
“Seorang wanita yang membisikkanmu?” Penduduk desa itu berkata demikian setelah mendengar pernyataan Lie Zi. Ditempat itu kini malah semakin ricuh setelah mendengarkan pernyataan dari Lie Zi, seakan-akan mereka mengetahui tentang apa yang terjadi pada Lie Zi sebenarnya.
***
Suasana di pusat kota yang ramai itu kini menjadi hening setelah seorang pria sepuh yang menandakan kepada penduduk kota ada ditempat itu.
Setelah semua penduduk itu diam, mereka malah memandangi Lie Zi dari atas sampai bawah, begitupun dengan pria sepuh yang berhasil mengheningkan kericuhan di kota itu.
“Katakan sekarang, dari manakah Tuan-tuan dan nona berasal.” Kata seorang pria sepuh itu kepada Lie Zi, Loi Wi, dan Mey Wan.
Loi Wi, Lie Zi, dan Mey Wan saling berpandangan, mereka tidak mengerti mengapa pria sepuh itu bertanya hal demikian kepada mereka.
“Kami... kami berasal dari kota ini, rumah kami adalah rumah kecil yang berada di perbatasan antara wilayah kota ini dengan wilayah markas kelompok naga merah.” Jawab Loi Wi demikian.
Para penduduk kota itu saling berpandangan satu sama lain, dan membuat tempat itu menjadi riuh lagi.
“Guru... mereka sedikit aneh.” Bisik Lie Zi kepada Loi Wi.
“Hmm... apakah kalian belum mengetahui siapa gerangan kah wanita yang membisikkan kau.” Pria sepuh itu berkata demikian sambil menunjuk Lie Zi.
Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan saling berpandangan hingga akhirnya Lie Zi menggelengkan kepalanya pelan.
“Belum... dia berkata akan memberi tau siapa dia nanti malam.” Kata Lie Zi setelah menggelengkan kepalanya.
Para penduduk kota dan pria sepuh itu saling berpandangan mereka berpikir untuk menahan Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan menginap di pusat kota itu.
“Bagaimana kau menginap di kota ini hingga malam tiba, kami punya penginapan spesial untukmu, kami juga ingin mengetahui siapa gerangan wanita yang membantumu mengalahkan Zhao Hong tadi...” Kata pria sepuh itu demikian, dia sebenarnya tidak berani berkata demikian namun setelah melihat Lie Zi, Loi Wi, dan Mey Wan, memiliki niat baik dia memberanikan dirinya.
Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan sendiri masih belum mengerti apa maksud sebenarnya penduduk kota itu menahan mereka, namun mereka bisa melihat maksud dari penduduk kota ini baik kepada mereka sehingga mereka menyetujuinya.
“Hmm... kalau begitu kami tidak keberatan.” Jawab Loi Wi dengan mewakili Lie Zi dan Mey Wan.
***
__ADS_1
Tok...tok...tok...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar penginapan Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan tepat jam tujuh malam.
Mey Wan, Lie Zi dan Loi Wi saling berpandangan, mereka sama sekali tidak mengundang tamu atau mengenal siapapun di pusat kota ini, namun mengapa ada yang memanggil mereka dari luar kamar.
Mey Wan, Lie Zi dan Loi Wi keluar kamar dan menemukan seorang pria sepuh yang bertanya kepada mereka pada siang tadi.
“Penduduk kota ini sudah menunggu kalian diluar...” Kata pria sepuh itu kepada Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi demikian.
“Menunggu diluar??” Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan saling berpandangan, mengapa para penduduk kota itu menunggu mereka.
“Ya... kami semua Ingin tahu siapa gerangan wanita yang membantu anak ini mengalahkan Zhao Hong. ketua kelompok naga merah.” Lanjut pria sepuh itu demikian.
Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan saling berpandangan mendengar pernyataan pria sepuh itu, tentu saja mereka tidak mengetahui maksud sebenarnya pria sepuh dan penduduk kota itu terhadap mereka.
***
Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi saling berpandangan, layaknya seorang yang bingung atas perlakuan penduduk kota itu.
“Ahh... kami sudah menunggu kalian sedari tadi, kemarilah.” Seorang pria yang berusia sekitar tiga puluhan tahun menyambut kedatangan Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi.
Mereka bingung atas sambutan yang begitu hangat yang diberikan pria itu, pria itu kelihatan seperti orang penting dikota itu.
***
Suasana hening sejak Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi menerima sambutan dari pria itu dan dipersilahkan duduk di kursi yang disediakan khusus untuk mereka bertiga.
“Sudalah, untuk apa kalian membawa kami kemari?” Mey Wan yang gerah atas pandangan penduduk kota itu kepadanya tidak tahan lagi untuk mengeluarkan pertanyaan yang dipendamnya.
Pria yang tadi menyambut Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi sedikit kaget mendengar pertanyaan Mey Wan.
“Hmm... begini, maksud kami mengundang kalian kesini adalah untuk mengetahui suara wanita siapa yang membantu anak ini menyelamatkan kota ini dan menghabisi Zhao Hong.” Kata pria itu demikian.
__ADS_1
“Mengapa paman begitu penasaran akan hal itu?” Tanya Lie Zi kepada pria itu.
Pria itu saling berpandangan dengan penduduk lain yang berada disitu, hingga akhirnya pria sepuh yang disitu menggelengkan kepalanya pelan seperti menandakan sesuatu.
“Nanti ada saatnya kalian tau...” Kata pria itu dengan lembut.
Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi tidak menyanggah lagi, mereka memilih diam dan mengikuti alur yang akan dilakukan penduduk kota itu kepada mereka.
***
Setelah beberapa lama suasana ditempat itu menjadi hening, satu per satu penduduk ditempat itu pergi meninggalkan keramaian.
“Ah!! apa kalian menipuku!!” Pria itu tiba-tiba menghentak meja yang ada dihadapan Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi sambil melihat beberapa orang yang ada disampingnya.
Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi kaget atas perlakuan pria itu kepada mereka, setelah demikian mereka lebih waspada kepada pria itu.
“Ampun Tuan, kami tidak berani!” Kata beberapa orang disampingnya itu dengan segera dan berkeringat dingin.
“Katakan siapa kalian sebenarnya!! jangan berpura-pura lagi...” Pria itu kemudian menyontak Lie Zi, Mey Wan dan Loi Wi.
Tiba-tiba saja wajah Lie Zi kembali seperti tadi siang, wajahnya memancarkan cahaya hitam pekat.
‘Ah! Kau datang lagi! katakan! mengapa mereka menunggumu.’ Batin Lie Zi, namun dapat didengar oleh wanita yang merasuki dirinya itu.
“Diamlah... untuk saat ini aku mengendalikan tubuhmu, nanti kau akan tau...” Lie Zi yang dirasuki itu berkata demikian dan berhasil membuat semua orang yang ada disana kaget setelah mendengar perubahan suara Lie Zi.
Dengan seketika pria yang tadi menyontak Lie Zi, Loi Wi dan Mey Wan meneteskan air mata.
“Qiu Shen... apakah itu kau!?” Pria itu bertanya demikian terhadap tubuh Lie Zi yang sedang dikendalikan itu.
“Changyi... kupikir kau sudah berubah sejak kepergianku...” Kata Lie Zi demikian kepada pria yang ada dihadapannya itu.
Mey Wan dan Loi Wi saling berpandangan dan sekarang mengerti bahwa nama pria yang dihadapannya itu adalah Changyi berkat kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita yang merasuki tubuh Lie Zi.
__ADS_1