsalam". balas fatimah dkk.
Naila pun melihat mereka menyalami tangan sang suami dan mengambil sajadah dari suami mereka terdiam lalu menatap gus adam.
'Kenapa? ". tanya gus adam yang heran.
'Gak papa". ucap naila yang langsung melakukan apa yang di lakukan kakak dan adek ipar nya itu.
Gus adam yang melihat itu tersenyum manis dan mengelus kepala naila dengan penuh kasih sayang.
'Mari makan mas". ucap mereka kecuali naila.
'Mari sayang". ucap mereka kecuali gus adam.
'Ehem kalian duluan aja". uca gus adam yang melihat mereka memandang dirinya.
'Baiklah kami duluan yah". ucap mereka kecuali naila dan gus adam.
Gus adam membalas nya dengan mengangguk setelah kepergian mereka gus adam kembali bertanya kepada naila.
'Kenapa sayang? ". tanya gus adam dengan lembut.
'Aku kesal sama gus kenapa harus bilang kalau aku gak bisa masak". cemberut naila sambil melipat tangan di dada.
'Hanya sama kak fatimah sayang lagian nanti kalau kamu di tanya gak malu jawab nya". ucap gus adam menghela nafas.
'Tapi gak usah bongkar aib aku juga kali gus".
__ADS_1
'Yasudah maaf". ucap gus adam sambil menatap manik mata naila.
'Hm iya".
'Jangan marah lagi nanti cantik nya nambah terus". ucap gus adam.
'Jadi gus gak mau aku cantik gitu? ". kesal naila.
'Iya nanti banyak yang suka sama kamu". ucap gus adam membuat naila sedikit salting.
'Auah gelap". ucap naila.
'Yasudah mari makan". ucap gus adam memegang tangan naila.
'Gak usah pegang". naila menghempaskan tangan gus adam.
'Baiklah-baiklah".
Gus adam pun memilih jalan duluan naila yang melihat itu cemberut karena selalu di tinggal kan, merasa naila masih berdiri di tempat gus adam memutar badan nya menghadap naila, dia menghala nafas saat naila yang terus mengoceh di tempat nya, gus adam memilih berjalan menuju naila dan kembali menggandeng tangan naila kali ini naila tidak menolak lagi dan hanya pasrah membuat gus adam tersenyum tipis.
'Maaf lama". ucap gus adam saat mereka sudah sampai di ruang makan.
'Gak papa namanya pengantin baru". ucap ali.
" Hahaha biasa aja kak udah lama kok bukan baru lagi ". ucap gus adam langsung duduk di tempat nya.
'Mari duduk dek". ucap zahra (walaupun zahra adek ipar nya tapi lebih tua an dia daripada naila)
Naila pun melihat sekitar dan hanya ada kursi kosong di samping gus adam terpaksa lah dia duduk di situ.
'Mas mau makan apa? ". tanya aysah kepada suaminya.
" Seperti biasa aja sayang ".ucap suaminya.
Dengan cekatan dan telaten aysah pun mengambil kan makanan yang diinginkan sang suami begitu juga yang lain kecuali naila.
'Dek ambil kan juga untuk suami kamu". ucap aysah dengan lembut.
'Begitu yah? ". bingung naila.
Nails pun mengambil apa yang iya lihat lalu meletakkan nya di piring gus adam.
'Dek itu_".ucapan fatimah terpotong saat melihat gua adam memberikan isyarat.
'Kenapa kak? ". bingung naila.
Menghembuskan nafas sebentar fatimah hanya bisa menggeleng lemah.
Mereka semua pun makan dengan keadaan sedikit cemas kecuali naila yang makan dengan lahap.
Setelah makan mereka mencuci piring (yang cewek yah)
'Dek boleh bicara sebentar ? ". tanya fatimah menarik pelan naila untuk menjauh dari aysah dan zahra.
Naila pun hanya mengangguk.
'Ini mau kemana kak? ".bingung naila.
'Ke tempat obat sebentar". ucap fatimah.
'Siapa yang sakit? ". heran naila.
'Sebenarnya makanan yang kamu ambil kan untuk gus adalah_".
__ADS_1
^^^Bersambung. 😆^^^