Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Penjebakan


__ADS_3

π‚π‹π„πŽ 𝐁𝐀𝐑 (𝑹𝒆𝒔𝒐𝒓𝒕 𝒂𝒏𝒅 𝑩𝒂𝒓)



Daaap daaap suara langkah kaki memasuki sebuah restoran yang tampak begitu sepi pengunjung.


Zergan yang baru saja tiba di restoran tersebut dengan mata menatap kesana kemari mencari sosok Sofia disana.


" Zergan? " sapa Sofia dari kejauhan yang dimana gadis itu duduk di sebuah meja kosong yang terletak di ujung ruangan.


Zergan yang menyadari suara tersebut kini dirinya beranjak menghampiri sosok Sofia dan duduk di hadapan gadis itu dengan wajah yang menatap penuh rasa kekecewaan yang begitu terlihat jelas dari wajahnya, namun Zergan berusahan menahan dirinya berusaha untuk menutupi rasa tersebut.


" Zer, kau sudah tiba, mau pesan.. " tanya Sofia seketika di potong begitu saja


" katakan saja ke intinya, apa yang ingin kau katakan sekarang? " titah Zergan menyela.


" mmh baiklah, sebenarnya aku memintamu kemari untuk menjelaskan semua nya kepadamu, kau tau hubungan ku bersama Danil, kami berdua sempat putus dan sekarang Danil meminta ku untuk kembali kepadanya, dengan... " jelas Sofia lagi lagi di sela oleh Zergan begitu saja.


" aku tidak butuh omong kosong mu Sofia, jadi katakan saja sekarang, apa benar kau berselingkuh dan melakukan nya dengan Danil? " tanya Zergan kepada Sofia.


" eng.. Iya tapi itu tidak... " ucap Sofia lagi lagi terhenti.


" cukup katakan iya atau tidak ? " sambung Zergan seketika


" iya, kami melakukan nya, karena dirimu Zer, aku membutuhkan mu tapi kau selalu mengabaikan ku selama hampir satu tahun belakangan ini, aku melakukan semua itu karena mu Zergan " ucap Sofia seketika kepada Zergan.


Zergan tersenyum smrik, seakan tak percaya dengan apa yang kini dirinya dengar dari mulut gadis itu, bahwa barusan seakan akan dirinya merupakan penjahat yang sesungguh nya.


" kau seakan akan menuduhku Sofia, bahwa akulah penyebab dari semua rasa bersalahmu melakukan semua ini " sindir Zergan kepada Sofia.


" ( tersenyum smrik ) jadi selama ini kau melakukan nya dengan Danil? dan itu tidak terjadi hanya satu kali, tapi.. Berulang kali " timpal Zergan yang mengetahui sifat busuk istrinya itu selama pernikahan mereka berdua.

__ADS_1


" Zergan aku mengakui kesalahan ku, dan aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua apa yang ku lakukan di belakang mu " pintah Sofia kepada Zergan


" apa pantas sebuah kesempatan yang ku berikan untuk wanita seperti mu Sofia? Sudah cukup kau mempermainkan ku, dan menganggap balasan maafku sebagai bentuk cintaku kepadamu yang mudah kau permainkan " cetus Zergan dengan tampak emosi.


" Zer, aku tau aku salah tapi aku mohon dengar kan aku, aku janji akan menjadi istri yang baik untuk mu Zer " titah Sofia yang kini menghampiri tempat duduk Zergan dan memeluk tangan pria itu.


" aku akan pergi sekarang, dan satu lagi Sofia... Mari kita akhiri pernikahan kita mulai sekarang " ujar Zergan seketika membuat Sofia terdiam tak percaya dengan apa yang kini dirinya dengar dari mulut pria yang selama ini mengejar cintanya dan berakhir begitu saja.


" TIDAAAKKK, aku tidak ingin bercerai Zergan " teriak Sofia dengan cepat menghampiri Zergan dan mencoba menghentikan langkah pria itu dengan sekuat tenaga.


" apa yang kau lakukan lepas kan aku Sofia " ujar Zergan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sofia yang mencoba menghentikan nya


Namun sesaat keduanya tengah berdebat tiba tiba dari arah lain seseorang beranjak dengan cepat dan memukul keras pundak Zergan dan membuat pria itu mengalami pusing yang begitu dasyat dan nyeri yang begitu kuat, Zergan yang merasa tak kuat kini pria itu terjatuh pingsan di dinginnya lantai keramik.


Bruukkk


" apa yang kau lakukan Danil? Kau ingin membunuhnya aa? " pekik Sofia dengan wajah menatap takut kepada Zergan yang terjatuh pingsan di hadapannya begitu saja.


" aku tidak mau rencana kita gagal Sofia, jadi sebelum dia bangun, aku akan menyuntikan obat padanya agar nanti saat Zergan sadar dia akan merasakan bahwa dirinya mabuk, percuma jika ku beri dia alkohol, aku tau betul itu tidak akan berpengaruh padanya " tukas Danil kepada Sofia.


" tapi bagaimana jika rencana kita gagal? Dan Zergan menyadari ini bukan anak nya " timpal Sofia lagi.


" ck diam dan percayalah, Zergan tidak akan mampu berjalan dalam keadaan mabuk berat, meskipun dia sadar dan mampu berjalan, mungkin besok dia tidak akan sadar atas apa yang terjadi di antara kalian " jelas Danil lagi.


" baiklah aku percaya pada mu " sahut Sofia yang kini ikut membopong tubuh besar Zergan dan membawanya menuju kembali kehotel melewati halaman luar hotel tersebut.



Namun sesaat keduanya itu telah tiba di luar, dan membawa Zergan menuju hotel tersebut, seketika sepasang mata kini menyaksikan keberadaan mereka dari kejauhan, Wandi yang dimana pria itu kini menyadari keberadaan Danil dan Sofia di luar sembari membopong tubuh Zergan menuju kedalam hotel.


" loh, kenapa dengan tuan? Kok bisa di bopong kaya gitu, apa jangan jangan mereka yang buat tuan pingsan seperti itu " gumam Wandi yang kini beranjak keluar dari mobilnya dan menatap lekat kedua nya itu yang membawa tubuh Zergan menuju lantai atas hotel itu.

__ADS_1


" gak bisa gue biarin, gue harus masuk dan tolongin boss " timpal Wandi yang kini beranjak masuk kedalam hotel dengan hati hati.


***



π‘πŽπŽπŒ 107


" apa yang akan mereka rencana kan sekarang di kamar ini? " gumam Wandi menatap lekat ruang kamar tersebut sesaat keduanya telah membawa masuk Zergan di dalam kamar itu.


" apa jangan jangan! gak gak mungkin mereka membunuh kan, kalau sampai itu terjadi aku akan menangkap mereka berdua " timpal Wandi yang masih menatap lekat kamar itu dan seketika pintu kamar tersebut terbuka, dan terlihat sosok Sofia begitu juga dengan Danil yang kini merencanakan sesuatu.


" π—„π–Ίπ—Ž π—†π–Ίπ—Ž 𝗄𝖾𝗆𝖺𝗇𝖺? " 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖣𝖺𝗇𝗂𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖺𝖽𝖺 π–²π—ˆπ–Ώπ—‚π–Ί.


" π–Ίπ—„π—Ž 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂𝖺𝗇 π—„π—Ž 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 π–½π–Ίπ—π—Žπ—…π—Ž " 𝗍𝗂𝗍𝖺𝗁 π–²π—ˆπ–Ώπ—‚π–Ί.


" 𝖻𝖺𝗂𝗄𝗅𝖺𝗁 π—„π–Ίπ—…π–Ίπ—Ž π–»π–Ύπ—€π—‚π—π—Ž π–Ίπ—„π—Ž 𝖺𝗄𝖺𝗇 π—†π–Ύπ—‡π—’π—Žπ—‡π—π—‚π—„π–Ίπ—‡ π—ˆπ–»π–Ίπ—π—‡π—’π–Ί 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 π–½π–Ίπ—π—Žπ—…π—Ž 𝖺𝗀𝖺𝗋 π—Œπ–Ύπ—€π–Ύπ—‹π–Ί π–»π–Ύπ—‹π–Ύπ–Ίπ—„π—Œπ—‚ " 𝗍𝗂𝗍𝖺𝗁 𝖣𝖺𝗇𝗂𝗅 𝗅𝖺𝗀𝗂.


" 𝖻𝖺𝗂𝗄𝗅𝖺𝗁 π–Ίπ—„π—Ž 𝖺𝗄𝖺𝗇 π—„π–Ύπ—†π—ˆπ–»π—‚π—… π—Œπ–Ύπ—„π–Ίπ—‹π–Ίπ—‡π—€ π—Žπ—‡π—π—Žπ—„ 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗆𝖻𝗂𝗅 π–»π–Ίπ—ƒπ—Žπ—„π—Ž, 𝖽𝖺𝗇 π—„π–Ίπ—Ž 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗅𝗂𝗅𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗄𝖺𝗆𝖺𝗋 π–½π—Žπ—…π—Ž " π—Žπ—ƒπ–Ίπ—‹ π–²π—ˆπ–Ώπ—‚π–Ί 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗄𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗇𝗃𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗀𝗂 π—†π–Ύπ—‡π—Žπ—ƒπ—Ž π—†π—ˆπ–»π—‚π—…π—‡π—’π–Ί π–»π–Ύπ—€π—‚π—π—Ž π—ƒπ—Žπ—€π–Ί 𝖣𝖺𝗇𝗂𝗅 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗉𝗋𝗂𝖺 π—‚π—π—Ž 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗅𝗂 π—†π–Ίπ—Œπ—Žπ—„ 𝗄𝖾𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗄𝖺𝗆𝖺𝗋 π—π–Ύπ—‹π—Œπ–Ύπ–»π—Žπ—.


" brengsek, jadi seperti ini cara mereka bermain, it's nothing gue gak akan membiarkan kebusukan kalian malam ini " gumam Wandi yang kini beranjak menuju luar hotel dan merencanakan sesuatu di sana.


***


ππ€π’π„πŒπ„ππ“


Di sebuah Basement yang kini memperlihatkan Wandi yang baru saja tiba di parkiran hotel sembari mencari kesana kemari sosok Sofia yang tengah berada di mobil gadis itu.


" kali ini gak akan gue biarin nona Sofia melakukan yang tidak tidak " gumam Wandi yang bersembunyi di balik sebuah mobil Merrcy dan sembari menguping pembicara gadis itu bersama seseorang dari sebuah telepon.


" sebentar lagi aku akan kesana, tapi pastikan dia tidak mengingat kejadian kami barusan, setelah kami melakukannya " ucap Sofia kepada Danil dari sebuah telepon.

__ADS_1


" ng, melakukan? melakukan apa? Apa jangan jangan mereka melakukan itu? " gumam Wandi yang kini mengerti maksud dari perkataan Sofia kepada orang tersebut.


" apa aku harus menghentikannya? Tapi.. Bukan kah itu wajar jika mereka melakukan nya, tapi... Arrghh, jadi aku harus bagaimana sekarang, ck.. Tidak peduli, kali ini aku akan berpihak kepada boss dan membawanya pergi dari sini secepatnya " timpal Wandi yang kini berdebat dengan pikirannya.


__ADS_2