Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Awal kehidupan


__ADS_3

Deg


" apa? Om yang kemaren? " tanya Nara bingung.


" iya samperin gih, dari pada nunggu tu orang nya, biar gua handle dulu pekerjaan lo " titah Mirna kepada Nara.


Dengan cepat Nara beranjak menuju depan dan benar saja sosok Zergan masih berdiri disana dengan kemeja navy yang di baluti jas berwana navy serta rambut yang tertata rapi menambah kesan yang begitu tampan.


Nara beranjak menghampiri sosok pria tersebut dan berbicara kepadanya.


" tuan? " panggil Nara kepada Zergan yang membelakanginya.


Zergan yang mendengar suara memanggilnya sontak pria itu memutar tubuhnya dan kini menatap sosok Nara yang berada di hadapannya.


" Nara " ucapnya pelan.


" bagaimana? Apa sudah kamu pikirkan soal kemarin Nara? " tanya Zergan lagi.


" mm, sudah tuan, saya sudah memikirkan nya " jawab Nara dengan sedikit menundukan kepalanya


" jadi ayo kamu ikut saya sekarang " pinta Zergan kepada Nara.


" loh kita mau kemana tuan? " tanya Nara bingung.


" nanti kamu juga akan tau jika sudah tiba di sana nanti " jelas Zergan lagi


" tapi.. Bagaimana jika paman Jhon mencari saya saat saya tidak ada di sini? " timpal Nara lagi


" eng, yaudah begini saja, kasih saya nomor ponselnya paman Jhon dan saya akan menghubungi nya nanti " titah Zergan


Nara segera mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomor ponsel Jhon kepada Zergan, dan dengan cepat pria itu segera mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Jhon atas namanya.


" sudah, ayo ikut saya, nanti saya akan anter kamu lagi kemari jika urusan kita sudah selesai " jelas nya kepada Nara


Nara mengangguk singkat dan kini memberitahukan Mirna bahwa dirinya akan pergi sebentar saja tanpa memberitahu gadis itu tujuannya.


" okey, hati hati ya Nar, gue takut nanti tu om om bakalan ngapa ngapain loe dan gue gak tau mau minta sama siapa nanti pertolongan jika terjadi sesuatu sama lo, tapi gue berdoa semogah loe baik baik aja okeh, bye bye Nar " tukas Mirna kesekian kali.

__ADS_1


Nara mengangguk cepat dan kini beranjak pergi meninggkan market tersebut dan berlalu menuju luar untuk menghampiri keberadaan Zergan yang telah menunggunya di luar market tersebut.


Bammm


Suara pintu mobil di tutup


Zergan dengan cepat melajukan mobil itu membawa Nara bersamanya menuju kesebuah tempat yang cukup jauh dari tempat mereka berada, yaitu ke sebuah jalan 𝐄 𝐇𝐎𝐔𝐒𝐓𝐎𝐖𝐍.


Setibanya di jalan tersebut Zergan memutar stir mobilnya menuju kesebuah halaman gedung berwana abu itu dan memakirkan mobilnya di sana.



Nara yang sedari tadi berdiam kini menatap bingung kearah Zergan yang membawanya menuju kesebuah tempat yang begitu tak asing di pikirannya.


" tuan mau apa kita kemari? " tanya Nara yang kini mulai bersuara.


" nanti juga kamu akan tau Nara, ayo masuk nanti saja lanjut bertanyanya " ujar Zergan menarik lembut tangan Nara menuju masuk kedalam gedung tersebut.


Setiba di daalam sana mereka berdua segera menemui seorang pria paruh baya yang bernama Mr Robbin yang bertugas mengurusi catatan pra nikah masyarakat di kota tersebut.


" saya sudah kasih tau Mr Rob kemarin malam sebelum saya pulang dari kantor, kemungkinan buku nikahnya sudah jadi tinggal menambahkan fotonya saja " jelas Zergan sontak membuat Nara terdiam bisu seketika.


" b buku nikah? " ucap Nara lagi


" jadi maksud tuan, tuan menikahi saya secara hukum negara " titah Nara tak percaya dengan apa yang kini terlihat jelas di depan matanya, tak lama Mr Rob meminta keduanya itu untuk ikut bersamanya menuju sebuah ruang foto untuk mengambil gambar keduanya dan memasukannya kedalam daftar buku pra nikah yang sudah tercetak dalam hukum negara namun tidak secara agama.


" sudah selesai, kalian tinggal tanda tangani saja disini, dan kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri dalam hukum negara saja tapi belum dalam agama " jelas Mr Rob kepada kedua pasangan itu.


Nara terdiam paku menatap kosong buku berwarna coklat itu yang terpampang rapi kedua foto miliknya dan Zergan sebagai pasangan suami istri.


" Nara? " panggil pria itu membuyarkan lamunan Nara


" tuan " ucap Nara seakan akan tak percaya dengan semua dalam kehidupannya, menjadi istri kedua dari seorang Zergan yang berstatus suami dari wanita lain dan kini dirinya akan mendapat julukan Nara si pelakor.


" Nara? Kenapa, ada apa? " tanya Zergan terlihat panik melihat Nara yang masih terdiam


" tuan saya tidak mau di cap sebagai gadis yang buruk yang telah merebut suami dari wanita lain tuan " ucap Nara pelan

__ADS_1


" maaf Nara, tapi ini sudah terlanjur, nama kita sudah tertera dalam hukum negara kalau kamu dan saya adalah suami istri, meski pernikahan kita hanya sebatas pernikahan siri saja " ucap Zergan


" apa ada sesuatu tuan Zer? " tanya Mr Rob kepada Zergan.


" tidak ada tuan Rob, hanya saja.. " ucap Zergan menggantung.


Sreekkk


Nara sontak mengambil sebuah pena dan menanda tangani buku tersebut dan kini kembali meletakan nya di atas meja itu.


" ini Mr Rob, apa sudah selesai? Masih ada lagi yang akan kami lakukan? " tanya Nara sopan


" tidak ada, kalian sudah boleh membawa bukunya dan selamat atas hari kalian tuan Zer dan nyonya Nara, kalau begitu saya kembali bekerja dulu, saya permisi tuan " ucap Mr Rob kepada Nara begitu juga Zergan


Setelah selesai, Zergan kini kembali membawa Nara menuju kesuatu tempat yang berbeda, yaitu sebuah gedung 𝐖𝐞𝐝𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐕𝐞𝐧𝐮𝐞 yang dimana kini dirinya akan segera melakukan pernikahan kepada Nara saat hari itu.


" Nara ayo kita turun " pintanya kepada Nara yang masih berdiam di mobil itu.


Nara beranjak keluar dari mobil dan kini mengikuti Zergan menuju kesebuah gedung yang berdiri tepat di hadapannya dan masuk kedalam gedung tersebut yang tampak begitu terlihat beberapa orang pria dan salah satunya Wandi yang ternyata sudah tiba di sana satu jam yang lalu serta diikuti para saksi yang mungkin telah di siapkan oleh Wandi sebelumnya.


Tak lama dari balik sebuah pintu datang seorang pria paruh baya dengan kemeja hitam kini tersenyum lembut kepada Nara begitu juga Zergan, tampaknya pria tua itu merupakan seorang ahli agama di negara tersebut.


" kita mulai saja ya " ucap pria tua itu kepada beberapa orang disana termasuk Zergan dan Nara yang kini akan menjadi calon mempelai.


***


Di lain sisi di sebuah ruangan Entertain Sofia tampak terlihat kesal melihat beberapa make up riasnya begitu ceroboh menghancurkan riasan yang telah sesempurnah mungkin yang di lakukan oleh nya dari rumah.


" aaarg, gak becus, apa kalian bodoh aa, sebentar lagi syutingnya akan dimulai dan kalian menghancurkan riasan ku " maki Sofia kepada penata rias tersebut.


" nyonya Sofia, manager Julia telah meminta kami untuk merombak ulang make up anda, dan kami mengikuti aturan itu nyonya " jelas salah satu tata rias itu kepada Sofia.


" katakan kepada Julia aku menolak untuk di rias oleh kalian " tegas Sofia dengan angkuhnya.


" SOFIA!? " Teriak seorang wanita yang tak lain Julia yang merupakan manager dari perusahaan Entertain tersebut.


" apa apaan kau ini, berteriak di kantor ku " timpal Julia menatap kesal Sofia.

__ADS_1


__ADS_2