Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
Ada Aku Disini


__ADS_3

Episode Sebelumnya ....


" Bagaimana perasaanmu ?"


" hmmmm sudah jauh lebih baik "


" Benarkah ?"


" Tentu saja "


" Syukurlah "


" Min Young maaf aku lupa harus pergi ke pertemuan pagi, sehingga aku tak bisa menemani mu mengambil barang " ujar Jun dengan suara rendah dan menyesal


" ah tidak masalah, kau tenang saja aku bisa pergi sendiri, lagi pula tak banyak barang yang akan aku ambil " ujar Min Young lembut.


" Jika kau butuh sesuatu katakan saja " ujar Jun


" Terima kasih Jun, kau sangat baik " ujar Min Young lembut sambil mengembangkan senyuman



Sedangkan di seberang sana Jun pun tersenyum lembut mendengar ucapan Min Young.


----------------------------


Setelah selesai menelpon Jun Min Young pun bergegas menuju apartemennya untuk mengambil sisa barang - barang yang harus dia ambil.


Sesampainya di apartemen Min Young pun masuk dengan perasaan sedih yang mendalam.


Min young memandangi setiap sudut ruangan di apartemen itu, begitu banyak kenangan yang sudah ia lewatkan bersama suami nya disini. Canda tawa tangis sudah pernah bergema di apartemen ini.


" Oppa maaf .... Aku tak bisa menjaga rumah ini lagi, aku tak ingin membuat masalah dengan keluarga mu, semoga oppa dapat memahami ku " gumam Min Young sambil menitihkan kan air matanya.


Min Young pun membereskan buku-buku, foto dan beberapa barang penting lainnya.


Selesai membereskan barang-barang nya min young pun melangkah pergi meninggalkan apartemen itu dengan berat hati, sesekali membalikan badannya menatap tempat Diaman ia dan suaminya menghabiskan waktu selama lebih dari 4 tahun.


" Selamat tinggal " lirih Min Young


Min Young Pun berjalan gontai meninggalkan apartemen itu.


---------------------------


Sesampainya di rumah Jun min young masih mendapati rumah itu sepi tak berpenghuni,


" Mereka belum kembali " gumam Min Young sambil berlalu ke kamarnya.


Ia pun merapikan barang - barang yang ia bawa.


Drrrrrrd drrrrrrd HP Min Young bergetar.


" Hallo "


" Sedang sibuk ?"Tanya Hyunsik


" tidak terlalu "


" kalau begitu, mau makan siang bersama ?" Tanya Hyunsik lagi


" hmm, Untuk Hari ini aku tidak bisa " ujar min young dengan suara rendah


" Kenapa dengan suaramu ? Apa ada sesuatu yang terjadi ?" Tanya Hyunsik khawatir


" Tidak , tidak " ujarMin Young Gugup


" Benarkah ?" Desak Hyunsik


" Ya "


" Baiklah, jam berapa kau pulang, biar aku menjemputmu "


" Tidak perlu "

__ADS_1


Hyunsik pun semakin bingung dengan sikap min young, karena tak biasanya dia seperti ini. Hyunsik tau jelas Min Young akan sangat senang jika tak harus naik bus saat pulang kerja.


" Aku akan menunggumu di depan rumah penulis Lee " ujar Hyunsik dengan nada memaksa.


" Tidak perlu " Ujar Min Young tegas


" Beri aku alasan, kau tak biasanya menolak, apa kau mengajariku ? Apa aku ada salah padamu ?" Tanya Hyunsik


Min young pun diam sejenak. Dan menarik nafasnya dalam - dalam lalu menghembuskan dengan perlahan.


" Kau tak perlu menjemput dan mengantar ku untuk pulang atau bekerja, karena sekarang aku tinggal di rumah penulis Lee " ujar Min Young


" Apa " teriak Hyunsik kaget


" Apa kau gila tinggal bersama seorang pria lajang yang bahkan tak kau kenal " bentak Hyunsik


" Untuk apa tinggal disana, kau punya rumah sendiri bukan, apa penulis itu memaksamu ?" Tambah Hyunsik dengan nada suara kesal


" tidak .... Justru aku sangat berterima kasih Jun mengizinkan aku tinggal disini " ujar Min Young


" Apa yang kau maksud ?" Ujar Hyunsik


" aku di usir oleh mertua ku " ujar Mi. young dengan suarabergetar.


" Apa ? Di usir? Bagaimana bisa ? Itu kan rumah mu dan suami mu apa hak mereka mengusir mu dari sana " ujar Hyun Sik


" Entahlah, mungkin. Ada kesalahpahaman " ujar Min Young


" Kalau begitu kau harus meluruskan kepada mereka "


" Sudahlah aku tak mau memperkeruh keadaan, lagi pula dengan aku tinggal disini akan lebih bagus, aku bisa bekerja lebih fokus dan tak perlu menghabiskan waktu di perjalanan " ujar Min Young


Hyunsik pun hanya diam mendengar ucapan Min Young.


" Kalau begitu aku akan mematikan telponnya ya, aku sedang membereskan barang sekarang, kita bertemu di akhir pekan saja ya, sepertinya aku sangat butuh udara pantai untuk menyegarkan fikiran ku " ujar Min Young


" Baiklah " jawab Hyunsik


Tak terasa sorepun datang.


" Hah .... Kenapa mereka belum juga pulang " batin min young bingung


" di ruang kerja sendirian lumayan membuatku bosan " gumam Min young


" Bagaimana jika aku membuat sketch naskah di taman depan, udaranya juga cukup cerah hari ini " gumamnya sambil bangkit dan pergi menuju taman


" Hah udaranya benar - benar segar dan nyaman " ujar Min Young sambil duduk di rerumputan.


" Ayo Kim Min Young kembali bekerja, lupakan semua masalahmu dan kejar impian mu seperti yang di minta oppa " ujar nya semangat.


Ia pun mulai menulis draft naskah di sebuah kertas ... Sesekali ia memandang langit untuk mencari ide cerita yang bagus. Sampai tak terasa 2 jam pun berlalu.


" apa yang sedang kau lakukan disini ?" Tanya Jun yang baru saja sampai dan mendapati Min young duduk di taman



Min young mengarahkan pandangan nya ke sumber suara itu.


" ah kau sudah kembali ?" Seru Min Young sambil tersenyum


" Ya " jawab Jun


" Apa yang kau lakukan ?" Tanya Jun lagi


" ah aku merasa bosan di ruang kerja sendiri , jadi aku mencari inspirasi disini, dan ternyata berhasil " ujar Min Young semangat sambil mengembangkan senyuman manis nya


Jun pun tanpa sadar mengembankan senyumannya.


" ayo masuk " ajak Jun


" hm " Jawab Min Young sambil menganggukkan kepalanya ringan dan mengikuti langkah Jun dari belakang.


" aku akan berganti baju dulu " ujar Jun

__ADS_1


" ah ya " tanpa sadar Min Young memikirkan saat mereka ia tak sengaja melihat tubuh Jun dulu. Sehingga membuat wajah nya memerah. Cepat - cepat ia menggelengkan kepalanya..


" Kau kenapa ?" Tanya Jun bingung


" Tidak tidak " jawab Min Young gugup


" Lalu kenapa wajah mu memerah ?" Tanya Jun, sehingga membuat min young semakin. Gugup, cepat - cepat Min young menutupi pipinya


" ah mungkin karena aku terlalu lama di luar " ujar nya


" Sudah sana ganti baju, aku keruang kerja dulu " ujar Min Young dengan nada canggung lalu ia pergi meninggalkan Jun yang masih kebingungan.


" Memang berapa lama dia diluar " gumam Jun.


Tak terasa malam pun semakin larut,


" ahhh...... akhirnya selesai juga " ujar Min Young sambil meregangkan tubuhnya.


Jun menatap wanita itu dan tersenyum.


" Pergilah beristirahat, besok kita harus bekerja lagi " ujar Jun


" Hmmmm..... Jun mau minum bersama ku ?" Ujar ajak Min Young


" Selarut ini " ujar Jun sambil melihat jam yang sudah menunjukan pukul 1 dini hari


" kita minum di atap ?" Ujar Min Young sambil menujukan jarinya ke atas.


" Satu kaleng, setelah itu kita harus beristirahat ?" Ujar Jun


" Setuju " ujar Min Young senang.


Min young pun bergegas mengambil beer di kulkas dan membawanya ke atas, di atas Jun sudah duduk sambil menatap langit..


" Karena musim panas udaranya tidak terlalu dingin " ujar Jun


" Kau benar " ujar Min Young sambil meneguk beer di tangannya.


" Hah ... Sangat menyegarkan ... " Seru min young sambil merentangkan tangannya. Jun pun hanya tersenyum melihat Min Young yang sudah membaik.


" Oh ya kenapa Chanyeol tak kembali bersamamu ?" Ujar Min Young


" ah tadi saat jalan pulang keluarganya menelpon dan dia harus kembali ke Daegu, karena ibu nya sakit " ujar Jun


" Ya ampun, Chanyeol pasti sangat panik tadi " ujar Min Young khawatir


" Ya, wajah nya langsung pucat saat mendengar ibunya sakit " ujar Jun


" Dia pasti sangat menyayangi ibunya "


" Tentu saja, keluarganya hanya tinggal ibunya saja, ayahnya meninggal saat ia berusia 6 tahun dan selama itu ia hanya tinggal dengan ibunya " Ujar Jun dengan pandangan sedih, wajah min young pun seketika berubah sendu.


" Hmmmm.... Kita harus benar - benar memanfaatkan waktu dengan baik, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi " ujar Min Young dengan wajah yang sendu sambil menatap langit.


Jun bingung dengan ucapan min young


" Dulu aku terlalu bahagia, memliki keluarga yang sangat harmonis, sampai terkadang aku berfikir bahwa kami tidak akan pernah terpisahkan satu sama lain, hinggap saat aku kelas 5 SD mereka meninggal dalam kecelakaan dan satu tahun kemurian nenek ku pun meninggal kerena sakit, dan satu bulan yang lalu suami ku juga meninggal kerena kecelakaan, hahaha hidup ku benar - benar menyedihkan bukan, aku hanya sendirian " ujar Min Young menitihkan air mata.


Melihat Min Young menangis Jun pun sontak merengkuh kedua tangan Min Young dan membalikan badan Min Young kehadapannya.



" Jangan bodoh kau tak sendiri disini " ujar Jun Min young pun hanya menatap Jun bingung


" Ada aku disini, kau bisa menceritakan semua masalah mu pada ku, kau bisa membagi semua beban mu padaku " ujar Jun mendengar ucapan Jun min young pun membulatkan matanya.


Melihat ekspresi Min Young sontak Jun sadar dengan ucapannya, ia pun seketika gugup dan melepas genggaman tangannya.


" aku akan membantu mu, keran kau juga sudah mau membantuku menyelesaikan buku ini " ujar Jun gugup


Min young pun tersenyum mendengar ucapan Jun


" Terima kasih Jun, kau benar-benar sangat baik, aku sungguh beruntung bisa bekerja dengan mu " ujar Min Young senang.

__ADS_1


__ADS_2