
" apa yang dilakukan rias bodoh mu ini telah menghancurkan riasan ku " cetus Sofia kepada Julia
" Sofia, apa kau tau dalam aturan seorang model tetap akan di rias oleh tata rias yang telah di tentukan oleh agensi mereka, dan kau tau itu, kenapa kau marah dan memaki mereka seperti itu " jelas Julia dengan wajah menatap jengkel Sofia.
" jika kau tidak mengganti tata rias mu aku akan membatalkan iklan ini sekarang juga " ancam Sofia lagi.
" nyonya tapi... " ucap seorang tata rias kepasa Sofia.
" sudah lah Yun kau tidak perlu meminta atau membujuk wanita tidak tau diri ini, kalau kau ingin membatalkan kerja sama ini, baiklah aku akan menarik semua dana yang ku berikan sebagai uang muka terhadap mu, dan aku mencabut semua kerja sama atas nama SOFIA ANGELISTA, kau sudah dengar Sofia " ucap Julia dengan amarah yang masih terpendam.
Sofia terdim tak percaya bahwa Julia benar benar mencabut semua kerja samanya tehadap dirinya dan kini tak ada satupun di akun rekeningnya uang kemungkinan tinggal berapa puluh dolar saja.
sreeek
" aku akan pergi kalau begitu, kita lihat apakah 𝐇𝐀𝐍𝐍𝐀 𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐓𝐀𝐈𝐍, akan bertahan kedepan nya, dan apa kau lupa siapa aku Julia, aku Sofia Angelista mantu dari keluarga Agatha Sugitra, pria nomor 1 terkaya di negara ini kau mengerti dan aku akan dengan mudahnya membuat perusahaan mu ini hancur di tangan ku " ujar Sofia mengancam
" ck.. Apa kau pikir kau ini masih wanita yang sama Sofia? Wanita yang di anggap ratu oleh Zergan, hh apa kau lupa hubungan mu dengan Zergan saat ini dalam keadaan tidak baik baik saja, ck Sofia jangan sombong, bagaimana jika tuhan membalas perlakuan mu dan kau malah jadi wanita gelandangan yang di lempar dan di buang begitu saja oleh keluarga Sugitra, hahah " cibir Julia menatap remeh Sofia dan kini beranjak pergi meninggalkan gadis itu sendirian di ruangan tersebut dengan penuh amarah.
" ck aku membencimu Julia kita lihat apa yang akan aku lakukan, apa kau masih bisa berkata seperti itu nantinya kepadaku " gumam Sofia yang kini beranjak pergi meninggalkan HANNA ENTERTAIN tersebut dan menuju kesuatu tempat yang jauh dari lokasi tersebut.
***
" Nara? " panggil Zergan yang kini keduanya telah tiba di luar Wedding Venue dan berencana untuk segera kembali.
" iya tuan? " sahut Nara menatap kearah Zergan yang berdiri di sampingnya.
" jangan panggil saya tuan, saya belum tua Nara, panggil saja saya yang lain jangan tuan " pinta Zergan kepada Nara.
" Om? " ucap Nara polos.
" jangan om juga Nara, saya masih 30 tahun " titahnya lagi.
" lah 30 tahun kan emang cocok untuk saya panggil om " sahut Nara lagi.
" ya tapi gak mungkin kan kamu panggil saya om sedangkan saya suami kamu sekarang " jelas Zergan lagi.
__ADS_1
" jadi Nara harus panggil apa dong? My love? Ihh itu terlalu alay om, suami ku? Itu juga alay, eng.. Mas Zergan aja gimana? Om mau? " tanya Nara berpikir keras.
" mas? Boleh juga kedengaran nya bagus " jawab Zergan tersenyum.
" yaudah mas mau anter Nara ketempat kerja lagi kan? Soal nya Nara belum waktu pulang kerja loh mas " jelas Nara pada Zergan
" mmh yaudah mas anterin kamu ke market sekarang, sekalian mas juga ada pekerjaan di kantor " titah Zergan lagi dan kini beranjak masuk kedalam mobil dan di ikuti Nara yang duduk di bangku samping pria itu.
Setelah beberapa lama di perjalanan Zergan segera menepikan mobilnya dan membuka kan pintu mobil satunya yang dimana Nara berada.
" Nara turun dulu ya mas, mas Zergan hati hati pergi kerjanya " ucap Nara kepada Zergan tanpa menatap pria itu.
" loh gak pamitan sama suami kah? " cetus Zergan kepada Nara yang hendak keluar dari mobil.
Baaammm
Nara sontak kembali menutup pintu mobilnya dan kini menatap kearah Zergan yang tengah menatap senyum kearah nya.
" salim aja ya mas, Nara pergi kerja dulu, mas Zergan hati hati di jalan " ucap Nara menyalim lembut tangan Zergan untuk pertama kalinya.
" gak perlu mas, kan rumah Nara deket tu di jalan sana " titah Nara sebelum.dirinya benar benar pergi dari depan mobil milik Zergan
" iya deket, tapi bahaya Nara, anak gadis pulang sendirian tengah malem, gelap lagi " ujar Zergan menyeloteh.
" udah gak gadis lagi kok mas, kan mas Zergan sendiri yang unboxing nya " sindir Nara
Deg..
Zergan terdiam bisu menatap Nara yang kini tersenyum datar kepadanya.
" yaudah tapi mas tetep jemput kamu nanti malam, yasudah mas pergi dulu " timpal Zergan dan kini melajukan mobilnya melintasi jalan tersebut menuju ke sebuah perusahaan miliknya.
***
Praannggg trakkk
__ADS_1
" arrrghh " teriak seorang wanita dengan emosi di sebuah kamar
" Sofia? Hei dengerin aku, hentikan " pinta seseorang kepada Sofia dengan cara memeluk tubuh gadis itu
" Danil aku ingin marah, jangan coba hentikan aku, aku ingin membalaskan semuanya kepada Julia wanita sombong itu telah membuat malu diriku " pekiknya dengan amarah
" okey tapi tenangkan dirimu dulu sayang, kau minum terlalu banyak sekarang, berhenti kau bisa mabuk nanti, tenangkan dirimu dan tidur lah sekarang " ujar Danil kepada Sofia.
" no, aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu, pleass, Zergan mengacuhkan ku padahal aku hanya mengingin kan nya tadi pagi " jelas Sofia yang terlihat sudah mabuk.
" kau ingin melakukan nya? Dengan pria itu? " tukas Danil
" karena aku ingin mengambil hatinya kembali, jika tidak Zergan akan pergi meninggalkan ku, dan semua hartanya tidak akan bisa aku miliki " ujar Sofia lagi.
" sudahlah lebih baik kau istirahat sekarang " pinta Danil
" aku mencintai mu Danil " ucap Sofia yang kini mengecup bibir pria tersebut dan seketika permainan hangat kini terjadi kembali di antara keduanya.
Ckreekk ckreekk
Suara dari kamera seseorang yang tengah mencuri sesuatu dari balik gedung.
" not bad, ini akan menjadi lebih menyenangkan dari pada berita yang ku dapat sebelumnya, tak ku sangkah model terkenal Sofia mantu dari keluarga Sugitra ternyata seorang peselingkuh dan memiliki kekasih gelap ck ck " ucap seseorang dari balik topeng hitam yang menutupi sebagian wajahnya dan memperlihatkan dua mata dari orang tersebut.
***
siang kini telah berganti malam tepat pada pukul delapan malam, tampak Nara yang kini sudah selesai menutup seluruh toko itu dan beranjak menghampiri sosok Zergan yang ternyata pria itu telah menunggunya beberapa menit yang lalu.
" sudah pulang? " tanya Zergan menatap senyum istri kecilnya itu.
" sudah, mas Zergan sendiri sudah pulang? Apa tidak ada lembur atau semacamnya? " tanya Nara polos.
" sebenarnya ada tapi saya gak mau ambil pusing saja " sahut Zergan.
" mmmh begitu " jawab Nara lagi.
__ADS_1
" yasudah ayo saya anter pulang " ajak Zergan kepada Nara dan kini mempersilahkan gadis itu untuk masuk kedalam mobil dan membawanya melewati jalan yang cukup jauh dari jalan biasanya.