
𝐃𝐀𝐑𝐖𝐈𝐒 𝐕𝐈𝐋𝐀
BRUUUKKK
Sebuah pukulan keras kini terus menghantam tubuh seorang pria, yang tak lain Wandi, yang dimana kini dirinya berada di sebuah ruangan yang bertepatan di sebuah Vila milik keluarga Darwis.
" hentikan? " pinta seorang kepada anak buah nya di sana.
" hukks hukss haah huks huks " terdengar suara deruan nafas seseorang yang tampak begitu sesak.
sreeek
" Wandi, Wandi!? Gua gak nyangka kesetiaan lo kepada Zergan itu cukup besar haha " ujar Danil yang ternyata pria itu membawa Wandi menuju Villa miliknya.
" gua pengen lihat, reaksi Zergan, jika anak buah kesayangannya ini tewas di tangan musuhnya sendiri, apa dia bakalan balas dendam dan menguburkan anak buahnya ini dengan terhormat haha " timpal Danil lagi.
" b brengsek " cetus Wandi dengan suara terbata bata.
Namun secara bersamaan seseorang kini beranjak menghampiri sosok Danil dan berbicara kepada pria itu.
" tuan, ada tuan muda pertama datang kemari? sepertinya tuan muda pertama ingin menyampaikan sesuatu yang cukup serius " ujar Irfan.kepada Danil.
" Adnan datang kemari? Ada apa? tumben pagi pagi begini ada yang mau dia bahas " gumam Danil yang kini beranjak pergi menemui saudara laki lakinya itu.
" Fan, kau bawa dia pergi dari Vila ini dan buang saja di daerah sekitaran bukit, di sana cukup sepi " pinta Danil kepada anak buahnya itu.
" baik tuan akan saya lakukan sekarang " jawab Irfan yang kini beranjak membawa Wandi bersamanya menuju mobil dan berlalu begitu saja meninggalkan vila tersebut dan bergegas melajukan mobilnya menuju sebuah bukit.
Namun di lain sisi, Danil yang kini telah tiba di sebuah ruang tamu dan sembari menatap keberadaan seorang pria yang tengah berdiri membelakanginya.
" ada apa kau datang kemari? " tanya Danil sesaat dirinya tiba di sana.
Adnan tak bergeming melainkan pria itu menatap kearah Danil dengan tatapan begitu dingin kepada pria tersebut.
__ADS_1
" apa yang kau lakukan? " tanya Adnan tanpa ekspresi dari wajah pria itu.
" apa yang kau maksud? Apa yang aku lakukan? " ujar Danil seakan akan tak mengerti
" aku datang kemari jauh jauh dari 𝐑𝐎𝐂𝐇𝐄𝐒𝐓𝐄𝐑 hanya untuk meminta penjelasan darimu, saat apa yang aku lihat dari media untuk memastikan apa itu kau atau bukan? " tanya Adnan yang kini dengan wajah penuh keseriusan.
" hh, jika itu aku apa yang akan kau lakukan? " tanya Danil kepada saudara laki lakinya itu.
" apa kau tau wanita itu? " tanya Adnan lagi.
" Sofia? Oh dia istri dari seorang pria yang saat ini menjadi saingan bisnis kita, kenapa? " jawab Danil dengan santai.
" kenapa kau melakukan hal itu Dan, Sofia itu mantu keluarga besar Sugitra dan kau tau betul itu " jelas Adnan lagi yang kini terlihat emosi.
" aku tau aku melakukan semua itu hanya semata mata, aku ingin melihat musuh ku menderita saja bukan kah selama pernikahan mereka, mereka tidak pernah melakukannya dan sekarang aku ingin menciptakan sebuah permainan dalam kehidupan mereka saat ini " jelas Danil.
BRUKKK
Sebuah pukulan kini mendara di bibir Danil dan seketika bibir pria itu mengeluarkan cairan merah.
" tak seharusnya kau melakukan semua itu Danil, jika sampai kebodohan mu ini berdampak kepada 𝐀𝐑𝐄𝐀, akan ku pastikan kau tidak akan ku maafkan " cetus Adnan yang tampak begitu amarah.
Adna seketika mendorong keras tubuh Danil dan membuat pria itu terjatuh begitu saja.
" aku tidak akan berhenti Adnan, sampai aku benar benar menghancurkan mereka " gumam Danil lagi dengan mata menatap jauh kepergian Adnan dari vila tersebut.
***
Brukkk
hukss hukkss
sreekk
" kau beruntung tuan Danil tidak membunuh mu, jika itu ter.... "
__ADS_1
" jika a apa? A apa tuan bajingan mu itu akan merasakan k kemenangan " cetus Wandi dengan suara terbata bata.
" kau sudah sekarat masih saja banyak omong ya Wan " cibir Irfan menatap remeh Wandi yang tak berdaya.
" cih.. aku ingin lihat, a apakah kau akan bisa berkata seperti itu nanti, setelah k kau dan tuan bajingan mu itu habis di t tangan tuan ku Zergan Agatha " tukas Wandi menatap tajam kearah Irfan
" ck " gumam Irfan yang kini beranjak pergi meninggalkan Wandi sendirian di sebuah jalan yang begitu tampak sepi di sebuah pinggiran danau yang terletak di sisi bukit.
Wandi seketika jatuh terbaring menatap jauh bukit hijau yang begitu terlihat jelas di depan nya, seketika pikiran pria itu tertuju ke suatu tempat yang tak lain Mansion milik atasan nya itu yang kini bertempat di sisi jalan tersebut dan bertepatan di balik sisi danau, Mansion itu di berinama 𝐌𝐀𝐍𝐃𝐈𝐋𝐀 𝐒𝐂𝐄𝐑𝐄𝐍𝐈𝐓𝐘.
" aaahh, aku tidak tau sekarang, apa tuhan tengah menolong ku atau ingin segera aku mati, tapi apa a aku akan pergi ketempat tuan dan nona Nara, aku juga tidak tau, apa tuan telah kembali atau tidak saat ini? " gumam Wandi menatap sebuah atap berwarna hitam dari balik lebatnya hutan.
Sreeek
Wandi segera berusaha untuk berjalan menuju kesebuah tempat di balik pepohonan itu dan berencana untuk menemui seseorang yang ada di Mansion tersebut dengan langkah tertatih tatih menusuri tepi danau George.
Setelah beberapa menit di perjalanan, Wandi yang kini baru saja tiba di depan sebuah pagar berwarna hitam yang tak asing baginya, dengan langkah sedikit di percepat cepat pria itu memasuki halaman rumah tersebut dan mencoba menekan sebuah bel pada sisi rumah itu.
teng...
Nara yang dimana terlihat gadis itu tengah berada di sebuah halaman rumah, sesaaf dirinya mendengar sebuah suara dari bel rumah, dengan sedikit bingung Nara menatap kesebuah pagar halaman rumah nya dan tampak samar sesosok bayangan orang dari balik sana.
" apa itu mas Zergan? " gumam Nara yang kini beranjak menuju pagar rumah itu dan berencana membukanya.
Lagi lagi bel rumah itu berbunyi kesekian kali, dengan langkah tergesa gesa Nara kini beranjak menghampiri seseorang di sana dan kini membuka pagar tersebut dan Deg, tampak sosok Wandi yang kini berdiri tepat di hadapan gadis itu
" n nonaa!? " gumam Wandi kepada Nara yang kini berdiri tepat di hadapannya dan seketika pria itu terjatuh begitu saja dengan penuh luka memar di seluruh wajah dan tubuh pria itu.
Dengan spontan Nara meraih tubuh pria tersebut dengan wajah yang kini tampal terlihat kebingungan.
" W Wandi? Ada apa? Apa yang terjadi? " tanya Nara dengan masih keadaan yang cukup panik.
" dimana mas Zergan Wan? " tanya Nara kepada Wandi yang dimana pria tersebut tengah memejamkan matanya
__ADS_1
" t tuan... m-mereka merencakan sesuatu k-kepada, t tuan " gumam Wandi pelan.
" Wan? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Wandi bangun lah? " ujar Nara menatap Wandi yang kini jatuh pingsan di pangkuannya.