
“Sudahlah kau tidak perlu memikirkan dia lagi.” Jawab Mey Wan yang sedikit lega setelah mendengar pertanyaan Loi Wi.
***
“Apa? orang terhebat nomor satu di Kekaisaran Haura tidak bisa melawan orang yang berasal dari Kekaisaran Wui yang ada di Kota Ling?” Berita ini tersebar lebih cepat tersebar oleh Orang-orang yang berada di istana kaisar Haura dan juga kepada seluruh penduduk Kekaisaran Haura. siapa sangka seseorang terhebat nomor satu di Kekaisaran Haura harus kalah dengan orang yang ada di Kekaisaran Wui.
***
“Apakah kau serius Kai Sha? anak kecil yang memiliki tubuh seperti Siluman Jin berada di Kota Ling?”
“Iya... aku tidak salah lagi... anak itu memiliki tubuh seperti seorang Siluman Jin yang memiliki suara tangisan yang kuat dan dapat membuat orang sepertiku tak bisa menggerakkan seluruh tubuhku. dan semua pasukan yang kubawa kesana terbunuh dengan waktu singkat... tak disangka Kekaisaran Wui memiliki generasi hebat seperti itu.” Jawab Kai Sha kepada kaisar Haura yang berada di depannya.
Di Kekaisaran Haura hanya Kai Sha yang dapat berbicara seperti itu dengan seorang kaisar yang memimpin Kekaisaran itu.
Kaisar Haura terdiam memikirkan sesuatu setelah mendengar penjelasan dari Kai Sha. dia pun tidak menyangka bahwa Kekaisaran Wui akan mendapatkan keturunan hebat dari bangsa jin yang menurut legenda keturunan seperti itu akan turun 100 tahun sekali.
“Hmm... menurut sejarah Kekaisaran Haura sudah memiliki keturunan yang berasal dari bangsa jin sejak 100 tahun yang lalu... dan Kekaisaran Wui memiliki keturunan dari bangsa jin 100 tahun sebelum Kekaisaran Haura memilikinya... dan semua Kekaisaran yang berada di bumi ini sudah memiliki keturunan dari bangsa jin 100 tahun sekali, kecuali Kekaisaran Lee. hanya Kekaisaran Lee yang belum memiliki keturunan jin seperti ini.. dan banyak tabib-tabib dan peramal terkenal bahwa sepuluh tahun yang lalu sudah genap 100 tahun sejak lahirnya keturunan bangsa jin yang lahir di Kekaisaran Haura. dan saat itu ia gugur di peperangan antara Kekaisaran Wui dan Kekaisaran Haura yang terjadi 35 tahun yang lalu...” Jawab Kaisar Haura dengan mengeluarkan isi pikirannya.
“Jadi... apa hubungannya dengan Kekaisaran Lee?” Tanya Kai Sha lagi.
“Hmm... karena Kekaisaran Lee merupakan Kekaisaran yang belum memiliki keturunan dari bangsa jin. maka para tabib-tabib dan peramal terkenal itu menyimpulkan bahwa keturunan dari bangsa jin itu akan lahir di Kekaisaran Lee. namun jika dihitung dari lahirnya keturunan bangsa jin yang ada di Kekaisaran Haura seharusnya 100 tahun sudah terjadi sejak 10 tahun yang lalu. apakah anak yang kau lihat itu kelihatan seperti berusia 10 tahun?” Tanya Kaisar Haura lagi kepada Kai Sha.
“Hmm.. iya.. dia seperti kelihatan seperti anak yang berusia 10 tahun namun kekuatannya begitu hebat.” Jawab Kai Sha sambil mengingat-ingat kejadian itu.
“Sudah kuduga... namun tidak mungkin Kekaisaran Wui memiliki 2 keturunan jin. hal ini menandakan bahwa tebakan para tabib-tabib dan peramal terkenal itu salah.”
__ADS_1
“Jika begitu bagaimana kita akan mengambil kitab penghancur bumi yang berada di kota ling jika anak itu masih ada disitu? ditambah lagi orang-orang dari Kekaisaran Wui yang datang kesana...” Kata Kai Sha dengan bingung.
“Hmm... lebih baiknya kita mengurungkan niat kita mengambil kitab itu... karena kita sudah kehabisan begitu banyak pasukan-pasukan kita yang gugur di kota itu.” Jawab Kaisar Haura lagi.
“Apa? membatalkan? itu artinya kau membiarkan bumi ini dikuasai oleh Kekaisaran Wui. ingat! kitab seperti ini tidak pernah ada.” Kata Kai Sha menyanggah pendapat dari Kaisar Haura.
“Bagaimana lagi? mengalahkan anak itu setidaknya harus memiliki orang seperti Xu Xiong.”
“Xu Xiong? siapa dia, aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya...” Jawab Kai Sha.
“Xu Xiong merupakan orang yang membunuh generasi bangsa jin yang berada di Kekaisaran Haura 100 tahun yang lalu. Xu Xiong juga berasal dari Kekaisaran Wui, kekuatannya begitu hebat, namun pada saat dia bertarung dengan bangsa Siluman Jin yang ada di Kekaisaran Haura. dia terpaksa harus gugur bersamaan dengan keturunan bangsa jin itu.” Kaisar Haura menjelaskan lagi hal yang terjadi 35 tahun yang lalu.
“Jadi.. apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan kitab itu?” Tanya Kai Sha lagi.
***
Lie Zi tidak membahas lebih banyak lagi setelah Loi Wi berkata demikian.
“Guru, bagaimana kita akan menemukan kitab itu?” Tanya Lie Zi dengan nada sedang.
Meskipun suara Lie Zi tidak begitu keras namun dapat didengarkan jelas oleh semua penduduk yang menyaksikan hal itu.
Para penduduk itu terlihat pasrah setelah Lie Zi berkata demikian kepada Loi Wi. namun Lie Zi dan Loi Wi tidak mengerti alasan mereka bersikap demikian.
Lie Zi tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi. dia menunjuk salah satu penduduk yang mengelilingi mereka untuk menjadi narasumber untuk mendapatkan informasi.
__ADS_1
Penduduk yang ditunjuk oleh Lie Zi menjadi kaget karena takut berhadapan langsung dengannya.
“Paman.. bisakah Anda kemari?” Tanya Lie Zi sopan.
karena pertanyaan Lie Zi yang sopan membuat orang yang ditunjuknya itu setidaknya sudah sedikit bisa melawan rasa takutnya.
“Paman, bisakah engkau menjelaskan tentang kitab yang direbutkan oleh Kekaisaran Haura itu?” Tanya Lie Zi lagi.
Penduduk itu kaget setelah mendengar pertanyaan Lie Zi yang menyangkut kitab penghancur bumi.
Melihat wajah penduduk yang ketakutan itu Lie Zi tertawa kecil dalam hatinya.
“Paman, dan penduduk disini jangan takut, kami tidak orang jahat. kami hanya penasaran mengapa kitab itu menjadi rebutan oleh semua Kekaisaran di dunia bela diri. Paman bisa mengatakannya sekarang?” Jelas Lie Zi lagi.
“Baiklah hmm.. kami merupakan penduduk rakyat kecil yang tidak mengetahui apapun tentang dunia bela diri, namun kitab itu merupakan kitab yang menjadi simpanan nenek moyang kami, yang nantinya akan diberikan kepada siapapun yang akan banyak berjasa untuk kota ini.” Penduduk itu
menjelaskan dengan lancar, namun ia berusaha agar kata-katanya itu tidak menyinggung Lie Zi, Loi Wi, dan Mey Wan. karena dia tidak ingin berurusan dengan orang yang hidup dan berkembang di dunia bela diri.
Lie Zi dan Loi Wi saling berpandangan, saat ini yang ada dipikiran mereka hanyalah untuk mendapatkan kitab itu tanpa jalan kekerasan.
‘Bagaimana mungkin kami akan mendapatkan kitab itu tanpa jalan kekerasan, jika penduduk desa ini rela mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan kitab itu.’ Lie Zi berpikir panjang untuk mendapatkan kitab itu tanpa jalan kekerasan.
Suasana menjadi hening, Lie Zi dan Loi Wi masih memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan kitab itu tanpa jalan kekerasan dan tanpa halangan. satu-satunya cara mereka untuk mendapatkan kitab itu adalah berjasa di kota itu dalam rangka memakmurkan kota itu.
Loi Wi mendekat kearah Lie Zi dan mulai membisikkan sesuatu.
__ADS_1
“Sepertinya itu jalan yang baik guru, tetapi bukankah guru mengatakan jika kita berbuat kebaikan kepada orang kita tidak boleh mengharapkan imbalan?” Tanya Lie Zi mengingat perkataan Loi Wi tentang hal serupa yang baru ia bisikkan kepada Lie Zi.