Siluman Jin

Siluman Jin
Kai Sha


__ADS_3

'Duar...'


Suara keras yang berasal dibelakang Mey Wan, Lie Zi, dan Loi Wi, berhasil mengagetkan semua orang yang berada dikota itu termasuk mereka bertiga. Mey Wan, Lie Zi, dan Loi Wi langsung melihat kebelakang dan memandangi beberapa orang yang baru saja turun dari udara.


Wajah semua orang yang sedari tadi memandangi Lie Zi, Mey Wan, dan Loi Wi, menjadi panik setelah melihat beberapa orang yang turun dari udara tadi. Anak-anak kecil yang berada disana bersembunyi di pelukan orang tuanya yang juga terlihat panik.


“Siapa kalian? sepertinya kami baru melihat kalian di kota ini” Teriak salah satu orang dengan wajah sedingin es kearah Loi Wi.


“Kami bukan siapa-siapa, kami hanya ingin berkelana mengelilingi kota ini..” Balas Loi Wi sambil menaikkan alisnya.


Semua orang yang menyaksikan hal itu terkejut dan kaget setelah melihat aksi Loi Wi dengan tidak takut menjawab pertanyaan dari orang itu.


Salah satu diantara yang lainnya tepuk tangan dengan lantang setelah mendengar jawaban Loi Wi yang begitu tidak merasa ketakutan.


“Berani beraninya kalian berkelana kekota ini! jangan harap kalian akan mendapatkan kitab itu.. keluar dari kota ini sekarang jika kalian tidak ingin berurusan dengan Kekaisaran Haura” Teriak orang itu sambil menunjuk kearah Loi Wi, Lie Zi, dan Mey Wan.


Mey Wan kaget setelah mendengar kata Kekaisaran Haura, tentu saja hal ini dikarenakan Kekaisaran itu merupakan salah satu dari Kekaisaran terhebat yang diceritakan legenda.


Loi Wi juga sedikit kaget atas perkataan orang itu, namun masih tetap bisa santai dengan perkataan orang itu. dia tidak langsung menjawab melainkan berjalan kearah Lie Zi dan seperti membisikkan sesuatu. Loi Wi sendiri sebelumnya bingung kitab apa yang dimaksud oleh sekelompok orang itu, namun ia telah menyadarinya setelah mengingat tujuan utamanya berkelana mengelilingi kota itu.


“Lalu?..” Tanya Loi Wi singkat yang membuat semua orang yang berada disana menjadi semakin panik kecuali bebarapa orang yang berasal dari Kekaisaran Haura tersebut, tentu saja mereka tidak merasa panik sedikitpun karena merasa dirinya sudah paling hebat.


“Wah.. wah.. wah.. nyalimu begitu besar..”


Semua orang yang berada disana termasuk utusan dari Kekaisaran Haura itu bingung dan mencari asal suara tersebut. Dengan tiba-tiba ditempat itu menjadi badai kecil. semua orang menjadi panik dan melihat sekelilingnya, dengan seketika seseorang muncul dari kumpulan pasir-pasir yang beterbangan di udara itu, dan semua orang yang mengaku utusan Kekaisaran Haura itu tunduk terhadap orang yang baru saja muncul itu, mereka mengenali orang yang baru saja muncul itu, yakni Kai Sha.


Kai Sha merupakan orang terhebat nomor satu di Kekaisaran Haura dan namanya sudah begitu tersohor didunia bela diri. Dan memang sepantasnya semua orang yang dari utusan Kekaisaran Haura itu menundukkan kepalanya dihadapan Kai Sha.

__ADS_1


“Kai Sha...”


“Mungkin ini adalah akhir...”


Suara semua orang yang berada disana menjadi sangat panik, dan bebarapa orang sudah berkata bahwa hidupnya akan berakhir disini.


“Perkenalkan, namaku Kai Sha... dari Kekaisaran haura.”


Loi Wi sangat terkejut setelah mendengar perkataan orang itu yang ada dipikirannya adalah dia tidak akan selamat jika menghadapi Kai Sha sendirian.


‘Bagaimana mungkin Kekaisaran Haura mengirim orang yang begitu hebat untuk datang mengambil kitab itu? jika kitab itu jatuh Kekaisaran Haura?... ah tidak tidak aku tidak akan membiarkan hal itu’ Pikir Loi Wi.


Saat ini Loi Wi bingung untuk melakukan apapun yang ada dipikirannya, ia tidak mungkin bisa selamat jika berusaha mengalahkan Kai Sha yang merupakan orang terhebat di Kekaisaran Haura, namun ia tidak mempunyai jalan lain kecuali untuk tetap tenang dan menyembunyikan rasa ketakutannya dihadapan Mey Wan dan Lie Zi.


“Jadi.. apa maumu? aku berasal dari Kekaisaran Wui yang juga salah satu Kekaisaran terhebat yang disebutkan legenda” Jawab Loi Wi dengan menyembunyikan ketakutannya.


“Kuakui Kekaisaran Wui memang hebat tetapi mereka sepertinya tidak mengirimkan orang terhebat di Kekaisaran mereka untuk menemukan kitab berharga itu..” Jawab Kai Sha sambil tersenyum sinis.


“Lebih baik kau menyerah sekarang, jika tidak aku akan membunuhmu ditempat ini juga” Kai Sha buka suara lagi.


“Kau terlalu berharap..” Loi Wi tidak berkata banyak melainkan mengeluarkan pedangnya dan berlari kearah Kai Sha berniat untuk membuka pertempuran.


“Loi Wi..” Teriak Mey Wan yang panik setelah melihat Loi Wi mengeluarkan pedangnya, dia berniat membantu Loi Wi, namun tidak ingin menghantarkan nyawanya ditempat ini.


Lie Zi yang masih diam kini menjadi panik setelah melihat Mey Wan Teriak kepanikan melihat Loi Wi yang berlari kearah Kai Sha.


“Ibu.. apakah mereka berbahaya?” Tanya Lie Zi kepada Mey Wan.

__ADS_1


Mey Wan masih sangat panik ditempatnya, dia tidak menjawab pertanyaan Lie Zi melainkan mengangguk kepala pelan.


‘Aku harus membantu guru..’ Pikir Lie Zi sambil bergerak mendekat kearah orang-orang itu.


“Singkirkan bocah Siluman itu!” Teriak Kai Sha memerintahkan anggotanya untuk menyingkirkan Lie Zi.


Loi Wi, Mey Wan, dan Lie Zi bingung setelah Kai Sha berkata demikian. ‘Ah.. bagaimana mungkin dia mengetahuinya’ Pikir Lie Zi.


Lie Zi yang sadar melihat rombongan orang berlari kearahnya tidak melanjutkan larinya, dia diam ditempatnya menunggu orang-orang yang ada disana mendekat kearahnya.


“Apakah kalian ingin menghantarkan nyawa kalian?” Teriak Lie Zi setelah melihat orang-orang itu mendekat kearahnya.


Lie Zi mengeluarkan pedang pemberian Loi Wi kepadanya dan bergerak maju menyerang dengan jurus-jurus yang diajarkan Loi Wi kepadanya.


Mereka telah bertukar banyak jurus, Lie Zi yang masih kecil itu sadar bahwa dia tidak bisa menghabisi beberapa orang disana dengan kemampuan bela diri yang diajarkan oleh gurunya.


“Jangan mendekat! atau aku akan menangis..” Teriak Lie Zi ke orang-orang itu.


Orang-orang itu tertawa melihat aksi Lie Zi yang akan menangis untuk menghentikan pertarungan.


“Haha.. apakah kau diajarkan menangis oleh ibumu?” Tanya orang-orang itu.


Lie Zi tidak banyak menjawab melainkan mulai menangis sekuat-kuatnya yang membuat semua orang disana menjadi histeris kesakitan, kecuali rombongan yang berasal dari Kekaisaran Haura yang baru saja menghadapinya, mereka menghentikan pertarungan dan menjadi tidak bisa bergerak tiba-tiba.


Loi Wi yang sedang bertarung dengan Kai Sha menjadi berhenti bertarung bersamaan dengan Kai Sha setelah melihat Lie Zi sedang menangis kuat.


Kai Sha tidak terkena pengaruh dari tangisan Lie Zi karena jaraknya yang jauh dengan Lie Zi.

__ADS_1


Loi Wi yang menyadari Kai Sha kehilangan fokus setelah melihat Lie Zi menangis mulai berlari kencang kearah Lie Zi.


__ADS_2