Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
Sahabat


__ADS_3

Episode Sebelumnya .....


Min young pun menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan


" Kau baik - baik saja ?" Tanya Jun khawatir dengan sikap min young, Jun sadar pasti ada sesuatu yang mengganggu fikiran min young


" Ya ... Terima kasih sudah mengantarku " ujar min young sambil turun dari mobil


" Kau yakin baik - baik saja ?" Tanya Jun dari dalam.mobil


" Tentu saja, sebaiknya kau pergi sekarang "ujar Min Young


Jun pun tak menjawab ucapan min young dan Jun pun langsung melakukan mobil ya.


Di dalam mobil Jun memperhatikan spion mobilnya dan melihat pantulan Min Young dari spion samping itu


Jun tampak sangat mengkhawatirkan min young.


" Apa dia benar - benar akan baik-baik baik saja ?" Gumam Jun khawatir


----------------------


Setelah memastikan Jun pergi min young pun masuk kedalam rumah Jiho.


" Aku pulang " ujar Min Young


" Selamat datang " sambut Song Il Wook ( ayah Jiho ) dengan mengembangkan senyuman


" Paman sudah pulang " tanya min young senang sambil merangkul lengan pria paruh baya itu


" Tentu, saat Jiho memberitahu ku kau akan datang aku, langsung pulang cepat "


" Aku jadi merepotkan paman "


" Mana ada seperti itu, kau sudah seperti putriku sendiri, seorang ayah akan melakukan hal yang sama jika putrinya berkunjung " ujar il Wook sambil duduk di ruang tengah bersama min young, min young pun tersenyum senang mendengar ucapan pamannya itu.


" Terima kasih paman " ujar min young sambil melihat sekeliling


" paman, dimana Jiho ?" Tanya min young


" ahh dia sedang ke toserba .... "


" Aku pulang " teriak Jiho


" Baru saja di bicarakan " ujar paman menatap kedatangan Jiho


" ahh ... Kau sudah sampai rupanya " ujar Jiho, min young hanya mengangguk


Jiho pun duduk tepat di hadapan Min Young


" Jadi apa penjelasannya " tanya Jiho tanpa basa basi, Min Young pun tak kaget mendengar ucapan Jiho, karena ia tahu betul karakter sahabatnya itu memang tidak bisa basa basi


" Kau ini, min young baru datang kenapa kau tak membuat kannya minum dulu, nanti saja bicaranya kita makan malam dulu " ujar il Wook sambil menjitak kepala Jiho


" Baiklah - baiklah " ujar Jiho sambil mengelus pucuk kepala nya yang di kotak


Merekapun berpindah ke meja makan dan makan malam bersama sambil berbincang kecil tentang kesibukan mereka masing-masing.


Setelah selesai makan min young dan Jiho bertugas membersihkan piring


" Jadi " ujar Jiho


Min young menarik nafas panjang


" Mertua ku mengusirku dari apartemen "


" Aku sudah tau, lalu alasan mu tidak tinggal di sini kenapa ?" Ujar Jiho datar


Sekali lagi min young menghela nafas panjang

__ADS_1


" Saat itu aku benar - benar tidak ada pilihan, semuanya begitu mendadak, dan saat itu Jun sedang bersama ku dia menawarkan tempat tinggal untuk ku "


" Lalu sampai kapan kau akan tinggal disana ?"


" Entahlah ... Aku pikir ini tidak buruk, aku bisa bekerja, mendapat gaji dan tempat tinggal bersamaan, selain itu ini juga menghemat waktu "


" Apa kau gila, dia seorang pria, apa kau tak takut dia bertindak aneh padamu ?"


" aku tau kekhawatiran mu, tapi aku Pastikan padamu aku bisa menjaga diri "


" hah menjaga diri ? Sepandainya kau menjada diri jika di sudah mencoba berbuat jahat tetap saja kau akan kalah dengan tenaga seorang pria "


" Jiho aku yakin dia bukan, pria yang kau fikirkan "


" Memang kau tau aku berfikir dia seperti apa ?"


" Aku sangat mengenalmu "


" Lalu kenapa kau yakin "


" Selama aku mengenalnya dan tinggal dengannya, dia sangat sopan dan menghormati privasiku, selain itu dia juga membantu ku untuk mewujudkan impian ku "


" Impianmu ?"


" Hemm, dia membantu ku mencari penerbit yang mau menerbitkan webnovelku "


" Benarkah ?"


" Hemm, aku pun tak menyangka akan secepat itu "


" Lusa aku akan presentasi naskah dengan penerbit "


Jiho pun menarik nafas lega,


" Ayo ke kamar ku " ajak Jiho saat mereka selesai cuci piring


Min young pun berjalan mengikuti sahabatnya itu masuk kedalam kamar.


" Miny " panggil jiho


" Hemm "


" Apapun yang terjadi padamu, sulit atau senang, beritahu aku, aku tidak ingin mendengarnya dari orang lain, sekali pun itu Taekgu atau ayah " Ujar Jiho sambil memandangi langit - langit kamarnya


Min young pun mengembangkan senyum simpul di wajahnya


" Terima kasih "


" Kau tau, saat aku mendengar semua nya dari Taekgu, aku benar - benar merasa menjadi sahabat yang buruk "


" Kau jangan bicara seperti itu "


" Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku dan lupa untuk memberimu kabar, bahkan tak sempat menjawab pesan atau telpon mu "


" Jiho ... Seberapa benyak apapun kau tak memjawab pesan dan telpon yang aku kirim padamu, aku akan selalu faham bahwa kau tidak dengan sengaja melakukan itu "


Mereka pun saling memandang dan tersenyum satu sama lain.


" Min young kau berhak bahagia, jadi mulai lah hidup baru mu "


" Aku berjanji akan menemukan kebahagiaan ku lagi "


" Lalu bagaimana dengan apartemen mu "


" Hah aku sudah tidak bisa memasukinya "


" Maksudmu "


" Ibu mertuaku sudah mengganti kode apartemen nya "

__ADS_1


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, apartemen itu peninggalan suami mu dan kau pun ikut membayarnya kan "


" Entahlah, aku sebenarnya tak rela untuk melepaskan nya tapi aku tak ingin bermasalah dengan mereka "


" Taekgu sudah tau ?"


" Soal penggantian kode ?" Tanya min young, Jiho hanya mengangguk


" Aku rasa belum "


" Kau belum memberitahunya "


" Aku tak I gin rasa benci Taekgu pada orang tuanya semakin besar, bagaimanapun mereka tetap keluarga "


" Hah .... Mertua mu benar - benar tidak waras, dalam otaknya sudah di penuhi dengan uang "


" Saat ini aku benar-benar sangat mengkhawatirkan Taekgu "


" Khawatir saja dirimu dulu, aku yakin Taekgu bisa mengambil sikap "


"Kau benar "


Sejenak pembicaraan pun terhenti ...


" Bagaimana kau dan Taekgu "


" Semuanya baik - baik saja " ujar Jiho sambil kembali menatap langit-langit


" Kau yakin ?" Tanya min young khawatir


Jiho pun menghela nafas kasar


" Hah..... "


" Ada apa ?"


" Taekgu melamar ku "


" Benarkah ?" Ujar min young bahagia tapi tidak dengan Jiho.


" Kenapa kau nampak tak bahagia ?" Tanya min young heran


" Entahlah "


" Bukan kah kau yang memintanya menikahi mu secepatnya "


" Awalnya begitu, tapi entah kenapa aku takut "


" Takut ?"


" Orang tuanya "


Min young pun faham apa yang di maksud jiho.


" Jiho ... Bukan kah kau tadi yang bilang jika taekgu bisa mengambil sikap, lalu apa lagi yang kau takutkan "


" Entahlah, mendengar begitu banyaknya cerita menjengkelkan yang mereka lakukan padamu seakan menghantuinya ku bahwa hal itu akan terjadi pada ku dan Taekgu "


Min young pun menarik nafas panjang


" Apa kau mencinta Taekgu ?" Tanya min young lembut


" Pertanyaan macam apa itu, tentu saja aku sangat mencintainya " ujar Jiho bingung


" Lalu kenapa kau Tek mempercayai nya ?"


" Aku .... Bukan aku tak mempercayai nya aku hanya .... "


" Dengar kan aku... Aku sangat mengenal kalian dengan baik ... Dan aku yakin kalian bisa bahagia jika bersama, jika kalian takut soalnya orang tua Taekgu, kau tenang saja, Taekgu jauh lebih tegas di banding oppa, dan aku yakin dia bisa menjagamu, dan tak akan membiarkan mu sepertiku "

__ADS_1


Jiho pun hanya diam memandangi wajah sahabatnya itu


__ADS_2