
“Ampun... ampunkan hamba jagoan, hamba tidak tau kalau dikota ini memiliki jagoan seperti anda.” Kata Zhao Hong untuk menyelamatkan dirinya.
Namun Lie Zi sudah mengetahui niat Zhao Hong yang ingin menyelamatkan diri.
“Haha... jika kelompok naga merah dan kau mati, mungkin tidak akan ada kriminal dikota ini,” Balas Lie Zi.
Kondisi tubuh Lie Zi masih dikendalikan oleh seseorang yang membisikkannya tadi, namun ketika berbicara itu adalah Lie Zi yang asli. seseorang dibalik suara itu hanyalah yang mengendalikan kemampuan bela diri Lie Zi untuk sementara waktu.
Zhao Hong mengumpat dalam hatinya, dia tidak sabar melihat perlakukan Lie Zi kepadanya. yang ia pikirkan adalah bagaimana mungkin seorang anak kecil dapat menghabisi nyawanya dengan mudah.
‘Ah... sepertinya aku harus menggunakannya di posisi seperti ini, aku tidak harus menahan Maluku lagi dihadapan anggotaku untuk saat ini.’ Pikir Zhao Hong dengan menatapi wajah Lie Zi dengan sedikit panik.
Zhao Hong mengeluarkan pil bewarna merah tua dari jubahnya, melihat hal itu Lie Zi langsung bergerak kearah Zhao Hong tanpa aba-aba dan ingin menebas kepalanya dengan pedang yang ada ditangannya, namun seketika Zhao Hong menelan pil itu dan memunculkan sinar merah dari tubuhnya, sehingga Lie Zi menutup matanya karena kesilauan, saat sinar itu hilang barulah Zhao Hong tidak berada di tempat itu.
Lie Zi langsung bergerak kearah Zhao Hong karena mengetahui khasiat pil merah tua yang dikeluarkan dari jubah Zhao Hong itu. tidak lain adalah pil ruh naga darah, ia mengetahui tentang pil itu dari buku panduan yang sering dibacanya saat ia dirumah.
Loi Wi, Mey Wan, dan penduduk kota itu pun tidak mengerti pil apa yang digunakan oleh Zhao Hong. dan kini tampak di wajah Lie Zi wajah dirinya sebelum berubah menjadi hitam pekat.
“Ibu, guru, apakah kalian baik baik saja!” Tanya Lie Zi panik, sambil membuka Kain emas yang melilit Mey Wan, Loi Wi, dan penduduk kota itu.
Namun hasilnya nihil, kain emas itu tidak bisa dibuka dengan mudah oleh Lie Zi.
***
Loi Wi, Mey Wan, dan penduduk kota itu heran melihat perubahan wajah Lie Zi yang tadinya bercahaya hitam pekat menjadi normal semula, semua orang yang ada disana merasa sedikit panik karena mereka berpikir Lie Zi kerasukan.
Setelah melihat Lie Zi kelelahan berusaha membuka balutan kain itu dari penduduk desa, Loi Wi memberanikan diri untuk berbicara kepada Lie Zi.
“Lie... apa itu kau?” Tanya Loi Wi dengan nada pelan.
Lie Zi yang sedang mengatur nafasnya menatap kearah Loi Wi dengan heran.
__ADS_1
“Tentu saja ini aku guru? mengapa guru bertanya demikian?” Tanya Lie Zi dengan sedikit kesal kepada gurunya yang baru buka suara dan bertanya demikian.
Mey Wan, Loi Wi, dan penduduk kota itu bernapas sedikit lega karena mendengar suara Lie Zi sudah berubah dari suaranya saat tubuhnya dikendalikan oleh bisikan wanita misterius yang tidak diketahuinya itu.
“Ah. . syukurlah... apa yang terjadi padamu tadi?, kau membuat kami semua panik.” Tanya Lie Zi.
Lie Zi tidak menjawab pertanyaan dari Loi Wi melainkan memberi tanda untuk tidak membahas hal ini didepan penduduk kota itu.
Loi Wi paham atas tanda yang diberikan Lie Zi.
“Ini... Ini kain emas yang digunakan dunia bela diri untuk menangkap musuh, biasanya untuk membuka Kain ini butuh waktu yang sangat lama jika tidak memiliki kemampuan yang cukup.” Loi Wi menjelaskan hal demikian kepada Lie Zi, karena melihat Lie Zi sendiri kebingungan untuk membuka Kain yang membalut dirinya, Mey Wan, dan para penduduk kota lainnya.
Lie Zi yang mendengar penjelasan dari Loi Wi menepuk dahinya.
‘Ahh... guru! mengapa kau tidak memberitahuku sedari tadi!!’ Batinnya sambil mendengus kesal.
“Jadi apa yang kita lakukan untuk-...” Perkataan Lie Zi terpotong, kini wajahnya mengeluarkan cahaya hitam pekat seperti tadi.
‘Ah... dia merasukiku lagi.’ Pikir Lie Zi.
Tiba-tiba suara yang didengar olehnya ketika bertarung oleh Zhao Hong kini terdengar lagi.
‘Lie Zi, aku akan membantumu membuka Kain emas itu.’ bisik suara wanita itu kepada dirinya.
“Ahh.. kau ini siapa sebenarnya? ahh.. tidak-tidak kalau kau ingin membantuku silahkan.” Lie Zi berkata dengan suara kemayu seperti dia berbicara kepada Zhao Hong saat bertarung.
Para penduduk, Loi Wi, dan Mey Wan saat ini benar-benar merasakan bahwa Lie Zi dirasuki oleh seorang ruh.
“Hei!! siapa kau? jangan rasuki anak kecil itu!!” Salah satu penduduk desa memberanikan diri untuk bertanya lantang kepada wanita yang mengendalikan tubuh Lie Zi.
“Ah... jangan banyak bicara, aku berniat baik kepada kalian.” kata Lie Zi dengan suara kemayu wanita yang mengendalikan tubuhnya.
__ADS_1
Lie Zi memulai mengatur nafasnya dalam-dalam dan memejamkan matanya sambil memegang kain emas itu.
Setelah beberapa saat kemudian kain emas itu terbakar oleh api yang berasal dari tangan Lie Zi.
Penduduk yang berdiri didekat Lie Zi menjadi panik sambil teriak histeris takut terkena oleh api yang keluar dari tangan Lie Zi.
‘Hei apa yang kau lakukan!!’ Batin Lie Zi dengan tegas.
Wanita yang mengendalikan tubuh Lie Zi mendengar suara batin Lie Zi, namun ia tidak menanggapinya.
Ketika api itu sudah membuat kain itu menjadi lunak penduduk yang berdiri didekat Lie Zi itu berlari keluar dari ikatan kain itu dengan selamat meskipun terkena oleh api yang membakar kain emas itu.
“Keluarlah!” Kata Lie Zi yang tubuhnya dirasuki oleh seorang wanita itu.
Para penduduk, Loi Wi, serta Mey Wan sebenarnya masih ragu untuk mengikuti perkataan Lie Zi, namun mereka memeberanikan diri untuk melakukan hal itu karena sudah melihat langsung api itu tidak membakar salah seorang penduduk yang berhasil keluar itu.
***
Loi Wi, Mey Wan, dan para penduduk sudah berhasil keluar dengan selamat dari balutan kain itu.
‘Nanti malam aku akan memberitahukan siapa diriku kepadamu, kuharap kau bersabar.’ Selesai berkata demikian ruh wanita itu keluar dari tubuh Lie Zi, wajah dan suaranya pun kembali normal.
“Heii! mau kemana kau!?” Lie Zi Teriak demikian setelah mendengar suara bisikan dari ruh wanita itu.
Para penduduk kota lagi-lagi dibuat heran oleh perubahan wajah dan suara Lie Zi, mereka tidak mengerti alasan Lie Zi berbicara dan berteriak sendiri.
“Apa yang terjadi padanya?” Suasana di pusat kota itu menjadi sedikit ricuh setelah melihat keanehan yang ada dalam diri Lie Zi.
Banyak yang membicarakan Lie Zi dengan berbisik, ketakutan kepada Lie Zi dan tidak berani menatapnya. dan masih banyak perlakuan-perlakuan lain yang dilakukan oleh penduduk kota itu kepada Lie Zi.
“Guru, ibu, aku tidak mengerti, sejak aku bertarung tadi... ada suara seorang wanita berbisik kepadamu, dan saat aku menerjang tubuh Zhao Hong dialah yang mengendalikan tubuhku!” Lie Zi sudah tidak sabar lagi atas kericuhan yang terjadi dikota itu, dia langsung berkata demikian kepada Loi Wi dan Mey Wan. dan berhasil didengar oleh penduduk kota lainnya.
__ADS_1
Penduduk kota itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya mereka seperti memikirkan hal yang sama.