Siluman Jin

Siluman Jin
Jing Zhi


__ADS_3

Loi Wi yang mendengar penjelasan dari Mey Wan menjadi ingat apa itu senjata hewan buas. karena ia sudah lama tidak berada di Kekaisaran Wui ia menjadi sedikit lupa alasan Kekaisaran Wui mengirim senjata senjatanya ke suatu tempat.


“Ya! kau benar, Kekaisaran Wui mengirim senjata hewan buas untuk balas dendam kepada suatu tempat, namun setahuku didalam tubuh binatang buas ini ada...” Perkataan Loi Wi terpotong karena tiba-tiba sekelompok orang keluar dengan melompat dari dalam tubuh masing masing hewan buas itu.


Loi Wi menyadari hal itu, dia mengenali kelompok yang keluar dari tubuh binatang buas itu, seketika dia berlari dan berniat memasang tutup wajahnya.


“Loi Wi mengapa kau berusaha menutupi identitasmu? Kekaisaran sudah mengetahuinya dan... tidak perduli Hahaha” Salah satu pria yang keluar dari binatang buas itu berseru lantang.


Loi Wi terdiam dan menundukkan kepalanya karena sudah menyadari bahwa kalaupun Kekaisaran Wui mengetahui identitasnya pasti ia tidak akan perduli akan hal itu.


“Apa tujuan kalian kesini?! Jangan sakiti Guruku! atau aku akan menangis!!!” Seru Lie Zi.


Salah satu senjata terkuat Lie Zi adalah menangis karena tangisannya bisa membuat orang kesakitan bahkan bisa tidak sadarkan diri.


“Hahaha... nak? apakah kau murid dari pria lemah ini? dan apa?! dia mengajarimu untuk menangis?... Hahaha” Seru seorang pria yang keluar dari tubuh binatang buas itu dengan tertawa lantang yang disusul oleh beberapa orang lainnya.


Mey Wan yang melihat hal itu menjadi geram namun tidak bisa berbuat apa apa.


Seorang pria bertubuh kekar keluar dari hewan buas lainnya ia dikenali oleh Loi Wi yakni Jing Zhi. salah satu dari lima orang terhebat di Kekaisaran Wui, dia mendekat kearah Loi Wi.


‘Apa salah Kekaisaran Ling sehingga Kekaisaran Wui mengirim orang terhebat yang ada diekaisaran mereka’ Batin Loi Wi kaget melihat Jing Zhi datang kearahnya.


“Hahaha... pria lemah siapa wanita itu? apakah dia istrimu? aku tidak menyangka orang sepertimu memiliki istri...Hahaha” Seru Jing Zhi lantang sambil menepuk pundak Loi Wi.


Lie Zi tidak terima atas perlakuan Jing Zhi, ia mendekat kearah Jing Zhi dan berniat memukul Jing Zhi namun tangannya ditahan dan dia dicampakkan oleh Jing Zhi.

__ADS_1


Lie Zi terpental sedikit jauh dari tempat Loi Wi dan Jing Zhi.


‘Sebaiknya aku menangis’ Batinnya.


Lie Zi menangis sekuat-kuatnya dan tangisannya membuat semua orang yang berada di dalam hewan buas keluar dan kesakitan beberapa diantara mereka juga pingsan sedangkan Jing Zhi hanya merintih kesakitan.


“Hen..hentikaannnnn!!!” Teriak Jing Zhi lantang. ia tidak sabar atas perlakuan Lie Zi.


“Anak kecilll berhenti menangis jika tidak aku akan memukulmu!” Teriak Jing Zhi sambil menutup telinganya.


Lie Zi bergerak dari tempatnya ia berjalan kearah Jing Zhi sambil menangis. Loi Wi dan Mey Wan tidak merasa kesakitan sedikitpun karena sudah terbiasa atas tangisan Loi Wi.


Setelah jaraknya sudah dekat dengan Jing Zhi, Lie Zi menarik pedangnya dan berniat menebas kepala Jing Zhi namun dia tidak melakukannya karena mendapat tanda untuk berhenti dari Loi Wi.


“Biar aku yang membunuhnya..” Teriak Loi Wi sambil mengangkat dagu manusia yang ada didepannya itu. alasannya berteriak adalah agar suaranya didengar oleh Lie Zi karena tangisannya yang sangat kuat.


Lie Zi mulai berhenti menangis setelah melihat semua pasukan orang yang berada didalam tubuh binatang buas tadi sudah tidak sadarkan diri semua, ia berniat untuk membinasakan semua orang yang berada disitu namun niatnya dihalang oleh Loi Wi.


“Jangan.. kita akan menjadikan mereka semua sebagai sumber informasi, ikat mereka semua dan bawa ke rumah kita” Loi Wi berkata dengan nafas yang terputus-putus.


Lie Zi terdiam, dia berniat tidak melanjutkan keinginannya untuk pergi Kekaisaran Lee. dan ingin membantu Loi Wi untuk mengatasi semua orang yang ada di dalam senjata hewan buas.


***


Mey Wan hanya terdiam sepanjang perjalanannya pulang dengan membawa semua orang orang dari Kekaisaran Wui yang sedang tidak sadarkan diri, yang terlintas dipikirannya saat ini hanyalah Lie Zi bagaimana mungkin tangisannya bisa membuat orang orang yang berasal dari Kekaisaran Wui sekalipun tidak menyadarkan diri.

__ADS_1


‘Anak ini sungguh hebat, sebaiknya aku segera mencari tumbuhan Suci seperti yang diberikan Loi Wi dulu, agar ketika ia menjadi manusia normal dia akan kenal kejamnya dunia luar dengan itu mungkin dia mampu mengatasinya..’ Pikir Mey Wan.


***


Waktu sudah hampir larut malam namun sedari pagi Loi Wi, Mey Wan, dan Lie Zi belum ada makan sedikitpun oleh karena itu saat sore hari tadi Loi Wi pergi memburu kehutan.


Mey Wan dan Lie Zi ditinggalkan oleh Loi Wi dirumah untuk menjaga orang-orang yang berasal dari dalam tubuh senjata hewan buas tadi.


“Akhhh Mereka lama sekali bangun! aku sudah tidak sabar untuk membinasakannya!!” Teriak Lie Zi.


Setelah mendengar perkataan itu dengan tiba-tiba semua orang yang berada disitu bangun ketakutan, namun ada beberapa orang yang tersenyum sinis.


“Anak kecil... tidak semudah itu jika kau ingin membinasakan kami” Kata seseorang dari beberapa orang yang tersenyum sinis.


Lie Zi dan Mey Wan merasa ada yang aneh diatas kepala mereka, dan melirik keatas atap rumah mereka. Mey Wan merupakan orang yang pertama kali kaget setelah melihat keatas. Lie Zi dan Mey Wan menemukan banyak kelelawar diatas kepala mereka.


Lie Zi tidak banyak berkata-kata, dia menangis sekuat tenaganya, hal itu bekerja kepada orang orang yang berada di sana namun tidak bekerja kepada kelelawar yang ada diatas kepalanya. seketika bebarapa kelelawar mendekat ke arah Mey Wan, Lie Zi yang menyaksikan itu teriak histeris. dia menjerit sekuat kuatnya.


“Jangannnnnnn!!!!!” Teriak Lie Zi yang membuat semua kelelawar yang tadinya mendekat kearah Mey Wan jatuh ketanah. setelah menyaksikan kehebatan Lie Zi semua kelelawar itu tidak bangkit untuk mendekati Mey Wan lagi namun bangkit untuk pergi sejauh jauhnya dari Lie Zi dan Mey Wan.


Mey Wan bangkit dan berlari kearah Lie Zi dengan cepat.


“Terima kasih nak, ibu...” Mey Wan memeluk Lie Zi sambil mengucapkan terima kasih namun perkataannya terpotong perkataan Lie Zi.


“Ibu jangan berterima kasih kepadaku... Eh, itu guru sudah pulang” Lie Zi melepaskan pelukan Mey Wan dengan lembut dan menunjuk kearah Loi Wi yang datang dengan membawa beberapa kelinci hutan.

__ADS_1


“Ada apa ini?” Loi Wi bukan beristirahat tetapi kaget menyaksikan beberapa orang yang berasal dari senjata hewan buas berserakan sambil tidak sadarkan diri dari tempatnya.


“Tenang guru.. mereka hanya mencoba untuk melukai ibu dan aku menangis,Hahaha mereka sungguh lemah” Lie Zi tertawa lantang sambil menunjuk pasukan senjata hewan buas yang tidak sadarkan diri dibelakangnya.


__ADS_2