
Mey Wan dan Lie Zi tidak tahu apa rencana Loi Wi menyuruh mereka demikian, mereka berniat menanyakan mengapa Loi Wi menyuruh mereka mengikat dan meletakkan jasad orang yang baru dibunuh Loi Wi diatas tumpukan kepala orang orang yang tidak sadarkan diri itu.
***
Loi Wi masih duduk ditempatnya sambil memikirkan apa tujuan orang dari Kekaisaran Wui datang kekota itu.
Setelah selesai mengikat orang orang itu Mey Wan dan Lie Zi terlihat sedikit kelelahan mereka berdua beristirahat duduk di samping Loi Wi.
“Apakah kalian lelah?” Tanya Loi Wi sambil memalingkan wajahnya kearah Mey Wan dan Lie Zi.
Mey Wan dan Lie Zi kaget melihat pertanyaan Loi Wi, saat ini yang ada dipikiran mereka Loi Wi akan menyuruh mereka lagi.
Loi Wi tertawa kecil melihat perubahan ekspresi wajah Mey Wan dan Lie Zi.
“Ah.. sini sini istirahat bersamaku” Loi Wi merangkul tubuh Lie Zi. Sejak kecil bagi Lie Zi, Loi Wi bukan hanya seorang guru baginya, namun juga menjadi sosok seorang ayah.
Mey Wan yang melihat hal itu mengacungkan jempol kepada Loi Wi. dia merasa sangat bahagia Loi Wi bisa menjadi sosok seperti ayah bagi Lie Zi.
***
Lie Zi mulai tertidur dirangkulan Loi Wi, Mey Wan berniat membangunkan Lie Zi dan mengajaknya masuk kedalam kamar, namun tidak perlu ia membangunkan Lie Zi tiba-tiba Lie Zi tersentak bangun karena mendengar suara salah satu orang yang tidak sadarkan diri tadi menjerit histeris.
Setelah Lie Zi terbangun, Loi Wi langsung berjalan kearah orang orang yang sudah sadarkan diri akibat jeritan histeris rekannya itu.
“Mengapa kau menjerit seperti itu?” Tanya Loi Wi kepada orang yang menjerit histeris seperti itu.
Loi Wi sebenarnya sudah mengerti alasan orang itu menjerit histeris seperti itu, tidak lain karena orang itu kaget karena melihat kepala jasad orang mati diatas kepalanya, semua orang yang sudah sadarkan diri disana yang telah menumpuk diikat menoleh kearah orang yang menjerit itu tadi dan sama terkejutnya setelah melihat ada jasad rekannya yang mati setelah dibunuh oleh Loi Wi tadi.
“Kau!! Apa yang kau inginkan” Teriak salah seorang yang sudah sadarkan diri disana.
Seketika Loi Wi membuka pedangnya dan menebas leher orang yang barusan angkat suara tadi.
__ADS_1
Semua orang yang melihat hal itu menjadi kaget termasuk Lie Zi dan Mey Wan yang melihat dari sedikit jauh.
Suasana menjadi hening tidak ada percakapan yang terjadi antara Loi Wi dengan sekumpulan orang-orang itu.
‘Mengapa dia melakukan hal itu’
‘Dia sangat berubah semenjak beberapa tahun tidak terlihat di Kekaisaran Wui’
Banyak pikiran yang bermacam-macam keluar dari banyak orang yang melihat Loi Wi membinasakan rekannya dengan begitu cepat dan mudah.
Mey Wan dan Lie Zi menatap Loi Wi dengan tatapan kosong. mereka juga tidak menyangka Loi Wi akan melakukan hal demikian dengan kepada orang dengan sangat mudah.
“Apa kalian masih tidak mau mengatakan apa keinginan kalian datang kedalam kota ini? siapa yang menyuruh kalian?” Tanya Loi Wi sambil tersenyum mengangkat alisnya.
Orang-orang itu tidak ingin menjadi tumbal akibat kaganasan Loi Wi. namun mereka tidak mungkin akan menjawab sesuatu yang menurut mereka itu rahasia yang perlu ditutupi.
Loi Wi membuka pedangnya lagi, berniat menebas salah satu diantara orang-orang yang dari tadi tidak buka suara disitu.
“A..aku akan mengatakannya!” Teriak orang yang menyadari hal itu.
Semua orang yang berada disana tidak menyangka rekannya itu akan mengatakan rahasia mereka disini, namun mereka tidak ingin membuka suara karena takut Loi Wi akan menebas kepalanya yang mereka rasakan saat ini hanyalah pasrah.
“Haha.. aku tidak menyangka di Kekaisaran Wui ada seseorang penghianat sepertimu, Cepat katakan!” Loi Wi melirik dan berjalan kearah orang yang baru saja buka suara tadi.
Selama Loi Wi tinggal di Kekaisaran Wui ia tentu sudah mengetahui bagaimana cara Kekaisaran Wui menyusun rencana, oleh sebab itu dia mengatakan bahwa orang yang baru buka suara itu adalah seorang penghianat dari Kekaisaran Wui.
Seorang pria yang berada di tumpukan orang-orang yang diikat itu membuka rahasia Kekaisaran Wui datang kekota itu.
Loi Wi sedikit kaget setelah mengetahui keinginan Kekaisaran Wui ingin datang ke kota itu.
“Apa? kitab penghancur bumi? aku tidak pernah mendengar nama kitab seperti itu sebelumya” Tanya Loi Wi sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
“Seperti namanya, kitab penghancur bumi, siapapun yang mendapatkan kitab itu akan dapat menguasakan bumi, oleh karena itu Kaisar Wui yang sekarang ingin kitab itu jatuh ke Kekaisaran Wui”
Semua orang yang berada disana kaget setelah mendengar rekannya membuka suara, termasuk Loi Wi yang sedikit kaget setelah mendengar jawaban pria itu. ‘Kaisar Wui yang sekarang? apakah Kaisar Wui sudah diganti?’ pikirnya, namun ia tidak ingin menanyakan hal yang menurutnya tidak penting itu, yang dia pikirkan adalah mengapa di kota kecil tempat ia tinggal ternyata ada kitab yang sangat berharga seperti kitab penghancur bumi itu.
***
Loi Wi melamun setelah mendengar pernyataan dari pemuda itu, sedangkan semua orang yang berada disitu menjadi panik Loi Wi akan melakukan sesuatu kepada mereka.
Mey Wan dan Lie Zi yang menyaksikan hal itu dari jarak sedikit jauh saling berpandangan dan merasa kebingungan, karena tidak pernah mendengar nama kitab itu di kota ini sebelumnya.
“Apakah ada yang ingin kau tanyakan lagi, kumohon lepaskan kami semua, kami tidak akan melanjutkan tugas kami untuk mendapatkan kitab itu, namun tolong lepaskan kami” Pria itu buka suara lagi yang membuat Loi Wi lepas dari lamunannya.
“Hmm.. Apakah ada tujuan lain Kekaisaran Wui datang kesini?” Tanya Loi Wi lagi sambil mengelus dagunya.
“Tidak, hanya itu yang diinginkan Kekaisaran Wui datang kekota ini” Balas pria itu dengan panik.
“A..apa-apaan aku sudah memberitahumu..” Teriak pria itu setelah melihat Loi Wi dan mengeluarkan pedangnya dan perkataannya terputus setelah Loi Wi menebas kepalanya.
Loi Wi bergerak cepat untuk menghabisi semua orang disana sampai tidak bersusah sedikitpun.
Mey Wan dan Lie Zi menjadi ketakutan akibat perbuatan Loi Wi kepada semua orang yang berada disana, mereka merasa Loi Wi merupakan orang yang sudah ahli dalam pembunuhan.
Setelah selesai membinasakan semua orang disana Loi Wi berjalan kearah Mey Wan dan Lie Zi yang berada sedikit jauh dari tempatnya.
“Mengapa?” Tanya Loi Wi singkat kepada Mey Wan dan Lie Zi.
Lie Zi dan Mey Wan kaget setelah melihat sikap Loi Wi seperti orang yang tidak merasa bersalah.
“Guru! mengapa guru menghabisi semua orang-orang itu? mereka sudah memberitahumu tentang keinginan mereka datang ke kota ini dan sudah berjanji untuk tidak melanjutkan tugas mereka?!” Lie Zi yang sudah tidak sabar setelah melihat aksi Loi Wi membuka suara.
Loi Wi tentu mengerti alasan Lie Zi berkata seperti itu namun dia juga memiliki alasan tersendiri untuk melakukan aksinya.
__ADS_1
“Hmm.. aku mengerti mengapa kau berkata demikian, namun aku memiliki alasan untuk membinasakan mereka semua..”