Siluman Jin

Siluman Jin
Perampokan Kota Ling


__ADS_3

Loi Wi tersedak ludahnya sendiri, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan kitab itu selain dengan cara yang dikatakan Loi Wi sebelumnya. Oleh sebab itu ia mengatakannya kepada Lie Zi.


Loi Wi tidak menjawab lebih panjang melainkan malu sambil tersenyum cengengesan.


***


Mey Wan berlari kencang dan wajahnya terlihat panik, ia berlari kearah Lie Zi dan Loi Wi berada. Lie Zi, Loi Wi, dan para penduduk kota yang ada disana secara bersamaan menoleh kearah Mey Wan.


“Ada apa!?” Tanya Loi Wi setelah melihat wajah Mey Wan yang panik.


“A-aku tadi tidak sengaja melihat disana ada perampokan oleh sekelompok orang yang merampok suatu gedung besar yang ada disana!” Jawab Mey Wan tergesa-gesa sambil menunjuk ke suatu arah.


Semua penduduk kota itu juga sama terlihat panik setelah mendengar pernyataan dari Mey Wan. tentu saja mereka mengetahui gedung besar yang arahnya ditunjuk oleh Mey Wan. yakni Asosiasi Peminjaman Harta. yang merupakan salah satu sumber peminjaman harta utama yang dimiliki oleh kota itu.


“Asosiasi Peminjaman Harta! Tidak... tempat itu tidak boleh dirampok!” Teriak salah satu penduduk desa yang sedang berkumpul disitu. Ditempat itu ada seorang yang memiliki asosiasi itu, dia sama paniknya seperti penduduk-penduduk lain.


Semua penduduk kota itu tentu saja keluar dari rumah mereka setelah mengetahui bahwa Kekaisaran Haura datang kekota itu.


“Ini kesempatan yang baik!” Lie Zi berbisik kepada Loi Wi. dan disusul oleh wajah Loi Wi yang cerah. sebelumnya dia tidak berpikir sejauh itu.


Loi Wi pertama kali bergerak lari dari sekumpulan orang itu kearah yang ditunjuk Mey Wan yang disusul oleh para penduduk lainnya termasuk Lie Zi dan Mey Wan.


***


Para penduduk serta pemilik asosiasi itu terkejut setelah melihat sekelompok orang yang merampok tempat itu, kecuali Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan.


“Hei! apa yang kalian lakukan!!” Teriak Loi Wi dengan keras setelah pertama kali sampai ketempat itu.

__ADS_1


Para penduduk dan pemilik asosiasi itu agak sedikit kaget setelah melihat aksi Loi Wi, namun ia tidak meragukan kemampuan Loi Wi sehingga mereka bisa bernafas dengan sedikit lega.


Para perampok itu sedikit kaget setelah melihat semua warga kota itu berani berada dibelakangnya. meskipun demikian mereka tidak takut menghadapi para penduduk kota itu, karena jumlah mereka terlihat lebih banyak daripada penduduk kota yang ada disitu.


Para penduduk desa tambah semakin kaget setelah menyadari bahwa yang merampok kota mereka adalah sekelompok orang yang berasal dari kelompok naga merah. yang merupakan suatu kelompok yang tempatnya bersebelahan dengan kota Ling, atau kota Han yang tempatnya berdekatan dengan Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan tinggal. hanya saja Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan tinggal masih termasuk kedalam kategori kota Ling, atau bisa dikatakan tinggal diantara kota Ling dan kota Han.


“Wah... wah... wah... kami tidak menyangka bahwa dikota ini memiliki orang yang berani sepertimu.” Balas Tiga orang yang berdiri mengawasi rekannya merampok, yang kini berjalan santai kearah Loi Wi.


Langkah ketiga orang itu merasakan sedikit getar setelah melihat dengan tiba tiba udara ditempat itu terlihat sedikit bercampur panas dan dingin. Hal itu dikarenakan Lie Zi yang menatap tajam dan kesal kearah salah seorang dari tiga orang yang berjalan kearah Loi Wi.


Ketiga orang itu menjadi sedikit panik setelah melihat pandangan tajam Loi Wi yang dapat mengubah suasana.


“Mundur! Tinggalkan kota ini dan kembalikan harta rampokan kalian!” Teriak Loi Wi kepada ketiga perampok yang ada dihadapannya itu.


Teriakan Loi Wi tidak terlalu keras, namun dapat didengar oleh semua perampok yang sedang merampok Asosiasi Peminjaman Harta milik Kota Ling.


“Seenaknya kau menyuruh kami pergi! jangan harap! kota ini wilayah kami!” Teriak salah seorang diantara ketiga orang yang menghadang Loi Wi.


“Jangan salahkan kami jika terjadi apa-apa kepada kalian!” Loi Wi berteriak lagi.


Para penduduk kota yang awalnya tidak memberanikan diri untuk melawan kelompok naga merah itu masih terlihat sedikit ragu untuk melawan, namun setelah mereka melihat keahlian Lie Zi dan Loi Wi mengalahkan Kekaisaran Haura dengan mudah membuat mereka lebih sedikit percaya diri.


Salah satu dari tiga orang yang menghalang penduduk kota itu meniupkan peluit yang suaranya terdengar keras keseluruh kota. Dengan segera para perampok yang merampok di gedung Asosiasi Peminjaman Harta keluar dan berkumpul kearah peluit di bunyikan.


Para penduduk kota, Lie Zi dan Loi Wi terkejut setelah melihat jumlah para perampok yang berkumpul itu setidaknya seperempat lebih banyak daripada penduduk kota yang ada disana.


Lie Zi dan Loi Wi sebenarnya tidak yakin dapat melawan para perampok itu dengan mudah, jika mereka bisa menghabisi para perampok itu paling tidak mereka akan terluka parah.

__ADS_1


Lie Zi, Loi Wi, dan penduduk kota itu menelan ludahnya setelah melihat jumlah para perampok itu, bahkan tidak sedikit dari penduduk kota yang kehilangan semangat bertarungnya.


“Maju!” Teriak Lie Zi keras.


Setelah mendengar teriakan Lie Zi para perampok itu tertawa kecil, bagaimana mungkin seorang mereka akan melawan seorang anak kecil.


“Nak, nyalimu sungguh besar, aku tidak tega menghabisimu disini, lebih baik kau kami biarkan hidup dan bergabung dengan kelompok naga merah, nyali sepertimu jarang dimiliki oleh anak biasa.” Balas salah seorang dari para perampok itu.


Wajah Lie Zi terlihat geram dan ingin mengumpat, namun dengan keberaniannya ia bergerak kedepan melewati Loi Wi dengan wajah senyumnya.


Loi Wi dan Mey Wan tentunya tau bahwa Lie Zi bukanlah anak yang bodoh, tetapi melihat aksi Lie Zi yang sungguh berani berjalan dengan tersenyum menghadap kepada para perampok itu sungguh tidak bisa diterima oleh mereka.


Lie Zi sudah sampai ditengah-tengah para perampok itu. sebagian para perampok itu tertawa kecil melihat aksi Lie Zi dan sebagian lagi heran mengapa Lie Zi bersikap demikian.


Lie Zi menarik nafasnya sebelum menangis dengan keras-sekerasnya. Hal itu membuat kaki dan tangan seluruh perampok itu seperti terkunci.


Seperti teknik bertarung yang digunakan Lie Zi dan Loi Wi sebelumnya. yakni ketika Lie Zi menangis Loi Wi mulai bergerak untuk menyerang lawan yang tidak bisa bergerak dari tempatnya.


“Berhenti guru!” Lie Zi menghentikan tangisnya sejenak dan berteriak kepada Loi Wi yang sedang berlari kencang kearahnya sebelum melanjutkan tangisannya lagi.


Langkah Loi Wi terhenti setelah mendengar teriakan Lie Zi. dia terpatung setelah mendengar perkataan Lie Zi.


***


Lie Zi masih menangis setelah beberapa lama, sedangkan Loi Wi, Mey Wan dan para penduduk kota masih diam ditempatnya sambil menyaksikan aksi Lie Zi yang konyol itu.


Sebagian anggota para perampok itu pingsan di tempat dan sebagiannya lagi kelelahan setelah berusaha bergerak.

__ADS_1


__ADS_2