
Mey Wan yang mendengarkan perkataan Loi Wi tentu saja merasa sangat kecewa. ia harus menunggu 13 tahun lagi setelah Lie Zi berumuran sekitar remaja.
“Loi Wi kuingin kita tinggal disuatu desa disekitaran kota ini sambil menunggu bayi ini berusia 13 tahun, dan aku akan pergi mencari tumbuhan itu saat ia telah berusia 13 tahun” Mey Wan berkata dengan berharap begitu banyak keinginan untuk membantu bayi itu.
“Ya...” Loi Wi menjawab singkat perkataan Mey Wan. dia sangat mengerti dengan seseorang yang telah tidak hidup di tanah kelahiran itu sangat sengsara. oleh karena itu dia mau menemani Mey Wan.
Mey Wan mendengar perkataan Loi Wi terdiam dan merasa sangat bersalah atas perkataannya yang membuat ekspresi wajah Loi Wi sedih.
***
Hari demi hari telah berlalu hingga kini Lie Zi berusia 10 tahun, ia masih memiliki kuku tebal yang panjang dan juga kaki yang sedikit panjang. ia sangat tertutup akan dunia luar oleh karena itu kehadirannya tidak banyak diketahui oleh orang.
“Guru... mengapa orang tuaku tega membuang ku? apakah karena aku...” Perkataan Loi Wi tertahan karena Loi Wi memotongnya.
“Sudah kubilang kepadamu, orang tuamu membuang mu bukan karena kamu begini.. namun pasti ada alasannya. jangan bersedih.” Loi Wi menepuk pundak Lie Zi yang duduk disampingnya.
Loi memanggil Loi Wi guru namun ia memanggil Mey Wan ibu dikarenakan Loi Wi yang sering mengajarkannya tentang dunia luar dan bela diri sehingga kemampuannya mengenal dunia luar dan bela dirinya hebat. dan memanggil Mey Wan dengan sebutan ibu dikarenakan Mey Wan selalu mengasihi nya layaknya seorang ibu kandung.
***
Lie Zi masih belum puas dengan jawaban Loi Wi. sebenarnya ia sudah menanyakan hal yang sama kepada Mey Wan, namun jawaban yang diberikan selalu saja itu.
Lie Zi berjalan masuk kedalam rumahnya dan tidak sengaja menyusuri kamar Mey Wan yang tidak tertutup. dia melihat Mey Wan yang sedang tidur didalamnya. perlahan ia masuk kedalam kamar Mey Wan. ia melirik Mey wan yang sedang tidur. ia juga melihat sekelilingnya dan pandangannya jatuh kedalam peti kuno diatas meja yang ada didalam kamar Mey Wan.
Dia penasaran dengan isi peti itu dan ia membukanya. ia menemukan beberapa kertas kertas seperti kumpulan kitab dan beberapa surat. sebenarnya ia tidak ingin membuka surat yang berada di dalam peti itu, ia takut surat itu merupakan aib dari Mey Wan. Namun dia penasaran dengan satu kertas yang paling terlihat kuno dan seperti bekas air yang telah kering di dalam peti itu, ia membuka dan membacanya.
Lie Zi yang membaca surat itu menjadi kaget dia serasa telah menemui jawaban yang selama ini ia inginkan, ia menyimpan kertas itu di saku bajunya dengan cepat dan buru-buru. namun karena kecerobohannya dia menjatuhkan peti yang ada diatas meja yang membuat Mey Wan kaget dan terbangun.
__ADS_1
Mey Wan kaget melihat Lie Zi berada di kamarnya.
“Nak... apa yang kau inginkan?” Tanya Mey Wan kepada Lie Zi.
“A-aku... aku mau mengambil air soalnya air di kamarku habis” Lie Zi bingung ingin menjawab apa, kemudian terlintas dipikirannya untuk mengatakan hal itu.
“Oh... silahkan ambillah” Mey Wan berkata sambil menggerakkan tangannya menunjuk kearah tempat penyimpanan air menandakan agar Lie Zi mengambil air Disana.
Mey Wan terkejut karena melihat peti yang berisi kitab dengan lembaran lembaran beserta surat surat yang ada didalamnya itu jatuh.
Lie Zi bergerak cepat mengambil air itu, setelah itu dia bergegas cepat keluar dari kamar sambil berkata terima kasih kepada mey Wan. namun Mey Wan menghadangnya.
“Lie Apa yang kau lakukan dengan peti ini?!” Tanya Mey Wan tegas yang membuat Lie Zi menghentikan langkahnya dengan kaget.
“Ti... tidak aku tidak mengambil apapun hanya saja tadi peti itu tersenggol oleh tanganku oleh sebab itu ia terjatuh” Jawab Lie Zi berbohong.
“Di... dia berada diluar” jawab Lie Zi dengan grogi lagi.
**Mey Wan tidak menjawabnya melainkan berjalan menuju keluar kamarnya.
Lie Zi berjalan menuju keluar kamar Mey Wan yang berada di belakang Mey Wan. dia merasa sangat takut namun rasa takutnya bercampur rasa senang karena pertanyaan yang ada di benaknya dari dulu sudah terjawab dari peti surat yang diambilnya dari kamar Mey Wan.
Setelah Lie Zi berjalan keluar kamar ia permisi kepada Mey Wan dan Loi Wi untuk pergi keluar rumah yang disertai alasannya untuk berburu hewan untuk dimakan.
Sejak berusia 6 tahun, Lie Zi selalu pergi mengikuti Loi Wi untuk mencari makanan dengan cara berburu hewan. oleh sebab itu dia mengetahui cara untuk berburu hewan yang baik dari Loi Wi.
***
__ADS_1
Lie Zi sudah sampai di pintu hutan, dia terkejut melihat kondisi didalam hutan yang dipenuhi oleh binatang binatang buas. memang tujuan utamanya bukan ingin mencari binatang buruan kedalam hutan, melainkan untuk pergi ke Kekaisaran Lee yang disebutkan didalam surat yang ia ambil dari kamar Mey Wan. Namun keinginannya sedikit ragu, karena melihat hutan itu dipenuhi oleh binatang buas. mitosnya binatang buas itu akan membinasakan orang yang melintasinya atau bisa disebut hewan penjaga tempat.
‘Bagaimana aku akan melewati ini?’ Batin Lie Zi.
Lie Zi tiba-tiba kaget mendengar suara ledakan yang ada dibelakangnya. Lie Zi dengan segera menoleh kebelakang. dia kaget menemui Mey Wan dan Loi Wi sedang mengikutinya. mereka menghidupkan bom untuk mengusir binatang buas yang memangsa mereka tadi. namun suara bom itu sangat kuat sehingga berhasil mengejutkan Lie Zi.
“Ii... ibu, guru? ada apa kalian kesini? baru saja aku mau berburu hewan di daerah sini, namun ntah mengapa tempat ini menjadi banyak hewan buas seperti ini?” Tanya nya dengan sedikit ketakutan.
“Lie Zi, aku tidak menyangka kau sudah bisa berbohong padaku. katakan padaku apa yang kau ambil dalam peti surat dikamarku?” Tanya Mey Wan yang berhasil mengagetkan Lie Zi.
“Ibu... aku tidak mengambil apapun dari kamarmu.” Jawab Lie Zi yang tentunya berbohong.
Loi Wi berjalan mendekati Lie Zi. ia berbisik kepada Lie Zi.
“Nak, mengapa kau berbohong kepada ibumu? apakah kau tidak ingat dia sudah begitu baik padamu?” Bisik Loi Wi.
Raut wajah Lie Zi berubah setelah Loi Wi mengatakan itu padanya. Lie Zi ingin berbicara namun tiba-tiba satu binatang buas menyerang mereka dari belakang. Loi Wi telah menyadari hal itu dari awal. dia langsung menarik pedangnya dan menebas perut hewan buas itu yang sedang melompat kearah mereka bertiga. seketika hewan-hewan buas lainnya yang berada Disana berhenti bergerak dan jatuh ketanah.
Loi Wi, Mey Wan, dan Lie Zi yang menyaksikan hal itu langsung terdiam dan tidak berkata kata. Loi Wi mendekat kearah satu hewan buas yang dibunuhnya tadi. dia menemukan suatu tali bewarna merah dan diikat bendera berwarna merah yang sudah robek juga didalam perut hewan buas itu. robekan pada bendera itu bukanlah karena memang sengaja dirobekkan tetapi karena akibat pedangnya.
“Bendera merah? mengapa Kekaisaran Wui menyerang tempat ini?!” Setelah memeriksa hal itu Loi Wi berkata demikian sambil menolehkan pandangannya kepada Mey Wan.
“A..apa?! Kekaisaran Wui?!” Tanya Mey Wan kaget.
Mey Wan, Loi Wi dan Lie Zi. tinggal disuatu desa yang ada di samping Kekaisaran Lee yaitu Kekaisaran Ling setahunya Kekaisaran Ling tidak banyak diketahui oleh dunia luar akibat sifat orang yang didalam Kekaisaran ini tertutup akan dunia luar oleh sebab itu ia kaget mengapa Kekaisaran Wui menyerang Kekaisaran Ling.
“Ya... mereka menggunakan senjata hewan buas, yang merupakan salah satu dari lima senjata terhebat di Kekaisaran Wui” Jelas Loi Wi.
__ADS_1
“Senjata hewan buas? aku pernah mendengarnya di legenda, sepertinya senjata hewan buas ini digunakan oleh Kekaisaran Wui untuk membalas dendam kepada seseorang? apa mungkin dia mengirimnya kesini untuk balas dendam kepada Kekaisaran Ling? namun aku tidak pernah mendengar Kekaisaran Ling mempunyai masalah dengan Kekaisaran Wui.” Mey Wan menjelaskan sambil mengingat ingat legenda yang mengatakan tentang senjata hewan buas.