
Hari pun semakin larut, Taekgu dan Jiho yang sudah minum terlalu banyak akhirnya tertidur di ruang tv Min Young, Min Young yang melihat adik ipar dan sahabat nya sudah sangat mabuk itu pun akhir nya membopong mereka ke kamar nya.
Min Young kembali duduk di sofa ruang tv itu setelah selesai membereskan sisa makanan dan Soju di atas meja.
Min Young membuka diary Taek. Lembar demi lembar ia baca dengan seksama,
Begitu banyak kenangan manis mereka yang Taek tuliskan disana.
Meskipun hidup mereka mungkin serba sederhana tapi mereka selalu bahagia dan saling memiliki satu sama lain. Dan mahami segala kebutuhan dan keinginan satu sama lain.
Min Young pun membaca diary itu sampai lembar terakhir, air matanya terus mengalir di selingi senyum saat membaca diary itu, sampai di lebar terakhir Min Young seperti mendapat sebuah wasiat dari Taek, di sana tertulis sebuah harapan dan doa Taek untuk nya
" Aku sangat bahagia sekarang, hutang kami sudah lunas, apartemen ini sudah menjadi milik kami, hanya tinggal satu hal lagi yang sangat aku harapkan di dunia ini, yaitu melihat Min Young benar - benar mengejar impiannya, karena aku dia melepas impiannya dan berkerja sebagai manager di restauran, hanya demi kita bisa hidup bersama dan membantuku melunasi apartemen ini. Atas pengorbanannya ini aku akan merubah kepemilikan apartemen ini menjadi namanya, sayang jika aku memintamu berhenti bekerja dan melanjutkan mimpimu apa kau mau ? "
Flashback
Saat SMA
Min Young : " oppa ..... " Teriak nya sambil melambaikan tangan dan senyuman ke arah Taek dari kejauhan
Ia pun berlari menghampiri Taek yang sedang duduk di bangku taman.
Choi Taek : " hey ... Jangan berlari " teriak Taek sambil bangkit dari duduk nya
Min Young : " oppa lihat ini " ujar Min Yong sambil menyodorkan Hp nya pada Taek,
Taek pun mengambil hp itu, saat membaca isi layar Hp itu Taek pun sontak tersenyum dan memeluk Min Young.
Choi Taek : " apa aku bilang kamu pasti menang " ujar nya sambil memeluk Min Young. Min Young pun membalas pelukan Teak erat
Kim Min Young : " oppa aku tak menyangka karya tulis ku akan mendapat juara pertama " Ujar nya dengan raut bahagia
Choi Taek : " sudah seharusnya kamu mendapatkan itu, karena karya tulis mu sangat bagus " ujar nya sambil mengelus kepala pacarnya lembut
Min Young pun tersenyum bahagia mendengar ucapan Taek .
Choi Taek : " sayang, bukan kah sebentar lagi akan ada konseling kuliah ? kenapa kau tidak kuliah jurusan sastra " ujarnya sambil memandang lembut kekasihnya
Min Young : " jika aku mengambil jurusan sastra kita tak akan satu kampus, dan kita akan sulit bertemu " ujarnya sedih
Choi Taek : " denger kan aku, kita bisa bertemu seperti sekarang ini, atau aku bisa mengunjungi mu saat aku senggang "
Kim Min Young : " oppa benar, tapi aku ingin bertemu oppa setiap hari " Ujar nya sambil menatap dalam pada Taek
Choi Taek : " aku pun sama, tapi demi mimpi mu, kau harus berjuang, aku tak ingin menjadi orang yang menghambat kau untuk mewujudkan mimpimu " ujar nya sambil menggenggam tangan Min Young
Choi Taek : " aku akan sangat bersalah jika kamu tak mengejar mimpimu "
Min Young pun terdiam, dan memandang Taek lekat, sepasang mata itu benar - benar membuat nya takluk.
Kim Min Young : " Baiklah " ujar nya lirih, lalu di sambut senyuman dan pelukan Taek
Choi Taek : " aku akan selalu jadi pendukung pertamamu " ujar nya sambil memeluk Min Young,
Min Young pun tersenyum dan memeluk erat Taek, ia sangat bersyukur memiliki Taek yang sangat mencintainya.
Kembali
Kim Min Young : " jika itu yang akan membuat oppa bahagia maka akan aku lakukan " ujar Min Young
Min Young pun memeluk diary itu sambil menangis tersedu - sedu hingga akhirnya ia tertidur di sofa sambil memeluk diary Taek erat - erat.
__ADS_1
Pagi pun datang MinYoun sudah bangun dan menyiapkan kan sup tauge untuk meredakan mabuk sahabat dan adik iparnya.
Jiho pun bangun ia mendapati diri nya di kamar bersama Taekgu
" Kepalaku sakit, kenapa aku bisa disini, kenapa dia tidur di kamar bersama ku, Min Young dimana ?" Batin nya dengan wajah bingung sambil memegangi kepalanya yang sakit
Jiho pun berjalan keluar kamar dan mendapati Min Young sedang menyiapkan sarapan untuk mereka
Kim Min Young : " ah kau sudah bangun " ujar Min young
Jiho hanya mengangguk dan berjalan mendekati meja makan yang kecil itu
Kim Min Young : " kau bangunkan Taekgu kita sarapan bersama " perintah nya
Belum Jiho bangkit dari duduknya taekgu keluar dari kamar dan menghampiri mereka.
Kim Min Young : " Taekgu duduk lah dan makan sup tauge ini agar kalian lebih segar " Ujar nya sambil menyodorkan mangkuk soul kepada mereka
Mereka pun duduk dan sarapan bersama, Taekgu dan Jiho yang menyaksikan mata Min Young sangat bengkak pun sulit untuk mengeluarkan kata - kata, menjadikan suasana sarapan ini menjadi canggung
Kim Min Young : " hari ini kalian bekerja bukan ?" Tanya Min Young sambil melihat ke arah Taekgu dan Jiho
Mereka hanya membalas dengan anggukan kecil sambil menyantap sarapannya
Kim Min Young : " kalian kenapa sangat diam ?" Ujar Min Young bingung melihat mereka tak mengeluarkan sepatah katapun.
Merekapun memandang wajah Min Young , walau mata Min Young sangat bengkak kerana menangis semalaman tapi terserah senyuman hangat di wajah nya.
Song Jiho : " kau menangis semalaman ?" Tanya Jiho dengan wajah khawatir, ia pun mendapat sikutan dari Taekgu
Melihat reaksi adik iparnya ia pun tersenyum. Dan ia pun mengangguk.
Choi Taekgu : " Nu'na sudah membacanya ?" Tanya nya senang , dan di balas anggukan dan senyum Min Young
Choi Taekgu : " baguslah, aku merasa dengan membaca buku itu Nu'na akan kembali semangat dan bahagia, dan firasat ku ternyata benar " jelasnya
Kim Min Young : " kau benar, saat ini aku jauh lebih baik, terima kasih "
Choi Taekgu : " Nu'na aku harap kau bisa hidup lebih baik dan bahagia, semoga kau bisa mengejar mimpimu lagi seperti yang di harapkan hyung, dan kami akan selalu mendukungmu " ujar nya
Song Jiho : " jika kau mengalami kesulitan jangan pernah menyelesaikannya sendiri ada kami yang akan membuat membantumu " ujarnya sambil memandangi sahabatnya itu.
Kim Min Young : " baiklah mulai sekarang aku akan merepotkan kalian setiap saat hahaha " ujar nya sambil tertawa
Mereka pun ikut tertawa bersama dan melanjutkan sarapannya sambil berbincang ringan
Setelah selesai sarapan dan membersihkan diri merekapun pergi bekerja bersama.
Min Young pun di antara Taekgu hingga ke tempatnya bekerja
Kim Min Young : " terima kasih sudah mengantarku " ujar nya sambil melepaskan sabuk pengaman.
Choi Tarkgu : " tak masalah Nu'na kantor ku satu arah dengan mu "
Kim Min Young : " kalo begitu aku pergi dulu ya "
Choi Taekgu : " semangat " ujar nya sambil mengepalkan kan kedua tangannya
Min young pun tersenyum dan membalas dengan kepalan tangan yang sama.
Min Young pun masuk kedalam restauran dan Taekgu melajukan mobilnya.
__ADS_1
Saat masuk kedalam restauran semua staf mengerubuti Min Young.
Staf 1 : " Manager kenapa anda sudah masuk ?"
Staf 2 : " apa anda baik - baik saja ?"
Staf 3 : " bersemangat lah manager "
Ujar mereka seraya bersimpati pada Kim Min Young
Kim Min Young : " hahaha ...aku baik baik saja , terima kasih atas perhatian kalian, sebaiknya kita bersiap - siap untuk membuka Restauran "
Park Hyun Sik : " Min Young, datanglah keruangan ku " perintah nya
Kim Min Young : " baik " ujarnya sambil mengikuti langkah Hyun Sik Menuju ruangannya.
Park Hyun Sik : " apa kau sudah lebih baik ?" Ujar nya khawatir
Kim Min Young : " kau tenang saja aku sudah jauh lebih baik saat ini " ujar nya santai sambil tersenyum.
Park Hyun Sik : " aku sangat mengkhawatirkanmu, saat aku datang ke rumah duka kau tak ada di sana " ujar nya
Kim Min Young : " hemmmm , aku sudah pulang , mereka tak mengizinkan ku berada di sana untuk waktu yang lama " ujarnya
Park Hyun Sik : " mertuamu gila " ujar nya santai
Min young hanya tersenyum mendengar nya
Park Hyun Sik : " syukurlah jika kau sudah jauh lebih baik, jika kau butuh apapun kau bisa hubungi aku, kau mengerti " ujar nya
Kim Min Young : " hahaha aku sangat senang hari ini banyak sekali orang yang ingin ku repotkan " ujar nya sambil tertawa
Park Hyun Sik : " maksudmu ?" Tanya nya bingung
Kim Min Young : " kau , Jiho , dan Taekgu mengatakan hal sama hari ini, aku senang karena di kelilingi orang - orang yang peduli pada ku " ujar nya lembut sambil menundukkan kepalanya
Park Hyun Sik : " tidak ada alasan bagi ku untuk tidak peduli padamu, kau adalah satu - satunya orang yang mau berteman dengan ku saat kita kuliah "
Min Young pun memandangi Hyun Sik sambil tersenyum
Kim Min Young : " baiklah aku akan merepotkan mu sekarang " ujarnya sambil mengeluarkan sepucuk surat dari tas nya.
Park Hyun Sik : " apa ini ?" Tanya nya kaget dan bingung
Kim Min Young : " seperti yang kau lihat, itu surat pengunduran diri " jawab nya santai
Park Hyun Sik : " aku tau itu, tapi kenapa ? Apa gajimu kurang ?"
Kim Min Young : " tidak sama sekali, kau memberikan gaji yang sangat layak untuk ku, hanya saja aku ingin memulai kembali mimpi ku " ujar nya
Park Hyun Sik : " menulis ? " Tanya nya dan Min Young punya hanya mengangguk.
Park yang tau jelas mimpi Min Young pun hanya menghela nafas panjang
Park Hyun Sik : " lalu kau sudah menemukan penerbit untuk menerbitkan karyamu ?" Tanya nya
Kim Min Young :" tidak, aku akan bekerja dulu sebagai asisten penulis untuk mencari pengalaman dan setelah itu aku kan menerbitkan buku ku sendiri "
Park Hyun Sik : " baiklah jika keputusanmu memang sudah bulat, tapi aku minta kau mengajari manager yang baru dulu sebelum kau bertemu dengan seorang penulis, setelah itu kau bisa langsung meninggalkan restauran ini "
Kim Min Young : " Tentu saja " ujar nya sambil tersenyum
__ADS_1