Siluman Jin

Siluman Jin
Zhao Hong


__ADS_3

Lie Zi sudah menangis agak lama, kini jumlah perampok dari kelompok naga merah hanya tinggal puluhan orang saja.


Para penduduk kota yang menyaksikan keahlian Lie Zi tercengang melihat hal itu, tentunya tidak dapat diterima jika yang melakukan hal seperti itu merupakan anak yang baru saja berumur sepuluh tahun.


Kini jumlah perampok kelompok naga merah bersisa lima orang yang tidak pingsan melainkan sedikit terluka parah.


“Apa kalian masih ingin diam disini?!” Teriak Lie Zi setelah menghentikan tangisannya.


Raut wajah para para perampok itu sedikit pucat, mereka berpikir jika melawan bukanlah hal yang baik jika mereka tetap ingin hidup.


“Tunggu apalagi? tinggalkan semua yang kalian rampok dan tinggalkan tempat ini sekarang juga!” Teriak Lie Zi lagi.


Para perampok itu ingin bergegas bangkit dan segera meninggalkan tempat itu, namun langkah mereka terhenti setelah mendengar suara seseorang.


“Wah! anak mudah! Kau begitu hebat, aku tidak menyangka ada jagoan sepertimu di kota ini.” Teriak seseorang yang berjarak sekitar dua puluh lima meter dari tempat Lie Zi berada.


Lie Zi dan semua orang yang berada ditempat itu tidak dapat melihat orang yang berjalan menghampiri mereka, namun suara yang dikeluarkan oleh orang itu sangat kuat sehingga dapat didengar jelas oleh semua orang yang berada disana.


Sedikit demi sedikit langkah orang itu semakin mendekat kearah para penduduk kota, Lie Zi, Loi Wi, dan Mey Wan.


Kini Lie Zi dapat melihat jelas seseorang yang sedang berjalan kearahnya, yakni pria sepuh yang kelihatan berusia enam puluhan tahun.


Para perampok yang sedari tadi tidak bergerak kini menundukkan kepalanya setelah melihat orang yang mendatangi mereka, raut wajah mereka kini terlihat sedikit membaik, seakan-akan pria sepuh yang barusan datang akan dapat membantu mereka.


“Hormat kami guru!” Teriak kelima orang itu secara bersamaan.


“Wah, aku tidak menyangka ternyata yang membuat semua anggotanya seperti ini bocah kecil seperti kau...” Kata pria sepuh itu.


Melihat perampok yang tersisa itu menundukkan diri kepada pria sepuh itu membuat Lie Zi yakin bahwa pria sepuh itu merupakan pemimpin dari kelompok naga merah.

__ADS_1


“Dia, dia Zhao Hong, pemimpin kelompok naga merah!!” Teriak salah satu dari penduduk desa itu.


‘Ahh... dugaanku ternyata benar, tua bangka ini yang memimpin pasukan perampok ini!’ Batin Lie Zi.


Meskipun berusia sepuluh tahun, Lie Zi berpikiran sangat dewasa, itulah kelebihan yang dimilikinya. sebelum melakukan sesuatu Lie Zi selalu saja menyusun strategi dengan rinci, itulah yang membuatnya sedikit berbeda dengan banyak anak-anak seusianya.


“Ah! ternyata kau pemimpin pasukan perampok ini! Silahkan bawa semua anggotamu yang tersisa pergi dari tempat ini atau tidak aku akan menghabisi mereka yang tersisa.” Lie Zi tersenyum canggung.


Para penduduk kota itu sedikit terkejut setelah Lie Zi berkata demikian, meskipun mereka sudah melihat kemampuan Lie Zi. tetap saja Lie Zi merupakan seorang anak kecil dimata mereka.


“Nyalimu begitu besar anak kecil. bagaimana? aku tidak tega kalau harus bertarung dengan anak sepertimu.” Balas Zhao Hong sambil mendekat dan menaikkan dagu Lie Zi.


‘Tua Bangka ini benar-benar keterlaluan!’ Batin Lie Zi.


Lie Zi mengatur nafasnya dan berniat menangis, namun dengan seketika Zhao Hong menangkal mulut Lie Zi dengan menyumbat mulutnya.


“Hei!!” Teriak Loi Wi dan Mey Wan bersamaan, karena tidak terima atas perlakuan Zhao Hong terhadap Lie Zi.


“Hahaha! kau pikir hanya anak ini yang memiliki kemampuan seperti ini? sudah kubilang, kemampuan anak ini biasa saja dibandingkan kemampuanku.” Zhao Hong tertawa lantang kepada Loi Wi dan Mey Wan.


Dengan seketika suatu kain emas panjang keluar dari tangan Zhao Hong yang kemudian mengikat semua penduduk kota beserta Loi Wi dan Mey Wan.


‘Kemampuannya sebesar ini! aku mungkin tidak bisa mengalahkannya,’ Pikir Loi Wi.


Lie Zi ingin berteriak keras setelah melihat apa yang terjadi pada penduduk kota, guru dan ibunya itu.


Lie Zi berpikir untuk menyelamatkan dirinya dan semua orang yang ada disana, namun dalam kondisi mulutnya yang ditangkal kayu tidak memungkinkannya bisa menangis.


“Anak kecil! kemampuanmu memang hebat, namun kau tidak bisa menyelamatkan penduduk kota ini dan keluargamu itu! lebih baik kalian semua pergi sebelum kubinasakan kalian semua!” Teriak Zhao Hong lagi.

__ADS_1


Tiba-tiba wajah Lie Zi mengeluarkan cahaya hitam pekat yang berhasil membuat semua orang yang berada disana terkejut termasuk Zhao Hong.


Perubahan wajah Lie Zi membuat wajahnya kini tampak lebih seram, membuat siapapun yang melihatnya menjadi ketakutan.


‘Mengapa? mengapa mereka melihatku seperti ini?’ Pikir Lie Zi.


Lie Zi melihat kesemua orang yang berada dikota itu, dan masih bingung atas perlakuan semua penduduk kota itu terhadapnya, hingga pandangannya jatuh terhadap jendela suatu gedung yang memperlihatkan wajahnya yang berubah menjadi hitam pekat.


Lie Zi pun terkejut setelah melihat perubahan wajahnya, namun sekarang dia mengerti mengapa semua orang menatapnya seperti itu.


‘Kemampuan tidak terduga selalu datang pada diriku saat aku melawan kesulitan, apa tandanya ini?’ Lie Zi berpikir sejenak sebelum kayu yang menangkal mulutnya terlepas sendiri.


‘Apa? bahkan aku tidak bergerak sedikitpun, mengapa kayu ini bisa terlepas?’ pikir Lie Zi.


Dengan tanpa Lie Zi sadari kakinya berjalan dan menerjang Zhao Hong, sehingga Zhao Hong terpental amat jauh. Loi Wi, Mey Wan dan para penduduk desa itu sangat kaget melihat Lie Zi yang masih kecil dapat menerjang orang dewasa hingga terpental amat jauh.


‘apa-apaan ini?’ Pikir Lie Zi lagi.


“Jangan takut, selama beberapa waktu kedepan aku akan mengambil alih tubuh ini untuk menghabisi pria tua itu.” Tiba-tiba suatu bisikan lembut yang berasal dari samping kanan tubuh Lie Zi, namun ia tidak mengetahui suara siapa itu.


“Siapa kau?” Kata Lie Zi kaget setelah mendengar suara bisikan itu.


“Nanti kau akan tahu, sekarang melangkahlah kedepan, hampiri pria tua itu.” Suara itu muncul lagi dari samping kanan tubuh Lie Zi.


Loi Wi, Mey Wan dan Para penduduk kota itu heran setelah melihat Lie Zi berbicara sendirian, tanpa ada yang mengajaknya bicara.


Lie Zi tidak menjawab lagi bisikan suara itu, dia yakin suara itu memberi petunjuk. dia segera berjalan kearah Zhao Hong yang kini merintih kesakitan karena tulang-tulangnya yang patah.


“Haha... kemampuanmu masih bawahanku Paman!” Lie Zi tertawa lantang lagi kepada Zhao Hong.

__ADS_1


‘Ah! bagaimana kemampuannya bisa sehebat ini?’ Zhao Hong berpikir jika muncul dihadapan Lie Zi dan berniat menolong anggota naga merah berpikir posisinya akan baik, namun kenyataan yang dialaminya malah sebaliknya.


__ADS_2