Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
KENCAN


__ADS_3

Min Young sedang mematut dirinya di cermin.


" aku rasa seperti ini cukup " gumam Min Young


saat dia membalikan badannya, matanya membulat, dengan tumpukan baju di ranjangnya.


" apa ini ?" lirih min young


" apa aku berganti baju sebanyak ini ?"


Min Young benar - benar merasa dirinya seperti pertama kali di ajak kencan oleh mendiang suaminya dulu. Rasa yang sama itu muncul kembali, cepat - cepat Min Young menyadarkan dirinya.


Min Young pun kembali merapikan baju - baju yang berserakan kedalam lemari.


Sekali lagi Min Young mematutkan dirinya dicermin. Setelah dirasa cukup diapun keluar kamar.


Siluet yang sangat tampan tepat berada di hadapan Min Young, Jun berhasil membuat mata Min Young membulat sempura, mengagumi ketampanan nya.


begitu pun sebaliknya, Min Young yang ada di hadapan Jun, membuat dada pria itu berdegup kencang.


Mereka pun sama - Sam mencoba mewaraskan pikiran masing.


" sudah siap ?" tanya Jun dan di jawab sebuah anggukan ringan oleng Min Young


Jun pun mengulurkan tangannya, tanpa berfikir panjang Min Young pun menautkan tangannya.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah yang menjadi saksi bisa bahwa mereka baru saja saling mengagumi satu sama lain.


Di dalam mobil suasananya cukup canggung, mereka sama - sama gugup, untuk hanya memulai pembicaraan.


"*sekarang aku harus apa " batin Jun


" ini terasa sangat canggung, apa aku harus bertanya sesuatu " batin Min Young*.


Hingga suara Jun pun menyadarkan lamunan Min Young


" mau makan siang dulu ?" tanya Jun sembari mengemdikan mobilnya.


" boleh "


Jun pun tersenyum dan kembali fokus dengan kemudinya. Mereka sedikit lebih rileks dan memulai percakapan seperti biasanya.


hingga mereka sampai di sebuah restoran hotel yang cukup mewah


Mata Min Young menatap sekeliling restoran itu.


" memang kelas penulis seperti Jun sangat berbeda " batin Min Young


" Selamat datang tuan, nyonya ada yang bisa kami bantu " sapa seorang pelayan wanita


" Reservasi atas nama Lee Jun "


" baik, silahkan tuan dan Nyonya Lee, saya antar ke meja anda "


ucapan si pelayan berhasil membuat wajah Min Young dan Jun memerah sempurna.

__ADS_1


Panggilan seperti itu, bukan kah akan di sematkan kepada pasangan suami istri.


" silahkan ini meja anda "


Meraka sampai di sebuah Meja dengan ruangan Pribadi yang sangat indah, terdapat kaca besar sebagai pengganti dinding, sehingga Min Young dan Jun dapat melihat pemandangan yang indah dari dalam sana.


" Sangat Indah " lirih Min Young yang kagum dengan apa yang dia lihat


" kau suka ?" tanya Jun dengan senyuman di wajahnya, Min Young pun membalas nya dengan anggukan kagum.


" duduklah " ajak Jun


Mereka pun duduk dan memesan makan.


" Jun bukan kah ini berlebihan "


" tidak, karena aku hanya ingin memberika yang terbaik untuk orang yang aku sukai " ujar Jun tanpa melepas tatapan dari Min Young


Min Young pun tersipu malu mendengar ucapan Jun.


" Terima kasih, sudah mau pergi kencan dengan ku " ujar Jun


Min Young terdiam sesaat, lalu kembali membuka pembicaraan


" Jun "


" ya ?"


" sejak kapan kau ... "


" Entahlah, mungkin saat kita pertama bertemu, kau selalu mengalihkan perhatian ku, dan saat sesuatu terjadi padamu, aku selalu ingin ada di dekat mu " ujar Jun, Min Young tak dapat menyembunyikan wajah merahnya saat ini.


" Tapi Jun kau tau situasi ku saat ini, bukan ?"


" Tentu saja aku sangat tau, tapi untuk ku itu bukan sebuah alasan untuk aku tak mencintaimu "


" aku juga tau situasi mu saat ini masih sulit untuk bisa menjalani sebuah hubungan yang baru, aku pun tak menuntut mu untuk membalas rasa cinta ku, aku hanya ingin menunjukan bahwa aku mencintaimu dan aku akan selalu berada di sisimu, apapun itu keadaannya " tambah Jun dengan tatapan serius namun lembut.


Min Young hanya terdiam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Jun. Bahagia, tentu Min Young bahagia, ada seorang pria yang bisa mencintai nya apa adanya.


Namun hati Min Young masih dalam pergumulan Cinta terhadap Jun dan juga mendiang suaminya.


Min Young berfikir jika dia membuka hati untuk Jun dia sedang mengkhianati mendiang suaminya, tapi saat ini dia pun sadar jika dia sudah berkhianat dengan menempatkan Jun di hatinya.


Tak lama makanan pun datang, Jun langsung mengambil pesanan Min Young dan memotong steak di piring Min Young.


Setelah berhasil terpotong semua, Jun segera memberikan piring itu kembali di hadapan Min Young.


Perhatian kecil itu sekali lagi membuat senyuman di wajah Min Young merekah dan dadanya berdegup kencang.


" makan lah " ujar Jun, Min Young pun mulai menyantap steak yang sudah Jun potong.


" emhh enak " ujar Min Young,


" benarkah "

__ADS_1


" hemm " di barengi dengan anggukan puas


Jun pun meyuapkan potongan daging ke mulutnya,


" enak bukan ?" tanya Min Young


" benar, sangat enak "


mereka pun sama - sama tersenyum dan kembali menikmati makanan nya.


Setelah selesai makan merekapun pergi ke Tempat permainan mesin seperti yang di inginkan Min Young,


Meraka bermain dengan gembira, tawa mereka tak memudar sepanjang permainan, Mereka benar - benar seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


sekitar 2 jam mereka berkeliling menjelajahi permainan.


Lalu Min Young menyaran kan untuk pergi ke bioskop, untuk mengistirahatkan tubuhnya sembari menonton film.


sesampainya di bioskop, Min Young menjuk sebuah poster film Romantis


" aku ingin menton film itu "


" baiklah kamu tunggu disini, aku akan membeli tiket "


" ayo pergi bersama " Jun pun tersenyum dan mereka pun membeli tiket sesuai yang disarankan penjaga tiket yaitu paket couple.


Min Young memutuskan untuk membeli tiket itu, karena sudah mendapat Popcorn dan Minuman.


Tak menunggu lama Mereka pun masuk ruang teater, dan film pun di mulai.


Adegan tiap adegan di putar di layar, Jun sangat fokus menonton. Ya Jun memang sering perg menonton hanya untuk sekedar mencari inspirasi untuk bukunya.


Min Young justru lebih fokus pada Jun


" Dilihat dari sudut mana pun dia sangat tampan, dia juga sudah cukup mapan di usiannya, dan yang terpenting dia mencintai ku apa adanya " batin Min Young


" Jika kau memandangi ku terus, wajah ku akan berlubang " bisik Jun sambil mengarahkan wajah nya mendekat ke arah Min Young


Min Young sontak memundurkan tubuhnya kaget. Jun hanya tersenyum lalu melanjutkan menonton film.


Min Young pun membenarkan posisinya dan kembali fokus ke layar.


Lama kelamaan rasa kantuk menyerang Min Young, tanpa sadar dia tertidur dan menyandarkan kepanya di pundak Jun.



Jun sedikit terkejut saat Kepala Min Young menempel di pundaknya, diliriknya ke arah Min Young.


Gadis di sampingnya ini sudah tertidur dengan pulas, Jun pun membenahi posisinya agar Min Young lebih nyaman.


" Cantik " bisik Jun


_________________________________________


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMEN, FOLLOW, VOTE dan bantu SHARE


__ADS_2