
Lie Zi, guru dan ibunya sampai di sebuah jalan yang bercabang dan menghubungkan kesegala arah, dengan petunjuk di tangannya Loi Wi kemudian memilih berjalan lurus ke sebelah Utara, air menggenangi jalan seperti baru saja terkena hujan, jalanan yang berlubang kini penuh dengan genangan air.
“Sepertinya kita telah sampai di desa yang dimaksud...” tak butuh waktu lama yang dihabiskan untuk menempuh jalan yang ditunjukkan pada peta tersebut, namun hal itu cukup untuk menguras tenaga mereka bertiga.
“Guruu... apa tidak sebaiknya kita beristirahat dahulu?” Lie Zi berkata demikian sambil mengusap-usap kelopak matanya.
Mey Wan dan Loi Wi berpandangan sebelum mengangguk secara bersamaan, “Di desa ini tidak ada penginapan, apakah kau ingin kita tidur hanya beralaskan tikar, dan harus mundur beberapa meter agar mendapat tempat yang tidak tergenang air?” tanya Loi Wi sambil mengelus-elus rambut Lie Zi.
Lie Zi memahami kondisinya, tidak ada pilihan lain, jadi dia harus mengikuti alurnya saja.
Mereka telah sampai di tempat yang tidak tergenang oleh air, Loi Wi menjalankan tikar yang dibawanya, tanpa aba-aba Lie Zi langsung merebahkan tubuhnya di tanah yang hanya beralaskan tikar anyaman itu.
***
Matahari terbit menyinari tubuh keluarga kecil itu, pada saat bersamaan mereka bertiga membuka mata secara perlahan, kehangatan yang di pancarkan oleh matahari itu berhasil membuat tubuh mereka sedikit bersemangat.
Hal yang pertama dirasakan setelah mereka membuka mata yaitu keramaian, banyak orang yang mengerumuni mereka, “A-ada apa ini?” tanya Loi Wi sambil menggaruk kepalanya.
Para kerumunan itu hanya saling berpandangan dan kebingungan, kondisi seperti terbalik, seharusnya mereka bertiga lah yang bingung.
“Kisanak, mengapa anda berada di jalan ini?, ini adalah akses untuk lintas warga desa ini, sepertinya kami baru melihat kisanak di desa ini...” kata seorang pemuda tegap sambil berjalan menerobos kerumunan itu.
Diantara para warga yang melihat, hanya pemuda itu yang lebih tampak semangat, Loi Wi melihat sekelilingnya sebelum sadar yang dikatakan oleh pemuda itu mereka tidur di jalanan.
“ee-hmm... maaaf kisanak, kami tidak sengaja tidur di jalanan ini, kami hanyalah berkelana dan tidak sengaja beristirahat di desa ini, kemarin kami tidak mengetahui letak penginapan yang ada di desa ini, jadi kami memutuskan untuk tidur di tempat ini...” jawab Loi Wi yang sedikit berdusta.
Para warga itu sebenarnya tidak ingin banyak bicara dengan Loi Wi, mereka semua melihat iba ke Lie Zi.
“Ada apa Paman?” tanya Lie Zi menyadarkan tatapan seorang pria dewasa yang sedari tadi melihatnya.
“Ti-tidak apa-apa...” pria dewasa itu langsung menggelengkan kepalanya. bersamaan dengan hal itu para warga itu langsung bubar setelah mendapat arahan dari pria muda yang bertanya kepada Loi Wi tadi.
Semuanya bubar kecuali seorang pria muda yang bertanya kepada Loi Wi tadi.
Loi Wi langsung bangkit dan membereskan tikarnya, suatu hal yang membuatnya bingung, mengapa dia bisa tidak tahu saat mengembangkan tikar di jalanan yang seharusnya menjadi jalan lintas warga.
“Kisanak, aku bisa membantumu mencari penginapan di sekitar sini...” pria itu menawarkan kepada Loi Wi.
__ADS_1
“Hmm... terima kasih tawarannya kisanak, tetapi sepertinya kami tidak perlu untuk menginap lagi, karena tempat tujuan kami telah hampir sampai...” Loi Wi menolak dengan lembut agar tidak menyinggung.
“Baiklah, hmm... kalau boleh tau kisanak akan pergi kemana?” tanya Pria itu.
Loi Wi tidak ingin memberitahukan tempat tujuannya, dia menutupinya kepada pria itu, "Ke... tempatnya sudah dekat dari sini, aku tidak ingat namanya, tapi aku ingat dimana tempatnya..." ujar Loi Wi yang tentu saja berdusta.
Pria itu tidak berusaha lagi menghalangi jalan Loi Wi, Lie Zi dan Mey Wan, pria itu bergegas pergi meninggalkan mereka bertiga karena melihat keramaian yang berada tak jauh darinya.
Loi Wi, Mey Wan dan Lie Zi sebenarnya penasaran hal yang terjadi di keramaian itu, namun mereka menggunakan kesempatan itu untuk menghindar dari keramaian.
***
**Izinkan saya promosi novel-novel yang sangat bagus menurut saya, berkualitas dan bermartabat, berikut list-nya...
*1. Dunia Abimanyu - Jo Whylant
Suamiku bukan Jodohku - Roffiey Zain
Lentera Santri-Aldin R
Apa aku berbeda?-Lina Agustin
Dian & Lexa - Vina
Kimberly Love Story - KrtBtsta
Hifdzul Quran-Pak Guru
Cinta Tanpa Loved-Jack
Cinta Pertama di Kesempatan Kedua - Ay Fie
The Ghost - Zy Pian
Pendekar Gurun-Jack Mad
__ADS_1
M I M P I - Tsam Mozaik
LOVE BEHIND SECRETS - TIYAN WIJAYANTI.
BANGKIT KEMBALI - Ahmad Yani
Hello Presdir - Shinta
Cinta Sepasang Saudara - Fadli
Cinta cowok dingin - Yuli novelis
Ta'aruf siap menikah - iim young
40 hari denganmu - NK25(Tanya)
21.Mencintaimu Dalam Diam-Karlina Sulaiman
Love at first sight - Adine Indriyani
Pelangi di Batas Senja - Triyanti Fitri
Dr.Farrel is my husband - Chiara Chakira
Perjalanan Cinta - Alfina J
Jarak dan Harapan-Aeni
Alvina - Sita Azzaky
Balas Dendam Cowok Kampungan - Linanda Anggen
Hatred and love - Sekar arum
Portal Kata "DIDEH"- Dede Joehan
Cinta beda usia - Nunuk pujiati***
__ADS_1