
Episode sebelumnya
Min young pun mengangguk sambil mengembangkan senyum di wajahnya tak lupa ia melambaikan tangan nya saat Hyun Sik melajukan mobilnya.
Tanpa di sadari Min Young, Jun sudah ada di mobil yang tepat berada di depan nya.
Jun melihat semua aktivitas Min Young dengan Hyunsik. Secara tak sadar Jun menggertakan giginya.
Saat Min Young akan masuk ke dalam rumah ia di kaget kan dengan suara klakson mobil
Tin tin ... Sontak Min Young membalikan badannya
" Masuk " ujar Jun ketus
" Jun ?" Ujar min young bingung
" ayo cepat masuk " perintah Jun ketus
Melihat ekspresi Jun yang kurang bersahabat min young pun langsung menurut dan masuk kedalam mobil.
" Kenapa dia, apa mood nya sedang tidak bagus " gumam Min Young.
---------------
Jun pun melajukan mobil nya, keheningan mulai menyeruak di seisi mobil, Jun tetap diam metap lurus jalan, begitu pun dengan Min Young. Min Young benar - benar tak merasa nyaman dengan keheningan ini.
" Jun kita akan pergi kemana ?" Tanya Min Young sambil mengalihkan pandangannya ke arah jun yang berada di kursi kemudi
" Menemui penerbit " ujar Jun dingin dan ketus. Seketika percakapan pun terhenti.
" Pria ini benar - benar sulit di tebak " batin Min young.
Min young pun kembali diam, dan menatap lurus kejalan.
" Siapa pria yang bersama dengan nya tadi " batin Jun
" Jika aku menanyakan nya akan sangat memalukan bukan " batin Jun lagi
Kepala Jun di penuhi dengan pertanyaan soal pria yang mengantarkan Min Young.
" ah kenapa aku memikirkannya, dan kenapa aku merasa kesal ? Apa aku menyukainya " batinnya lagi dengan membuat wajah frustasi
" ah tidak .... Tidak " teriak Jun spontan saat memikirkan hal yang menurutnya tidak masuk akal dan memalukan.
Sontak Min young terkaget saat mendengar teriakan jun, ia pun langsung mengarahkan pandangan bingung pada Jun.
" Jun kenapa ?" Ujar min young, sontak membuat wajah Jun memerah dan gelagapan
" ah ....aku ... mh .. tidak ada apa - apa ,hanya memikirkan sesuatu " ujar nya gagap
" Kau yakin ? Apa kau baik - baik saja " tanya Min Young dengan raut wajah khawatir namun tetep tidak bisa menyembunyikan kebingungan nya.
" Ya " ujar Jun singkat
" hm baiklah " ujar Min Young.
Jun pun mempercepat laju mobilnya, agar ia segera bisa sedikit memberi ruang untuk hatinya agar berhenti berdegup kencang.
Sesampainya di kantor penerbit Jun pun turun di ikutin oleh Min Young.
" wah gedungnya sangat besar ?" Ujar Min Young kagum
Jun tersenyum kecil melihat ekspresi Min Young yang lucu itu.
Mereka pun masuk dan menuju ruangan direktur penerbit
" Selamat siang Penulis Jun ," ujar direktur penerbit
" Hallo Direktur " sapa Jun , min young pun hanya membungkukkan tubuh nya sebagai sapaan hormat.
" Ayo silahkan duduk " ujar di direktur ramah
" Terima kasih " jawab Jun Dan mereka pun duduk.
" Direktur, ini asisten penulis ku, Kim Min Young, dan dia ini yang membuat revisi draf naskah novel, yang aku bicarakan tadi pagi di telepon " Ujar Jun
" benarkah, aku kira dia adalah pacar anda " goda si direktur
Jun hanya tersenyum kecil dan Min Young hanya dia mendengar candaan si Direktur itu.
" Aku sudah membaca draf revisinya, dan menurutku ini jauh lebih baik setelah di revisi, jadi tidak ada masalah sama sekali yg sampai bisa menghambat jadwal cetak novel ini " ujar Direktur
" Baguslah jika begitu " ujar Jun senang, begitu pun dengan Min Young, ketegangan yang sedari tadi menggulung hati dan fikiran Min Young pun seakan Sirnah begitu saja.
Mereka pun berbincang - bincang mengenai buku Jun yang akan di rilis dan tentu saja tentang ketertarikan Min Young untuk menjadi seorang penulis.
__ADS_1
----------
Di rumah keluarga Taek
" Kakak, kenapa kau tak mengusir wanita itu dari apartemen taek, aku rasa di sudah tidak berhak untuk tinggal disana " ujar adik Ahn Soon
" Jangan terburu - buru kita harus memastikannya terlebih dahulu, siapa pria itu, apa benar kekasih nya atau bukan " ujar Choi Hwang
" Apa lagi yang harus di pastikan, siapa pun pria itu, tak sepantasnya wanita yang baru saja di tinggal mati suami nya seperti itu, dan lagi benar kata adik ku dua tak pantas tinggal di sana, itu apartemen milik Taek," ujar Ahn Soon kesal
" tenang lah dulu sayang, kau kan tau mereka membeli apartemen itu bersama, Min Young juga ikut membayarnya " jelas Hwang
" Tidak bisa, kau harus ingat yang melunasi rumah itu adalah Taek, jadi yang mengeluarkan uang banyak ya Taek " bantahnya kesal
" Tapi sayang ...... " Belum selesai Hwang bicara Ahn Soon sudah berteriak kesal
" ah sudah kau diam saja ... " Bentak Ahn Soon dengan wajah sangat kesal.
----------------
Min young dan Jun sampai di sebuah cafe , mereka duduk di dekat jendela
" Kau mau pesan apa ?" Tanya Jun
" Biar aku saja yang memesan " ujar Min Young
" Sudah kau duduk saja dan coba cek draf ini " ujar Jun sambil memberikan naskah pada Min Young.
" Baiklah, aku mau kue coklat dan ice amaricano " ujar min young
Jun pun langsung membalikan badannya dan memesan kopi dan kue untuk mereka.
Selang beberapa menit Jun kembali dengan pesanan mereka.
" Ini " ujar Jun sambil menyodorkan pesanan Min Young
" Terima kasih " ujar Min Young sambil tersenyum manis, membuat wajah Jun sedikit merona.
Mereka pun duduk berhadapan,
" Jun lihat ini, disini ada beberapa kata yang tidak sesuai, menurutku ini akan lebih bagus di jika di ganti seperti ini, dan ini begini " ujar min young sambil menjelaskan secara detail. Jun pun tersenyum melihat ketelitian Min Young.
" Dia benar-benar membuat ku kagum " batin Jun
" ah ... Itu ... Ya itu bagus " gugup Jun
" Kau melamun ?" Tanya Min Young kesal.
" ah itu aku sedang memikirkan draf revisi mu kemarin, apa kau membawa file aslinya "
" Tentu aku sudah membackup nya di flashdisk untuk jaga-jaga "
" Bagus, aku ingin melihat nya sekali lagi " ujar Jun sambil mengeluarkan laptopnya, dan Min Young pun mengangguk lalu mencari flashdisk itu di tasnya.
Namun setelah beberapa saat min young mencari ia tak menemukan flashdisk itu.
" Kenapa ?" Tanya Jun
" Flashdisk nya tidak ada " jawab Min Young bingung dan khawatir
" Apa kau meninggalkannya di rumah ?"
" Tidak, aku jelas ingat sudah memasukannya ke tas "
" Coba kau cari sekali lagi " ujar Jun
Min young pun mengeluarkan semua isi tas nya dan tak menemukan flashdisk itu.
" Bagaimana ini, apa terjatuh di suatu tempat " ujar min young khawatir dan bingung, wajah nya seketika pucat, melihat wajah min young yang berubah pucat Jun pun sangat khawatir
" Kau tenang dulu, apa kau mengeluarkannya di kantor penerbit ?" Tanya Jun berusaha tenang
" Aku rasa tidak "
" Kalau begitu, kita cari di rumah mu dulu, mungkin kau meninggalkannya, jika benar hilang, kita masih ada file di laptop bukan "
" Kau benar tapi bagaimana jika file itu di salah gunakan oleh orang lain "
" Tenang saja itu hanya draf revisi nya saja kan, bukan draf seluruh naskah "
Min young pun mengangguk kecil.
" Kalau begitu ayo kerumah mu, aku akan membantumu mencarinya " ujar Jun
__ADS_1
Akhirnya Jun dan Min Young memutuskan untuk kerumah apartemen Min Young.
Sesampainya disana Jun dan Min young pun masuk ke apartemen Min Young, dan benar saja flashdisk itu ada di atas meja makan. Seketika wajah min young berubah senang dan cerah, melihat min young yang sudah tenang Jun pun tersenyum.
" Untung lah tenyata benar tertinggal, sepertinya aku lupa memasukan nya" seru min young sambil tertawa kecil pada Jun.
" Jun duduklah dulu aku akan membuatkan ku kopi menggantikan kopi yang tadi blm.kita minum " ujar Min Young sambil berjalan ke dapur, Jun pun duduk di sofa sambil memperhatikan gerak gerik Min Young.
" Oh jadi ini kekasih baru mu " teriak Ahn Soon,
Sontak Min Young kaget dan Jun pun kebingungan.
" Omma " ujar Min Young.
" Jangan panggil aku seperti itu, kau bukan anak menantuku " teriak ahn Soon
Min young pun terlihat sedih dengan ucapan Ahn Soon.
" Berani sekali kau membawa pria lain ke rumah anak ku " bentak Ahn Soon
" Sayang tenaga dulu, ayo duduk " ujar Hwang.
Jun yang melihat min young menangis pun seketika kesal.
" Nyonya sepertinya anda salah faham " ujar Jun tenang
" Salah faham apa sudah jelas terbukti seperti ini bukan " sangkal ahn Soon
" Min young adalah asisten penulis ku, dan aku kesini karena harus mencari barang penting yang hampir hilang " jelas Jun dengan tenang
" Diam kau, barang apa itu sampai harus di cari berduaan ?" Bentak Ahn Soon
" Dengar kau Kim Min Young, aku minta kau untuk keluar dari rumah anak ku " ujar Ahn Soon kesal
" Tapi omma, ini juga rumah ku, kami membelinya bersama-sama " ujar Min Young sambil terisak
" Lancang sekali kau, jelas - jelang yang membayar lebih banyak bahkan melunasi rumah ini adalah Taek, lalu apa hak mu untuk masih tinggal disini, kau tinggal saja di rumah pria itu " ujar Ahn Soon kesal sambil menunjuk Jun.
" Nyonya, bukan kah istri berhak untuk tinggal di rumah milik suaminya sekalipun suaminya telah tiada " ujar Jun dengan suara agak meninggi
" Diam kau, kau tak perlu ikut campur " teriak ahn Soon
" Min young aku beri kau waktu 2 hari untuk membereskan barang mu dan pergi dari rumah ini " ujar Ahn Soon kesal
" Omma aku mohon jangan begini " ujar mlMin Young sambil merengkuh kaki Ahn Soon, dan seketika ahn Soon menendang min young hingga wanita iti tersungkur
Sontak Jun bangkit dari duduknya dan menghampiri min young yang sudah terduduk di lantai dan membantu membangunkannya, Ahn Soon pun melempar pandangan sini kepada mereka berdua lalu pergi meninggalkan Min young dan jun.
" Kau tidak apa - apa ?" Tanya Jun khawatir
" Jun maaf, kau jadi melihat hal seperti ini " ujar Min Young lemah
" Tidak - tidak ini bukan salah mu, seharusnya nya aku pun tak ikut masuk " ujar Jun sedih .
Jun pun membopong Min Young untuk duduk di sofa. Min young pun menangis sejadinya sambil menundukkan wajahnya.
Melihat min young menangis Jun benar-benar merasa sedih dan marah.
" Kenapa jadi seperti ini " lirih Min Young
" Aku harus pergi kemana ?" Ujar Min Young
Melihat wanita itu benar-benar terpuruk Jun pun tak sanggup melihatnya seperti ini.
" Kau bisa tinggal di rumahku " ujar Jun
Min young pun mengangkat kepalanya dan memandang wajah Jun
" Maksud ku, kau bisa tinggal di rumah ku, semua asisten ku biasanya begitu, dan di rumah ku memang ada kamar untuk asisten ku " jelas Jun
" Benarkah " tanya Min Young, Jun pun menjawab nya dengan mengangguk ringan
" kalau begitu kau kemasi barang yang bisa dibawa sekarang, untuk sisanya bisa kau ambil besok " ujar Jun
" hm Baiklah, aku akan merapikan pakaianku saja "
" Kalau begitu aku akan menunggumu di mobil, jika sudah selesai kau bisa panggil aku " ujar Jun sambil bangkit dari duduknya, dan Min young pun hanya mengangguk, Jun pun pergi meninggalkan Min Young.
Jun pun masuk kedalam mobilnya dan menunggu min young, sekitar 30 menit min young pun menghampiri Jun.
" Kenapa kau tak memanggilku " ujar Jun sambil keluar dari mobilnya dan mendekati min young yang tampak keberatan membawa kopernya.
" Berikan padaku " ujar Jun sambil mengambil koper yang di bawa min young dan memasukan nya ke mobil.
__ADS_1
" Masuklah " ujar Jun , min young pun masuk tanpa berkata apapun.
Jun benar - benar merasa sedih melihat keadaan min young.