Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
This one my wife


__ADS_3

" Wan? " panggil Zergan lagi kepada Wandi yang kini keduanya itu masih berada di luar rumah.


" kembalilah ke kota hari ini, dan awasi perusahaan, hari ini aku tidak akan kekantor terlebih dahulu " ujar Zergan lagi.


" ng, tuan mau pergi? " tanya Wandi.


" tidak, aku akan menginap disini malam ini, jadi ku percayakan kepadamu, kau pastikan agar Sofia dan yang lainnya tidak mencari atau menghubungi ku terlebih dahulu " jelas Zergan dan kini beranjak masuk kedalam rumah itu terlebih dahulu.


" gunakan mobil yang ada di garasi itu, kebetulan itu hanya beberapa kali aku gunakan " timpal Zergan menunjuk kearah garasi mobil yang dimana terlihat sebuah mobil hitam mewah yang baru saja launching bulan lalu.


" m mobil itu tuan? " tanya Wandi tak percaya.


" mmh iya, pakai saja lagi pula untuk berjaga jaga saja sebelum mobil mu di ambil kembali " ujar Zergan lagi dan kini menutup pintu rumah itu.


" baik tuan " jawab Wandi sesaat atasanya itu tak lagi di sana.


***


Di lain sisi di sebuah ruang tengah, yang dimana memperlihatkan sosok Nara yang tengah duduk di sebuah sopa putih sembari menatap layar televisi yang menyiarkan sebuah berita seorang model terkenal yang tak lain Sofia.


Zergan yang ikut menyaksikan berita tersebut kini meminta gadis itu untuk segera mematikan nya.


" matikan tv nya Nara? " pinta Zergan dengan suara pelan.


" mmh, iya mas " jawan Nara yang kini mematikan siara tersebut dan meletakan remot itu di atas meja hadapannya.


" mas Zergan gak kerja? " tanya Nara dengan wajah menatap kearah pria itu.


" hari ini saya ambil cuti " jawab Zergan dan kini duduk di samping gadis itu.


" bagaimana? Apa kamu betah disini Nara? " tanya Zergan yang kini menata dekat sosok Nara di sampingnya.


" ngh, Nara masih mencoba untuk menyesuaikan diri Nara aja kok mas " ujar Nara dengan diiringi senyuman.


" baiklah, nanti malam saya akan tidur disini ya Nar " ujar Zergan sembari merebahkan tubuhnya dan bersandar di sopa tersebut


" loh kenapa? " tanya Nara sontak membuat pria itu kini menata bingung dirinya.


" kenapa? Saya suami kamu loh Nar? Saya berhak mau tidur dan pulang kemanapun " ujar Zergan seketika.


" m maksud Nara, bagaimana dengan nyonya Sofia? jika nyonya tidak lihat mas pulang kerumah? " tukas Nara menjelaskan perkataanya.

__ADS_1


" saya sudah minta Wandi untuk memberikan alasan kepadanya, dan kamu jangan panggil sofia itu dengan sebutan nyonya, Nara! kamu panggil dia dengan namanya saja " timpal Zergan lagi.


Namun tanpa keduanya sadari, dari balik ruang dapur sosok Yani kini tampak terlihat seperti tengah menguping pembicaraan keduanya itu.


" apa aku harus menghubungi nyonya Sofia? dan memberitahukan keberadaan tuan dengan gadis lain? Tapi aku tidak punya nomor nyonya Sofia sekarang " gumam Yani yang kini mencoba menghubungi seseorang.


" ck, telepon mas Ardi saja siapa tau mas Ardi punya " timpal Yani yang kini mencoba menghubungi Ardi di sana.


truuttt


Suara panggilan terhubung


" 𝚑𝚊𝚕𝚘? " 𝚜𝚊𝚙𝚊 𝚜𝚎𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚐𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚒𝚗𝚒 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐.


" 𝚑𝚊𝚕𝚘 𝚖𝚊𝚜 𝙰𝚛𝚍𝚒? " 𝚞𝚌𝚊𝚙 𝚈𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚒 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗.


" 𝚜𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚒𝚗𝚒? " 𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝙰𝚛𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚝𝚒𝚔𝚊.


" 𝚔𝚘𝚔 𝚖𝚊𝚜 𝙰𝚛𝚍𝚒 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊, 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚈𝚊𝚗𝚒 𝚖𝚊𝚜 " 𝚓𝚊𝚠𝚊𝚋 𝚈𝚊𝚗𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚠𝚊𝚓𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚎𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚎𝚔𝚊𝚐𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚑𝚊𝚍𝚊𝚙 𝚕𝚊𝚔𝚒 𝚕𝚊𝚔𝚒 𝚒𝚝𝚞.


" 𝚈𝚊𝚗𝚒? 𝚕𝚘𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚙𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊? 𝚐𝚊𝚔 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚛𝚓𝚊𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚖𝚞? " 𝚌𝚎𝚝𝚞𝚜 𝙰𝚛𝚍𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚙𝚛𝚒𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚊𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚞𝚔𝚊𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚘𝚔 𝚠𝚊𝚗𝚒𝚝𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚞𝚝


" Yani? Kenapa kamu disana? " tanya Zergan sesaat dirinya tiba di ruang dapur yang kini hendak mengambil sebotol soda untuknya dan segelas jus jeruk yang akan di berikannya kepada Nara.


deg..


Yani spontan menatap kearah dimana Zergan berada yang kini berdiri seraya menatapnya dengan penuh selidik.


" ngh t tuan, s saya tidak ngapa ngapain tuan " jawab Yani dengan terbata bata


" tadi saya dengar kamu sedang berbicara kepada seseorang? Apa kamu menelpon orang? " tanya Zergan yang kini meletakan jus tersebut di dalam sebuah gelas kaca dan berencana membawanya.


" oh i ini saya barusan menelpon ibu saya tuan, katanya kangen " jawab Yani berbohong.


" ohh begitu, oh ya, kamu boleh pulang hari ini Yan, kebetulan saya akan nginep disini malam ini " ucap Zergan sontak membuat Yani membulatkan ledua bola matanya secara sempurna.


" t tuan mau nginep? Lalu nyonya Sofia? " tanya Yani seketika membuat Zergan kini menatap tajam art nya itu.


" apa? Lagi pula Nara juga istri saya? Jadi saya punya hak jika saya ingin nginep di sini, saya harap kamu harus tau itu, dan bersikaplah selayaknya kepada Nara, karena Nara juga nyonya di rumah ini " jelas Zergan dan kini beranjak menemui Nara kembali.


" b baik tuan " ucap Yani dengan wajah menahan rasa yang begitu takut.

__ADS_1


Daaap daaap


suara langkah kaki yang berlalu meninggalkan ruang dapur tersebut, Yani yang tampak merasa ketakutan kini dengan cepat dirinya membuka ponselnya kembali dan memastikan apakah panggilan tersebut masih tersambung atau tidak.


Deg


" oh tuhan! " umpat Yani seketika kaget mendapati panggilan tersebut yang masih terhubung.


Di lain sisi Ardi yang dimana pria tersebut mengetahui pembicaraan atasaanya itu dengan Yani di balik sebuah panggilan yang masih terhubung, tampak dari wajah pria itu terlihat begitu shock dengan apa yang kini dirinya dengar.


" t tuan p punya istri selain nyonya Sofia? " gumam Ardi dengan wajah yang masih menatap tak percaya dengan apa yang kini dirinya dengar langsung dari atasanya itu.


trut...


Ardi sontak mematikan ponsel nya dan mencoba bersikap biasa biasa saja, atas apa yang kini dirinya ketahui perselingkuhan kedua majikan nya itu.


" hh apa yang aku dengar barusan? " gumam Ardi menatap kembali ponselnya yang dimana tertera sebuah pesan singkat dari Yani yang meminta sebuah nomor milik Sofia kepadanya.


Dengan sedikit rasa malas Ardi membalas pesan tersebut dan sembari memberikan nomor milik Sofia kepada wanita itu


" sekarang apa yang wanita tua ini lakukan? Mengganggu saja " cetus Ardi.


Pov Yani


Yang dimana kini wanita itu dengan cepat menghubungi nomor milik Sofia, namun sering kali nomor itu sulit untuk di hubungi bahkan sama sekali tidak dalam jangkauan, Yani tampak kesal dan kini beranjak meninggalkan rumah itu dan berlalu menuju kediamannya.


" aneh kenapa nomor ponsel nya tidak aktif sama sekali " cetus Yani pada dirinya sendiri.


***



tringgg tringg


" ponsel mas Zergan bunyi tu? " ujar Nara sesaat Zergan hendak merebahkan tubuhnya di pangkuan Nara.


Zergan spontan merubah kembali posisinya dan kini duduk di atas tempat tidur seraya menatap jengkel kearah ponsel tersebut yang terus berbunyi.


" siapa sih ganggu saja? " cetus Zergan yang tampak kesal menatap ponsel miliknya yang terus terusan di hubungi oleh seseorang yang bahkan dirinya saja tidak mengetahui nomor tersebut.


" siapa mas? " tanya Nara yang kini ikut menatap kearah ponsel milik Zergan yang ada di atas meja kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2