Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Malam Kelam


__ADS_3

...NEW YORK...



Hotel Victoria 21.00


Di sebuah lobi yang tampak masih di penuhi para tamu yang tengah asik menikmati suasana acara peresmian sebuah club besar yang telah di buka pada sabtu malam, namun di lain sisi tepat di sebuah lorong koridor, seorang gadis tengah berjalan menelisuri seluruh ruangan tersebut dengan langkah sempoyong akibat mabuk.


Tak lama tepat di sebuah kamar 0021, wanita tersebut kini beranjak memasuki kamar itu tanpa berpikir akankah ada seseorang berada di dalam kamar tersebut.


Cklek...


Brukkkk


Suara tubuh yang terjatuh di atas tempat tidur yang begitu empuk namun terasa sedikit keras dari kasur biasanya.


" kenapa kasur ini terasa begitu berbeda? Tidak empuk, apa mereka sengaja menipu para tamu yang menginap di sini dengan harga mahal, tapi kualitas tempat tidur nya keras seperti tubuh seseorang " gerutu wanita tersebut menepuk nepuk keras dada bidang milik seorang pria yang tengah terbaring tak berdaya akibat mabuk.


Srek...


" ck, berhenti memukul, apa kau tau dada ku sakit, diam dan tidurlah " ucap suara seorang pria yang masih dalam keadaan mabuk.


" ternyata ada orang lain di kamar ini, apa aku salah kamar? lalu dimana kamar ku? " titahnya lagi yang kini beranjak duduk di atas kasur dengan suasana kamar yang begitu gelap dengan sedikit cahaya dari luar kamar itu.


" tuan apa ini kamar mu? " tanya wanita itu kepada pria tersebut.


" kau pikir kamar siapa lagi, aku yang memesan dan tidur di kamar ini, yang jelas ini kamar ku " ucapnya


" lalu dimana kamar ku? " tanya wanita itu seperti suara anak kecil


" apa kau tidak punya kamar? " tanya pria itu dengan suara khas mabuk


" (menggeleng cepat) aku juga tidak tau heheh " ucapnya yang benar benar tak karuan.


Brukkkk


Lagi lagi wanita tersebut menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh pria asing itu dan memeluknya dengan begitu kuat.

__ADS_1


" tidurlah aku akan berbagi kasur dengan mu " ucap pria itu.


" tapi aku lebih suka tidur disini " ucap wanita itu dengan jari menunjuk nunjuk dada bidang milik pria tersebut yang terdapat sebuah tatto.


" ini indah sekali " gumam Nara menatap sebuah gambar tatto yang ada di dada pria tersebut.


" apanya yang indah? " balas pria tersebut dengan mata terpejam


Cuph...


Sebuah kecupan kini mendarat tepat di leher pria itu, dan meninggalkan jejak merah yang sedikit terlihat samar


" ssth apa yang kau lakukan? " tanya pria itu dengan mata terpejam.


" aku hanya menggigit sesuatu " ucap wanita tersebut dan kini melakukan nya lagi dan lagi.


" Siapa namamu nona? " tanya pria tersebut kepada wanita itu.


" Kinara panggil saja Nara " ucap wanita tersebut dengan mata terpejam


" lucu sekali! " umpat Zer menyisikan sisian rambut Nara yang menutupi sebagian wajah gadis itu.


Cuph..


Sebuah kecupan kini mendarat tepat di sebuah bibir mungil Nara, Zergan tanpa aba aba melayangkan ciuman pertamanya dengan seorang gadis asing dalam keadaan mabuk di kamar hotel yang barusan dirinya pesan.


Tak sampai di situ Zergan kini berdalih memperdalam kecupan tersebut dan merubahnya semangkin hangat, hingga terdengar suara deruan dari mulut gadis itu, yang dimana Nara tampak terlihat kehabisan nafasnya di akibatkan oleh Zergan yang masih menautkan bibir miliknya dengan bibir milik Nara.


Pukk pukk


pukulan kecil kini melayang tepat di dada pria itu, Zergan menyudahi kecupan nya dan kini beralih menelusuri kedua gudukan kembar milik Nara yang ternyata sudah ter ekspose dari nya.


Zergan tersenyum dan kini memulai semua permainannya pada malam itu dengan cukup agresif, tak biasanya Zergan melakukan hal tersebut bersama dengan wanita asing, ini pertama kalinya bagi Zergan melakukan hubungan layaknya suami istri dengan wanita yang bahkan dirinya saja tidak mengetahui seluk beluk dari gadis tersebut.


bahkan selama pernikahan nya dengan sang istri bernama Sofia, Zergan tak pernah menyentuh Sofia sang istri yang telah menemaninya selama 2 tahun pernikahan, di antara keduanya itu.


Entah apa yang membuat Zergan melakukan semua itu.

__ADS_1


Brukkk


Zergan menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Nara dan kini menutupi kedua tubuh yang tampak polos itu tanpa sehelai benang dengan sebuah selimut berwana abu muda.


Zergan kembali memejamkan matanya dan segera lekas tidur di sisi Nara yang masih tertidur pulas akibat lelah berjam jam yang di lakukan oleh Zergan kepadanya.


" Gd night Honney " bisik Zergan tepat di sebuah telinga Nara yang masih tak sadarkan dirinya.


Malam kini telah berganti pagi, tampak di sebuah sopa mini di sisi kamar itu, Zergan yang sudah bangun terlebih dahulu dengan mata menatap lekat sosok gadis yang tengah tertidur di atas tempat tidur hadapannya.


" jangan sampai ada yang tau kejadian tadi malam mengerti? " ucap Zergan kepada seorang pria yang tengah bediri di sampingnya itu yang merupakan anak buah Zergan yang setia menemaninya kemanapun majikan nya itu berada.


" baik tuan, akan saya pastikan tidak ada pihak luar tau soal kejadian malam tadi, termasuk nyonya Saras dan nyonya Sofia sekalipun " ujar anak buah Zergan meyakinkan.


" mmh, kalau begitu ku pastikan kau menjaga gadis ini baik baik dari sekarang, jika dia sudah bangun dan bertanya kepadamu soal kejadian tadi malam, katakan saja kau tidak tau sama sekali apa yang terjadi, mengerti? " pinta Zergan lagi.


" baik tuan " sahut anak buah Zergan dengan sigap.


Zergan beranjak meninggalkan kamar tersebut dan berlalu pergi menuju luar hotel itu dan melajukan mobilnya menuju kesuatu tempat yang cukup jauh dari hotel tersebut.


Di sebuah perusahaan 𝐋𝐀𝐑𝐑𝐘 𝐖𝐈𝐑𝐄, di dalam ruangan Direktur, Zergan yang baru saja tiba di perusahaan sesaat dirinya hendak duduk di sebuah bangku kerjanya, tiba tiba dari arah sebuah sopa putih suara seorang wanita kini terdengar di dalam ruangan tersebut dengan cukup keras.


" aku mendapat kabar dari Ardi, kalau kau telah meninggalkan acara peresmian cukup awal kemarin malam, kemana kau pergi? Zergan? " tanya seorang wanita yang tak lain Sofia yang datang keperusahaan pada pagi itu.


Zergan tak bergeming melainkan menatap diam sosok Sofia yang tengah asik membolak balik sebuah majalah yang ada di tangan wanita itu.


" aku tidur di hotel, jadi aku tidak pulang semalaman " ucap Zergan melepas jas hitam miliknya dan menaruhnya di balik sebuah bangku kerjanya.


" sendirian? " tanya Sofia yang kini menghentikan tangannya tepat pada sebuah foto seorang model cantik di majalah tersebut dengan mata menatap penuh selidik kearah Zergan.


" aku sendirian! " jawab Zergan dan kini membalas tatapan Sofia kepadanya.


sehingga membuat kedua mata itu saling menatap cukup lama dalam keheningan, selang tak lama Sofia yang baru saja tiba dan kini beranjak pergi meninggalkan Zergan begitu saja dari ruangan pria itu dan berlalu menuju pintu.


cklek...


" aku menunggu mu pulang, sudah hampir satu minggu kau menghindari ku Zergan, aku akan menunggu mu malam ini " timpal Sofia sebelum dirinya benar benar pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2