
" ayo kita pul.. " ucap Sofia dengan tangan yang di lingkarkan di pergelangan tangan Zerga.
" kau duluan saja, aku masih ada kerjaan, aku akan kembali ke perusahaan sekarang " ucap Zergan menyela perkataan Sofia dan beranjak menuju luar terlebih dahulu.
" baiklah, hati hati di jalan " ucap Sofia kepada Zergan.
Sofia sgera berlalu meninggalkan market tersebut dan masuk kedalam mobilnya, namun di lain sisi Nara yang hendak membersihkan mejanya tiba tiba di kejutkan dengan sebuah kartu transaksi milik Zergan yang tertinggal di meja kasir, namun dengan cepat Nara mengambil kartu tersebut dan segera menyusul keberadaan Sofia di luar, namun setibanya di luar Nara tak menemukan lagi keduanya itu di sana.
" astagah bagaimana bisa mereka meninggalkan barang berharga seperti ini di tempat umum " gumam Nara menatap kesana kemari seakan akan tengah mencari sesuatu.
" huh.. Aku simpan saja dulu, nanti jika orangnya datang kemari, aku akan mengembalikan nya " timpal Nara beranjak masuk kembali kedalam market tersebut dan melanjutkan pekerjaan nya.
Tak terasa hari kini telah berganti malam, tepat pada pukul tujuh, Nara segera bergegas menuju luar market tersebut dan menemui Jhon selaku pemilik market itu.
" paman Jhon, Nara izin pulang lebih awal ya, hari ini Nara ada keperluan mendadak " ujar Nara kepada Jhon.
" tidak masalah Nara, pulang lah, lagi pula aku akan menjaga market dulu sebentar sebelum marketnya di tutup, kau segeralah pulang dan hati hati di jalan " ujar Jhon kepada Nara.
tanpa basa basi Nara segera meraih jaketnya secepat kilat dan beranjak pergi meninggalkan market tersebut dengan terburu buru.
" paman Nara pulang dulu ya " ucap Nara kesekian kalinya.
Jhon terkekeh melihat tingkah Nara yang begitu menggemaskan seperti anak kecil yang habis main dengan waktu yang cukup lama.
Namun sesaat Jhon tengah asik menatap keberadaan Nara yang perlahan lahan menjauh dari pandangannya di balik gelap jalan tersebut, kini Jhon di kejutkan dengan sebuah suara seorang yang tiba tiba dari arah belakang nya.
Jhon spontan mengalihkan pandangan nya menatap keberadaan orang tersebut yang tengah berdiri di hadapannya dalam diam
" siapa? apa ada sesuatu yang anda perlukan tuan? " tanya Jhon kepada seorang pria yang baru saja tiba di sana
" saya datang kemari ingin mengambil kembali kartu transaksi saya, yang tertinggal di market ini " ucap pria tersebut yang ternyata Zergan.
" apa? Kartu? Tunggu akan saya cari tuan, dan kalau boleh tau kapan terakhir kali anda kemari tuan? " tanya Jhon kepada Zergan.
" beberapa jam yang lalu, sekitar pukul 10 an, dan ada seorang gadis yang bekerja disini " ucap Zergan menjelaskan.
" ohh, baiklah akan saya periksa dulu cctv toko saya, tuan boleh tunggu sebentar " pinta Jhon kepada Zergan dengan sopan
Lima belas menit kemudian Jhon kini telah kembali dan memberitahukan sesuatu kepada Zergan yang masih stay di sana.
__ADS_1
" maaf tuan, kemungkinan kartu transaksi anda ada bersama karyawan saya, kemungkinan dia lupa menyampaikan nya kepada saya soal itu, jika tuan ingin mengambilnya saya akan menelpon karyawan saya dulu untuk datang kemari " ujar Jhon kepada Zergan.
" tidak perlu, kasih tau saja alamatnya, biar saya yang datang untuk mengambil nya " titah Zergan dengan tatapan datar.
" oh.. b baiklah saya akan menunjukan anda jalan rumah Nara, tuan masuk saja jalan gang kecil ini, dan terus nanti di ujung sana ada sebuah rumah kecil berwarna cream, nah itu rumah karyawan saya atas nama Kinara " ujar Jhon kepada Zergan.
" bagaimana saya bisa melihat warna rumahnya jika lampu jalan nya saja gak ada sama sekali " ujar Zergan menatap jauh jalan gang tersebut yang begitu gelap dan sepi dari balik dalam market tersebut
" heheh nanti tuan lurus saja, dan tepat di hujung jalan itu, nah itu rumah nya " jelas Jhon lagi.
" mmh baik lah, terimakasih " ucap Zergan beranjak pergi.
" tapi mobil tidak bisa masuk kedalam sana tuan " teriak Jhon lagi sesaat Zergan berlalu begitu saja.
Daaap daaap
Dengan tanpa perasaan takut, Zergan melangkah menelusuri jalan tersebut tanpa di temani Wandi di sisinya, hanya dengan bermodal flash dari ponsel miliknya Zergan kini menerangi jalan jalan itu meski tak terlalu tampak.
" berani sekali gadis itu pulang sendirian di jalan seperti ini " gumamnya menatap jauh ujung jalan tersebut dan berharap semogah dirinya segera sampai tujuan.
tokk tokk
Suara pintu di ketuk dari luar.
Cklek..
" permisi " ucap Zergan dengan wajah terlihat shock
" siapa? " ucap seorang wanita kepada Zergan yang berdiri tepat di depan pintu rumah itu.
" kok nenek nenek ya? " batin nya dengan wajah masih terlihat shock.
" siapa? Kamu pacarnya Rani? Tomy? " tanya nenek kepada Zergan yang masih diam mematung.
" eng.. " gumam Zergan
Namun tak lama sebuah suara kini terdengar di telinga keduanya itu, yang tak asing di pikiran mereka.
__ADS_1
Nara yang baru saja selesai mandi kini beranjak menemui sang nenek yang berada tepat di ambang pintu rumah.
" nenek siapa yang datang? " tanya Nara dari arah belakang sang nenek.
" nenek juga tidak tau, nenek tanya dia malah bengong saja " ucap Nenek kepada Nara.
Nara dengan cepat menghampiri sang nenek dan kini ikut menatap keberadaan seseorang di luar sana.
Deg.
" astagah " ucap Nara dengan tangan yang kini menutupi mulutnya.
" tuan, apa tuan yang tadi pagi? " tanya Nara kepada Zergan.
" iya! " jawan Zergan singkat
" apa tuan ingin mengambil kartu milik tuan yang tertinggal? Tunggu aku akan mengambilnya terlebih dahulu " ucap Nara dengan berlalu terburu buru menuju kamarnya.
" masuk dulu nak, tak baik berdiam di luar malam malam begini, lebih baik tunggu Naranya di dalam saja sampai itu anak mengambil kartu mu yang tertinggal " jelas nenek kepada Zergan
" terimakasih " jawab Zergan yang kini beranjak masuk kedalam rumah itu.
" silahkan duduk " pinta nenek kepada pria itu lagi.
" iya " sahut Zergan dan kini beranjak duduk di sebuah sopa mini berwarnaerah marun dan menunggu keberadaan Nara yang belum kembali.
Daaap daaap
Suara langkah kaki yang berlalu menghampiri.
" ini kartu milik anda tuan, maaf membuat anda menunggu sedikit lama " titah Nara kepada Zergan yang masih duduk di sopa.
" tidak masalah, kalau begitu aku akan segera pergi sekarang " ucap Zergan kepada Nara
" iya tuan, dan hati hati di jalan, di sana gelap takutnya ada terjadi apa apa nanti " ucap Nara kepada Zergan sebelum pria itu benar benar pergi.
" mmh " sahut Zergan dingin.
" apa dia tidak mengingatku? Apa dia tidak ingat akan kejadian malam itu? " batin Zergan penuh tanda tanya.
__ADS_1