
“Keterlaluan!!” Teriak Loi Wi memasang wajah geram.
“Wahh.. banyak sekali kau mendapatkan kelinci mari biar ku bersihkan” Potong Mey Wan sambil mendekat kearah Loi Wi agar Loi Wi tidak melanjutkan tindakannya lebih jauh lagi.
Loi Wi tidak berkata lagi namun wajahnya masih terlihat geram terhadap semua orang yang tidak sadarkan diri di hadapannya itu. ia mulai duduk dan beristirahat sejenak.
***
“ini, makanlah kalian sudah dari pagi belum ada makan” Mey Wan datang membawa hidangan kelinci yang masih segar.
Loi Wi bangkit dari duduknya dan mendekat kearah Mey Wan yang sedang membawa makanan.
“Mari biar kubantu..” Tawar Loi Wi.
“Tidak perlu sungkan” Mey Wan menjawabnya dengan wajah malu.
“Ehem..” Lie Zi berdehem pelan melihat kelakuan Mey Wan.
Mey Wan dan Loi Wi melihat kearah Lie Zi dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Aa.. iya iya kau sudah lama mengunggu ya..” Mey Wan berjalan kearah Lie Zi dan mengusap kepalanya.
Loi Wi tertawa pelan, dia berjalan kearah Lie Zi dan Mey Wan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.
***
“Makanannya cukup lezat..” Loi Wi buka suara setelah menyantap makanan.
“Kau terlalu memujiku...” Mey Wan tertawa pelan.
Loi Wi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ia berjalan kearah beberapa orang yang tidak sadarkan diri Disana. secara bergiliran ia menyentuh pundak satu persatu orang yang tidak sadarkan diri disana sambil menutup mata.
“Guru.. apa yang kau lakukan?” Tanya Lie Zi yang menghampiri dari belakang.
“Aku hanya membuat tenaga mereka berkurang setidaknya tujuh puluh persen dari kekuatan aslinya” Jawab Loi Wi sambil bergerak menghampiri Lie Zi.
“Menakjubkan! tapi untuk apa kau melakukannya?” Tanya Lie Zi lagi sambil membulatkan matanya.
“Mereka mempunyai banyak cara untuk mendapatkan bantuan dari senjata senjata tersembunyi yang mereka ciptakan.. untuk mengaktifkan senjata itu setidaknya membutuhkan segenap tenaga” Jawab Loi Wi.
__ADS_1
Lie Zi tidak menjawab melainkan menyusul Loi Wi yang berjalan dan duduk disampingnya.
***
Suasana menjadi hening tidak ada yang membuka suara, hingga akhirnya Lie Zi membuka suara.
“Guru... aku ingin bertanya tentang Kekaisaran Lee” Tanya Lie Zi.
Loi Wi kaget mendengar pertanyaan Lie Zi. ‘Bagaimana dia mengenal Kekaisaran Lee’ pikir Loi Wi.
“Kekaisaran Lee...? apa itu? aku pernah mendengar tentang Kekaisaran itu namun aku tidak mengetahuinya.. Oh ya? dimana ibumu?” Tanya Loi Wi agar Lie Zi tidak bertanya lebih jauh lagi.
Lie Zi merasa tidak puas mendengar jawaban dari Loi Wi dia memilih untuk menjawab pertanyaan dari Loi Wi.
“Ibu sudah masuk kedalam..” jawaban Lie Zi terpotong karena melihat beberapa orang dihadapannya yang tadinya tidak menyadarkan diri menjadi terbangun.
Loi Wi yang menyadari hal itu mulai mendekati beberapa orang yang berada dihadapannya itu.
“Apa yang kalian lakukan saat aku tidak disini!!” Tanya Loi Wi dengan tegas.
“Hahaha... kau terlalu banyak perubahan setelah beberapa tahun tidak terlihat di Kekaisaran Wui” Salah satu orang yang berada disitu buka suara dengan tertawa lantang.
“Wah wah wah... Kau terlalu berani” Teriak salah satu orang lainnya sambil mengeluarkan pisau kecil tajam dan melemparnya kepada Loi Wi.
Lemparan pisau itu tidak sampai kepada Loi Wi, mereka semua yang menyaksikan itu memasang ekspresi sangat kaget. Loi Wi tersenyum sinis dan tertawa pelan menyaksikan hal itu.
“Percuma! aku sudah menghabisi tenaga kalian setidaknya tujuh puluh persen Haha..” Loi Wi tertawa lantang.
“Se.. sejak kapan kau menguasai ilmu itu” semua orang yang berada disana menjadi waspada setelah mengetahui kemampuan Loi Wi.
Ilmu untuk menghabisi tenaga orang atau lebih dikenal ilmu setan adalah ilmu terhebat yang berada di Kekaisaran Wui. saat ini hanya ada empat orang yang menguasai ilmu itu di Kekaisaran Wui.
“Jangan banyak bicara! cepat katakan apa tujuan kalian datang kesini!” Teriak Loi Wi keras sambil memasang wajah sedingin es.
Orang yang berada disana tidak banyak berkata-kata lagi, mereka mulai takut menatap Loi Wi. Mereka hanya diam, tidak memalingkan tatapannya sedikitpun kearah Loi Wi.
“Wahh.. apakah kalian tidak berani menjawab?” Loi Wi mengeluarkan pedangnya dan melangkah kearah orang-orang yang ada didepannya itu.
Mereka yang melihat Loi Wi mulai mendekati mereka mulai panik karena sudah tidak tau bagaimana kehebatan Loi Wi memainkan pedang sekarang. yang mereka tau hanyalah Loi Wi yang lemah dahulu sekarang sudah menguasai ilmu yang sangat hebat di Kekaisaran Wui.
__ADS_1
Jarak Loi Wi sudah tinggal satu langkah lagi kedepan orang-orang yang ada disana. hingga akhirnya salah seorang diantara mereka membuka suara.
“Ba..baiklah aku akan memberitahumu apa tujuan kami kesini..namun kumohon kau kembalikan tenagaku suaraku tidak akan begitu jelas jika memberitahumu tanpa
tenaga” Jawab seseorang dengan nafas tergesa-gesa.
“Hei! jaga mulutmu!” Teriak seseorang lainnya.
“Jangan bicara! atau aku akan membinasakan mu!” Teriak Loi Wi kepada seseorang yang baru bicara.
Wajah semua orang yang berada disana panik melihat rekan mereka yang akan membuka suara atas tujuan mereka datang ke kota itu.
Loi Wi berjalan ketempat Lie Zi berada dia seperti membisikkan Lie Zi dan Lie Zi mengangguk pelan. Loi Wi kembali ketempat orang yang ingin menjawab pertanyaan mengapa Kekaisaran Wui mengirim orang kekota itu.
“Baiklah, aku akan memulihkan tenaganya tetapi jangan berpikir untuk mencari celah menyerang ku atau kau akan tau akibatnya” Loi Wi mengancam orang yang dihadapannya itu sambil menghadapkan pedangnya kearah wajah orang yang berada dihadapannya itu.
Loi Wi meletakkan telapak tangannya agak lama kearah orang yang ingin menjawab pertanyaannya itu. Dengan seketika tubuh orang itu terlihat segar.
“Aku sudah memulihkan tenagamu, sekarang cepat jelaskan!” Tegas Loi Wi.
Ekspresi orang itu tidak seperti sebelumnya yang ketakutan melainkan tersenyum sinis terhadap Loi Wi.
“Jangan harap!” Teriak orang itu mengeluarkan pedangnya dan ingin menebas leher Loi Wi. Loi Wi tidak sempat bergerak sedikitpun karena gerakan orang itu yang sangat cepat, namun suasana ditempat itu menjadi sangat dingin, Lie Zi menangis sambil berteriak sekuat-kuatnya membuat suasana ditempat itu menjadi dingin dan beberapa orang ditempat itu yang tenaganya belum pulih tidak tahan akan dingin dan tidak sadarkan diri terkecuali orang yang sudah pulih tadi, ia hanya merasakan kedinginan. Mey Wan juga keluar dari kamarnya setelah mendengar suara Lie Zi yang begitu dahsyat.
“Apa yang terjadi..!” Mey Wan kaget setelah melihat Loi Wi yang lehernya hampir kepenggal. ia mengeluarkan pedangnya dan berlari sekencang-kencangnya kearah orang itu.
Tanpa aba-aba kepala orang yang berada dihadapan Loi Wi itu jatuh kelantai. Lie Zi menghentikan tangisannya, Loi Wi tersedak nafasnya sendiri setelah melihat keberanian Mey Wan menebas kepala orang itu dengan mudah.
Mey Wan memeluk Loi Wi dengan erat dan berkata “Apa yang terjadi padamu”. Lie Zi yang melihat dari kejauhan sekitar empat meter berdehem kuat bermaksud menyindir ibu dan gurunya itu.
“Ehem..ehem”
“Aku tidak apa-apa, kau terlalu berlebihan” Jawab Loi Wi sambil melepaskan pelukan Mey Wan.
Mey Wan sadar akan tingkahnya itu dan membuat pipinya memerah malu.
Lie Zi yang melihat hal itu tertawa kecil sedangkan Loi Wi menggelengkan kepalanya pelan.
“Mereka masih belum mau mengaku apa tujuan mereka datang kekota ini.. Kumpulkan dan ikat saja mereka semua dan letakkan jasad orang ini keatas kepala mereka” Tegas Loi Wi mencairkan suasana.
__ADS_1
Mey Wan mulai serius atas perkataan Loi Wi. Mey Wan, Loi Wi, dan Lie Zi mengumpulkan dan mengikat semua orang yang tidak sadarkan diri dihadapan mereka itu sambil meletakkan jasad orang yang mati diatas tumpukan kepala mereka.