Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Kenyataan


__ADS_3

" mejauh dari ku, aku membenci apa yang terjadi malam itu, mejauh dari ku hiks hiks.. " ucap Nara dalam tangisnya.


Deg..


Zergan terdiam bisu, menyadari perkataan Nara yang ternyata gadis itu mengingat kembali peristiwa tersebut.


brukk


" tuan pergilah hikss.. hikss " ucap Nara lagi dengan mata menatap nanar sebuah tatto yang ada di dada Zergan, tatto yang sama saat ada pada pria yang ada di hotel bersamanya saat malam itu.


" k kau ingat semuanya Nara? " tanya Zergan pelan.


" hikss hikss.. Arrhg, kau jahat tuan, kenapa kau melakukan semua itu " ucap Nara kehilangan kendali.


" om, ada apa? Kenapa Nara menangis? " tanya Mirna yang kini terlihat panik


" ini bukan masalah anak kecil, kau tidak boleh tau " jawab Wandi seketika.


" issh om pelit " sahut Mirna lagi.


" Nara tenanglah, aku mohon tenangkan dulu dirimu, kita bicara baik baik setelah kau tenang okey " pinta Zergan mencoba menenangkan gadis itu yang masih menangis histeris.


" Wan? kau coba yakinkan agar seseorang tidak masuk kemari terlebih dahulu " pinta Zergan kepada Wandi.


" siap tuan " sahut Wandi dan kini berlalu menuju pintu toko tersebut sembari berpikir dengan apa yang akan dirinya lakukan saat itu.


" oh pakai ini saja " gumamnya membolak balikan sebuah tulisan open-close yang terdapat pada pintu kaca tersebut.


" okey gini kali ya " timpalnya menuju kembali kearah dimana Zergan dan yang lainnya berada.


***

__ADS_1


Setelah beberapa menit Nara menangis, kini gadis itu telah sedikit tenang, Zergan yang masih stay di sana kini mencoba berbicara kepada gadis itu dengan baik baik.


" Wan, bawa Mirna bersamamu dan juga mahasiswa itu, ke belekang dulu, aku ingin berbicara kepada Nara empat mata saja " pinta Zergan berbisik kepada Wandi anak buahnya itu.


Dengan cepat Wandi mengiyakan atasannya itu dan kini membawa Mirna dan begitu juga mahasiswa tersebut untuk ikut bersamanya menuju belakang market tersebut dan meninggalkan keduanya itu yang masih berada di depan.


sreeek


Tepat sebuah tangan kini mendarat tepat di pundak kecil Nara dengan lembut, Zergan mencoba menenangkan Nara dan berbicara baik kepada gadis itu saat ini.


" Nara dengarkan aku, aku akan menjelaskan nya kepadamu, dan kejadian itu? Aku... " ucap Zergan seketika di sela begitu saja


" kau mabuk, benar bukan?, dan kau melakukannya juga kau tak ingat, itu yang ingin kau katakan tuan " sela Nara.


" tidak, aku sadar dengan apa yang aku lakukan padamu malam itu, aku memang mabuk dan kadar kesadaran ku masih bisa ku atasi, jadi.. Malam itu aku benar benar melakukan nya, maafkan aku Nara " ucap Zergan menjelskan


" aku memaafkan mu tuan, tapi itu tidak akan bisa mengembalikan kesucian ku lagi, hikss hikss " ucap Nara bersedih


" maafkan aku Nara, aku janji aku akan bertanggung jawab kepadamu " ujar Zergan mencoba meyakinkan Nara.


" aku akan menikahi mu Nara " jawab Zergan dengan penuh keyakinan.


" menikah? Apa kau lupa tuan, ada seorang wanita yang berjuang dan menunggu mu saat ini di rumah, aku lihat wanita itu sangat baik, kenapa kau tega melakukan semua itu kepada istri mu tuan " cetus Nara mengingatkan posisi Zergan, pria itu saat ini.


" aku tau, tapi.. " ucap Zergan lagi lagi di sela begitu saja.


" kau tidak perlu bertanggung jawab atasku tuan, lagi pula aku baik baik saja, dan aku tidak sedang mengandung benih dari mu " jelas Nara lagi.


" mungkin tidak untuk saat ini, bagaimana jika itu terjadi, Nara? " ucap Zergan.


" Nara? " tukas Zergan lagi.

__ADS_1


" aku baik baik saja tuan! " jawab Nara.


" kenapa kau menolak tanggung jawab dari ku? " tanya Zergan


" meminta pertanggung jawaban dari seorang pria yang sudah beristri? itu sama saja aku menyakiti hati wanita lain tuan dan aku tidak mau menyakiti istri anda " jelas Nara


" bagaimana menjadi istri siri saya saja, untuk memastikan jika terjadi sesuatu kepadamu Nara, jika selama enam bulan dan kau hamil anak dari ku, pernikahan kita akan sampai pada anak itu lahir saja, jika selama itu kau tidak hamil.. Kau bisa menceraikan ku Nara " titah Zergan lagi memastikan.


" apa anda pikir pernikahan hanya sebuah hubungan yang bisa di permainkan tuan? " sahut Nara dengan sedikit kesal.


" tidak Nara, tapi coba pikirkan lagi, apa kata orang jika kau hamil tanpa suami, anak itu akan di cap buruk begitu juga kau, dan keluarga mu akan di pandang rendah Nara, tapi jika itu tidak terjadi maka syukurlah " jawab Zergan lagi.


Nara terdiam sejenak mencernah satu persatu perkataan Zergan kepadanya saat itu, setelah berpikir cukup lama, Nara akhirnya kini memutuskan pikirannya saat itu untuk memilih jalannya yang akan dirinya tempuh suatu saat.


" baiklah, Nara sudah berpikir apa yang akan Nara pilih tuan " jawab Nara menatap intens kedua mata pria itu yang kini menatap dalam dirinya.


" baiklah, aku akan menghubungi mu besok, kembali lah bekerja, jangan pikirkan apapun saat ini Nara, jaga dirimu baik baik " ucap Zergan yang kini mengambil sebuah ponsel milik Nara yang ternyata di letakan di atas meja kasir tersebut dan mencari sebuah kontak nomor gadis itu dan menyalinya begitu saja.


" aku akan kembali keperusahaan sekarang, jangan katakan pada siapapun tentang hal ini, termasuk Mirna, aku akan menjemputmu besok " timpal Zergan lagi dan kini mengecup singkat pucuk kepala Nara dengan lembut dan membuat rasa getaran begitu dasyat di hati Nara saat itu, panas dingin menyelimuti tubuh Nara, dan membuat wajah gadis itu bersemu merah seperti terkena paparan sinar matahari di siang hari.


" it's okay honney, I'm sure everything will be fine, okey " ucap Zergan sebelum dirinya benar benar pergi menuju luar market tersebut.


" Wan? " panggil Zergan kepada anak buahnya itu.


" ya tuan? " sahut Wandi dengan cepat menghampiri atasannya itu


" ayo kita kembali sekarang " pinta Zergan


" oh baik tuan " sahut Wandi dan kini beranjak mengikuti Zergan menuju mobil mereka yang terpakir rapi di depan jalan tersebut, dan segera meljukan mobil itu kembali menuju dimana perusahan 𝐋𝐚𝐫𝐫𝐲 𝐖𝐢𝐫𝐞 berada.


***

__ADS_1


Traaaakkkk


" kenapa sih kok murung gitu Sofia? ada apa? Biasanya lo gak kaya gini loh, apa lo kurang menikmatin suasana clubnya? Atau gak kita pindah saja ketempat suami lo, bukannya si Zergan punya club kan apa tu namanya 𝐍𝐈𝐁𝐀𝐋𝐢𝐄 𝐂𝐋𝐔𝐁? " ujar seseorang yang merupakan teman dekat Sofia yang bernama Kansha, yang berpropesi sebagai manager di sebuah hotel 𝐑𝐄𝐓𝐑𝐎 𝐂𝐋𝐀𝐒𝐈𝐂𝐀, yang di pimpin oleh tuan Agatha .S.


__ADS_2