Siluman Jin

Siluman Jin
Pertempuran


__ADS_3

Kai Sha berniat untuk menyusulnya namun, dia memilih untuk tidak menyusulnya karena


tidak ingin langkahnya akan terhenti jika terlalu dekat dengan Lie Zi yang sedang menangis.


***


Setelah mendekati Lie Zi, Loi Wi langsung bergerak mendekat dan menebaskan pedangnya dengan ganas kepada bagian vital satu persatu orang yang sudah tidak bisa bergerak akibat tangisan Lie Zi.


Kai Sha yang melihat kemampuan Loi Wi dari jauh membuka mulutnya sedikit tidak percaya setelah melihat aksi Loi Wi membunuh banyak orang dengan begitu mudah.


‘Ah.. dia memang hebat jika berurusan dengan orang-orang bodoh itu’ Pikir Kai Sha.


Lie Zi menghentikan tangisannya setelah melihat semua orang-orang yang ada dihadapannya sudah tidak bernyawa lagi. Namun dia heran setelah melihat Kai Sha sama sekali tidak terpengaruh oleh tangisannya.


“Wi!! Lie!!” Teriak seseorang dibelakang Lie Zi dan Loi Wi yang berhasil mengejutkan mereka berdua.


Mereka terkejut karena melihat Mey Wan yang sudah dijadikan sandera oleh Kai Sha. Mereka tidak banyak berkata namun langsung bergegas lari kearah Mey Wan.


“Jangan mencoba untuk menangis! atau akan kuhabisi dia” Teriak Kai Sha kepada Lie Zi setelah melihat Lie Zi yang memulai untuk menangis dihadapannya.


Lie Zi mulai ketakutan setelah mendengar perkataan Kai Sha, dia tidak berusaha menangis setelah Kai Sha berkata demikian. sedangkan Loi Wi yang sudah mulai geram dengan Kai Sha menahan untuk tidak melawan setelah melihat Kai Sha menjadikan Mey Wan sebagai sandera.


Setelah melihat Lie Zi dan Loi Wi tidak membantah, Kai Sha membuka suara.


“Jika kalian ingin dia selamat, cepat tinggalkan kota ini! dan jangan harap Kekaisaran Wui bisa mendapatkan kitab penghancur bumi itu!” Teriak Kai Sha kepada Lie Zi dan Loi Wi.


Loi Wi lega setelah mendengarkan keinginan Kai Sha dia berjalan kerah Lie Zi dan membisikkan sesuatu padanya. Lie Zi yang menanggapi bisikan Loi Wi mengangguk ketakutan.


“Baiklah, kami tidak akan mengambil kitab itu dari kota ini dan setelah ini kami akan menjauh dari kota ini, mohon belas kasihan tuan..” Jawab Loi Wi dengan wajah penuh sedih.

__ADS_1


“Hmm.. jika kalian mengingkari itu aku tidak akan segan-segan untuk membunuh kalian semua” Jawab Kai Sha tegas.


Kai Sha dengan mudahnya mendorong Mey Wan kearah Loi Wi dan Lie Zi, ia membalikkan badan berniat untuk menjauh dari mereka.


“Lie Zi!!” Teriak Loi Wi kearah Lie Zi setelah melihat Kai Sha ingin lari.


Lie Zi tidak menjawab dan langsung menangis sekuat-kuatnya sebelum Kai Sha melangkah untuk pergi.


Kai Sha dengan seketika tidak bisa menggerakkan kakinya dan Loi Wi bergerak cepat kearahnya berniat menebas kepalanya, namun Loi Wi terkejut karena dengan seketika Kai Sha tidak berada di pandangannya.


“Ilmu itu! ah! sialan” Loi Wi terkejut setelah melihat Kai Sha yang sudah tidak berada di hadapannya.


Loi Wi dengan seketika tidak bisa bergerak dari tempatnya, terlihat kakinya sedang dilingkari oleh bayangan tubuh manusia.


Mey Wan yang melihat Loi Wi itu menjadi panik dan bingung harus berbuat apa.


“Lie Zi! ambil pedang ini!” Teriak Loi Wi sambil melemparkan pedangnya kearah Lie Zi.


Tanpa berkata panjang Loi Wi langsung berteriak kepada Lie Zi untuk menebas bayangan yang melingkari tubuhnya.


Lie Zi masih bingung untuk melakukannya, karena jika ia menebaskan pedang itu kearah bayangan yang melingkari tubuh Loi Wi maka tubuh Loi Wi akan mengenai pedang itu. namun karena teriakan Loi Wi yang begitu keras meyakinkan Lie Zi untuk melakukannya.


‘Drakk..’ Suara dentuman keras terjadi setelah Lie Zi menebaskan pedangnya kearah tubuh Loi Wi. Dengan seketika Kai Sha keluar dari bayangan itu dengan tangan yang sudah terputus.


“Arggh..” Teriak Kai Sha setelah melihat tangannya yang mengucurkan begitu banyak darah. ‘Bagaimana mungkin dia tau senjata rahasia Kekaisaran Haura’ pikirnya.


Setelah bayangan itu tidak melingkari Loi Wi dengan seketika Loi Wi tumbang ketanah. Mey Wan langsung bergerak mendekat kearah Loi Wi yang tidak sadarkan diri itu.


Lie Zi yang melihat Kai Sha yang sedang kesakitan menggunakan kesempatan ini untuk membinasakannya, dia menarik pedangnya lagi dan berlari kearah Kai Sha.

__ADS_1


Kai Sha yang menyadari Lie Zi yang mendekat kearahnya langsung bangkit berdiri dan menggunakan waktu ini untuk kabur. Lie Zi yang sudah hampir menebas kepalanya itu dengan seketika kaget setelah melihat Kai Sha yang tidak berada ditempatnya tadi.


“Ah.. aku tidak punya banyak waktu untuk menghalanginya.” Lie Zi berkata pelan dan langsung berlari menuju Loi Wi dan Mey Wan.


“Ibu.. apakah guru tidak apa apa!” Lie Zi bertanya kepada Mey Wan yang sedang memangku kepala Loi Wi.


Mey Wan menggeleng pelan dan menghela nafas panjang. seketika itu penduduk yang bersembunyi dikota itu berlari menuju mereka bertiga.


“Tuan.. terimakasih telah mengusir orang-orang jahat itu dari kota ini, jika tidak ada kalian..” Kata salah seorang penduduk kota tersebut.


Semua penduduk kota yang menyaksikan aksi Loi Wi dan Lie Zi menganggap mereka sebagai orang baik yang menolong kota itu dari orang-orang jahat yang ingin mendapatkan pusaka antik terbaik yang berada di kota itu, kononnya.


“Jangan berkata demikian.. sekarang kami membutuhkan bantuan kalian, apakah dikota ini memiliki seorang Tabib yang bisa memeriksa kondisi seseorang?.” Potong Lie Zi yang mulai panik dengan kondisi Loi Wi.


“Ya.. ya.. ada!” Teriak seseorang dari kumpulan orang-orang yang melihat kejadian itu sambil mengangkat tangannya.


Tabib itu langsung berjalan kearah Lie Zi dan Mey Wan berada. tanpa Lie Zi menyuruhnya tabib itu langsung memeriksa keadaan Loi Wi yang ada di pangkuan Mey Wan.


“Dia hanya sedikit kehabisan tenaga, ambilkan air.” Kata tabib itu dengan Mey Wan namun sambil memerintahkan kepada beberapa orang Yang ada disitu untuk mengambil air.


Beberapa orang bergegas meninggalkan kumpulan itu dan bergerak mengambil air. salah seorang yang sudah selesai mengambil air berjalan kearah Lie Zi, Mey Wan, dan Tabib itu berada.


“Ini.. silahkan..”


“Iya terimakasih” Jawab tabib itu yang sudah mendapatkan air dari orang yang memberikannya itu.


Tabib itu mulai memberikan air kepada Loi Wi dengan perlahan. beberapa saat kemudian Loi Wi terbatuk pelan dan memuntahkan semua sisa-sisa makanan dan minuman yang ada dalam dirinya.


Semua orang yang melihat hal itu bernafas lega karena tidak terjadi apa-apa kepada Loi Wi.

__ADS_1


“Kemana dia? apakah dia berhasil kabur?.” Tanya Loi Wi yang menyadari tidak menemukan orang itu ditempat itu.


__ADS_2