Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Ingatan yang hilang


__ADS_3

𝐀𝐆𝐀𝐓𝐇𝐀 𝐌𝐀𝐍𝐒𝐈𝐎𝐍



Di kediaman Agatha, tepat pada pukul sebelas pagi, Zergan yang baru saja tiba di kediaman nya bersama Sofia, kini tempak keduanya terlihat tengah larut dalam sebuah keheningan di balik sebuah kamar utama rumah itu.


" kenapa kau sedari tadi mendiam kan ku Zer? " tanya Sofia yang kini mulai berbicara setelah sekian lama berdiam diri.


" tak ada hal menarik yang ingin ku katakan " cetus Zergan menatap jauh luar rumah dari balik kaca jendela kamar itu dengan kepala yang seakan akan mencoba untuk kembali mengingat apa yang terjadi.


Sofia, yang dimana tampak wanita itu kini perlahan lahan mencoba menghampiri sosok Zergan yang tengah berada tak jauh dari hadapannya, dan seketika melayangkan sebuah pelukan di tubuh pria itu.


" apa yang kau lakukan? " tanya Zergan dingin.


" maafkan aku Zer, mari kita mulai semuanya seperti dulu " titah Sofia mencoba meluluhkan hati pria tersebut.


Zergan tak bergeming melainkan membalikan tubuhnya menatap kearah dimana Sofia berada.


" sudah berapa kali kau berkata seperti itu kepadaku Sofia? Kau berencana berbaikan dan kau mengulangi hal yang sama seiring waktu " cibir Zergan


" kali ini aku berjanji, aku tidak akan melakukan hal itu kepadamu lagi, aku berjanji Zer, jika aku melakukan nya kau bisa memutuskan hubungan ini, tapi jika terjadi sesuatu kepadaku saat aku hamil anak mu, kuharap pernikahan ini masih berjalan " ucap Sofia penuh keyakinan.


" (tersenyum smrik) apa kau yakin jika itu anak dari ku Sofia? " tanya Zergan sontak membuat Sofia kini menatap diam dirinya.


" apa maksud mu Zer? " tanya Sofia


" bukan kah kau sering menghabiskan waktumu bersama Danil beberapa bulan belakangan, mungkin kau ingat aku pernah menyentuhmu hanya dua kali Sofia, dan itupun sejak pertama kita menikah dan begitu juga kejadian tadi malam, setelah itu kau habiskan masamu dengan Danil, seseorang dari musuh dunia bisnis ku " cetus Zergan dengan penuh penekanan, dan kini berlalu pergi begitu saja meninggalkan kamar itu dan berencana untuk menuju perusahaan miliknya


Sofia terdiam sembari menatap jauh kepergian Zergan sepanjang lorong rumah itu yang perlahan lahan menghilang dari pandangan nya.



" ck, apa yang terjadi semalam itu, kenapa aku juga tidak mengingat nya? Huh, apa jangan jangan Danil juga menyuntikan nya kepadaku? Tapi syukurlah, Zergan tidak membahas soal perceraian itu lagi " guman Sofia sesaat dirinya menatap jauh kepergian Zergan di sana.


Namun di sisi lain Zergan yang kini tiba di lobi rumahnya, seketika pria itu di kejutkan dengan keberadaan anak buah yang satunya lagi yang dimana Ardi baru saja tiba di rumah itu.


__ADS_1


" Ar? Kamu kesini? Ada apa? " ujar Zergan sesaat dirinya menatap bingung keberadaan Ardi di sana.


" oh tuan, saya kemari untuk untuk mengirimkan laporan kemarin tuan, saya telah menghubungi Wandi dari tadi, tapi tidak ada jawaban tuan " jelas Ardi kepada atasannya itu.


" Wandi? dia gak masuk hari ini? " tanya Zergan


" Wandi gak masuk tuan, bahkan ponselnya saja tidak bisa di hubungi " titah Ardi lagi.


" loh bukan nya Wandi... Ck astagah apa yang terjadi? Kenapa aku tidak ingat sedikitpun " batin Zergan mencoba mengingat ingat kembali ingatannya.


" Ar, tolong hubungi... " ucap Zergan seketika terhenti.


" hubungi siapa tuan? " tanya Ardi


" gak perlu, begini saja, kamu handle perkerjaan saya, saya hari ini ada urusan mendadak " ujar Zergan lagi dan kini beranjak meninggal kan Ardi sendirian di rumah itu.


" baik tuan " jawab Ardi menatap bingung atasannya itu yang terlihat seperti orang panik.


***



" kamu kenapa bisa sampai di pukul si Wan? " tanya Nara kepada Wandi


" ngh, saya habis di kroyok premen nona saat saya tidak sengaja menyenggol pria itu " ucap Wandi berbohong.


" kamu sendirian? " tanya Nara lagi.


" i iya " jawab Wandi.


" saya kira kamu sama mas.. " ucap Nara seketika terhenti sesaat dirinya mendengar suara bel rumah itu berbunyi.


" siapa yang datang? " gumam Nara menatap jauh kesebuah pintu rumah.


" mungkin orang kali Nar " ujar Wandi dengan mata ikut menatap kearah pintu rumah.


Tak lama Yani beranjak dari ruang dapur dan seraya membuka pintu rumah itu dan tampak sesosok pria dengan tubuh tinggi tegap kini berdiri tepat di ambang pintu rumah tersebut.

__ADS_1


" oh tuan muda sudah tiba " ucap Yani sesaat mendapati sosok Zergan yang ternyata tiba di sana.


Zergan tak bergeming melainkan beranjak masuk begitu saja kedalam rumah itu dan seketika pandangannya tertuju dimana keberadaan Nara begitu juga Wandi yang kini tengah duduk di sopa.


Deg


" mas Zergan? " gumam Nara menatap keberadaan Zergan pagi pagi itu.


sreek


Dengan spontan Wandi beranjak dari tempat duduknya dan kini beranjak sedikit menjauh dari Nara yang tengah mengobati lukanya.


" tuan? " sapa Wandi kepada Zergan.


" Wan? Jadi kau disini? Apa yang kalian lakukan? " tanya Zergan dengan mata menatap keduanya itu secara bergantian.


" n nona berusaha mengobati s saya tuan " jawab Wandi.


" apa yang terjadi? Bukan nya kau ikut bersama ku kemarin malam? Dan sekarang kenapa kau bisa ada di rumah ini? " tanya Zergan menerka.


" tuan, saya memang ikut bersama tuan kemarin malam, t tapi " ujar Wandi yang kini menghampiri Zergan dan meminta pria itu untuk ikut bersamanya menuju luar rumah itu.


Setiba di luar rumah, Wandi kini mencoba menjelaskan kembali perkataanya kepada Zergan dan apa yang dialami atasannya itu begitu juga dirinya.


" begini tuan, apa tuan tidak ingat kemarin malam? " tanya Wandi kepada Zergan


" kejadian apa? Aku tidak tau, yang hanya ku ingat aku mengajak mu ikut bersamaku, menemui Sofia dan saat aku sadar aku berada di sebuah kamar bersama Sofia " jelas Zergan


" dan sekarang aku mendapatimu dirumah ku dengan istriku Wan, apa yang terjadi? " tanya Zergan lagi.


" mungkin tuan telah mengalami lumpuh ingatan sesaat karena obat yang di berikan oleh Danil waktu malam itu untuk menjebak tuan " jelas Wandi lagi.


" obat? Lalu? Kenapa kau bisa sampai seperti ini? Dan tiba disini? " tanya Zergan lagi.


" aku berusaha membantu tuan pergi dari sana, namun itu tidak berhasil Danil menemukan ku dan aku hanya merasakan sesuatu yang besar dan berat menghantam pundak ku, setelah aku sadar aku berada di vila milik keluarga Darwis, mereka memukuli ku dan membuang ku ke tepi danau di sisi bukit ini tuan, karena itu, tempat paling terdekat hanya rumah ini, aku berhutang budi kepada nona yang telah membantuku " ujar Wandi lagi menjelaskan.


" ck, baiklah, satu lagi Wan, jangan sampai seseorang tau rumah ini mengerti? Apa lagi aku tidak mau Nara sampai ikut terlibat dengan masalah ini " ujar Zergan dan kini menatap jauh hutan kecil yang mengelilingi halaman rumah itu dengan diiringi suara desiran air danau yang cukup memanjakan pikirannya kala itu.

__ADS_1


" baik tuan " sahut Wandi lagi.


__ADS_2