Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Perasaan apa ini


__ADS_3

" mmmhh " gumam Mirna dalam mulut yang di tutup rapat oleh Nara.


" lemm pamm simm " ucapnya di balik telapak tangan Nara yang masih menempel pada bibir gadis itu.


" aaah aaa, hampir metong gua Nar, untung hidung pesek gua gak mancung akibat tangan mulus lo nutupin nih hidung gua " cetus Mirna mendomel tak karuan.


" makanya ngomong itu pikir dulu napa " sahut Nara lagi


" iya iya paham buk " ucap Mirna mengakui kesalahan nya.


" oh ya Mir, kunci toko mana ya? kan sama lo tadi? " tanya Nara seketika meraba raba saku celananya mencari sebuah kunci.


" lah gua juga lupa tu Nar dimana gua letakin tu kunci, mampus dah, bisa bisa paman Jhon ngamuk nanti, tu kunci dah hilang beberapa kali huaaaa " tukas Mirna seketika panik.


" ini kunci yang kalian cari? Masih bagus nih di pintu toko nyontol " sambung Wandi menatap kearah kunci tersebut.


" huaa syukurlah, terimakasi om ganteng telah mejadi penyelamat bagi saya, kenalkan saya Mirna Marchelina, cewek canti.... "


" gak usah om temen saya agak geger dikit otaknya jadi ya suka kumat kaya gini " sambung Nara dengan cepat mendorong masuk Mirna menuju kedalam market tersebut tanpa memperdulikan temannya tersebut yang kini terlihat manyun.


" eh i iya " ucap Wandi speechless.


" fftth " seketika Zergan tersenyum lepas melihat kekonyolan kedua gadis tersebut, sontak membuat Wandi tak percaya dengan apa yang kini dirinya lihat dengan perubahan atasanya itu.


" wih gak biasanya tuan senyum selebar ini, apa jangan jangan.. "


" udah masuk saja, gua mau beli keperluan rumah gua, udah habis, Sofia gak pernah beli keperluan rumah selama nikah sama gua " cetus Zergan yang kini mendorong masuk Wandi kedalam market tersebut.


" kasihan banget nasib bos gua, dapet istri bukan nya senang, malah kebalik kayaknya " cetus Wandi ceplas ceplos.


𝐃𝐈 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐌𝐀𝐑𝐊𝐄𝐓



" om ganteng mau saya bantu kah? " titah Mirna kepada Wandi sembari menggoda pria itu dengan sedikit centil

__ADS_1


deg..


" kok agak nyeremin yak nih cewek, tapi lucu juga " batin Wandi dengan wajah masih terlihat shock akan tindakan Mirna kepadanya yang menunjukan beberapa barang barang terbaru.


Namun di lain sisi Zergan yang melihat kejadian tersebut tampak sedikit bingung dengan apa yang kini di lihatnya, baru pertama kali dirinya melihat anak buahnya itu di dekati seorang gadis selama 23 tahun bersemayam dengan kesendirian.


" jodoh lo kali Wan " cetus Zergan tiba tiba dari arah depan Wandi.


" oi.. ng.. Nggak lah tuan, lagian agak serem juga deket nih cewek " bisik Wandi kepada Zergan.


" emang saya hantu om -_- " sahut Mirna yang ternyata sedikit mendengar pembicaraan kedua pria itu tentang nya.


" eh.. " gumam Wandi terdiam sejenak


" gapapa deh om bilang saya serem, tapi gini gini saya cantik loh om, mmh masih kalah jauh lah sama temen saya yang itu " ucap Mirna sembari menunjuk kearah Nara yang sibuk menghitung hitung uang recehan.


" temen kamu udah punya pacar? " tanya Zergan tiba tiba.


Deg


" belum tuan, temen saya itu jomblo menaun, padahal banyak yang suka tapi gak ada yang diresponin sama dia, kalo tuan mau, gapapa saya sebagai teman Nara saya ikhlas kok tuan " tukas Mirna ceplas ceplos.


pltakkk sebuah sabun batangan kini jatuh di atas kepala Nara dengan sedikit keras secara tiba tiba.


" apaan nih, ada yang ngomongin gua kah, sakit sekali nenek " ucap Nara mengosok gosok kepalanya yang terasa sakit.


" hukks hukss " Zergan sontak tersedak sesaat mendengar penuturan Mirna kepadanya secara tiba tiba.


***


Setelah beberapa menit mencari barang keperluan rumah, Zergan begitu juga Wandi kini beranjak membayar semua barang belanjaan tersebut dan menuju sebuah meja kasir.


" apa disini ada kafe atau restoran? " tanya Zergan kepada Nara yang kini sibuk menghitung hitung belanjaan pria itu dengan teliti.


" 𝐒𝐨𝐮𝐥𝐭𝐲 𝐤𝐚𝐟𝐞, di sana tuan di seberang jalan itu tepat di depan taman, anda akan menemukan kafe untuk makan siang, kebetulan saya pernah mampir di sana sebentar dan makanan mereka lumaya untuk di rekomend " titah Nara tersenyum manis.

__ADS_1


Zergan seketika membalas senyuman tersebut dan sesaat ketiganya tengah larut dalam keheningan tiba tiba seorang pria asing kini masuk dan tersungkur tepat di depan Zergan dan tanpa sengaja pria asing itu mencoba menahan tubuhnya agar tidak terjatuh dengan cara menarik kerah baju milik Zergan dan alhasil membuat kemeja pria itu terbuka dengan kancing baju yang bertebaran entah kemana.


" hei bro apa yang kau lakukan? " tanya Wandi dengan sigap menarik kembali pria asing tersebut dan melepaskan tangan pria itu dari kemeja Zergan dan mecoba melayangkan pukulan kepada pria tersebut.


" No.. Wan, hentikan!? " pinta Zergan saat menyadari pria tersebut adalah korban pembully an.


" tuan tapi? " ucap Wandi menghentikan tindakannya.


" lepaskan, dia mahasiswa yang habis di pukul, kau malah mau memukulinya kembali " ujar Zergan menatap intens mahasiswa tersebut.


" akhh t tuan t tolong saya, saya di pukul oleh teman teman saya " ucapnya dengan suara ketakutan yang teramat dalam.


" its okey, duduk lah dan minum dulu, tenangkan dirimu " pinta Zergan kepada mahasiswa tersebut.


Wandi yang sedari tadi berdiri di tempatnya kini pandangannya teralihkan menatap shock kemeja atasannya itu yang memperlihatkan sebuah tatto yang begitu terpampang jelas.


" oh godtss " umpat Wandi yang kini menatap kearah Nara yang dimana gadis itu tampak begitu shock dengan apa yang kini terlihat di hadapannya.


Ya, seketika sebuah ingatan kembali terlintas dalam pikiran Nara, sosok pria di sebuah kamar hotel, pria yang tidur bersamanya di saat malam itu dan pria yang telah mengambil kesucian nya, deg.. Perasaan itu seketika berkecamuk menjadi satu, Nara seketika meneteskan air matanya dan benar saja kejadian tersebut bukanlah sebuah mimpi baginya, peristiwa itu kini kembali terasa dalam diri Nara.


Bruuukk


Nara sontak terjatuh lemas dengan mata menatap kosong kearah dimana Zergan berada.


" t tidak, i itu pasti hanya mimpi, Nara sadarlah, kau pasti hanya mimpi hiks.. Hikss " ucap Nara seketika tangis nya pecah dan membuat ketiga nya kini menatap kearah nya dengan tatapan bingung.


" apa yang terjadi? " gumam Zergan sesaat melihat Nara yang terduduk lemas di lantai keramik dan kini pria itu beranjak menghampiri sosok tersebut yang masih terduduk di sana.


" kau kenapa? " tanya Zergan kepada Nara.


tak ada jawaban dari Nara melainkan tatapan menjijikan terhadap dirinya yang sudah tidak gadis lagi saat ini, dan mengingat status pria yang pernah menyentuhnya bukan lah seorang remaja atau bujangan melainkan suami dari wanita lain.


Srekk.


" menjauh dari ku!? " ucap Nara tiba tiba membuat Zergan terdiam bingung.

__ADS_1


__ADS_2