Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Lagi lagi itu terjadi


__ADS_3

Daaap daaap


Dengan tuburu buru wandi mempercepat langkahnya dan seketika mendekap mulut Sofia dengan cukup lama dan membuat gadis itu jatuh pingsan sbegitu saja.


" sory Sofia, gue lakuin ini karena gue kasihan sama Zergan, yang dapet istri kaya lo yang suka main sana sini, maaf gue harus batalin rencana lo malam ini " ucap Wandi yang kini memindahkan tubuh Sofia kedalam sebuah mobil milik gadis itu dan berlalu menuju kembali kedalam hotel untuk segera menemui Zergan yang dimana pria itu masih berada di dalam kamar.


***



Setiba di kamar Wandi, segera beranjak menghampiri Zergan yang tengah terbaring di atas tempat tidur.


sreeeek


Wandi segera membopotong tubuh atasannya itu dan berencana untuk membawa kembali Zergan dan meninggalkan tempat tersebut, namun sesaat Wandi hendak berbalik menuju pintu, tiba tiba, sebuah pukulan cukup kuat kini menghantam pundaknya dan brrrukk


Wandi seketika jatuh pingsan begitu saja di atas tempat tidur tersebut.


" ck ternyata lo ya Wan, setia banget sih sama majikan lo satu ini, ckck, kan kena juga lo akhirnya " gumam suara seorang pria yang tak lain Danil yang ternyata baru saja tiba di dalam kamar tersebut.


zreeek


Danil beranjak dan memindahkan tubuh Wandi ke sebuah mobil putih yang terpakir rapi di basement dan menguncinya begitu saja, setelah selesai Danil kini berencana mencari keberadaan Sofia yang dimana gadis itu tak kunjung kembali.



" lama sekali Sofia, kemana dia sekarang? " gumam Danil yang kini menelusuri seluruh basement untuk mencari keberadaan Sofia disana.


namun setibanya di depan sebuah mobil hitam arrcood yang biasanya gadis itu gunakan, Danil sontak terkejut mendapati Sofia yang tengah terbaring di dalam mobil dengan menggunakan baju mininya.


Dengan cepat Danil membuka pintu mobil tersebut dan membawa tubuh Sofia kembali ke dalam hotel, untuk melanjutkan rencananya.


Bruuukk


" ck kali ini jangan sampai rencana gua gagal, gua gak mau penderitaan lo sampai disini aja Zer, dari dulu lo selalu jadi perebut antara gua dan Sofia, dan alhasil lo menikahi Sofia, tapi mulai saat ini gua gak akan ngembiarin pernikahan lo mulus begitu saja " ucap Danil yang kini menatap kearah Zergan yang tak berdaya di atas tempat tidur.


" Fan? " panggil Danil kepada sesorang di luar kamar.

__ADS_1


" iya tuan? " sahut orang tersebut yang merupakan anak buah dari Danil bernama Irfan.


" suntikan keduanya obat sekarang, dan setelah itu kita pergi dari sini " pinta Danil kepada Irfan yang kini membawa dua buah suntikan obat yang akan menyebabkan keduanya mabuk berat.


***



Nara yang baru saja tertidur kini terbangun begitu saja dari tidurnya, merasakan haus yang begitu saja, Nara segera beranjak turun dari tempat tidur dan belalu menuju ke sebuah ruang dapur untuk mengambil segelas air untuknya.



Setibanya di sana, Nara tak menemukan sosok Yani art di rumah itu, Nara segera menuju kesebuah kulkas dan mengambil sebotol air mineral untuknya dan kini meneguk habis air tersebut.


Nara yang baru saja selesai kini beranjak kembali kekamar nya untuk lekas tidur, namun setibanya di kamar Nara sontak teringat akan keberadaan Zergan saat itu, yang dimana pria tersebut belum saja mengirimkan nya sebuah pesan kepadanya.


Nara seketika menatap kesebuah dimana jam dinding berada, dan menujukan pukul 23.21.


" apa mas Zergan udah pulang ya? Tapi kenapa mas Zergan gak kirim pesan, apa mas Zergan pulang kerumahnya? Ck sudahlah lagi pula Sofia itu istri mas Zergan, ya itu hak mas Zergan mau pulang kemana " gumam Nara yang kini merebahkan tubuhnya kembali di atas kasur dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.


Tak terasa malam kini telah berganti pagi tepat di sebuah kamar, Nara yang masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya kini perlahan lahan mata gadis itu membuka menatap samar ke arah seluruh penjuru kamar tersebut, Nara segera meraih sebuah ponsel miliknya dan membuka aplikasi pesan namun lagi lagi tak ada balasan dari Zergan saat itu.


Namun setiba di ruang dapur Nara sontak di kejutkan dengan keberadaan Yani yang sudah tiba di dapur sembari membuatkan secangkir susu hangat dan semangkuk sereal untuk Nara.


treeek


" ini aku buatkan sarapan, gimana tidurnya semalam? nyenya? " tanya Yani seketika.


" apa aku harus menjawab perkataan kamu, Yani? " ucap Nara yang kini duduk di bangku kosong seraya menyeruput segelas susu yang di buatkan untuknya.


" ng!? " gumam Yani yang kini menatap bingung Nara yang berbicara seperti itu.


" ternyata pelayan sepertimu cukup berani ya Yani, apa kau selalu seperti ini kepada majikan mu? " tukas Nara yang kini memakan sarapan nya dengan tenang.


" aku tidak seperti itu kepada majikan ku " cetus Yani.


" oh ya? Bukan kah kau baru saja menunjukan sifatmu itu kepada majikan mu barusan " cibir Nara yang kini menatap kearah Yani yang dimana wanita itu tengah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


" majikan? Apa anda bermimpi soal itu, tuan hanya memiliki satu istri dan itupun nyonya Sofia, bukan kau " ujar Yani dengan tersenyum remeh.


ZREEEEK


Nara sontak bangun dari tempat duduknya dan kini menatap intens sosok Yani yang berani memperlakukan dan berkata seperti itu kepadanya.


" aku tau itu, tapi asal kau tau, di rumah ini akulah atasan mu, bukan Sofia, mengerti!? " cetus Nara yang kini gadis itu tampak sedikit berani.


" ck apa kau berharap aku akan tunduk dan menuruti perintahmu nyonya Nara, selama kau hanya istri kedua dari tuan Zergan, sepertinya aku tidak pantas untuk itu " titah Yani lagi.


" oh seperti itu, baiklah jika itu kemauan mu " sahut Nara yang kini beranjak meninggalkan ruang dapur tersebut begitu saja.


***


Namun di lain sisi, Zergan begitu juga Sofia yang baru saja terbangun dari tidur mereka tampak Zergan pria tersebut kini menatap bingung akan apa yang terjadi kepadanya begitu saja, di sebuah kamar hotel tanpa sehelai baju di tubuhnya.


" Zergan? " panggil Sofia kepada Zergan yang masih duduk di atas tempat tidur.


Sreek.


" jangan menyentuh, apa yang terjadi dan kenapa ini? " tanya Zergan menatap tak percaya dengan apa yang kini terjadi.


" kenapa kau bertanya kepadaku Zer, seharusnya aku yang bertanya kenapa kau tampak begitu agresif semalam " ujar Sofia kepada Zergan.


" apa? Aku? " gumam Zergan dengan wajah tak percaya.


" iya kita melakukan nya " timpal Sofia lagi.


" tidak, itu tidak mungkin, kenapa aku tidak ingat apa yang terjadi semalam, ck " ujar Zergan yang kini menatap ke sebuah jam di atas meja yang dimana menunjukan pukul 9 pagi.


" Nara? Astaga apa yang aku lakukan semalaman aku, aku bahkan tidak bisa mengingat apapun ck " batin Zergan yang kini menatap kearah Sofia yang tengah menutupi tubuhnya di balik sebuah selimut.


" katakan apa yang terjadi? Kenapa aku sampai bisa melakukan nya " tanya Zergan lagi.


" kenapa? Zer aku ini istri mu, kenapa kau malah berkata seperti itu " sahut Sofia.


" aku tidak akan pernah menyentuh wanita yang bahkan sudah bermain dengan pria lain " sahut Zergan lagi.

__ADS_1


" tapi kali ini kau sudah menyentuhku Zer, lantas apa kau juga tidak akan mengaku anak mu jika aku hamil nantinya " timpal Sofia, cukup membuat Zergan terdiam dan merenungi apa yang telah terjadi kepadanya sehingga membuatnya tak sedikit pun mengingat apa yang dirinya alami.


__ADS_2