Si Gus & Cewek Nakal

Si Gus & Cewek Nakal
77


__ADS_3

...(sad endingšŸ¤—)...


'Hiks_hiks naila ". kedua sahabat naila memeluk naila dengan erat.


Saat ini mereka di bandara untuk kepergian naila.


'Sudah jangan menangis lagi kan kalian nanti bisa berkunjung". ucap naila yang juga sedih.


'Hiks_baik-baik yah di sana". ucap kaila setelah mereka melonggarkan pelukan.


'Em". ucap naila sambil mengangguk dengan air mata yang mengalir.


Gina tersenyum sendu kemudian menghapus air mata naila yang keluar.


'Jaga baik-baik naila yah gus". ucap gina.


'Saya akan menjaga istri saya". balas gus adam sambil mengangguk.


'Kak dewa gak datang yah". sendu naila.


'Udah nai lo gak perlu mikirin dia, dia sendiri nantinya yang akan menyesal". ucap kaila.


'Tetap saja dia sudah aku anggap seperti kakak, karena dia yang selalu menemani aku di saat terpuruk". lirih naila.


'Iya tapi dia udah keterlaluan cuman gara-gara cewek, udah yah jangan bahas itu lagi biarkan dia sendiri dulu, nanti kami akan usahakan untuk mencerahkan otak dan hatinya". ucap gina terkekeh lemah.


Setelah itu naila kembali beralih memeluk sang momi.


'Hiks momi". ucap naila yang segukan.


'Sudah jangan nangis".hibur sang momi.


Skip.


Saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat.


'Tidur aja yangk kalau capek ". ucap gus adam sambil mengelus sayang kepala sang istri.


Naila pun langsung menyandarkan tubuh nya sambil kepalanya di elus gus adam, entah karena lelah sehabis nangis atau merasa nyaman saat di elus naila seketika tertidur.


Gus adam pun melihat ke arah naila.


'Mimpi indah ya istri ku jangan sedih lagi, dan anak ayah baik-baik yah di sana". tangan yang satunya gus adam gunakan untuk mengelus perut naila yang buncit.


Naila nanti akan bersekolah di pesantren milik kedua orang tua nya gus adam. Mereka berdua juga sudah berbincang tentang itu.


Skip.


Alhamdulillah pesawat mendarat dengan sempurna para penumpang bergantian untuk keluar dari pesawat begitu juga dengan dua pasangan itu.


Setelah mengambil koper mereka, mereka berdua langsung pergi menuju tempat keluar.


'Assalamu'alaikum". ucap gus adam dan naila sambil menyalami mereka yang ada di sana secara bergantian, kecuali yang bukan mahram nya mereka hanya mengantup kan tangan di depan dada.


'Mari ke mobil kalian berdua pasti udah capek banget kan". ucap ummah.


'Iya\gih ummah". jawab naila dan gus adam.


Skip.


Dua buah mobil keluar dari parkiran bandara menuju pondok pesantren (cowok) karena gus adam rumah nya di situ.


'Mau singgah untuk makan dulu gak nih? ". tanya ummah.


'Mau ummah udah laper juga". ucap naila.


'Yang lain gak papa kan? ". tanya ummah.

__ADS_1


'Gak papa bunda". jawab yang lain.


Ummah pun mengangguk dan mereka memilih makanan di tempat langganan mereka biasanya.


'Nak naila gak papa kan makan di tempat seperti ini? ". tanya ummah.


Naila pun memperhatikan tempat itu kemudian melihat ke sekeliling nya, naila merasa pernah kesitu dan benar saja di dekat nya ada mesjid yang saat itu iya kunjungi.


'Gak papa ummah makanan di sini enak banget tempat nya juga bersih". ucap naila sambil terkekeh.


'Kamu udah pernah makan di sini? ". kaget ummah.


'Iya ummah waktu pertama kali kesini aku makan di sini". jawab naila sambil tersenyum.


Ummah yang mendengar itu tersenyum.


Setelah memikirkan mobil di tempat biasa nya mereka keluar dari dalam mobil menuju tempat makan itu, emang legend sih tempat nya.


'Assalamu'alaikum". ucap mereka.


'Waalaikumsalam, masyaAllah bu nyai". ucap ibu warung itu menyalami tangan mereka kecuali yang bukan mahram.


'Mari silahkan duduk semuanya". ucap nya.


Mereka mengangguk dan langsung duduk.


'Gimana kabarnya bu? ". tanya ummah.


'Alhamdulillah baik bu nyai kalau yang lain gimana? ". tanya ibu warung.


'Alhamdulillah semuanya baik". ucap ummah.


'Jadi mau pesan apa ini? ".


'Seperti biasa saja bu, oh iya nak naila mau mesan apa? ". tanya ummah kepada naila.


Ibu warung yang merasa asing dengan nama itu pun menatap ke arah naila, saat matanya melihat ke arah naila ibu warung itu tak asing dengan wajah naila.


Gus adam yang mendengar itu tak mampu untuk tidak tersenyum.


'Baiklah bu seperti nak adam dua yah". ucap ummah.


'Eh_iya". ucap bu warung.


Pertanyaan yang ingin di tanyakan di tahan dulu.


Dengan di bantu sang anak dan dua karyawan nya mereka langsung membuat kan pesanan.


'Oh iya saya nampak gak asing dengan wajah nak naila". ucap Ibu warung yang akhirnya bisa meluapkan rasa penasaran nya.


'Saya pernah singgah di sini bu bareng supir taxi waktu itu". ucap naila.


'Masyaallah iya ibu ingat sekarang, ternyata kamu keluarga nya bu nyai yah". ucap nya.


'Gih bu dia istri ana". ucap gus adam yang mana membuat ibu warung itu sedikit terkejut, karena dia tadi samar-samar mendengar panggilan naila untuk sang gus.


'Masyaallah kapan nikah nya? ". tanyanya.


'Udah setahun lebih bu". jawab ummah.


'Eh, bukannya kemarin baru pernikahan nya". kaget ibu warung.


'Itu pestanya tapi sah nya udah lama maklum ada kendala". ucap ummah.


Ibu warung hanya mengangguk saja.


'Maaf yah gak bisa datang waktu itu". ucap Ibu warung.

__ADS_1


'Gak papa bu cukup do'a nya aja". jawab ummah.


Yah ibu warung gak tau siapa yang menikah dengan gus adam, tetapi tau kalau gus adam akan menikah.


Skip.


Setelah mengisi perut mereka pun kembali berangkat menuju pesantren.


Dua buah mobil memasuki pondok yang mana membuat beberapa santri yang sedang istirahat menatap ke arah ny, sang kyai keluar lebih dulu dengan di susul sang istri, beberapa santri yang melihat itu mendekat ke arah sang kyai lalu menyalami tangan sang kyai, tak lama setelah itu keluarga gus adam dan laki-laki yang ikut menjemput mereka, para santri pun menyalami sang gus adam dan gus lain nya, barulah setelah itu keluar istri mereka atau adek gus adam.


'Bagaimana aman kan? ". tanya gus ali (menantu kyai) saat mereka tadi berpamitan meninggalkan pondok untuk menjemput sang gus.


'Alhamdulillah baik gus". ucap beberapa santri tadi.


'Alhamdulillah, kalau begitu silahkan istirahat lagi, kami semua mau masuk ke dalam dulu". ucap gus ali.


Mereka mengangguk dan langsung berpamitan, setelah itu barulah semua rombongan pergi menuju rumah gus adam.


'Kalian istirahat aja pasti capek kan". ucap ummah.


Naila menatap ke arah gus adam.


'Gih ummi". jawab gus adam.


'Apa gak papa ummah? ". tanya naila.


'Gak papa nak naila kalian pasti lelah karena habis perjalanan yang sangat jauh". ucap ummah.


Naila pun mengangguk setelah itu merupakan berpamitan untuk pergi ke kamar, dengan gus adam di bantu oleh gus azam.


'Makasih yah udah bantuin bawa koper nya". ucap gus adam mengambil alih koper milik nya dari tangan kakak ipar nya.


'Sama-sama dek". jawab nya.


Memang mereka memanggil hanya dengan sebutan kakak adek.


'Kalau begitu ana pamit ke bawah". ucap nya.


'Na'am silahkan sekali lagi terimakasih".


'Sama-sama".


Setelah berpamitan dengan mengucapkan salam gus azam pamit untuk pergi ke lantai bawah.


Setelah kepergian sang kaka ipar gus adam masuk ke dalam kamar sambil membawa satu koper itu, sedangkan satu koper nya sudah di bawakan masuk sang istri.


Gus adam meletakkan nya di dekat lemari pakaian agar memudahkan untuk memasukkan ke dalam lemari.


'Mas sini aku masukin pakaian yang lainnya".ucap naila yang sudah memasukkan beberapa pakaian ke dalam lemari.


'Muat gak yangk lemari nya? ". tanya gus adam.


'Emm Insyaallah muat mas di coba aja dulu". ucap naila.


'Kalau gak muat jangan di paksakan sayang, nanti mas akan beli lemari pakaian lagi dan untuk meja rias kamu, mas kan juga gak punya meja rias mas cowok". ucap gus adam sambil terkekeh. Biasanya dia bercermin di lemari yang memang ada kaca nya.


'Gak usah mas aku gak papa kok kalau gak ada meja rias". ucap naila.


'Sayang mas bertanggung jawab untuk membelikan semua kebutuhan kamu, alhamdulillah allah juga ngasih mas rezeki yang berkecukupan, jadi alangkah bagus nya mas membahagiakan istri mas". ucap gus adam sambil tersenyum.


'Yasudah deh terserah mas aja". ucap naila mengalah.


Skip.


Setelah acara beres-beres mereka berdua memilih untuk tidur sebentar.


Dan.

__ADS_1


.......... 1112024..........


...Bersambung.....


__ADS_2