Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Kedatangan Zergan


__ADS_3

" sudahlah Khan, jangan ganggu gue, pikiran gue sumpek, gimana caranya gue bikin tu papa mertua gua tu gak usah ikut campur masalah gue sama si Zergan, nyebelin tau gak " cetus Sofia dengaan wajah terlihat kesal.


" lagian sih semua ini terjadi ya karena lo juga Sofia, Zergan yang seharusnya cinta sama lo sayang sama lo, tapi lo khianatin dan milih tidur sama pacar lo itu si Danil, bagaimana jika lo hamil anak Danil, untungnya tidak tapi " ujar Khansa mengingat kebusukan Sofia kepada Zergan saat itu.


" gua cinta sama Danil, dan gue nikah sama Zergan itu semua hanya semata gue ingin menikmati kehidupan yang pantas doang, gue gak perlu kaya lo, capek capek kerja, cukup duduk di rumah dan nikmati saja semuanya, lagi pula Zergan tidak akan tau perasaan gue selama ini kepadanya tidak lebih, apa lagi tu mertua gue itu, gue gak bakalan mau tau gak jadi mantu mereka, jika mereka orang miskin " sahut Sofia panjang lebar.


" tobat Sofia tobat, lo gak jera apa, udah ketahuan selingkuh oleh Zergan dan lo masih ngembenci mertua lo, gila banget sih lo, semogah gua di jauhin dari sifat kaya lo yang satu ini " cibir Khansa.


" bilang aja lo iri kan " cetus Sofia dan kini beranjak pergi meninggalakn club tersebut dan kembali kerumahnya.


" apaan yang diirin coba, asal lo tau karma itu ada dan Zergan balas dengan hal yang sama baru tau rasa " cetus Khansa lagi sesaat menatap kepergian Sofia dari club tersebut.


***


Pada pukul delapan malam, Nara yang baru saja keluar dari market tempat dirinya bekerja, begitu juga dengan Mirna yang tampak tengah mencoba mengunci semua sudut market itu dengan hati hati, dan memastikan semuanya dalam keadaan baik baik saja.


" oh ya Nar, bibik lo udah pulang gak malam ini? " tanya Mirna kepada Nara.


" belum sih katanya, kemungkinan lusa baru pulang dari Singapore " ujar Nara memastikan.


" jadi boleh dong kita mampir bentar ke kafe yang lo omongin sama om om tadi yang ada di depan taman itu hehe " tukas Mirna


" tapi gue belum kasih tau nenek gue sekarang, gue takut nenek gue khawatir nanti gimana " jelas Nara.


" nanti pulangnya aku temenin kok Nar sekalian aku yang tanggung jawab sama nenek Marya " titah Mirna lagi mencoba meyakinkan Nara.


Nara terdiam cukup lama dan kini menganggukan kepalanya menyetujui usulan Mirna saat itu.


" yey, ayo kita pergi nanti keburu malam loh " titah Mirna sembari menarik tangan Nara menuju seberang jalan dan menuju kafe depan taman yang terletak tak jauh dari lokasi mereka saat ini.


Di lain sisi di sebuah mobil hitam š€š‘š‘š‚šŽšƒ yang tengah melaju melintasi perkotaan dengan kecepatan di atas rata rata menuju ke sebuah perumahan Elit yang terletak di salah satu jalan Vetran III, tampak mobil tersebut kini memasuki salah satu halaman rumah besar berwarna putih itu dan memakirkan mobil tersebut di salah satu garasi yang ada di rumah tersebut.


Bamm


suara pintu mobil di tutup dari luar, tampak seorang baru saja keluar dari dalam mobil tersebut dan dengan wajah terlihat kebingungan.

__ADS_1


" apa Zergan belum kembali? Tidak biasanya dia pulang larut malam " gumam seorang wanita yang tak lain Sofia yang baru saja tiba dirumahnya dengan mata menatap kosong mobil Zergan yang masih belum terpakir di sana.


Sofia segera mengambil ponselnya dan berencana menghubungi seseorang saat itu.


" halo Sofia? Ada apa menelpon malam malam begini? " tanya seseorang dari seberang panggilan tersebut yang kini terhubung.


" halo Ar, apa Zergan masih ada di kantornya sekarang? " tanya Sofia kepada Ardi.


" ng, maaf Sofia aku tidak tau Zergan saat ini dimana, aku baru saja tiba di rumah ku beberapa menit yang lalu, kemungkinan Zergan masih berada di perusahaan, karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan katanya " ujar Ardi menjelaskan.


" ohh baiklah aku matikan dulu kalau begitu " tukas Sofia mematikan panggilan tersebut begitu saja dan melanjutkan langkahnya memasuki rumah itu dan bergegas menuju kamar nya untuk beristirahat.


Malam kini telah berganti pagi, di sebuah kamar yang begitu besar dan mewah, terlihat Zergan yang dimana pria itu telah bangun dari tidurnya beberapa jam yang lalu.


" hoaaam "


Deg.


" Zergan? Kau sudah bersiap? (menatap jam dinding pukul 06.27) ini masih pagi, tidak biasanya kau bangun pagi pagi begini? Dengan pakaian rapi seperti ini? " tanya Sofia yang menyadari keberadaan Zergan yang duduk di sebuah sopa putih dengan kemeja navy yang terpkai rapi di tubuhnya.


" lalu bagaimana dengan mu? Apa kau punya jadwal iklan mu hari ini? " tanya Zergan kepada Sofia yang kini beranjak bangun dari tempat tidur dan berlalu menghampiri sosok Zergan yang masih duduk di sopa.


Sreeek


Sebuah tangan kini mendarat tepat di pundak Zergan dan perlahan lahan tangan itu berdalih menelusuri dada bidang miliknya seakan akan mencoba merayunya.


" apa yang kau lakukan? " tanya Zergan menatap sekilas tangan Sofia yang kini berada tepat di depan dadanya.


tak ada jawaban melainkan gadis itu tersenyum dan kini merebahkan kepalanya di pundak pria itu sembari berbicara sesuatu kepadanya, dan bisikan tersebut sontak membuat perubahan wajah Zergan begitu drastis.


" tidak biasanya kau meminta seperti ini? " tukas Zergan lagi.


" ayolah " sahut Sofia dengan suara genitnya.


" ini masih pagi dan aku harus bekerja, aku baru dapat pesan dari Berlin kalau kau ada jadwal iklan hari ini pukul sembilang pagi " tukas Zergan mengalihkan pembicaraan dan kini beranjak bangun dari sopa dan berlalu begitu saja meninggalkan Sofia yang masih berada di kamar mereka.

__ADS_1


" ck, dengan susah paya aku memujuknya, tapi dia tetap saja tidak tertarik sedikit pun " cetus Sofia menatap jauh kepergian Zergan dari kamar tersebut.


trutttt truttt.


Suara panggilan masuk


" halo? " ucap Sofia sesaat panggilan itu tersambung


" halo Sofia, kau dimana? Aku menunggu mu di Vš„š‘š‘šŽššˆš‚š€, dan kau masih belum tiba sekarang " ucap seseorang dari seberang panggilan.


" mmh tunggu aku 20 menit lagi, aku akan menelpon mu saat aku telah tiba di sana nanti, aku matikan telponya dulu, bye! " ucap Sofia kepada orang tersebut dan sembari mengakhiri panggilan itu dn bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


***


š‹šŽš”šƒš‹šŽš– š¬š­š«šžšžš­



Tepat di persimpangan Zergan yang baru saja tiba di jalan tersebut kini mencoba menghampiri sosok Nara yang masih bekerja di Maket tersebut bersama dengan Mirna di sana.


tring...


Suara bel lonceng berbunyi pertanda seorang tamu masuk


" selamat pagi, ada yang bisa... eng tuan kau? " ucap Mirna sesaat matanya tertuju kepada sosok Zergan yang tiba tiba berada di hadapannya.


" Nara ada? " tanyanya kepada Mirna.


" ada, tunggu bentar saya panggilkan Nara dulu kalau begitu " titah Mirna yang kini berlalu dengan secepat kilat menghampiri sosok Nara yang tengah sibuk merapikan beberapa barang di rak rak tersebut.


" Nar Nar? " panggil Mirna seperti orang tengah di kejar oleh sesuatu.


" apaan sih Mir, kok kayak orang di kejar maling aja " sugut Nara


" om yang kemaren Nar, tu ada di depan nyariin lo " tukas Mirna lagi.

__ADS_1


__ADS_2