
---------------------------------------------------------------------Lui Qiu tumbuh di keluarga kekaisaran, tidak heran parasnya sangat elok untuk dipandang untuk anak seusianya. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan yang tidak buruk dalam dunia persilatan, membuat keluarga kekaisaran dapat menerimanya.
Liu Ying sendiri sudah menikah dengan seorang pria bangsawan asal Kekaisaran Haura, semuanya di setting oleh keluarga kekaisaran agar orang yang melihat Lui Qiu mengira bahwa dia adalah anak Liu Ying dari pria yang ada di Kekaisaran Haura.
Melihat Lui Qiu yang tumbuh dengan kemampuan yang cukup lumayan, membuat Liu Xen memiliki perhatian lebih kepadanya, dia sangat berharap anak itu tumbuh besar dengan kemampuan yang cukup untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di Kekaisaran Lee.
Kasus pembunuhan dan perzinaan bukan kasus yang tidak sering terjadi di Kekaisaran Lee, hingga hari ini kasus-kasus itu bahkan tidak terjadi penurunan dan penaikan sedikitpun. Banyak orang yang mendemo agar penurunan Liu Xen sebagai raja di Kekaisaran, namun bagaimanapun juga raja tidak boleh di lawan.
Liu Xen bukan tidak ingin semua masalah yang terjadi itu berakhir, tetapi masalah itu sangat sulit di selesaikan, beberapa masalah yang sudah terselesaikan sekalipun kemudian terus-menerus muncul kembali. laporan dari wilayah-wilayah kekuasaan Kekaisaran Lee tidak pernah lepas dari pembunuhan, perzinahan dan sebagainya.
Tabib Yii Lizi sendiri sudah menikah dengan seorang gadis bangsawan asal Kekaisaran Lee juga, saat ini dia juga sudah memiliki anak lelaki yang masih berusia 5 tahun, pernikahannya dilaksanakan di istana kekaisaran atas usul Liu Ying. Keluarga Kekaisaran sangat banyak membantu dirinya, dalam segi pendidikan, kebutuhan hidup, hingga menikah. Pernikahan dirinya yang dilangsungkan di istana kekaisaran mengundang isu dan topik pembicaraan seluruh masyarakat tentang Kaisar Lee.
Contoh Visual Kekaisaran Lee.
__ADS_1
Sumber: Internet
Gambar hanya untuk memperindah cerita.
Rahasia yang sudah lama terpendam antara Yii Lizi dengan Liu Ying masih tertutup rapat, berbagai settingan dibuat oleh keduanya sehingga tidak ada bau bangkai yang dikeluarkan sedikitpun dari mereka.
Guizu, lelaki pilihan Liu Xen yang dinikahkan oleh putrinya itupun sudah di settings oleh pihak kekaisaran, seolah-olah Lie Zi yang merupakan sang anak kandung tidak pernah lahir di dunia. Hidup serba berkecukupan yang seharusnya milik Lie Zi tidak pernah ia dapatkan melainkan sebaliknya. Lui Qiu sendiri tidak pernah mendengar dan tahu bahwa dia bukan anak kandung Liu Ying.
Sikap yang diberikan Liu Ying kepadanya sama halnya seperti seorang anak kandung, membuat Lui Qiu tidak pernah sekalipun berpikir tentang siapa dia.
Pria kecil itu bernama Yisheng, anak dari tabib Yii. Kekagumannya terhadap teknik bela diri sedikit di ragukan oleh tabib Yii, karena sedari dulu tabib terkenal itu hanya ingin memiliki keturunan yang melanjutkan profesinya. Tabib Yii sendiri pernah melarang Yisheng itu untuk berurusan dengan dunia persilatan, diajarkan sedari kecil untuk meracik obat bukanlah hal yang mudah untuk dipahami oleh seorang anak berusia 5 tahun. Melihat usaha tabib Yii untuk mendekatkan anaknya kepada dunia kesehatan sang istrinya bukannya melarang, melainkan sedikit mengingatkan bahwa Yisheng kecil tidak mungkin paham dengan yang diajarkan oleh suaminya, atau bisa disebut sia-sia.
Akhirnya Yii Lizi paham yang dikatakan oleh istrinya, sehingga dia membebaskan Yisheng untuk bermain dengan Lui Qiu yang sudah di kodratkan terjun ke dunia bela diri oleh sang kakek, Liu Xen.
“Kakak, Ayo main lagii, aku suka dengan permainan pedangmuu!” rayu Yisheng kepada Lui Qiu sambil menepuk tangan beberapa kali.
__ADS_1
Lui Qiu hanya tersenyum mendengar permintaan Yisheng sembari berjalan menuju tempat penonton setianya itu, “Adik maniss... kita sudah sedari tadi bermain, apakah kau tidak lelah?” tanya Lui Qiu.
Mendengar pertanyaan Lui Qiu, Yisheng sadar bahwa wanita itu sudah lelah. Yisheng kemudian langsung mengangguk kepalanya.
_____________________________________________
“Guru, apakah kita sudah sampai?” desah Lie Zi kelelahan.
Mereka telah sampai di hutan yang sangat lebat, dan dikelilingi oleh pohon-pohon. Dalam petunjuk yang diberikan, setidaknya lokasi yang dituju sudah tidak jauh lagi, Loi Wi melihat sekelilingnya dan belum menemukan goa yang dimaksud.
“Tempatnya sudah dekat, apakah kau ingin beristirahat dulu disini?” tanya Loi Wi.
Perjalanan mereka dari desa itu tidak jauh, hanya saja Lie Zi lelah harus berlari tanpa menggunakan tenaga dalam. Alasannya yaitu Loi Wi sengaja menyuruh Lie Zi agar tidak terlalu lelah dan bisa melawan Siluman penjaga goa yang dikatakan sebelumnya.
***
__ADS_1
Terima kasih telah membaca, jangan lupa Like, komen, dan vote untuk mendukung penulis.