Siluman Jin

Siluman Jin
Berkelana


__ADS_3

Lie Zi yang sudah tidak sabar atas perlakuan Loi Wi kini menjadi penasaran apa alasan Loi Wi membinasakan semua orang yang diutus dari Kekaisaran Wui itu.


“Aku membinasakan mereka agar mereka tidak akan mengambil kitab itu, aku sangat kenal dengan Kekaisaran Wui, mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kitab itu. dan juga.. omongan para utusan dari Kekaisaran Wui itu tidak bisa dipercaya, untuk apa Kekaisaran Wui mengirim senjata yang begitu hebat di Kekaisaran itu jika tidak membuahkan hasil” Jelas Loi Wi.


Lie Zi dan Mey Wan baru paham atas perlakuan Loi Wi setelah ia menjelaskan demikian.


“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Loi Wi setelah melihat Mey Wan berjalan mondar-mandir sambil melamun. Mey Wan yang sadar atas pertanyaan Loi Wi tersentak.


“Hmm... Kitab penghancur bumi? aku tidak pernah mendengar kitab seperti itu yang berada di kota ini” Jawabnya.


Loi Wi juga sudah berpikir seperti itu sebelumnya, namun ia sadar tidak mengetahui kitab itu karena Lie Zi, Mey Wan, dan dirinya tidak terbuka oleh keadaan kota mereka.


“Aku rasa karena kita tidak terlalu terbuka di kota ini sehingga kita tidak mengetahui tentang kitab itu, hmm.. apakah kalian ingin ikut bersamaku besok untuk berkelana dikota ini?” Tanya Loi Wi sambil mengangkat alisnya.


“Tentu saja!” Mey Wan langsung menjawab dengan semangat. Sedangkan Lie Zi menundukkan kepalanya. Loi Wi dan Mey Wan saling berpandangan setelah melihat Loi Wi menundukkan kepalanya.


“Murid Lie, apakah kau tidak ingin ikut?” Tanya Loi Wi lembut sambil mengelus rambut Lie Zi.


“Ti..tidak guru, tentu saja aku ingin ikut” Lie Zi sebenarnya tidak mau ikut berkelana dengan Loi Wi dan Mey Wan, dia ingin melanjutkan perjalanannya Kekaisaran Lee, namun dia mengerti tindakannya itu bisa membuat guru dan ibunya itu kecewa.


“Baiklah, besok kita akan pergi berkelana di kota ini untuk melihat keadaan kota, sekarang sebaiknya kita membakar semua jasad orang-orang ini” Loi Wi berkata lagi sambil menunjuk jasad-jasad yang bertumpuk di dekat mereka.


Mey Wan dan Lie Zi mengangguk setuju atas perkataan Loi Wi, mereka berjalan kearah orang-orang itu dan mulai membakarnya. Api dan asap yang dikeluarkan dari jasad orang-orang itu sangat banyak, membuat siapapun yang melintasi rumah mereka menjadi penasaran.


Selesai melakukan tugas mereka masuk tidur kedalam kamar masing-masing.


***


“Kapan aku akan pergi Kekaisaran Lee itu untuk menemui orang tua kandung ku, aku tahu mereka tidak menyukai ku karena aku adalah seorang manusia bertubuh seperti fisik Siluman jin” Lie Zi meratapi diri didalam kamarnya.


Lie Zi terdiam sambil memikirkan mengapa dia memiliki fisik seperti itu, hingga ia terkantuk dan tertidur.


***


Matahari mulai naik, Mey Wan bangun dari tidurnya dan mulai membersihkan diri di dalam kamarnya, begitupun Loi Wi. setelah membersihkan diri Mey Wan sudah mempersiapkan makanan berupa kelinci sisa buruan Loi Wi tadi malam.

__ADS_1


Loi Wi keluar dari kamarnya dan mendapatkan Mey Wan yang sedang membereskan makanan di dapur rumah mereka.


“Kemana Lie Zi?” Tanya Loi Wi singkat.


“Hmm.. mungkin dia sedang membersihkan diri di dalam kamarnya” Jawab Mey Wan sambil memberikan makanan kepada Loi Wi.


Loi Wi tidak membahas lagi, dia langsung memakan makanan yang sudah diberikan Mey Wan, dari sejak ia makan sampai makanannya sudah habis Lie Zi belum terlihat keluar dari kamarnya.


Sudah selama ini Lie Zi tidak keluar dari kamarnya, Loi Wi dan Mey Wan saling berpandangan sebelum bangkit jalan kearah kamar Lie Zi.


Mereka mengintip Lie Zi dari jendela kamar dan menggelengkan kepala setelah melihat Lie Zi masih terbaring di ranjangnya.


Mey Wan membuka pintu kamar Lie Zi dan berjalan kearahnya sambil membangunkannya.


“Lie Zi.. apakah kau tidak makan pagi ini?” Tanya Mey Wan sambil membangunkannya.


Lie Zi bangkit dan masih mengumpulkan nyawanya, Mey Wan dan Loi Wi terkejut setelah melihat mata Loi Wi yang masih memerah.


“Mengapa matamu memerah, apakah kau tidak tidur semalaman?” Tanya Loi Wi.


Lie Zi tentu saja bingung untuk menjawab pertanyaan dari Loi Wi dia mulaimencari-cari alasan dalam pikirannya.


“Guru.. aku.. memang tidak tidur semalaman, karena aku merasa seperti ada yang aneh didalam tubuhku” Jawab Lie Zi yang tentu saja berbohong.


“Hmm.. Jika begitu kau tidak ingin ikut berkelana hari ini?” Tanya Mey Wan.


“Tidak ibu.. aku akan ikut berkelana tetapi bisakah kalian menungguku membersihkan diri dan makan pagi” Jawab Loi Wi manja dan penuh antusias.


“Emm.. yasudalah.. ibu sudah menyiapkan makanan di dapur” Jawab Mey Wan lagi.


Loi Wi dan Mey Wan berjalan keluar kamar Lie Zi, dan Lie Zi pun mulai membersihkan diri.


***


‘Bagaimanapun aku harus pergi Kekaisaran Lee, untuk menemukan tempat ini’ Pikir Lie Zi sambil memasukkan surat yang sudah diambilnya dari kamar Mey Wan ke dalam sakunya.

__ADS_1


Lie Zi berjalan keluar kamar untuk pergi makan ke dapur.


“Lie Zi kau sudah selesai membersihkan diri, mari makan” Mey Wan berkata demikian setelah melihat Lie Zi keluar dari kamarnya.


Lie Zi tidak menjawab melainkan berjalan kearah Mey Wan yang sudah menunggu di dapur makan.


“Ibu, kemana guru?” Tanya Lie Zi singkat.


“Guru berada diluar rumah untuk melihat cuaca agar kita bisa pergi berkelana keluar” Jawab Mey Wan.


Lie Zi tidak berkata lagi melainkan mulai menyantap makanannya.


***


Tidak ada percakapan antara Mey Wan dan Lie Zi hingga Lie Zi sudah selesai makan.


“Ibu apakah kita bisa pergi sekarang?” Tanya Lie Zi.


“Baiklah, gurumu kemana ya? sebentar biar ibu cari” Tanya Mey Wan.


Mey Wan baru saja mau bangkit dari duduknya tetapi Loi Wi sudah masuk kedalam pintu rumah.


“Baiklah, kita bisa pergi sekarang cuaca begitu baik..” Loi Wi berkata demikian sambil berjalan kearah Mey Wan dan Lie Zi.


Lie Zi dan Mey Wan tidak menjawab melainkan bangkit untuk berjalan keluar rumah.


***


“Ternyata suasana kota ini begitu ramai..” Mey Wan membuka suara setelah melihat suasana kota yang begitu ramai.


Lie Zi merasa agak risih karena semua penduduk kota itu memandangnya dengan pandangan yang tidak bersahabat.


“Ibu.. mengapa mereka memandang ku seperti itu?” Tanya Lie Zi yang mulai tidak sabar atas kelakuan penduduk kota itu.


Mey Wan dan Loi Wi mengerti kenapa penduduk kota itu memandangi Lie Zi dengan demikian, tidak lain karena wujud Lie Zi setengah Siluman Jin dan setengah manusia.

__ADS_1


“Ntahlah mungkin karena mereka baru melihat kita di kota ini..” Jawab Mey Wan untuk menyemangati Lie Zi lagi yang mulai sudah risih.


__ADS_2