
Qiu Shen sama terkejutnya ketika Lie Zi membantu Changyi, namun ia sama sekali tidak bisa mengontrol emosinya sehingga berniat untuk membunuh Lie Zi bersamaan dengan Changyi.
“Siluman! Pergi dari sini! atau kau akan sama-sama mati dengannya!” Qiu Shen tidak lagi memandang siapa saja yang mencoba menghadang emosinya.
Lie Zi geram atas perkataan Qiu Shen, jika saja imbalan yang ditawarkan kepadanya tidak terlalu besar, mungkin Lie Zi tidak ingin ikut campur dalam hal ini.
“Hei! jaga bicaramu!” Loi Wi langsung bereaksi demikian setelah Qiu Shen berani berkata demikian kepada Lie Zi.
Tanpa aba-aba tubuh wanita yang dirasuki Qiu Shen memutar tangannya, terlihat dia sedang mengendalikan tenaga dalam untuk menyerang.
Qiu Shen langsung menolakkan tangannya kearah Loi Wi yang sedang menggerutu, dan seketika pula berhasil mengenai Loi Wi dan membuatnya mundur beberapa langkah.
“Aarghh! Kauu...-!” Lie Zi tidak bisa lagi menahan emosinya setelah melihat gurunya diperlakukan seperti itu, dia terlihat sangat geram kepada wanita yang sedang berada dihadapannya itu.
Lie Zi menggunakan ilmu ilusi Siluman yang dibacanya didalam sebuah kitab beberapa waktu lalu di kamarnya.
__ADS_1
Seketika, tubuh Lie Zi hilang dari pandangan dan bayangan hitam tergelincir di lantai ruangan tersebut.
Qiu Shen dibuat bingung atas kehilangan Lie Zi dengan seketika dihadapannya, dia tidak terlalu banyak tentang Siluman sehingga dia merasa bahwa Lie Zi sudah meninggalkan tempat dan tidak melawan lagi.
Bayangan Lie Zi telah hampir sampai dihadapan Qiu Shen, dia menggunakan seluruh tenaganya untuk mengendalikan tubuhnya yang dikendalikan oleh ilmu ilusi.
Changyi yang lebih mengetahui banyak tentang Siluman sangat yakin bahwa Lie Zi menggunakan ilmu ilusi Siluman, dan juga alasannya mengetahui hal ini karena melihat sebuah bayangan yang sedang berjalan di lantai ruangan itu, dan tentu saja dia telah melihat bayangan itu hampir melilit tubuh yang dirasuki Qiu Shen, setelah melihat hal itu Changyi bukannya senang, melainkan bergerak cepat kearah tubuh wanita yang dirasuki Qiu Shen untuk menghindari serangan ilusi yang diberikan Lie Zi.
“Hentikan!... aku tidak meminta kalian ikut campur urusanku! apalagi membunuh Qiu Shen!!” Changyi berkata lantang kepada Loi Wi dan bayangan Lie Zi.
Dengan seketika bayangan Lie Zi sedikit demi sedikit merubah wujud menjadi tubuh Lie Zi dengan sempurna.
“Paman, apakah kau tidak sadar dia hampir saja membunuhmu! jika saja kami tidak ikut campur dalam urusan ini mungkin saja pisau itu sudah menancap ketubuhmu!” Lie Zi berkata lantang sebelum menunjuk kearah pisau itu.
Meskipun memiliki usia yang masih kanak-kanak Lie Zi lebih terlihat hebat dan berpengetahuan dari anak-anak seusianya, dia bahkan berani melawan Changyi dan Qiu Shen karena kemampuannya yang ditakdirkan sebagai Siluman.
__ADS_1
“Tidak... dia tidak ingin membunuhku, dia hanya ingin aku bersama-sama dengannya... bukankah begitu Shen?” Changyi berkata demikian sambil memasang wajah sedih dan mengarahkan wajahnya kearah Qiu Shen.
Diam-diam Qiu Shen memutar tangannya untuk mengumpulkan tenaga dalam, benar yang dikatakan oleh Changyi, dia ingin membunuh Changyi agar bisa bersama-sama dengannya, namun dia tidak hanya akan membunuh Changyi melainkan pamannya dan semua orang agar merasakan apa yang dirasakannya.
Tanpa aba-aba Qiu Shen menolakkan tenaga dalamnya kearah Changyi dan berhasil mengenai Changyi yang sedang bermohon kepadanya.
Hal itu segera ditangkis oleh Lie Zi dengan sigap sehingga tidak mengenai Changyi.
‘Aku harus lebih serius!’ batin Lie Zi.
Wanita itu hilang dari pandangan Lie Zi dan Changyi sebelum suasana menjadi hening, semua orang yang ada disana sibuk mencari-cari keberadaan Qiu Shen, terkecuali Changyi, dia bukan senang karena nyawanya terselamatkan, melainkan sedih dan kebingungan mengapa mungkin Qiu Shen tega meninggalkannya.
Keheningan terpecahkan saat tiba-tiba Wanita yang dirasuki Qiu Shen muncul di belakang Changyi, “Jika kau sayang padaku, setidaknya kau mati!” teriak Qiu Shen tepat dibelakang tubuh Changyi.
Changyi yang sadar akan hal itu sedikit kaget, dia tidak menghindar melainkan memeluk tubuh wanita yang dirasuki oleh Qiu Shen.
__ADS_1
Pisau melesat cepat ke tulang belakang Changyi, Changyi menjerit histeris dan kesakitan sebelum semua suaranya serak ala orang bangun tidur.
‘Arrghh...’ mata Changyi terpejam perlahan sebelum pandangan matanya gelap.