Si Janda Cantik

Si Janda Cantik
Minum Berasama


__ADS_3

Min Young sampai di sebuah restauran,


" Nu'na ... " Panggil Taekgu sambil melambaikan tangannya. Min young pun tersenyum dan berjalan menghampiri adik iparnya itu.


" Maaf kau menunggu lama " ujar Min young


" Tidak .. aku pun baru sampai "


" Benarkah ?"


" Ya , lagi pula tempat ini tak jauh dari kantor ku " ujar Taekgu cengengesan.


" Kapan kau kembali dari busan ?" Tanya Min young.


" Kemarin " ujar Taekgu


" Oh ya, ini .... " Tambah Taekgu sambil menyerahkan sebuah Paper bag kecil pada Min Young.


" Apa ini ?" Ujar Min Young bingung


" Hadiah ... Bukalah " pinta Taekgu semangat


" Hadiah untuk apa aku tidak ulang tahun " ujar min young


" Sudah cepat buka " ujar Taekgu


" Baiklah ... Baiklah " ujar min young sambil membuka Paper bag itu.


" Wah kacamata " ujar min young senang saat melihat isi dari hadiah itu


" Kau suka ?" Tanya Taekgu


" Sangat suka " jawab min young


" Itu hadiah dari ku dan Jiho, karena sudah mau berusaha mewujudkan impian mu lagi " ujar Taekgu, Min Young benar - benar terharu atas segala perhatian mereka.


" kenapa kalian merepotkan diri dengan menyiapkan ku hadiah, bagiku dukungan kalian sudah sangat lebih dari cukup " ujar Min Young lembut dan tulus


" Oh iya kapan Jiho kembali ?" Tanya Min Young


" Sepertinya dia akan lebih lama tinggal disana " ujar Taekgu sedikit sedih


" Kenapa ?"


" Ada pekerjaan yang tidak berjalan sesuai rencana, jadi dia harus membersihkan nya dulu baru bisa kembali " ujar Taekgu


" Saat ini dia pasti sangat tertekan " ujar Min Young khawatir.


" Begitulah kau tau sendiri, jika dia punya masalah pasti selalu di pikirkan secara berlebihan " sahut nya dengan mimik wajah yang khawatir.


" ya sudah, kau pun jangan terlalu khawatir, biar nanti aku menelponnya " ujar Yerin sambil menenangkan Taekgu


Lalu makanan yang di pesan Taekgu sebelumnya pun datang .


Min Young dan Taekgu berbincang sambil menyantap makannya.


Taekgu terlihat sedikit gelisah saat makan membuat min young Meraka penasaran dengan sikap adik iparnya itu.


" Apa ada masalah lain ?" Tanya Min Young, seketika Taekgu pun mengalihkan pandangannya ke arah Min Young.


" mh, sebenarnya ada hal lain yang ingin aku bicarakan dengan mu " ujar Taekgu


" Apa, katakan saja ?"


" Nu'na, beberapa hari yang lalu ibu menelpon ku ...." Ujar Taekgu lalu sejenak menghentikan ucapannya, hal itu membuat min young semakin penasaran dan di selimuti rasa takut.


" Ada apa ?" Tanya nya takut


" Nu'na ingat jika nanti ibu menemuinya dan membahas soal apartemen kalian, aku minta Nu'na harus benar-benar tegas menolak permintaan ibu " ujar nya sambil menatap tajam min young.

__ADS_1


Seketika Min Young benar - benar berkata apapun, pada dasarnya min young sudah cukup tau sifat mertuanya, dan min young sudah tau hal ini akan terjadi.


" Dugaan ku benar " batin Min Young


" Ibu mau mengambil apartemen oppa ?" Tanya nya santai


" Nu'na tolong kau harus benar - benar tegas menolaknya " Pinta Taekgu


Min young pun hanya tersenyum dan mengangguk kecil menanggapi ucapan Taekgu.


" Sudah sekarang cepat habiskan makannya, aku harus kembali bekerja " ujar Min Young


Mereka pun melanjutkan makan, setelah selesai makan Taekgu mengantar Min You ke rumah Jun


" Gu terima kasih sudah mengantarku ku " ujar Min Young dari luar mobil


" Terima kasih juga sudah mentraktir ku makan " ujar Taekgu


" Kalau begitu aku pergi ya " tak.bah Taekgu sambil melambaikan tangannya tentu saja di sambut oleh Min Young dengan lambaian tangan dan juga dengannya, taekgupun melajukan mobil nya.


Min young pun masuk ke rumah Jun. Dan berjalan masuk menuju ruang kerja.


" Nona Kim anda sudah kembali " sapa Chanyeol, namun sapaan itu tak mendapat respon


Min Young hanya diam dengan tatapan kosong dan berlalu duduk di mejanya.


Chanyeol dan Jun yang sedang duduk di sofa pun saling pandang.


" Sepertinya dia melamun " bisik Chanyeol,


Jun hanya diam memandang ke arah Min Young, wajah nya terlihat begitu murung dan menyedihkan.


" Kau pergi " ujar Jun


" Kenapa ?" Bingung Chanyeol


" Baiklah ... Baiklah " pasrah Chanyeol sebelum ia bangkit, Chanyeol menarik Jun dan membisikan sesuatu ke telinga Jun


" Coba kau tanya dia kenapa, berempati lah sedikit pada asisten mu agar dia betah bekerja dengan mu " Jun hanya diam dan berlalu ke mejanya.


" Dasar pria dingin " gumam Chanyeol sambil meninggalkan dua orang itu di ruang kerja.


Selang 1 jam, Jun melihat kembali keadaan Min Young dan benar saja dugaan nya wanita itu masih menatap kosong naskah yang ia pegang.


" Nona Kim " panggil Jun lembut


" Kim Min Young " panggilnya sekali lagi dengan suara lebih tinggi


" Min Young " teriak Jun, tapi wanita itu sama sekali tidak bergeming.


Jun pun bangkit dari duduk nya dan berjalan ke meja Min Young. Bahkan min young sama sekali tidak sadar jika Jun sudah tepat berada di hadapannya.



" Hei apa yang sedang kau lamunkan " ujar Jun sambil menyentuh hidung Min Young


Sontak Min Young tersadar dari lamunannya. Dan seketika wajah nya memerah saat sadar jarak Jun sangat dekat dengannya.


" ah Jun, maaf " ujar min young sambil bangkit dari duduk nya


" Kenapa kau sekaget itu ?" Tanya Jun bingung


" ah .. aku .. aku " gagap Min Young


" Apa yang kau pikirkan, sudah 1 jam kau menatap kosong ke atas naskah itu " ujar Jun sambil menunjuk naskah yang masih di pegang Min Young.


" ah maaf Jun, aku sedikit ada masalah, tapi aku janji akan menyelesaikan naskah yang aku janjikan padamu " ujar Min young dengan wajah yang menyiratkan kesungguhan.


Jun pun tersenyum melihat reaksi min young.

__ADS_1


" Hehehe, kau tak perlu berusaha terlalu keras, jika memang kau tidak bisa fokus hari ini kau bisa pulang " ujar Jun lembut


" Tidak ... Tidak aku harus menyelesaikan naskahnya, tenang saja aku mengetuk dengan sangat cepat, kau lihat saja jam 8 naskah ini sudah ada di mejaku " ujar Min Young semangat


" Haha ... Baiklah ... Baiklah ... Aku tunggu nasakahmu jam 8 di mejaku " ujar Jun senang


" aku suka semangat dan kesungguhan mu " puji Jun sambil berjalan kembali menuju mejanya. Min young pun tersenyum mendengar pujian Jun, Min Young pun kembali duduk dan mengerjakan naskah yang ia janjikan pada jun, benar saja tepat pukul 8 Min young menghampiri meja Jun dan menyerahkan naskah itu.


" Jun, ini " ujar min young sambil meletakkan naskah di meja Jun


" Ternya kau dapat di percaya dan kau orang yang memegang janji mu " ucap Jun sambil tersenyum dan mengambil naskah di mejanya


Jun pun membuka naskah itu dan membacanya, Jun merasa sangat senang dengan hasil kerja Min Young.


" Dia benar-benar luar biasa, aku suka bekerja dengannya, kreatifitas, ketekunannya, dan senyumnya " batin Jun , entah kenapa seketika dada Jun berdegup.


" Apa ini ?" batinnya bingung saat merasa ada degupan kencang di dadadnya


" Bagus " ujar Jun dingin sambil menyembunyikan rona di wajah yang akan berubah memerah.


" Benarkah ?" Tanya Min Young penasaran


" Tentu saja, kau tak percaya padaku ?" Tanya nya dingin


" Tidak .. tidak, tentu aku sangat percaya padamu " ujar min young, Jun pun tersenyum kecil mendengar ucapan min young


" Kalau begitu sekarang aku bisa pulang, bukan " ujar min young


Tapi tiba - tiba Jun merasa belum rela untuk berpisah dengan min young.


" Kau mau minum bersamaku " ujar Jun refleks


" apa yang aku katakan " batin Jun


" Minum ?" Tanya Min Young dengan wajah bingung


" ah jika kau tidak mau, tak apa, aku bisa pergi sendiri " ujar Jun


" hm, sepertinya tidak buruk, aku pun memang ingin minum untuk menghilangkan beban fikiran ini " batin Min young


" ah tidak .. tentu saja aku mau, aku pun sepertinya butuh sedikit minum " ujar Min Young, seketika Jun menaikan sudut bibirnya.


" Kalau begitu, kita pergi sekarang ?" Ajak Jun sambil bangkit dari duduk nya


" ah tentu saja " ujar Min Young sambil bergegas mengambil tas nya.


Jun dan min Young pun pergi ke sebuah kedai, merekapun memesan beberapa botol soju dan camilan.


Suasana di antara mereka cukup canggung sekitar 30 menit mereka hanya minum tanpa berbicara sedikitpun.


" Jun, kenapa kau bisa suka menulis " tanya Min Young membuka pembicaraan


" aku , hm dulu saat aku kecil teman ku sangat suka membaca, dan menulis, jadi aku ingin menulis agar dia bisa membaca tulisan ku " ujar Jun sambil mengingat kenangan itu


" ah begitu, teman mu itu pasti sekarang bangga padamu " ujar Min Young


" Entah lah, sudah 20 tahun kami tidak bertemu " ujar Jun sambil meneguk minuman di gelasnya


" ah teman masa kecil " lirih Min Young, Jun pun hanya mengangguk


" Lalu kenapa, kau suka menulis ?"


" Entahlah, mungkin kerena sejak kecil ibuku selalu membacakan cerita pada ku, dan aku sangat suka cerita itu, sejak saat itu aku selalu ingin menulis ceritaku sendiri " ujar min young


Mereka pun berbincang panjang lebar tentang diri masing - masing sambil minum dan makan, min young pun cukup banyak minum hingga dia mabuk dan tertidur di meja.



" Kenapa aku bisa sangat terbuka padamu " batin Jun sambil memandangi wajah Min Young yang sudah memerah karena mabuk.

__ADS_1


__ADS_2