
Di perjalanan, Zergan yang masih berada di jalan tersebut seketika pria itu di kejutkan dengan sebuah suara dari ponsel miliknya yang tiba tiba berbunyi
" ck, kenapa lagi si Wandi? " gerutu Zergan dan kini mengangkat panggilan tersebut.
" ada apa sih Wan? Ganggu saja " ucap Zergan kepada Wandi.
" tuan, nyonya Saras menelpon kemari, dan meminta tuan untuk segera pulang " titah Wandi kepada atasannya itu.
" loh, apa kau tidak beritahu mama ku soal pertemuan klien malam ini? " tanya Zergan kepada Wandi
" sudah tuan, tapi nyonya.. " ucap Wandi seketika terputus begitu saja oleh Zergan secara tiba tiba
" ck mau apa sih mama, pakai acara suruh pulang segala " gerutu Zergan sembari mengirim sebuah pesan singkat kepada salah satu anak buahnya bernama Ardi untuk menggantikannya menemui klien pada malam itu.
Bammmm
Suara pintu mobil di tutup dengan sedikit kencang, Zergan yang sudah tiba di sana kini beranjak melajukan mobil miliknya menuju kediaman kedua orangtuanya yang terletak di sebuah perumahan elit di jalan Vetran no 23.
Selang tak lama di sebuah rumah megah berwarna putih, tampak sebuah mobil hitam memasuki halaman rumah itu dan segera memakirkan mobilnya tepat di depan rumah tersebut, Zergan yang baru saja tiba kini dirinya bergegas masuk kedalam rumah itu dan berencana menemui Saras sang mama di sebuah ruang makan.
" mah? " sapa Zergan sesaat dirinya tiba di ambang pintu ruang makan.
" kau sudah tiba, mama tadi nelpon Wandi minta kamu pulang malam ini, Sofia habis masak makan malam untuk kamu " ujar Saras kepada Zergan.
Zergan tak bergeming melainkan menatap tak percaya dengan apa yang dirinya dengar saat itu.
" (tersenyum smrik) mah mama tau, malam ini Zergan ada pertemua dengan klien dari Indo ma, Zergan sudah bilang sama Sofia juga " jelas Zergan
" eng! " gumam Saras seketika menatap kearah Sofia yang tengah sibuk menata makan malam.
" tidak masalah sayang, kamu tau Sofia sudah cape cape, bikin masakan kesukaan kamu, lebih baik kamu makan malam aja dulu ya di sini setelah itu kamu boleh lanjutkan pertemuan klien nya " pinta Saras kepada Zergan putra nya itu.
__ADS_1
" ck, Zergan gak bisa mah, Zergan benar benar sibuk, jadi Zergan harus kembali sekarang, soal makan malam, kalian bertiga saja yang makan malam nya " titah Zergan lagi.
" Zergan? " ucap sang papa dari ambang pintu ruangan tersebut.
Sontak ketiganya kini menatap kearah dimana seorang pria paruh baya tersebut berada.
" lagi pula Zergan benar benar sibuk, biarkan Zergan menemui klien nya pah mah, kita bisa makan malam bertiga " ucap Sofia dengan nada suara lesu.
" tapi kamu sudah cape cape masak sayang, gapapa, Zergan, biar mama yang urus nanti jika dia menolak lagi " titah Saras kepada Sofia.
" kamu kenapa kemari? " tanya sang papa kepada Zergan yang berada di ruangan makan.
" ngh.. "
" bukan kah perusahaan ada kedatangan klien dari Indo, kenapa kamu pulang? " tanya sang papa kepada Zergan.
" lah bukan kah mama yang minta Zergan pulang? " sahut Zergan kepada sang papa.
Sontak tuan Bima menatap kearah istrinya yang berdiri tepat di ujung meja makan di sana.
" yaudah Zergan balik keperusahaan dulu " ucap Zergan yang kini beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut dan kembali menuju perusahaan Larry Wire.
...***...
" sudah aku katakan jangan ikut campur masalah keluarga Zergan dan Sofia? Biarkan mereka mengurus semua rumah tangga mereka, bukan kah Zergan sudah dewasa, dia tau mana yang baik dan mana yang tidak " jelas Bima kepada Saras istrinya itu.
Bima seketika menatap kearah Sofia yang kini berdiri tepat di samping Saras dan menatap diam mantunya itu.
" selesaikan baik baik masalah mu dan Zergan, sudah hampir 2 tahun kalian masih belum menyelesaikan masalah kalian berdua, Sofia aku tidak membela putraku, tapi apa yang kau lakukan padanya setahun silam, itu membuat ku kecewa, tapi aku tidak bisa membenci mu, karena kau mantuku, jadi selesaikan masalah kalian selama masih bisa di selesaikan, jika tidak.. Kau akan tau apa jawaban Zergan kepadamu nantinya " ujar Bima yang kini menasehati mantunya itu.
" baik pah " ucap Sofia lembut.
Bima tak bergeming melainkan pria itu memilih pergi meninggalkan ruang makan tersebut dan kembali menuju kamar, untuk segera beristirahat.
__ADS_1
𝐋𝐀𝐑𝐑𝐘 𝐖𝐈𝐑𝐄
BAAAAAMMMMM
trakkk
" loh kenapa sih datang pake acara marah marah segala " tanya Wandi kepada Zergan yang baru saja tiba di ruangannya setelah pertemuannya dengan klien dari Indonesia.
" Zer? " sapa Wandi lagi.
" gua pusing, pusing Wan, kenapa sih Sofia selalu ngadu sama nyokap gua, gak pernah ngertiin gua dari dulu " cetus Zergan yang kini duduk di bangku kerjanya dengan wajah begitu terlihat sumpek.
" wih soal itu gua angkat tangan dah, gua mana ngerti cobak, istri aja gua belom punya boss " ujar Wandi kepada Zergan.
" cerita sama lo sama aja boong, lo gak bisa bantu gua " cetus Zergan terlihat makin sumpek.
" eh eh, tapi seharusnya lo juga berhak bahagia sama berita gua hari ini boss " ujar Wandi kepada Zergan, sebelum dirinya benar benar memberitahukan sesuatu kepada atasannya itu.
" mmh apa? " tanya Zergan menatap sekilas Wandi.
" Selamat bro, eh maksudnya boss, perusahaan DANIAL menerima kerja sama kita, berkat pak Dimas utusan pak Bima, semua berjalan lancar, ng.. Ngomong ngomong nih ya bos, kok akhir akhir ini Ardi sering kali di suruh apa apa pasti suka lapor sama nyonya Saras dulu pak boss, kan atasan sekaligus direkturnya kan pak bos sendiri lalu kenapa... " ucap Wandi panjang lebar.
" maksud kamu apa Wan? " tanya Zergan dengan mencoba mencerna perkataan Wandi.
" bos dapat kabar dari pak Bima kan waktu boss di rumah tadi, pak Bima minta pak Dimas untuk gantiin pak boss di acara pertemuan dengan klien, nah bukan nya pak boss udah kasih tau Ardi untuk handle kok tiba tiba pak Dimas yang handle? " titah Wandi lagi memutar kembali pikirannya tentang Ardi.
" mungkin dia sibuk atau semacamnya, sudah jangan pikirin soal itu, pekerjaan mu banyak loh Wan, kalo sampai keteteran, siap siap aja gaji mu ku potong 20% mau? " ancam Zergan.
" ehh jangan dong pak boss, saya udah jomblo, masa gaji saya di potong, gak cukup buat bayar apartemen di Harvey...!! " sugut Wandi ceplas ceplos.
" ala keceplosan " batin Wandi seketika
" Apa? Apartemen di Harvey? Wah wah.. lo gaji 10jt aja udah berasa kek gaji 25jt Wan, lo tau apartemen Harvey itu biaya perbulan nya aja 5,6jt Wandi " ujar Zergan tak percaya.
__ADS_1
" heheh tu pak bos tau " ucap Wandi dengan tersenyum penuh arti.
" maksud lu apaan? " tanya Zergan bingung