Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
Berubah Acuh


__ADS_3

Si Janda Cantik Eps 22


Episode Sebelumnya ........


Min young terpaku dengan cerita jun, ada rasa sakit yang sangat dalam dari getaran suara Jun, dan sangat jelas sorot mata kesepian terpancar dari mata jun, tanpa sadar Min Young merah tangan Jun


" Mulai sekarang, ada aku disini, jadi jangan merasa kesepian lagi " ujar Min Young lembut


Jun memandang wajah Min Young lekat, dan seketika mengembangkan senyumannya.


" Jika begitu, jangan pernah pergi menjauh dari pendanganku " ujar Jun sambil merengkuh wajah kecil Min Young dengan kedua tangannya.


Min young pun kaget dan menatap serius Jun


" Ayo kita seling mendukung satu sama lain " ujar Min Young sambil tersenyum lembut di ikuti senyuman Jun


" Ayo semakin dekat dan mengenal satu sama lain " tambah Jun


" Hemm " ujar min young sambil mengangguk pasti dan tersenyum lembut


---------------------------------


Mereka pun melanjutkan sarapan sambil berbincang ringan.


" Biar aku yang cuci piring nya " ujar Min Young


" Tentu saja itu tugas mu karena aku sudah memasak " ujar Jun angkuh sambil pergi meninggalkan meja makan


" Aish .... Semakin lama kenapa pria ini sangat menyebalkan " batin Min young sambil mengajar kepalan tangannya di udara.


Min Young pun bangkit dan mencuci piring.


" Dia benar-benar aneh, jika orang semakin lama kenal makan akan semakin baik, kenapa dia terbalik " gumam min young kesal


Selesai mencuci piring Min Young masuk ke ruang kerja, di sana Min Young melihat Jun yang sedang menatap layar komputernya serius.



" Visual macam apa ini, dia terlihat begitu tampan berkali-kali lipat saat sedang serius " batin Min Young sambil berdiri di ambang pintu.


" Ishhhh ... Apa yang kau fikirkan " gumam min young sambil mengetuk kepalanya


" Sedang apa kau ?" Tanya Jun bingung melihat tingkah min young


" ah tidak ... Aku hanya sedang mengingat sesuatu yang kulupakan " ujar min young acuh Sambil berjalan menuju mejanya


Seketika ruangan pun hening. Jun dan min young pun fokus pada pekerjaannya masing-masing


" Selamat pagi " sapa Chanyeol ceria


Jun hanya melirik dan kembali pada layar komputernya.


" Selamat pagi " Jawab min young sambil tersenyum ramah


" Sepagi ini alim sudah sangat sibuk " ujar Chanyeol


" Jika jam 12 kau katakan pagi lalu jam 6 sore kau kata apa ?" Ujar Jun ketus

__ADS_1


" Cih kau ini benar-benar " belum selesai Chanyeol menyelesaikan ucapannya Jun sudah melirik sinis pada Chanyeol


" Baiklah, maaf maaf aku terlambat sebagai gantinya aku membawakan kalian pizza dan chicken pastinya dengan bir dingin " ujar Chanyeol gembira


" Apa kau gila, meminum bir siang hari ?" Tanya Jun ketus


" Memang apa salahnya, hanya bir bukan Soju, anggap saja ini perayaan untuk naskah nuna " Jawab Chanyeol kesal


" Aishhh sudah sudah ... Kalian berisik sekali ... Cepat makan pizza nya sebelum dingin " ujar Min Young sambil duduk di sofa


" Betul itu ayo nunakitamakan biarkan dia kelaparan " ledek Chanyeol


Jun hanya memandang ketus dan ikut duduk di sofa.


" Wah chicken nya sangat enak " ujar min young sambil melahap paham ayam di tangannya


" Wah kau suka, nanti akan ku bawakan lagj untuk mu " ujar Chanyeol semangat


" Benarkah "


" Tentu "


Jun hanya mendengus ketus melihat keakraban Chanyeol dan min young.


" Bagaimana persiapan presentasimu " tanya Jun


" ahh ... Sudah hampir selesai, dan aku sudah menghafal semuanya "


" Bagus, presentasi ini menentukan masih karyamu jadi kau harus mempersiapkan dengan sangat baik "


" Tentu saja " jawab min young


" Kalian mau kopi ?" Tanya Chanyeol


" Boleh, ice amaricano " ujar min young senang


" Kau ? " Tanya Chanyeol


" Latte " ujar Jun


" Kau minum latte ?" Tanya min young


" Memang kenapa ?" Tanya Jun


" Tidak " ujar min young acuh sambil memalingkan wajah nya ke layar komputer


" Baiklah aku pergi dulu " ujar Chanyeol meninggalkan kembali mereka berdua yang kembali fokus dengan layar komputer nya.


" oh ya nanti malam aku akan menginap di rumah teman ku " ujar min young sambil mengintip wajah Jun dari balik layar komputernya


" Menginap ? Teman mu wanita ?" Tanya Jun dengan wajah penasaran


" Tentu saja "


" Dimana ?"


" Hannam-Dong "

__ADS_1


" Aku antar " ujar Jun dingin bahkan terkesan ketus


" Aku bisa pergi sendiri "


" Tak usah banyak bicara "


" Cih kau ini kenapa sangat suka memerintah "


" Aku atasanmu "


" Cih, ini urusan buka urusan pekerjaan jadi itu bukan Urusan mu "


" Selama kau bekerja dengan ku, itu artinya aku bertanggungjawab atas keselamatan mu, aku tak mau di anggap atasan yang melalaikan bawahannya "


" Cih .... Terserah apa mau mu " ujar min young kesal Lalu kembali fokus pada pekerjaannya begitu pula dengan Jun


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore.


" Agggghhhh ... Akhirnya selesai juga " ujar min young sambil meregangkan tubuhnya


" Cepat pergi bersiap " ujar Jun sambil bangkit dan keluar ruang kerja


" Hah ... Benar-benar membuat kesal " gumam min young


Tak lama Min young pun selesai bersiap dan keluar kamarnya


" Ayo cepat " ajak Jun datar


" Hah " min young banyak menghembuskan nafas kasar menahan kesal atas sikap dingin Jun


" Kapan kau pulang "


" Besok siang "


" Aku akan menjemputmu "


" Tidak usah, teman ku akan mengantarku " ujar min young, Jun pun diam tak berkata lagi


Setelah beberapa saat berkendara merekapun sampai


" Sampai " ujar jun setelah menghentikan mobil nya di sebuah rumah


Min young pun menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan


" Kau baik - baik saja ?" Tanya Jun khawatir dengan sikap min young, Jun sadar pasti ada sesuatu yang mengganggu fikiran min young


" Ya ... Terima kasih sudah mengantarku " ujar min young sambil turun dari mobil


" Kau yakin baik - baik saja ?" Tanya Jun dari dalam.mobil


" Tentu saja, sebaiknya kau pergi sekarang "ujar Min Young


Jun pun tak menjawab ucapan min young dan Jun pun langsung melakukan mobil ya.



Di dalam mobil Jun memperhatikan spion mobilnya dan melihat pantulan Min Young dari spion samping itu

__ADS_1


Jun tampak sangat mengkhawatirkan min young.


" Apa dia benar - benar akan baik-baik baik saja ?" Gumam Jun khawatir


__ADS_2