Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
DIA PULANG


__ADS_3

POV Min Young


Ke esokan harinya, waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, Jun masih belum kembali ke rumah. dan Chanyeol tak ada di rumah karena mengurusi beberapa hal untuk Jun.


Entah karena aku sendirian di rumah, aku Mera kesepian dan seakan ada yang hilang. Dan entah sejak kapan aku mulai merindukan Jun.


Selama mengurusi pemakaman ibunya Jun sama sekali tidak menghubungiku, dan aku tak berani menghubunginya, aku khawatir akan mengganggunya.


Sesekali aku mengecek Hp ku batang kali ada telpon dari Jun. Saat aku memperhatikan benda pipih itu, tiba - tiba telpon dari Chanyeol masuk


" nu'na "


" ya "


" bisa kah aku meminta bantuan mu "


" tentu "


" biasakah besok kau pergi menemui direktur dan antarkan map yang berada di atas meja TV "


" baiklah "


" terima kasih nu'na "


" hemm ... "


" Chanyeol "


" ya "


" apa Jun baik - baik saja "


" ya .. aku rasa dia sudah jauh lebih baik "


" syukurlah "


" nu'na aku tutup telponya ya, ada yang harus aku kerja kan "


" baiklah "


Chanyeol pun memutus sambungan telpon nya.


aku kembali terdiam, sembari memandangi meja Jun yang kosong.


aku pun menyadarkan pikiran ku dan kembali bekerja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ke esokan pagi nya aku bangun dan membuat sarapan seperti biasa, setelah selesai sarapan akupun bergegas pergi menemui direktur untuk menyampaikan berkas yang di minta Chanyeol kemarin.


Sesampainya di sana aku di sambut direktur yang sudah menunggu ku.


" duduklah "


" terima kasih, direktur "


kami pun berbincang seputar novel Jun yang akan segera di cetak, dan tentu kami pun membicarakan progress novelku. Setelah merasa pembicaraan kami selesai aku pun undur diri. Sebelum aku meninggalkan ruangan itu direktur memanggilku.

__ADS_1


" Min Young " aku pun menoleh ke arah nya


" tolong hibur Jun, jangan biarkan dia terus terpuruk, karena itu akan merusak karirnya "


ujar direktur dengan wajah khawatir.


" tentu " ujar ku sembari mengangguk pasti


senyum di bibir direkturpun mengembang sempurna


" berhati - hatilah "


aku pun membungkuk, dan berlalu meninggalkan ruangan itu.


di saat yang bersamaan Hp ku berbunyi.


" ya "


" kau dimana ?"


" kantor penerbit "


" ayo bertemu dan temani aku makan siang "


aku pun berfikir sejenak mendengar ajakan jiho


sepertinya tak ada salahnya aku mengikuti keinginan Jiho, malas juga jika makan siang sendirian di rumah, begitu lah fikirku.


" baiklah "


" good aku kirim alamatnya lewat pesan ya "


" hemm "


sesampainya di restoran, aku mendapati Jiho dan taekgu melambai - lambaikan tangan nya ke arang ku. aku pun membalas lambaian itu dengan senyuman.


Kami pun makan siang dan mengobrol ringan.


" Nu'na aku dan Jiho sudah menemukan tempat tinggal untuk mu " aku pun menghentikan makan ku, entah kenapa aku merasa tak ingin meninggalkan rumah Jun.


Apa karena aku sudah merasa nyaman, dan ini pun mempermudah pekerjaan ku.


Membuatku tak tahu harus bereaksi seperti apa.


" benarkah ?"


" hemm, kau bisa menempati rumah kami dulu "


" rumah kami ? maksudmu ?"


" ya aku dan taekgu sudah membeli sebuah apartemen untuk kami tinggali saat kami meningkat nanti "


" benarkah, Selamat ya "


" bagaimana Nu'na mau melihatnya dulu "


" ya aku harap kamu cepat pindah dari sana, bagaimanapun si penulis itu kan Laki - laki, tak baik jika kamu tinggal disana terlalu lama "

__ADS_1


aku pun terdiam sejenak, lalu kembali membuka suara seraya ingin menolak tawaran mereka


" itu kan rumah untuk pengantin baru, mana mungkin aku bisa menempati nya sebelum kalian menempati "


" sudah lah kau tak perlu berfikir seperti itu "


" benar Nu'na, nanti kita bisa tinggal bertiga disana "


" hahaha kalian ini bodoh, mana bisa seperti itu, apa kalian ingin membuatku menjadi nyamuk di rumah itu "


" kali tak perlu khawatir aku bisa menjaga diriku dengan baik, aku janji itu, dan lagi pula jika aku tinggal di tempat Jun itu sangat mempermudah pekerjaan ku " tampak jelas wajah kecewa Jiho dan Taekgu.


" jadi aku akan tetap tinggal di sana sampai aku bisa mencapai mimpiku " tambahn ku dengan percaya diri.


Jiho dan Taekgu pun memandangku lekat.


" baiklah jika itu sudah keputusan Nu'na, tapi kami minta Nu'na harus berjanji menceritakan segala hal yang terjadi pada kami, jangan memendamnya sendiri "


aku pun mengangguk pasti menjawab ucapan taekgu.


kami lu. melanjutkan makan dan mengobrol ringan sambil tertawa bersama.


Hingga Hp ku berbunyi, tertulis di layar benda pipih itu nama yang sedang aku tunggu


" ya Jun "


" kau dimana ?"


" sedang makan siang bersama teman ku "


" hemm, apa masih lama ?"


" hemm, entahlah, tapi kami sudah selesai makan "


" hemm, aku sudah pulang "


" benarkah ?"


" hemm "


" baiklah aku akan segera pulang " ujarku semangat dan tanpa basa - basi lagi aku pamit dan meninggalkan sepasang kekasih itu.


Entah apa yang terjadi dengan hati ku, saat mendengar Jun sudah pulang, hatiku sangat senang, dan aku sangat ingin cepat bertemu dengannya dan memandang wajahnya.


Itu adalah sebuah rasa yang tak asing bagi ku, tapi aku tak bisa menerimanya begitu saja,


aku pun berusaha menampik rasa itu.


Di taksi aku tak henti mengembangkan senyuman ku.


hingga sampai di gerbang rumah aku bergegas masuk dengan hampir berlari menuju pintu rumah dan saat aku membuka nya Jun sudah berdiri di depan pintu itu.



Dengan senyuman menawannya Jun menyambut ku, hingga tanpa sadar aku pun berhamburan di pelukannya.


_________________________________________

__ADS_1


BERSAMBUNG


Jangan Lupa LIKE, KOMEN, FOLLOW, VOTE, dan bantu SHARE


__ADS_2