Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Amarah


__ADS_3

Pertengkaran yang alot kini tengah menyeluruh seisi ruang kamar itu, Sofia yang tampak kebingung dengan rasa takut yang mendalam kini tak tau dengan apa yang akan dirinya hadapi dan lakukan saat itu.


Namun seketika sesisip cahaya kini muncul dalam ide Danil, yang berencana untuk mencegah sedikit permasalah yang mereka hadapi saat ini.


" sayang? aku punya ide, tapi kamu harus melakukan hal ini " ujar Danil kepada Sofia.


" apa kau ingin aku melakukan hal konyol hh? " tukas Sofia emosi


" dengar kan aku terlebih dahulu, kita tidak punya kesempatan lain selain ide ku ini, jadi aku minta kau melakukan nya dengan Zergan, jika permasalahan ini tidak terjadi cukup rumit " jelas Danil.


" apa yang kau rencanakan? " tanya Sofia


" hari ini aku akan membiarkan mu, untuk melakukan nya kepada Zergan " ujar Danil.


" maksud mu? " tanya Sofia


" kalian akan melakukan nya, setelah itu kau mengaku saja kalau itu anak dari nya dan masalah mu akan teratasi sedikit " titah Danil mengusulkan sebuah rencana.


" apa kau yakin itu akan berhasil, apa kau tidak lihat berita hari ini, media tertuju kepada ku, bagaimana kau berpikir Zergan dan aku akan melakukan hal itu Danil " cetus Sofia lagi


" kalau kalian melakukan dalam keadaan sadar ya jelas itu mungkin tidak akan berhasil, tapi coba kau pikir untuk membuat nya mabuk " timpal Danil.


Sofia terdiam sembari berfikir cukup lama akan ide yang di sarankan oleh Danil kepadanya.


***

__ADS_1


Namun di lain sisi di perusahaan Zergan yang tengah berdiri tepat di depan sebuah dinding kaca, sembari menatap jauh bangunan bangunan yang terpampang rapi di hadapannya, dengan rasa yang kecewa akan apa yang kini dirinya rasakan kepada Sofia.


" Zer? ada untungnya saat pernikahan kalian kau tidak mempublik nya ke media, dan jika itu terjadi mungkin saat ini media pasti akan menyerbu kita dari berbagai cara apapun untuk mempertanyakan perihal perselingkuhan ini " jelas Wandi masih membaca artikel tersebut.


" tapi mereka menyerbu akun perusahan dan itu membuat kita akan sulit beinteraksi dengan normal " ujar Zergan menahan emosinya.


Namun saat keduanya tengah sibuk berbicara, tiba tiba dari sebuah ponsel milik Zergan, kini terdapat sebuah pesan notif dari seseorang yang tak lain Sofia yang kini mencoba menghubungi pria itu.


" Zer? Sofia, dia mengirim sebuah pesan " ujar Wandi menatap sebuah pesan pada ponsel Zergan yang barusan di letakannya di atas meja kerja pria itu


sreeek


dengan cepat Zergan menyambar ponselnya dan membuka pesan tersebut yang kini berisikan sesuatu.


" 𝚉𝚎𝚛, 𝚒𝚗𝚒 𝚊𝚔𝚞 𝚂𝚘𝚏𝚒𝚊, 𝚊𝚔𝚞 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚎𝚕𝚊𝚜𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚖𝚞𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚋𝚊𝚔 𝚘𝚕𝚎𝚑 𝙳𝚊𝚗𝚒𝚕, 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚘𝚝𝚘 𝚒𝚝𝚞... 𝚏𝚘𝚝𝚘 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚖𝚊, 𝙳𝚊𝚗𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖 𝚔𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚔𝚎𝚖𝚋𝚊𝚕𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚘𝚕𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊, 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚍𝚒𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗𝚌𝚊𝚖 𝚔𝚞 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚋𝚊𝚛𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊 " Ucap Sofia dalam sebuah pesan singkat yang dikirimkan oleh nya kepada Zergan.


" ada nomor asing yang masuk, dari siapa? Apa jangan jangan Sofia benar, kalau dirinya di jebak oleh Danil saat ini? " tanya Wandi kepada Zergan.


" entah lah aku tidak yakin akan hal itu, tapi di lain sisi aku pikir apakah benar Sofia di jebak oleh Danil " titah Zergan berpikir keras.


Tring


Sebuah notif kini kembali masuk dari nomor asing, Zergan membuka beberapa pesan tersebut yang kini mengirimkan nya sebuah File dan memintanya untuk datang ke seuatu tempat pada pukul 21.00 malam di sebuah gedung namun terlalu jauh dari tempat dirinya saat ini.


" 𝐒𝐄𝐀𝐅𝐈𝐂𝐎𝐍? " ucap keduanya secara bersamaan

__ADS_1


" bukan kah ini tidak jauh dari lokasi Mandila, gedung ini bukannya bangunan hotel yang hampir terbengkalai itukan? " gumam Wandi mengingat ingat kejadian beberapa bulan silam pada sebuah acara pembukaan 𝐇𝐀𝐑𝐕𝐄𝐘 yang di selenggaran di SEAFICON yang dimana peresmian itu di batalkan, karena hotel yang mereka sewa mengalami terjadinya perampokan besar dan membuat hotel itu mengalami penurunan drastis dalam pariwisata selama hampir beberapa bulan dan kini hotel tersebut kembali beroperasi saat pemilik hotel tersebut beralih kepada seorang pewaris dari keluarga DARWIS yang tak lain bernama DANIL CANDRELIO DARWIS.


" tuan Arumaja Darwis? Aku ingat hotel ini pernah di beli oleh seorang pengusaha kaya dari Jerman, dan sekarang hotel ini di warisi oleh putra kedua keluarga Darwis " jelas Zergan.


" yang ku tau putra dari tuan Arum hanya Adnan dan Danil " sambung Wandi seketika.


" apa? jadi selama ini, Danil itu putra dari tuan Arum, aah bagaimana aku bisa tidak tau soal itu." tukas Zergan.


" saingan lo Zer, kalo sekarang mungkin mereka bukan tandingan nya lo, jadi kalau mereka mengusik kehidupan lo saat ini, mungkin mereka salah besar " timpal Wandi menjelaskan.


" jadi gue harap lo temuin nanti Sofia di sana, dan gue akan ikut bersama lo " timpal Wandi lagi


" okeh, tapi kita naik mobil yang berbeda, karena habis ini gue mau jemput Nara, dan membawanya ke Mandila " ujar Zergan.


" Mandila? Loh, lo mau Nara tinggal di rumah pribadi yang lo beli satu tahun lalu? " tukas Wandi tak percaya.


" mmmh, kebetulan rumah itu gak pernah gue tempati dan gak ada yang tau rumah itu kecuali lo dan gue. " ujar Zergan.


" jadi selama ini gue kira lo beli rumah di Mandila, sebagai hadiah hari pernikahan lo sama Sofia, ternyata.... Aaah sudah lah " cetus Wandi benar benar di buat bingung.


Malam pukul 19.00 di sebuah maket Nara yang kini telah tiba di luar dengan wajah yang tertutup oleh sebuah masker udara untuk menutupi lukanya yang terlihat begitu jelas akibat pukulan.


Nara kini beranjak menghampiri sosok pria yang tengah menunggunya di depan sebuah mobil hitam yang dimana pria itu terlihat berpenampilan seadanya dengan baju kaos hitam di tambah celana pendek mencerminkan layaknya seperti seorang pria berunur 26 tahun, setiba Nara di hadapan Zergan, seketika pria itu membawa Nara bersamanya dan menuju kembali kerumah gadis itu.


selang tak lama kini keduanya telah tiba di sebuah rumah tempat Nara tinggal bersama sang nenek, Nara meminta Zergan untuk tinggal di mobil nya sesaat dirinya ingin berpamitan kepada sang nenek untuk terakhir kalinya tinggal di rumah tersebut.

__ADS_1


" Nara, sebenarnya nenek cukup berat melepaskan kamu tinggal sendirian, dan apa lagi kau tidak akan bekerja bersama paman Jhon, nenek rasanya ingin bersedih Nara " tukas nenek dengan mata yang kini tampak merah menahan tangisnya.


" nenek maafkan Nara, Nara janji akan kirimkan nenek uang yang banyak nantinya saat Nara tinggal di sana, dan Nara aku sering sering menghubungi nenek, jika ada waktu Nara pasti akan menemui nenek dan bibik di sini, jadi Nara harus pergi dan nenek tidak perlu khawatir mas Zergan akan selalu ada untuk Nara " jelas Nara dengan mata yang berkaca kaca.


__ADS_2