Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
Ayo Semakin Dekat


__ADS_3

Episode Sebelumnya ...


Sontak wajah Min Young memerah jantung nya berdegup kencang


" Hah bisa gila aku ... Hei diamlah, kalo tidak dia akan mendengarnya " batin Min Young


" kenapa kau tak marah saat aku menarik mu ? Apa kau suka ?" Tanya Jun dengan wajah menggoda


" I... Itu ... A... Aku " ujar Min Young gugup belum selesai mi. Young menyelesaikan ucapannya, tiba - tiba Jun tertawa dengan sangat keras


" HAHAHAHAHA " Tara jun Sambil melepaskan Mi. young dari pelukannya


" Ke...kenapa kau tertawa ?" Tanya min young gugup dan bingung,


" Wajahmu memerah, bicaramu gugup lalu itu .... "Ujar Jun sambil menunjuk dada min young,


Min young pun sadar jika Jun bisa mendengar suara jantung nya yang menggila.


" Diam " teriak Min Young yang langsung berlari ke kamarnya


" Haha sangat menggemaskan " ujar Jun sambil tersenyum senang.


" Ahhhh ... Benar - benar memalukan, kau sudah gila Kim Min Young " Min Young mengutuk dirinya sambl mengacak-acak rambutnya.


--------------------------


Min Young menatap pantulan dirinya di cermin ...


" Ada apa ini, kenapa aku selalu seperti ini saat dekat dengannya " gumamnya dengan wajah bingung yang cukup terlihat muram


" Tidak .. aku harus menghilangkan rasa ini, aku tidak bisa mengkhianati oppa begitu saja, aku sangat mencintainya, tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan nya " tambahnya dengan sorot mata yang tajam namun tetap ada rasa takut dan bingung.


Min young berjalan ke kamar mandi dengan wajah dan fikiran masih linglung, saat mandi pun fikirannya benar-benar di penuhi dengan Jun dan rasa akan pria itu.


" agggghhhh ... " teriak Min Young dengan sangat keras sambil mengenakan pakaiannya


Jun yang sedang memasak dengan bahan yang di beli Min Young pun terkaget mendengar teriakan itu.


Tok tok ....


" Hei kau baik - baik saja ?" Tanya Jun dari balik pintu kamar Min young namun tak ada jawaban dari dalam


Jun pun semakin khawatir, ia terusengetuk dan memanggil Min Young, namun masuk tak ada jawaban.


Jun pun berinisiatif membuka pintu kamar yang tidak di kunci dan masuk.


" Dimana dia " ujar Jun sambil mencari sosok Min Young di seisi kamar itu

__ADS_1


" Apa dia terjatuh di kamar mandi ?" Gumam Jun dengan wajah tegang dan khawatir.


Brakkk ....


Pintu kamar mandi pun terbuka lebar ...


Sontak mata mereka bertemu.



Mata Jun pun membulat penuh melihat pemandangan di depannya, wajah nya seketika memerah.


" agggghhhh ... Kenapa kau disini ... Keluar " teriak Min Young sambil membalikan badannya memunggungi Jun


Jun pun bergegas menjauh dari pintu dan keluar dari kamar Min Young


Jun masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia pun terduduk di kursi dengan wajah kaget ...


" Hei kenapa kau masuk kamar ku sembarangan ?" Bentak Min Young menghampiri Jun dengan wajah kesal.


Jun menghela nafas panjang dan berdiri


" Tanya perlu berteriak, semua juga salahmu " ujar Jun pura - pura tak bersalah


" Salah ku ? Apa maksudmu? kau yang sembarangan masuk lalu kenapa aku yang salah " bentak Min Young semakin kesal


Jun pun tak mau di salahkan dan tak mau tampak memalukan dengan keadaannya sekarang.


"Berteriak ?" Batin Min Young bingung.


" ahhh, apa sekeras itu ?" Batin Min Young lagi saat mengetahui apa yang di maksud Jun


" Cih ... Tetap saja tak seharusnya nya kau masuk seperti itu ke kamar seorang wanita " ujar Min Young dengan suara lebih tenang namun tetap menunjukan kekesalan di raut wajah nya ...


" Hah .... Terserah kau saja ... " Ujar Jun sambil pergi berlalu untuk kembali memasak.


Min young hanya berdiri diam memandangi reaksi Jun


" Cih ... pria ini benar-benar punya kepribadian ganda " lirih min Young Pelan


Setelah 30 menit memasak dan menata meja Jun duduk di meja makan


" Sedang apa kau disitu ?" Tanya Jun dengan wajah dingin


" Hah .. aku ?" Tanya Min Young yang sedang duduk mainkan hp nya


" Apa di sini ada orang sekali kita ?" Tanya Jun dingin

__ADS_1


" Cepat duduk disini " perintah Jun


Min young menarik nafas panjang dan bangkit menghampiri Jun.


" Hah ...dasar pria aneh " batin Min Young lalu duduk tepat di hadapan Jun


" Cepat makan " ujar Jun sambil menaruh daging di mangkuk nasi Min Young


" Terima kasih "


Min young pun memasukan daging yang di berikan Jun ke mulut nya ...


" Wah .. ini sangat enak " ujar min young kagum


Jun hanya diam tak bersuara, namun di dalam hatinya tentu ia sangat senang.


" Ternyata kau pandai memasak " puji min young


" Sepertinya wajar, jika sudah 15 tahun tinggal sendiri "


" 15 tahun " Ujar Min Young kaget


" Kenapa ?"


" ahh... Itu artinya sejak usia 15 tahun kau sudah tinggal sendiri ?"


" tepatnya Sejak usia 14 tahun "


" Orang tuamu pasti sangat sibuk ?"


" Lebih tepat nya tidak peduli " ujar Jun dengan ekspresi wajah yang sangat aneh, ada rasa sedih, rindu, marah mercampurmenjadi satu sehingga lebih tampak sangat menyedihkan


" Ekspresi itu belum pernah aku lihat sebelumnya " batin Min Young.


" ayah ku meninggal sejak usia 8 tahun, dan sejak itu ibuku berubah dan jarang di rumah puncaknya saat usia 14 tahun dia pergi tanpa pamit dengan semua barang nya dan hanya meninggalkan uang dan rekening " ujar Jun sambil menatap nanar mata Min Young


Min young terpaku dengan cerita jun, ada rasa sakit yang sangat dalam dari getaran suara Jun, dan sangat jelas sorot mata kesepian terpancar dari mata jun, tanpa sadar Min Young merah tangan Jun


" Mulai sekarang, ada aku disini, jadi jangan merasa kesepian lagi " ujar Min Young lembut


Jun memandang wajah Min Young lekat, dan seketika mengembangkan senyumannya.


" Jika begitu, jangan pernah pergi menjauh dari pendanganku " ujar Jun sambil merengkuh wajah kecil Min Young dengan kedua tangannya.


Min young pun kaget dan menatap serius Jun


" Ayo kita saling mendukung satu sama lain " ujar Min Young sambil tersenyum lembut di ikuti senyuman Jun

__ADS_1


" Ayo semakin dekat dan mengenal satu sama lain " tambah Jun


" Hemm " ujar min young sambil mengangguk pasti dan tersenyum lembut


__ADS_2