Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Kekecewaan Zergan


__ADS_3

" tidak ada Mirna asal bicara saja kok paman " ujar Nara dengan cepat mengalihakan perkataan Mirna kepada Jhon.


" ohh yasudah kalian lanjut kerja saja, saya mau keruangan saya dulu " ujar Jhon kepada Nara dan Mirna yang kini menatap kepergian Jhon di sana.


" kamu kok bisa sampai di pukul si Nar? Siapa yang pukulin kamu? " tanya Mirna lagi lagi.


" Viko? Pria yang pernah aku ceritain ke kamu itu " jelas Nara


" Viko? Cowok yang kenal kamu di sosmed itu? " tanya Mirna lagi dengan wajah tak percaya.


" iya Mir " jawab Nara.


" brengsek kali ya tu cowok, pantes perasaan gue gak enak Nar, saat dia ngajak lo kenalan terus jalan kehotel, wah ternyata orang nya brengsek " ujar Mirna mencaci maki Viko.


" untung ada paman Jhon yang nolongin, kalau tidak ku rasa mungkin aku udah mati pasti " titah Nara bergedik ngeri membayangkan dirinya menjadi korban pembunuhan sekaligus pelecehan.


" bisa bisa mas Zergan kehilangan satu bininya nanti " batin Nara lagi.


" oh ya aku lupa balas pesan mas Zergan, gara gara ketemu Viko barusan " batin Nara lagi dan kini mengecek kembali pesannya yang terdapat begitu banyak notif yang belum terbuka.


Tting tring..


" Nara? izin pulang cepat nanti sama bos mu, kita akan pergi ke Mandila, sebelum pulang kita mampir kerumah mu " ujar Zergan dalam sebuah pesan singkat.


" iya mas " balas Nara singkat.


" kok cuma iya mas aja " balas Zergan lagi.


" lah mas mau Nara bales nya gimana? " tanya Nara bingung.


" gak jadi deh, kamu kembali kerja aja " balas Zergan


" yaudah mas Zergan juga, kembali bekerja gih, gangu Nara aja " ucap Nara dalam balasan pesan tersebut


Di lain sisi di perusahaan, Zergan yang tengah asik membalas isi pesan tersebut seketika dirinya mendapat sebuah berita secara tiba tiba dari Wandi, yang cukup hangat.


" Zer, lo udah baca belum berita pagi ini? " tanya Wandi yang kini berdiri tepat di samping Zergan yang masih fokus menatap layar ponselnya.


" apa? Berita apa sih kaya bagus aja bagi lo! " cetus Zergan lagi.


" makanya gue tanya sama lo udah liat apa belom " cetua Wandi lagi

__ADS_1


" belum! " jawab Zergan singkat.


" nih, lo baca, model atas nama Sofia Angelista, di kabarkan menerima pembatalan kerja samanya dengan perusahaan milik seorang CEO Berlina Yonara, Hanna Entertaint " jelas Wandi membacakan sebuah artikel kepada Zergan.


" pembatalan? Bukannya kemarin mereka mengadakan fotoshoot untuk iklan dan kenapa sekarang Hanna Entertain membuat berita seperti ini? " tanya Zergan tak percaya.


" dan ini nih alasan nya yang gue dapat dan gue baca dari berbagai media, kalau si Sofia ini marah marah pada manager nya kemarin Zer, dan minta pembatalan kerja sama nya kepada Julia, jadi ya mereka tarik semua kerja sama mereka dengan Sofia dan uang muka pun udah di ambil kembali tu " timpal Wandi lagi.


" lah jadi semalaman Sofia gak pulang apa gara gara ini? " tukas Zergan lagi


" loh Sofia gak pulang? kok bisa? " tanya Wandi


" mana gue tau Wan, gue coba minta beberapa anak buah gue untuk cariin Sofia tapi sampai detik ini mereka belum menemukan juga " jelas Zergan lagi


" apa jangan jangan si Sofia bundir dong " ujar Wandi


" kok pikiran lo sejauh itu sih Wan, jaga omongan lo ya " cetus Zergan


" kenapa, apa jangan jangan lo masih cinta sama Sofia nih, wih jadi pernikahan lo yang itu jangan bilang lo cuma mau bikin Sofia cemburu Zer " timpal Wandi menerka nerka.


" ck, punya otak tu di pakai yang bener Wan, Sofia itu bini gue, dan Nara juga, meski sekarang Sofia dan gue gak kaya dulu lagi, tapi setidaknya gue tetap harus jadi suaminya baik dalam keadaan apapun " jelas Zergan


" terdengar sangat egois ya Zer " cetua Wandi


" ya emang lo egois Zer, lo nikahin Nara cewek yang lo tidurin malam itu, sedangkan lo gak cinta sama tu cewek, sedangkan posisi lo saat ini suami dari Sofia, cinta pertama lo, tapi karena lo di khianatin lo sengajakan melampiaskan kekecewaan lo sama Sofia dengan cara lo nikahi Nara " cetus Wandi


" apa bener perasaan gue gitu ya? Perasaan gue bukan gitu " batin Zergan


" bener kan, soal nya lo diem aja tu " timpal Wandi lagi


" lo salah, gue cinta sama Sofia, tapi gue sayang sama Nara, asal lo tau Wan, di diri Nara gue dapat apa yang gue inginkan saat gue berharap sama Sofia, Nara baik sama gue, dia perhatian, yang selama ini gue inginkan gue dapat dari Nara Wan bukan Sofia, paham! jadi kalo lo berasumsi gue hanya nikahin Nara karena gue ingin bales kekecewaan gue pada Sofia, lo salah besar, karena sayang gue udah ada pada Nara " jelas Zergan penuh emosional.


Cklek..


Deg


" ada apa ribut ribut? " ucap seseorang yang baru saja tiba di ruangan tersebut.


" pak Bima? " gumam Wandi menatap kedatangan Bima di sana


" papa!? " gumam Zergan seketika.

__ADS_1


" apa yang kalian perdebatkan, papa denger ada yang bahas pernikahan? Siapa yang menikah? Kamu Wan? Atau.. (menatap Zergan penuh tanya) " ujar Bima menggantungkan kalimatnya.


" Zer? Papa ingin tanya, kemarin kamu bersama Sofia apa tidak? " tanya Bima kepada Zergan


" tidak pah, bukannya kemari Sofia pergi shooting iklan nya di Hanna Entertain!? " jawab Zergan menjelaskan.


" apa kamu udah baca berita hari ini? " tanya Bima lagi.


" yang pembatalan kerja sama Hanna Entertain? " tanya Zergan lagi.


" bukan, berita yang satunya lagi, berita hari ini " jelas Bima


Wandi yang mendengar berita baru kini dengan cepat tangan nya mencari sebuah informasi di layar tablet nya dan tak lama sebuah berita baru kini kembali masuk, dan bahkan berita tersebut tengah tranding di berbagai media baik dalam negeri dan luar negeri.


" apa apaan ini? " tukas Zergan menatap tak percaya dengan apa yang kini dirinya lihat di sebuah layar pada tab miliknya.


" papa harap kamu bicarakan baik baik kepada Sofia, jika benar, semua permasalahan itu papa anggap kamu bisa mengurusnya Zer, karena kamu anak laki laki, seorang kepala keluarga, jadi secepatnya kamu bicarakan hal ini pada Sofia " ujar Bima dan kini beranjak pergi meninggalakan ruangan kerja Zergan.


" Zer? " panggil Wandi kepada Zergan.


" apa benar berita ini kalau Sofia?.. " ujar Wandi menggantungkan kalimatnya.


Zergan segera meraih ponselnya dan sesekali menekan nomor milik Sofia untuk menghubungi gadis itu saat ini.


Truutttt


Truuttt


Selang beberapa menit tak ada jawaban dari ponsel Sofia, Zergan menatap kecewa dengan apa yang kini dirinya dapatkan.


***


" sayang? Zergan menelpon mu terus terusan, apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya Danil kepada Sofia yang dimana gadis itu tampak kebingungan akan situasi yang kini mendesaknya.


" biarkan saja, jangan ada yang mengangkat nya " pinta Sofia dengan mimik wajah frustasi.


" arrgh.. Siapa yang mengambil gambar tersebut, akan ku pastikan mereka akan menerima akibatnya " teriak Sofia.


" ya aku juga tidak tau siapa orang yang diam diam mengambil foto kita " cetus Danil.


" brengsek, kau pria brengsek Danil " cetus Sofia kepada Danil

__ADS_1


" apa apaan kau ini, kenapa kau mengatai ku seperti itu? " tanya Danil bingung.


" bagaimana jika aku hamil apa kata mereka, aku telah berselingkuh dan hamil anak dari pria lain " tukas Sofia kepada Danil.


__ADS_2