
" malam tuan? " ucap seorang art di rumah tersebut yang ternyata Yani, yang dia wanita tersebut menyadari kehadiran Zergan yang baru saja tiba di rumah, namun seketika pandangan Yani tertuju kepada sosok Nara, gadis asing yang bahkan dirinya saja tidak mengenal siapa Nara yang kini bersama tuannya itu.
" malam bik " jawan Zergan singkat.
" tumben tuan malam malam begini datang kemari? Apa tuan ingin menginap di rumah malam ini? " tanya Yani kepada Zergan namun sesekali wanita itu menatap kearah Nara yang tampak begitu dekat dengan majikannya itu.
" mas? " panggil Nara kepada Zergan yang kini berdiri tepat di sampingnya.
" iya, ada apa Nar? " tanya Zergan kepada Nara.
" apa di sini ada kamar mandi atau toilet? " tanya Nara kepada Zergan.
" ada, dikamar ya Nar, nanti bik Yani yang akan mengantarkan kamu ke kamar kamu " jawab Zergan lagi.
" bik tolong anterin Nara kekamar nya ya bik, mulai sekarang Nara akan tinggal di rumah ini, dan saya harap bibik bisa menjaga Nara dengan baik, jika Nara butuh bantuan, saya serahkan kepada bibik saja " pinta Zergan kepada Yani
" ng.. A nona muda akan tinggal disini? apa nyonya Sofia juga akan tinggal di rumah ini tuan? " tanya Yani seketika membuat Zergan spontan mengerutkan alisnya kepada asisten nya itu.
" tidak, Sofia tetap akan tinggal di rumah bersama saya, hanya Nara yang tinggal di rumah ini " jelas Zergan lagi kepada Yani.
" ohh begitu, nona muda tampak cantik tapi.. Kok agak beda ya sama nyonya Sofia " timpal Yani lagi dan kini membuat Zergan menaik turun kan alisnya yang ternyata wanita itu mengira kalau gadis yang bersamanya saat itu adalah adik dari Sofia istri dari majikannya itu.
" Nara dan Sofia memang tidak terlihat sama bibik, karena mereka bukan dari keluarga yang sama " jelas Zergan kepada Yani lagi dan lagi
Yani seketika mengangguk mantap dan kini menatap senyum keduanya itu, namun tidak dengan Zergan yang dimana pria tersebut segera berpamitan kepada Nara untuk segera pergi dan menyelesaikan tujuan nya
tepat di ambang sebuah pintu ruangan tamu Zergan kini menatap keberadaan Nara begitu juga gadis itu yang kini membalas tatapan pria tersebut kepada nya.
__ADS_1
" saya pergi dulu, jaga diri kamu baik baik Nara, saya akan mengunjungi kamu saat saya telah selesai dengan urusan saya nantinya." ucap Zergan kepada Nara sembari menyentuh pundak gadis itu.
" iya mas, mas Zergan hati hati di jalan nya, kabari Nara jika mas sudah selesai dengan urusan mas " ujar Nara
Zergan mengangguk dan kini mengecup lembut Nara, namun kali ini tidak pada pucuk kepala Nara melainkan bibir mungil gadis itu, sontak perlakuan Zergan seketika di saksi kan langsung oleh Yani yang ternyata wanita itu baru saja hendak memanggil Nara untuk menyampaikan sesuatu, namun alhasil yang kini dirinya lihat sangat membuatnya terkejut menatap tak percaya dengan semua itu.
Deg
Namun tidak dengan Nara seketika gadis itu terdiam paku merasakan suhu tubuhnya panas dingin secara bersamaan, sesaat apa yang kini dirinya rasakan, bibir milik Zergan yang kini menyatu dengan bibir miliknya untuk kesekian kali.
" ya tuhan, apa yang barusan saya lihat, tuan..! " guman Yani tak percaya.
" apa jangan jangan gadis itu.. Selingkuhan tuan muda? Ya tuhan, apa nyonya Sofia tau soal perselingkuhan tuan dengan gadis lain " timpal Yani bergumam.
***
Daaap daap
Suara langkah kaki yang menuju ruang tengah rumah itu, Nara yang baru saja dari ruang tamu kini beranjak menghampiri Yani yang tengah menatap menjijikan sosok Nara yang kini menyadari status dari gadis itu merupakan seorang wanita pelakor.
" ada apa? " tanya Nara yang menyadari tatapan Yani kepadanya seakan akan menunjukan tatapan yang begitu menjijikan.
" saya tidak menyangka, saya pikir gadis cantik seperti anda ini adalah gadis baik baik, ternyata anda adalah benalu yang hanya menumpang hidup dan merusak kebahagian rumah tangga orang lain " cetus Yani seketika membuat Nara terdiam menatap tak percaya wanita itu.
" apa maksud anda? " tanya Nara memastikan perkataan wanita itu tentang nya.
" saya berharap semogah tuan lekas di sadarkan, saya kasihan kepada nyonya Sofia di selingkuhi oleh tuan, padahal nyonya begitu cantik " sindir Yani lagi dan lagi kepada Nara.
Nara seketika menatap kesal kearah Yani yang kini berbicara buruk tentang nya, namun ingin rasanya Nara marah dan memaki wanita itu, namun Nara sadar apa yang di katakan Yani barusan itu ada benar nya, bahwa dirinya hanya seorang benalu yang hanya menjadi perusak dalam rumah tangga orang.
__ADS_1
" tapi tidak apa apa, karena tuan telah menyerah kan tanggung jawab kamu kepada saya, jadi saya akan melakukan apa yang tuan perintahkan kepada kamu " ujar Yani yang kini beranjak terlebih dahulu menuju lantai dua yang dimana Nara akan menempati kamar tersebut untuk selamanya.
𝐊𝐀𝐌𝐀𝐑
setibanya di sebuah ruang kamar, Yani kini meletakan sebuah tas milik Nara sembari berbicara kepada gadis itu.
" ini kamar mu, kau beruntung tinggal di rumah ini, kau tau rumah ini di beli oleh tuan sebagai hadiah hari pernikahan tuan dengan nyonya Sofia, tapi yang bikin saya kaget nya, wanita yang tinggal disini bukan lah nyonya Sofia, malinkan kamu " ujar Yani kepada Nara sebelum dirinya beranjak pergi meninggalkan kamar tersebut dan kembali kepekerjaan nya.
" jadi rumah ini hadiah untuk Sofia, istri pertama mas Zergan, miris sekali kamu Nar, menikah dengan pria yang tidak cinta sama kamu " batin Nara mengkasihani dirinya sendiri yang begitu memilukan.
" seandainya papa sama mama masih ada, mungkin Nara tidak akan hidup seperti ini " batin Nara lagi.
" sudah telanjur, sekarang bagaikan tangan yang tercebur ke dalam lumpur, nasib tinggalah nasib, aku harus menjalani semua ini dengan sendirinya, tanpa ada mas Zergan sebagai penguat hidup ini " gumam Nara memandang jauh langit langit malam di balik gelapnya kamar yang kini dirinya tempati.
***
Di sebuah hotel 𝐒𝐄𝐀𝐅𝐈𝐂𝐎𝐍
Zergan yang baru saja tiba bersama dengan Wandi yang dimana terlihat keduanya itu tengah menatap jauh bangunan gedung hotel tersebut yang benar benar berubah drastis begitu mewah dengan desain clasik bak eropa.
" gue gak yakin, mana ada penculikan bertempat di sebuah hotel mewah kek gini " ujar Wandi seketika bersuara.
" Sofia gak di culik, dia meminta gue untuk datang menemuinya di sini, kami akan bertemu di 𝐂𝐋𝐄𝐎 𝐁𝐀𝐑 (𝑹𝒆𝒔𝒐𝒓𝒕 𝒅𝒂𝒏 𝑩𝒂𝒓𝒓) ada sesuatu yang ingin dia bicarakan saat ini, jadi gue harap lo tetap stay dan awasi dari kejahuan saja, jika gue butuh bantuan, lo dengan mudah membantu gue " jelas Zergan kepada Wandi.
" okeh siap boss " ucap Wandi.
__ADS_1