
Tentu saja Loi Wi dan Mey Wan mengenal nama Changyi dan Qiu Shen, yakni pasangan yang pernah menjadi topik perbincangan di seluruh belahan dunia.
Changyi dan Qiu Shen di cap sebagai pasangan sejati di seluruh dunia pada saat itu dikarenakan kemampuan bela diri pasangan itu, yang dimana Changyi dikenal sebagai guru api karena kemampuannya menguasai api, dan Qiu Shen dikenal sebagai wajah hitam pekatnya yang dapat membuat musuh yang melawannya dengan mudah berkeringat dingin dan juga keahliannya dalam ilmu pedang.
Namun setelah Qiu Shen mati tanpa diketahui sebabnya membuat Changyi frustasi dan selalu tidak terima saat orang berkata bahwa Qiu Shen sudah mati.
Hingga akhirnya seseorang dari kota Ling mengabarkan berita yang ada pada kota Ling tadi siang bahwa ada seorang anak kecil yang mempunyai kemampuan mirip dengan Qiu Shen, oleh sebab itu Changyi mendatangi kota itu.
“Qiu Shen, maafkan aku, kau masih hidup kan... jangan pergi... sekarang banyak yang iri dengan kita, mereka semua mengatakan bahwa kau sudah mati. ha-ha-ha mereka bisa melihat sekarang! Qiu Shen pujaanku belum mati!” Kata Changyi lagi sambil tertawa terbata-bata namun lantang.
Qiu Shen yang berada didalam tubuh Lie Zi itu mengeluarkan air mata, namun bewarna hitam pekat seperti wajahnya.
“Chang, sadarlah! ikhlaskanlah aku pergi, pamanku di Kekaisaran Lee yang membunuhku, namun kuharap kau tidak balas dendam kepada mereka Chang, ikhlaskan aku pergi agar aku dapat tidur dengan tenang.”
Setelah berkata demikian suara bisikan itu terdengar di telinga Lie Zi.
‘Aku tidak sanggup melihatnya... katakan padanya aku akan tenang jika dia tidak seperti ini lagi.’ Demikian suara yang didengar oleh Lie Zi.
Dengan tiba-tiba suara itu hilang dan tubuh Lie Zi berubah kembali seperti biasanya.
Melihat hal itu Changyi meyakini bahwa Qiu Shen telah pergi dari tubuh Lie Zi.
“Sheennn... kembalilah!!” Changyi berteriak keras sambil mengguncang tubuh Lie Zi.
“Akhh... sudahlah Paman!” Lie Zi berkata demikian sambil berusaha mengawasi tangan Changyi yang mengguncang tubuhnya.
Changyi sadar setelah Lie Zi memberontak atas perlakuannya dan terjatuh ketanah sampai pingsan.
***
Setelah pagi tiba Changyi baru sadar dari pingsannya dan melihat sekitarnya dan menyadari bahwa dia sedang berada didalam rumahnya.
“Tuan... kami membawamu pulang.” Kata seseorang yang berada disamping Changyi setelah melihat bahwa Changyi sudah sadar.
__ADS_1
“Qiu Shen... kemana kau...” Changyi masih mengumpulkan nyawanya.
Semua orang yang sepertinya adalah petugas Changyi tidak berani berbicara kepada Changyi karena takut perkataannya salah dan membuat Changyi mengamuk.
“Hei!! mengapa kalian membawaku pulang!! temui aku kepada bocah yang sudah berani mencuri Qiu Shen.” Changyi berkata keras kepada semua orang yang berada disana dan berhasil membuat mereka semua tersentak kaget.
“Maaf Tuan, anak itu masih di penginapan kota yang tadi malam.” Kata seorang dari beberapa orang yang berada disana, sebenarnya ia tidak berani untuk menjawab perkataan Changyi, namun ia juga mengerti Changyi bukanlah orang yang tidak suka apabila perkataannya tidak direspon.
“Ah! Tunggu apalagi! pergi kalian semua dan bawa dia kemari secepatnya!” Teriak Changyi kepada semua orang yang berada di ruangannya itu.
Para petugas itu saling berpandangan sebelum bergegas keluar meninggalkan ruangan itu.
***
Setelah berjalan agak jauh dari tempat Changyi para petugas itu berkumpul dan merencanakan sesuatu.
“ahh.. kita tidak akan bisa membawa anak itu kepada Changyi jika nyatanya Qiu Shen sedang tidak berada di tubuh anak itu..” Salah satu petugas yang ditunjuk oleh Changyi mendengus kesal atas perintah yang diberikan oleh Changyi kepadanya.
***
“Guru, aku masih tidak mengerti alasan mereka membawaku ketempat kemarin...” Lie Zi tersadar dari lamunannya.
Lie Zi berkata demikian karena gelisah dan tidak bisa menahan keinginannya untuk memecahkan masalah yang terjadi kemarin.
Loi Wi tidak mengerti secara pasti apa masalahnya, namun ia yakin masalah ini ada kaitannya dengan wanita yang merasuki tubuh Lie Zi.
Loi Wi memilih tidak menjawab pertanyaan Lie Zi karena dia yakin Lie Zi tidak akan mengerti atas penjelasannya.
Lie Zi ingin melontarkan pertanyaan lagi kepada Loi Wi, namun setelah melihat Mey Wan memasuki ruangan dengan membawa makanan, Loi Wi langsung bangkit untuk membantunya.
***
“Tunggu... bukankah Qiu Shen akan merasuki anak itu ketika anak itu dalam bahaya?, apa mungkin jika kita melukai anak itu agar Qiu Shen merasukinya...”
__ADS_1
Para petugas itu tersadar dari lamunannya setalah salah satu petugas mengangkat bicara.
Para petugas itu saling berpandangan, sebagian dari mereka merasa tidak yakin setelah melihat kemampuan Lie Zi.
“Bagaimana jika Qiu Shen merasukinya dan langsung menyerang kita... seperti yang kita ketahui, Qiu Shen memiliki ilmu beladiri yang hebat, mengungguli kita...” Salah satu petugas lainnya membantah perkataan rekannya itu, karena merasa akan membahayakan nyawa mereka.
“Hmm... lalu, rencana apa yang harus diambil untuk membawa anak itu kepada Changyi, Kita tidak mungkin juga membantahnya karena dia bisa saja menghabisi kita dalam kondisi seperti ini.” Balas petugas itu lagi.
***
Para petugas itu sadar dari lamunannya setelah melihat seorang wanita yang sedang dikejar-kejar oleh seorang pria tepat dihadapan mereka.
Sebenarnya para petugas itu tidak ingin ikut campur urusan mereka, namun yang mengejutkan mereka, tiba-tiba wajah wanita itu berubah menjadi hitam pekat seram seperti perubahan wajah Lie Zi yang disaksikan langsung oleh mereka kemarin.
Tidak perlu waktu lama sebelum pria yang mengejar wanita itu jatuh ketanah karena pukulan keras yang diberikan oleh wanita yang dikejarnya itu.
Para petugas itu yakin bahwa yang merasuki wanita itu adalah Qiu Shen.
Para petugas itu saling berpandangan, mereka memikirkan satu hal yang sama, yakni Qiu Shen akan datang kepada siapapun yang berada dalam posisi terancam.
Wanita itu jatuh ketanah tidak sadarkan diri setelah Qiu Shen pergi dari tubuhnya.
“Cepat ambil wanita itu secara perlahan...” Salah satu petugas berkata demikian kepada para petugas lainnya.
Ia berniat untuk membawa wanita itu kepada Changyi dan menjelaskan kepada Changyi bahwa Qiu Shen akan merasuki siapapun saat dalam posisi terancam.
***
Para petugas itu telah sampai didepan kamar Changyi dan segera mengetuk pintu kamarnya.
“Qiu Shen... apa itu kau...” Changyi langsung bergegas keluar untuk melihat bahwa yang dibawa para petugasnya itu adalah Lie Zi yang sedang dirasuki oleh Qiu Shen.
Kenyataannya berbeda, Changyi murka kepada semua petugas yang ditugaskannya itu karena tidak menemukan Lie Zi melainkan seorang wanita yang tidak sadarkan diri di gendongan salah satu petugas yang ditugaskannya.
__ADS_1