
...(sad ending😀)...
'Dek boleh bicara sebentar ? ". tanya fatimah menarik pelan naila untuk menjauh dari aysah dan zahra.
Naila pun hanya mengangguk.
'Ini mau kemana kak? ".bingung naila.
'Ke tempat obat sebentar". ucap fatimah.
'Siapa yang sakit? ". heran naila.
'Sebenarnya makanan yang kamu ambil kan untuk gus adalah makanan yang gus alergi, makanya makanan itu tidak kami letak kan di dekat gus kan, tapi salah nya kami meletakkan nya di dekat kamu". ucap fatimah sambil menghela nafas.
'Ah benarkah? ". ucap naila kaget.
'Iya apakah gus gak bilang kalau dia alergi sesuatu". tanya fatimah.
'E_enggak pernah". lirih naila.
Fatimah yang mendengar nada suara naila menjadi bersalah.
'Maaf". ucap fatimah.
'Itu bukan salah kakak tapi ini salah kami berdua karena tidak terbuka dengan diri masing-masing ". ucap naila.
Fatimah yang mendengar itu pun hanya mengangguk.
'Kenapa gus gak bilang waktu makan itu kalau dia alergi ". batin naila.
Setelah sampai naila mengambil sebuah obat yang di simpan di lemari khusus obat, obat ini juga bisa di berikan untuk para santri yang terluka.
'Ini dek tolong berikan sama gus kalau gus gak mau makan obat paksa aja". ucap fatimah yang ingat jika sang adek tidak suka makan obat, biasanya gus lebih memilih istirahat dan akan pulih besok hari.
'Baik kak terimakasih". ucap naila mengambil obat itu.
'Yasudah kamu ke kamar aja kasian dia pasti sudah gatal-gatal kalau kelamaan takut sesak nafas". ucap fatimah (kalau salah mohon maaf yah 😌)
'Tapi kak cuciannya kan belum habis apa gak papa? ". tanya naila yang gak enak dan takut kalau gus kenapa-napa.
'Sudah gak papa nanti biar ana yang urus". ucap fatimah.
Naila pun mengangguk dan segera pamit dari sana menuju tempat tujuan yaitu kamar.
'Ceklis'
Naila pun membuka pintu kamar itu tanpa mengetok terlebih dahulu.
'Gus". panggil naila membuat gus adam yang tengah berbaring di kasur jadi kaget.
'Kenapa? ". tanya gus adam.
'Gus kenapa gak bilang sih kalau alergi sama makanan yang aku letak kan di piring gus". ucap naila berjalan menuju gus yang sudah duduk bersandar ke apa itu namanya lupa.
'Tau dari siapa? ". tanya gus adam.
'Tau dari kakak gus, fatimah". ucap naila duduk di kasur samping gus adam.
'Saya cuman gak mau kamu malu kalau saya bilang di depan orang". ucap gus adam.
__ADS_1
'Tapi kan gak juga dengan nyakitin diri sendiri ". kesal naila menggeplak bahu gus adam.
'Aw iya maaf gak akan ngulangin lagi". ucap gus adam sambil tersenyum.
'Dih sakit kok senyam-senyum ini makan obat nya dulu". ucap naila memberikan obat yang di berikan oleh fatimah.
'Gak mau gak suka". ucap gus adam memalingkan wajah nya dari naila sambil melipat kedua tangan di dada.
'Astagfirullah ya allah kenapa aku baru sadar kalau orang ini imut". batin naila spontan mencubit gemas pipi gus adam yang mana membuat gus adam tertegun dan langsung menatap wajah naila.
Degh_degh.
Jantung mereka berdua berdetak dengan kencang.
'Ehem ehem". naila yang sadar akan kelakuan nya langsung menjauh.
Gus adam pun juga jadi salah tingkah.
'Gus makan obat nya yah nati sakit saya yang repot". ucap naila.
'Gak usah besok juga udah sembuh dan kamu gak perlu ngerawat saya kalau kamu gak mau". ucap gua adam yang memilih memejamkan matanya.
'Gak mau iiissss pokok nya gus harus minum obat". tekan naila.
'Gak usah".
'Kalau minum obat nanti aku belikan eskrim deh". tawar naila.
'Saya bukan anak kecil". ucap gus adam.
'Yasudah mau apapun yang gus inginkan deh yang penting minum obat ". ucap naila.
'Iya iya benar".
'Baiklah kalau begitu sini obat nya dan air nya". ucap gus adam dengan penuh semangat, naila yang melihat gus adam jadi semangat agak menyesal menawarkan apapun yang gus inginkan, tetapi naila tetap menberikan obat dan air yang sudah ada di kamar itu kepada gus adam.
Gus adam pun langsung memakan obat itu dan meneguk air setelah nya.
'Jadi gus mau minta apa? ".tanya naila setelah gus adam selesai minum obat.
Gus adam yang mendengar itu menatap naila dengan dalam.
" Saya mau kamu menerima saya sebagai suami kamu cobalah buka hati kamu untuk menerima saya ". ucap gus adam.
'Hanya itu saja? ". kaget naila dia pikir gus adam akan mencari kesempatan dalam kesempitan.
'Ada lagi saya minta kamu terbuka dengan saya dan kalau ada apa-apa bilang sama saya, anggaplah saya sebagai suami sekaligus sahabat". ucap gus adam.
'Lakukan lah tugas kamu sebagai istri saya tidak akan meminta itu dulu sebelum kamu sendiri yang menyetujui nya, saya tidak mau memaksakan itu karena saya rasa ini juga belum waktu yang tepat kamu masih sangat muda". sambung gus adam.
Naila yang mendengar itu menjadi tertegun.
'Terimakasih gus karena tidak memaksa aku untuk melakukan itu, padahal kalau orang lain mungkin akan memaksa karena itu memang hak dia". ucap naila.
'Aku akan mencoba membuka hati ku untuk gus". ucap naila.
'Sama-sama dan terimakasih, apa boleh saya memeluk kamu sebentar? ". tanya gua adam.
'Boleh kok lama juga gak papa". cengir naila yang langsung memeluk gus adam dengan erat, gus adam pun terkekeh mendengar jawaban naila dan membalas pelukan sang istri.
__ADS_1
Skip.
Saat ini mereka berdua berbaring di atas kasur dengan naila yang memeluk gus adam (kata naila meluk gus adam nyaman makanya gak mau lepas) sedang kan gus adam mengelus lembut kepala naila yang masih berhijab.
'Memang nya gus alergi apa aja? ". tanya naila.
'Saya alergi sama kacang siput\bekecot dan makanan yang tadi". ucap gus adam.
'Kalau udang? ". tanya naila.
'Alhamdulillah tidak". ucap gus adam sambil tersenyum.
Naila yang mendengar itu pun mengangguk paham.
'Kalau kamu alergi sama apa? ". tanya gus adam.
'Sama beberapa makanan darima laut\seafood". ucap naila.
Gus adam yang mendengar itu mengangguk.
'Taugak gus aku pernah masuk rumah sakit tau". ucap naila.
'Kenapa bisa masuk rumah sakit? ". tanya gus adam.
'Waktu itu kan aku bikin konten sama teman aku yotober waktu itu aku makan apa yah lupa, terus aku di suruh makan itu katanya enak dan para pengikut nya juga nyuruh aku makan itu yasudah aku makan, setelah habis banyak tubuh aku jadi gak nyaman sampai aku di larikan ke rumah sakit ternyata kata dokter aku gak bisa makan makanan seperti itu, teman aku yang dengar kalau aku masuk rumah sakit langsung minta maaf". ucap naila sambil terkekeh.
'Makanya kalau belum pernah nyoba dan bentukan nya aneh jangan langsung di makan ukhti". ucap gus adam.
'He (nyenger) aku juga gak enak sama teman aku dan kenapa gak manggil sayang lagi aku suka itu". ucap naila.
'Tak marah lagi kalau saya manggil sayang?". tanya gus adam.
'Boleh aja asalkan di depan orang yang tau kalau kita sudah menikah, maaf gus bukannya mengapa aku hanya gak mau di keluar kan dari sekolah". ucap naila.
'Bukannya pemilik sekolah lah nya sudah tau kalau kamu menikah". ucap gus adam.
'Oh iya aku lupa (menepuk dahinya) tapi kan teman satu sekolah aku gak tau, kalau mereka tau mungkin ini agak gak adil bagi mereka". ucap naila.
'Hm yasudah ana akan manggil kamu sayang di depan keluarga dan saat kita berdua hm". ucap gus adam dengan lembut membuat naila jadi senyam-senyum sendiri tak menyangka dia sudah menikah.
'Okey mas". cicit naila.
'Kok mas? kenapa gak yang berbeda aja gitu? hubby misalnya ". goda gus adam.
'Aku cari yang gampang gus kasian kak author nya suka lupa nama panggilan kesayangan istri kepada suaminya, dulu yang honey jadi hubby". ucap naila cemberut.
'Xixixi kasian juga author nya tapi gak papa nanti kalau author nya lupa tak kita ingatin". ucap gus adam.
'Eemmm hubby". ucap naila yang malu dan langsung menyembunyikan wajahnya di bahu gus adam.
Dehg_degh.
Jantung gus adam berdetak dengan kencang karena tidak pernah sedekat ini dengan perempuan yang bukan mahrom.
'Sudah mari tidur tapi sebelum itu baca do'a dulu".
'Okey hubby ". cicit naila.
Mereka berdua pun tertidur setelah membaca do'a dengan keadaan naila memeluk gus adam.
__ADS_1
...(hahaha ini baru permulaan kehancuran dari kebahagiaan mereka hahahaha😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣)...