Si Kembar Genius Milik CEO

Si Kembar Genius Milik CEO
Bertemu Kembali


__ADS_3

" lah pak bos kan pemilik dari apartemen Harvey, ya kali mau potong dikittttt biaya nya gitu heheh " celetuk Wandi kepada Zergan.


" ohhh, mau di discon maksudnya gitu? Ohh gapapa " sahut Zergan dengan wajah mangut mangut.


" serius boss? " tanya Wandi meyakinkan.


" mau potong gaji berapa persent Wan? kalo pun bisa semuanya gapapa kok " timpal Zergan lagi dengan tersenyum paksa.


" ala boss gak jadi deh, gapapa saya ikhlas bayar dengan harga seperti biasanya asalkan gaji saya gak di potong " cetus Wandi dengan wajah manyun.


" ck ck " gumam Zergan menatap kembali kearah sebuah layar komputer miliknya.


Namun sesaat dirinya terlalu fokus, tiba tiba Zergan teringat akan sosok Nara yang tiba tiba terlintas dalam pikirannya, kejadian malam bersama gadis itu membuatnya kembali merasakan hangatnya tubuh gadis itu, Zergan sontak meletakan pena nya yang barusan di tangannya dengan sedikit keras dan mencoba mengalihkan pandangan Wandi kepadanya dengan tatapan begitu bingung.


" wih bos gua napa nih, kesembet setan lagi kayak nya, baru aja kelar marah marahnya ehh malah kambuh lagi " umpat Wandi menatap binhung Zergan yang terlihat begitu lesu.


" dah lah lanjut kerja aja " timpal Wandi menatap kembali laptopnya.


Sreeek


" Wan? " panggil Zergan kepada Wandi dari arah meja kerjanya.


" mmh " sahut Wandi dengan mata menatap kembali Zergan dan menunggu perkataan dari pria itu kepadanya.


" eng.. " gumam Zergan bingung dengan perasaan nya saat itu.


" ada apa bos? " tanya Wandi


" hh nanti saja " sahut Zergan lagi.


" ohh okeh " sahut Wandi lagi dan kini kembali menatap layar laptopnya.


" gak bisa gak bisa, perasaan gua kenapa ingin sekali mencari informasi gadis itu sekarang, tapi gua harus ingat batasan, bagaimana jika Wandi curiga, entar gua di kira naksir lagi, tapi.. Kenapa pikiran gua selalu kepada tu cewek, ingat Zergan lo bukan bujang lagi tapi udah berstatus suami orang, meski pernikahan lo gak mulus kaya teman teman lo yang lain " batin Zergan mecoba menepikan pikirannya terhadap Nara.


" ck " umpat Zergan berdecak kesal.


" Wan? " panggil Zergan kesekian kalinya kepada Wandi.

__ADS_1


" iya tuan ada apa? Perasaan dari tadi tuan kaya terlihat punya banyak pikiran, apa ada masalah sesuatu? " tanya Wandi yang ternyata mengetahui tingkah atasannya itu sedari tadi.


" bantu gua, cari informasi tentang gadis itu " pinta Zergan kepada Wandi.


" gadis? Siapa yang tuan maksud? " tanya Wandi tak mengerti


" gadis yang kemarin malam, cari informasi tentang nya sekarang " pinta Zergan lagi.


" wah, ada apa ini? Kok tuan tiba tiba minta informasi tentang gadis itu, apa jangan jangan tuan.. " ucap Wandi menggantungkan kalimatnya.


" jangan banyak tanya, lakukan saja, atau potong gaji mau " ancam Zergan lagi lagi.


" iya iya, Nara? Ya kalo gak salah apa Nora? Lupa " ucap Wandi mencoba mengingat ingat nama Nara.


" Kinara? Panggilan nya Nara " sahut Zergan lagi.


" oh ya lupa hehe, tunggu bentar tuan saya cari dulu " ujar Wandi dengan cepat mengotak atik laptopnya dengan begitu mahir.


***


Malam kini telah berganti pagi, tepat pada pukul 09.00, di sebuah warung kecil tepat di depan sebuah Market tempatnya bekerja, Nara kini mampir di sana dengan seorang gadis seumurannya yang bernama Mirna, yang merupakan teman satu kerjanya, tampak dari arah depan mereka beberapa orang gadis seumuran mereka dengan menggunakan sebuah baju seragam yang begitu mewah, Nara dan Mirna tampak menatap kagum gadis gadis tersebut yang merupakan mahasiswi dari kampus LANEO, merupakan kampus terbesar di New York, kampus dengan memiliki berbagai jurusan itu merupakan tempat impian Nara ingin mencapai cita citanya, namun semuanya berbeda, Nara berpikir dirinya hanyalan seorang gadis miskin yang bercita cita menjadi seorang Disainer terkenal sekaligus make up yang handal.


" Nar apa kau tidak berencana melanjutkan sekolah mu lagi? " tanya Mirna tiba tiba di sela sarapan pagi kala itu.


" mmh, mau lanjut gimananya si Mir, kau tau nenek dan bibik ku bukanlah orang yang mampu, kami hidup dengan seadanya saja itu sudah cukup untuk makan kami selama sebulan, aku rasa aku tidak akan pernah melanjutkan sekolah menuju kampus, semuanya hanya mimpi bagi ku " ucap Nara dengan tersenyum lembut.


" iya sih, tapi lo masih punya harapan kok Nar " ujar Mirna lagi


" apa tu? " tanya Nara dengan bingung.


" sini gua bisikin, tapi jangan kaget ya " tukas Mirna kini berbisik kepada Nara.


Deg..


" oalah lo nyuruh gua jadi simpanan sugar daddy gitu? Ya ampun Mir, lebih baik gua kerja aja deh di sini dari pada jadi simpanan sugar daddy " cetus Nara bergedik ngeri.


" ya sapa tau nanti sugar daddy nya singel atau duda gitu Nar kan ujung ujung nya lo di angkat jadi bininya paling nggak ya gitu " ujar Mirna lagi.

__ADS_1


" ogah " sahut Nara lagi.


" hahah " tawa Mirna seketika pecah.


Namun saat keduanya tengah asik ngobrol tiba tiba dari arah sebrang warung tersebut tampak sebuah mobil hitam mewah kini terpakir tepat di depan sebuah market kecil tempat kedua gadis itu bekerja, Mirna yang menyadari sebuah mobil terpakir di depan market dengan sigap gadis itu meminta Nara untuk ikut bersamanya menuju kembali ke tempat kerja mereka.


" Nar.. Nar.. buruan ada tamu mau belanja tu kayaknya, ayo " ucap Mirna dengan cepat beranjak dari tempat duduknya dan segera membayar makanan mereka barusan dan kini beranjak kembali ke tempat kerja mereka.


" i iya tungguin " sahut Nara ikut buru buru.


Daaap daaap


" apa ada orangnya Wan? kok sepi? " ucap Zergan yang ternyata pria itu kini kembali ke sana.


" mungkin lagi pergi orangnya tuan, tapi kalo kita masuk nanti di kira pencuri loh " sugut Wandi menatap jauh dari luar market tersebut dari balik kaca itu.


namun tak lama Nara begitu juga Mirna kini tiba tepat di belakang kedua pria tersebut yang masih menatap fokus kedalam market itu.


" cari siapa ya tuan? " ujar Nara membuyarkan kesibukan Zergan dan Wandi yang masih menatap kedalam market tersebut.


Degg


" kaget gua " umpat Wandi spontan membalikan tubuhnya menatap keberadaan Nara dan juga Mirna di luar market.


namun tidak dengan Zergan yang dimana pria itu seketika memandang lekat sosok Nara yang benar benar mengingatkan nya kembali akan sikap gadis itu kepadanya tempo lalu dan kejadian yang tak terlupakan kini kembali terlintas di benak Zergan yang sedari tadi menghantui pikirannya.


" loh tuan yang waktu itukan? " ucap Nara kepada Zergan yang kini berdiri tepat di hadapan nya.


Deg .


" a i iya " jawab Zergan seketika tersadar dari lamunannya.


" loh kalian saling kenal Nar? wih baru juga tadi di omongin, ternyata udah punya toh sugar dadd... " ucap Mirna ceplas ceplos.


srrruft..


dengan cepat sebuah telapak tangan kini mendarat tepat di mulut Mirna, mendekap cukup kuat mulut gadis itu yang berbicara barusan.

__ADS_1


" jaga bicaramu, dia bukan sugar daddy, dia sudah punya istri " umpat Nara kepada Mirna.


__ADS_2