Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Seperti Mimpi


__ADS_3

" itu tidak mungkin mimpi kan? " ucap seorang wanita yang tengah berada di sebuah ruang dapur.


" apa yang mimpi? " sahut seseorang dengan suara sedikit keras kepada Nara.


Deg..


" bibik? " gumam Nara sesat mendapati bik Rani yang merupakan adik kandung dari sang ibu.


" kenapa melamun? cepat bereskan semuanya dan selesaikan masakan untuk pagi ini " pinta Rani kepada Nara dengan sedikit membentak gadis itu.


" Rani? Jangan terlalu kasar sama Nara, dia itu keponakan kamu, jangan terlalu kasar sama nya " titah seorang wanita tua kepada Rani.


" ihh, ibuk aja deh yang urus cucu kesayangan ni ibuk, Rani mau pergi keluar, dan ingat ya Nara sebelum aku kembali kerumah, kau harus sudah membereskan rumah ini mengerti " pinta Rani kepada Nara.


" i iya bik " ucap Nara menatap biasa biasa saja kepada Rani.


Rani segera berlalu pergi meninggalkan ruang dapur itu dan berlalu menuju luar rumah, yang dimana di sana terlihat sebuah mobil sedan abu milik seorang pria paruh baya yang merupakan pacar dari Rani yang bernama Tomy.


Tom merupakan seorang pria yang berumur 35 tahun, berpropesi sebagai security di salah satu perusahaan terkenal di New york, sedangkan Rani baru saja berumur 28 tahun merupakan seorang pramusaji di salah satu restoran milik keluarga Sugitra yang merupakan keluarga terkaya nomor 1 di New York begitu juga di Asia.


" Nara, nenek mau tanya, semalaman kau kemana? Setelah kau pamit pergi bersama teman mu Kau tidak pulang kerumah, nenek khawatir jika terjadi sesuatu kepadamu, kau tau di sini sering kali terjadi pemerk***n terhadap wanita " ujar nenek kepada Nara.


" nenek Nara sebenarnya nginep di... Tempat kerja Nara, di market tempat Nara bekerja, nenek tau kan kalau paman Jhon itu selalu baik kepada Nara, nah jadi paman Jhon menyiapkan tempat tinggal untuk Nara yang tak jauh dari market itu agar jika Nara tidak pulang jauh kalau malam hari " ucap Nara berbohong.


" bagus kalau begitu, nenek pikir kau kenapa kenapa, nenek takut, apalagi mama sama papamu sudah lama meninggal dalam kecelakaan pesawat tempo lalu, dan seluruh aset keluarga kamu juga habis tak tersisa, keluarga Armadja benar benar hancur, semua perusahaan papa mu di ambil alih oleh bos besar sebagai tebusan hutang hutang papamu sebelumnya " jelas nenek kepada Nara.


Nara tak bergeming melainkan menatap nanar sang nenek yang tengah bersedih mengenang mendiang sang putri tercinta begitu juga mantu kesayangannya yang tak lain papa dari Nara yang bernama Armadja Hendrawan atau di kenang dengan Tn Hendra.


" nenek kalau begitu Nara mau bersiap siap pergi kerja dulu, masakan sudah siap nenek, bibik pasti pulang jam 8 malam nanti, jadi Nara masih punya waktu untuk membersihkan rumah, nenek istirahat saja sekarang, Nara pamit pergi dulu nenek " ucap Nara beranjak pergi menuju luar rumah dan berjalan menelusuri jalan kecil yang cukup sepi itu untuk menuju tempat kerjanya yang terletak di ujung sebrang jalan itu.


...𝐌𝐀𝐑𝐊𝐄𝐓...



" Hai Nara? Kau sudah tiba, padahal kau masih punya waktu 2 menit lagi " ucap suara seorang pria kepada Nara yang tak lain Jhon pemilik market tempat Nara berkerja.

__ADS_1


" tidak apa paman lagi pula lebih cepat, lebih baik " ucap Nara kepada Jhon


Kini keduanya itu segera beranjak masuk kedalam market itu, dan Jhon beranjak menuju sebuah gudang untuk mengambil beberapa dus minuman soda untuk dirinya susun pada rak di sana.


" biar aku saja paman Jhon, lagi pula ini pekerjaan ku " ucap Nara yang kini ikut andil dalam menyusun minuman soda itu.


Jhon tersenyum dan mengizinkan Nara menyusun semuanya, sedangkan Jhon segera berpamitan untuk kembali kerumahnya.


" hati hati paman " ucap Nara kepada Jhon.


Namun selang tak lama, sebuah mobil hitam mewah kini berhenti begitu saja tepat di depan market itu dan tampak seorang wanita yang menggunakan dress hitam mini dan berjalan masuk ke dalam market tersebut dengan lenggak lenggok.


tring suara bell tanda seorang tamu masuk.


" selamat pagi nyonya, ada yang bisa saya bantu " ucap Nara dengan ramah.


Wanita tersebut tak bergeming melainkan menatap satu persatu rak rak yang dipenuhi berbegai macam aneka kebutuhan rumah.


" hari ini aku akan membuatkan makan malam untuk suami ku, apakah kalian punya daging sapi yang segar? " tanya wanita tersebut tanpa menatap kearah Nara.


" ohh, aku mau yang ini dua, dan beberapa sosis yang masih baru " pinta wanita tersebut kepada Nara.


Nara mengangguk cepat dan kini mengambil beberapa keperluan yang wanita itu katakan kepadanya.


" ini nyonya " ucap Nara menyodorkan sebuah troli kepada wanita tersebut.


" terimakasih, aku akan mencari beberapa keperluan lainya dan aku butuh bantuan mu, bisakah kau mengambil beberapa kaleng soda untuk ku, dan letakan di meja mu dulu setelah itu aku akan membayarnya nanti " pinta wanita tersebut lagi.


Nara dengan senang hati mengambil beberapa kaleng soda dan meletakan nya di meja kasir dan kini dirinya kembali memasuki ruangannya untuk bersiap membuka kasir itu.


Treeek


tring...


Suara bel kesekian kalinya pertanda seorang pengunjung datang.

__ADS_1


daaap daaap suara langkah kaki yang menggunakan sepatu, kini beranjak memasuki lebih dalam lagi isi market tersebut.


" oh, sayang kau datang kemari? " tanya wanita tersebut sesaat melihat seorang pria yang baru saja tiba di sana.


" kau yang memintaku datang meski aku tak mau, karena kau memaksa, jadi aku datang kemari " ucap pria itu dengan datar.


" (tersenyum datar) kau mau ku masakan mu apa malam ini? Aku membeli beberapa bahan makanan untuk.. "


" tidak perlu, lagi pula nanti malam aku ada pertemuan dengan klien dari Indonesia, kemungkinan aku akan makan diluar malam ini " ucap pria itu datar.


" huh.. baiklah kalau begitu aku akan membayar dulu barang belanjaan nya " titah wanita itu dan kini berlalu menuju meja kasir yang dimana Nara berada.


" aku ingin bayar semua barang belanjaan ku " ujar wanita tersebut kepada Nara.


" baik nyonya, saya akan menghitungnya dulu ya " ucap Nara dengan tersenyum lembut.


Namun di lain sisi, pria yang masih berada di hadapan kedua wanita itu, kini menatap intens sosok Nara yang terlihat sibuk berkerja.


" tuan? " ucap seorang pria satunya kepada pria tersebut yang menyadari tatapan majikan nya itu kepada sosok Nara.


Sreeek. Sebuah tangan kini menghadang tubuh milik anak buah pria itu.


" dia? Gadis itu? " gumam pria tersebut yang tak lain Zergan, yang ternyata pria itu kini mengetahui keberadaan Nara di sana.


" tuan, disini masih ada nyonya Sofia " tukas Wandi kepada Zergan yang hendak menghampiri sosok Nara.


" kau tenang saja, aku tau batasan ku " ucap Zergan yang kini menghampiri Sofia yang hendak membayar barang belanjaan nya.


" i ini " ucap Sofia namun seketika di potong oleh Zergan yang menggantikan nya untuk membayar semua belanjaan wanita itu.


" pakai ini saja " pinta Zergan dengan mengulurkan sebuah kartu transaksi Visa kepada Nara.


" ng.. Oh. baik tuan " ucap Nara dengan menerima kartu tersebut.


" Zer? " titah Sofia menatap penuh rasa bahagia dengan apa yang dirinya lihat.

__ADS_1


" terimakasih tuan nyonya, jangan lupa datang kembali " ucap Nara dengan senyumnya yang begitu manis.


__ADS_2