Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Sifat Zergan


__ADS_3

Setelah cukup lama berpamitan Nara kini kembali menghampiri Zergan yang masih menunggunya di sebuah mobil, namun tanpa sadar Nara yang membuka maskernya kini memperlihatkan luka lebam pada wajah dan bibirnya yang masih begitu jelas terlihat.


Bammm suara pintu mobil di tutup.


" ayo mas, Nara udah selesai, maaf buat mas menunggu cukup lama " ucap Nara kepada Zergan.


Namun tak ada jawaban dari Zergan, yang dimana Zergan kini terdiam menatap paku wajah Nara yang terdapat luka lebam yang bahkan sebelum ini dirinya tidak tahu akan apa yang terjadi pada wajah istri kecilnya itu


Sreeek


dengan cepat sebuah tangan kini meraih wajah Nara dan memperlihatkan luka luka pada wajah gadis itu dengan jelas.


" Nara? Apa ini? Kamu dipukul? Sama siapa? " tanya Zergan khawatir.


" eng anu itu, Nara habis jatoh aja kok mas " jawab Nara berbohong.


" jangan bohong, saya tau ini luka pukulan, katakan siapa yang pukuli kamu? Apa Rani? Atau paman Jhon itu? Atau siapa Nara? " tanya Zergan menerka.


" katakan Nara? Jangan bikin saya khawatir, atau saya akan mencari nya sendiri " timpal Zergan lagi.


" mas Zergan jangan marah, Nara gapapa kok mas, ini juga gak sakit lagi kok " titah Nara mencoba menepikan rasa kekhawatiran Zergan kepadanya.


" jangan menutupinya Nara, atau saya akan bertanya kepada Mirna dan Jhon jika saya mau " ujar Zergan


" maaf mas, Nara akan cerita tapi mas Zergan jangan marah jika Nara ceritain, sebenarnya di perjalanan menuju tempat kerja, Nara bertemu dengan teman pria Nara yang dari sebuah aplikasi, Nara kenalan sama pria itu dan pria itu ajak Nara pergi ke hotel, sekarang pria itu datang lagi menemui Nara, dan memaksa Nara untuk bermain dengannya, Nara tolak saja, jadi dia pukul Nara " jelas Nara dengan suara menahan tangisnya.


" apa? Kasih saya ponsel kamu " pinta Zergan seketika


" mas Zergan mau apa? " tanya Nara bingung.


" saya minta ponsel kamu Nara, kasih saya " pintas Zergan lagi dan kini mengulurkan tangannya kepada Nara.

__ADS_1


Nara segera memberikan ponselnya kepada Zergan dan kini membuka ponsel gadis itu dan menghapus sebuah aplikasi di sana.


" mas Zergan mau ngapain? " tanya Nara


" saya hapus aplikasinya, saya gak suka, kamu sudah punya suami Nara, dan lihat apa yang terjadi, kamu di pukul samapai luka, saya mau marah tapi sama siapa? Orang nya saja saya tidak tau. " tukas Zergan dengan tampak kesal akan apa yang kini terjadi kepada Nara.


" maaf mas " ucap Nara dengan wajah murung


" jangan di ulangi lagi, saya gak suka Nara " jelas Zergan


" kok perasaan mas Zergan terlihat posesif ya, pasti sayang banget sama istrinya, tapi... Kenapa mas Zergan menikah lagi? Padahal yang kemarin kemarin itu terlihat baik baik aja " batin Nara dalam diam menatap sosok Zergan.


" Nara? kamu kenapa? " tanya Zergan seketika membuyarkan lamunan gadis itu.


" a nggak kok mas, gak kenapa kenapa " sahut Nara dengan tersenyum kikuk.


" saya panggilin dari tadi kamu malah melamun? saya tanya sudah makan apa belum? " ujar Zergan mengulangi perkataan nya.


" oh belum mas " jawab Nara tersipu malu dengan kekonyolan dirinya.


" pesenin aja kali mas " jawab Nara


" yaudah nanti saya minta anak... Eh maksud nya nanti saya minta seseorang untuk anterin pesenan kamu, kebetulan malam ini saya ada keperluan jadi saya anterin kamu sampai rumah setelah itu saya minta bik Yani untuk bantuin kamu nantinya " jelas Zergan kepada Nara.


" kalau boleh Nara tau, mas Zergan mau kemana? " tanya Nara dengan penuh hati hati.


" mmh bertemu klien saja setelah itu pulang " ujar Zergan


" ohh kerumah istri pertama mas Zergan ya " timpal Nara seketika dan membuat Zergan kini menatap bingung kepada dirinya.


Degg

__ADS_1


" astagah apa yang barusan aku katakan, seakan akan aku menunjukan rasa cemburu kepada mas Zergan, ingat Nara kamu gak berhak minta lebih, mas Zergan nikahin kamu hanya untuk bertanggung jawab setelah itu kamu bagaikan kain bekas yang di buang setelah di pakai " batin Nara pada dirinya sendiri.


" kamu mau saya pulang kerumah bersama ka... " ucap Zergan seketika di sela begitu saja oleh Nara.


" ayo mas nanti keburu malem loh di jalan nya, perasaan ngobrol mulu " tukas Nara kepada Zergan


Sontak Zergan menghentikan perkataan nya dan menatap sekilas Nara yang kini duduk tenang di samping tempat duduknya, selang tak lama Zergan kembali melajukan mobil itu menuju kesebuah tempat yang dimana dirinya akan memberikan sebuah tempat tinggal untuk Nara yang baru.


namun di lain sisi Zergan yang sedari tadi berdiam diri di balik heningnya suasana sembari berpikir jauh akan sikap Nara kepadanya.


" Nara kenapa sih, kok tiba tiba diem, perasaan tadi baik baik aja " batin Zergan penuh tanda tanya.


" mas Zergan kok diem ya, apa jangan jangan mas Zergan marah " batin Nara yang kini mencuri curi pandang kepada pria yang duduk di sampingnya saat ini.


****



Selang beberapa jam di perjalanan tepat pada pukul 20.54, disebuah halaman rumah yang begitu besar dengan di baluti cat berwarna hitam tampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah itu dan kini memamikirkan mobil tersebut tepat di sebuah garasi rumah itu.


Zergan begitu juga Nara yang baru saja tiba di rumah kini keduanya beranjak keluar dari mobil tersebut, Nara yang sedari tadi berdiam diri kini tampak menatap kagum rumah yang di bangun di sisi bukit Mandila itu, yang begitu mewah dengan desain interior clasik menambah kesan rumah itu yang menyatu dengan keindahan malam di bukit Mandila.


" waah " gumam Nara berdecak kagum menatap lekat seluruh penjuru halaman rumah itu yang kini akan menjadi tempat tinggal barunya.


" mas Zergan? " panggil Nara dan kini menghampiri sosok Zergan yang berdiam diri di depan sebuah pintu rumah miliknya.


" mmh " sahut Zergan menatap kembali Nara


" apa benar Nara tinggal disini? Sendirian? " tanya Nara bertanya tanya.


" tidak, kamu tidak akan tinggal sendirian Nara, saya akan minta bik Yani untuk tinggal bersama kamu, agar jika kamu butuh sesuatu kamu bisa kabarin bik Yani nantinya, saya gak akan izinin kamu tinggal sendirian Nara " jelas Zergan yang kini beranjak masuk kedalam rumah dan diikuti Nara yang berjalan di belakang pria itu.

__ADS_1


Namun lagi lagi Nara di buat kagum akan seluruh isi rumah tersebut yang benar benar begitu mencuri mata.


" ini seperti rumah yang ada di drakor itu gak sih, keren banget, mas Zergan ini siapa sih sebenarnya, kerja kantoran tapi hartanya beras kek gak ada habis habisnya beli rumah semewah ini " gumam Nara yang tak percaya dengan apa yang kini dirinya lihat di hadapannya


__ADS_2