Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Kontrak Kerja


__ADS_3

"Hei nak, kau tidak akan melupakan janjimu bukan..?" Aldi yang sebelumnya terkejut dengan cengkraman seseorang, kini mengingat dengan jelas suara orang yang berbicara dengan cengkraman di pundak Aldi. 


"Oh.. Ya.. Tentu aku sangat mengingatnya. Dan.. Terimakasih atas bantuannya."


Beberapa percakapan terjadi dengan pak Iwan saat Aldi memproses transfer uang sebesar 10% dari penjualan arloji. 


** Sesampai di rumah **


"Waw.. Ini keuntungan yang sangat besar untuk seorang pemula." Aldi cukup terkejut saat menghitung total order dari penjualan yang di lakukan 3 sales barunya. 


"Total penjualan 16jt!!"


"Sedangkan modalku hanya 10jt.."


"Ini benar-benar luar biasa."


Aldi berbicara sendiri saat menjumlah semua orderan. 


Aldi yang sebelumnya tidak mengetahui harga pasaran kerupuk mentah, hanya mengatakan jika penjualan minimal 36rb per pack dan sudah mendapatkan keuntungan 15%. Tetapi para sales Aldi yang sudah paham dengan harga pasar di luar, menjual dengan harga lebih tinggi dari yang di minta Aldi tetapi masih lebih murah dari kompetitor. 


"Tanpa aku rasakan, aku sudah memiliki uang puluhan juta. Meski uang itu bukan murni dari hasil usahaku. Tetapi sistem ini yang membantuku mendapatkannya. Dari sepatu mama yang sebelumnya tidak aku ketahui harganya." 


"Ternyata setelah mendapatkan misi menjual, sepatu itu bernilai mahal. Terlebih arloji milik almarhum papa. Hal yang benar tidak aku sangka." 


"Sistem ini bukan hanya memberiku koin emas. Tapi juga melatihku untuk melihat dari sudut pandang berbeda dengan potensi dan sumberdaya yang ada."


Aldi berusaha memahami cara sistem membuat Aldi menjadi kaya secara bertahap. 


"Sepatu bermerek mama dan arloji antik dengan harga mahal, memang belum pantas aku miliki saat ini. Barang-barang tersebut memang lebih baik menjadi uang dan dapat di manfaatkan untuk modal." 


"Tapi.. Saat waktunya tiba, tidak ada barang mewah yang tidak pantas aku miliki. Saat waktu itu tiba, aku akan memiliki yang jauh lebih berharga dari yang aku keluarkan saat ini."


Aldi berbicara sendiri dengan tatapan tajam memandang masa depannya yang akan bersinar atas bantuan sistem. 


Tok.. Tok.. Tok.. 


"Permisi.. Assalamu'alaikum.." Terdengar suara seseorang di depan pintu rumah Aldi. 


"Hampir gelap.. Siapa yang datang? Mengganggu keasyikan ku saja saat imajinasiku mulai menjelajah ke masa depan." Aldi bergumam kecewa atas gangguan orang yang datang. 


****


"Betul dengan kediaman mas Aldi Ramadhan..?"

__ADS_1


"Iya Pak betul. Siapa ya..?"


"Saya petugas pengiriman truk bok pembelian mas Aldi melalui telepon."


"Pembelian dari telepon..? Aku tidak membeli apapun. Oh.. Truk..!! Itu pasti support dari sistem." Aldi membatin sesaat mendengar tentang pengiriman truk Bok. 


"Oh.. Iya Pak.. Apa ada persyaratan yang kurang..?"


"Mas Aldi tinggal tanda tangan dan memberikan foto copy KTP dan KK saja. Setelah itu, tunggu 10-14 hari kerja untuk surat-suratnya."


** ke esokan hari **


Dengan penuh semangat Aldi menaikkan semua kerupuk mentahnya ke dalam truk Bok. Aldi yang sudah tidak sabar untuk menyelesaikan misi pertamanya. Ingin pengiriman cepat terlaksana setelah 3 salesnya datang. 


"Akhirnya selesai.."


"Sudah jam 9, tetapi Pak sugeng dan lainnya belum datang.." Aldi bergumam setelah menutup pintu bok.


"Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumussalam.. Saya kira Pak sugeng tidak datang hari ini..?"


Pak sugeng dan lainnya datang bertepatan saat Aldi baru bergumam tentang Pak sugeng. 


"Tidak.. Kami tidak akan mengirim barang orderan itu." Mendengar penolakan dari pak sugeng dan lainnya, Aldi merasa bingung dan bertanya singkat. 


"Kenapa..?"


"Pertama, karena status kami masih belum jelas di tempat ini."


"Kedua, kami ini sales atau pengiriman..?" 


"Ketiga, perusahaan yang mas Aldi bicarakan saya tidak melihatnya. Karena sebuah kantor, setidaknya akan ada 1 karyawan yaitu admin. Sedangkan saya hanya melihat anak muda di depan rumahnya tanpa kantor dan mengatakan memiliki perusahaan distribusi."


Mendengar ucapan pak sugeng yang juga sepertinya mewakili dari pemikiran dua orang lainnya, Aldi menjadi gugup dan bingung untuk menjelaskan. 


"Emm.. Begini. Bapak membutuhkan pekerjaan. Dan saya membutuhkan pekerja yang dapat membantu perkembangan usaha saya."


"Bapak semua bekerja dan saya akan membayar pekerjaan bapak beserta insentifnya nanti."


"Izin usaha saya jelas. Bukan karena saya tidak memiliki admin, berarti perusahaan saya tidak ada. Saya akui, bapak bertiga adalah bentuk ekspansi dari perusahaan saya yang sebelumnya hanya saya kerjakan sendiri. Dengan kata lain, bapak bertiga adalah karyawan pertama saya."


"Kontrak kerja akan siap saat bapak bertiga selesai mengirim produk ini ke toko-toko yang kemarin sudah order."

__ADS_1


"Jadi, yang mau melanjutkan bekerja dengan saya, silahkan. Dan yang tidak mau melanjutkan, silahkan. Yang pasti, bapak-bapak tidak akan menyesal bekerja dengan saya."


"Karena saya tidak akan membiarkan bapak punya penghasilan sekedar cukup untuk makan keluarga bapak."


Setelah menjelaskan dengan panjang lebar, Aldi berbalik dan memasuki rumahnya tanpa menunggu jawaban dari ketiganya. 


****


"Pidato yang bagus.. Aku yakin sebentar lagi mereka akan mengetuk pintu rumah ini." Aldi memuji dirinya sendiri dalam batinnya saat sudah memasuki rumah. 


Tok.. Tok.. Kreeek.. Suara ketukan pintu dan pintu terbuka. 


"Maaf atas keraguan kami."


"Akan kami kirim semua produk ini. Dan kami juga berharap, semuanya akan lebih jelas setelah kami selesai mengirim semua produk ini." 


Kini pak sugeng dan lainnya bersiap untuk mengirim produk kerupuk mentah yang sudah di dalam truk. Tidak lupa Aldi meminta KTP asli dari ketiganya untuk keperluan kontrak kerja dan jaminan awal karena membawa produk dan truk bok Aldi. 


Karena merasa jaminan KTP masih kurang, Aldi meminta kunci motor beserta STNK motor dari ketiganya. Semua itu Aldi lakukan karena Aldi juga masih memiliki kekhawatiran wajar untuk orang yang baru di kenal. 


****


"Sekarang, bagaimana caranya aku membuat kontrak kerja."


"Ah.. Payah.. Aku harus belajar dari internet dan harus cepat." 


Aldi bergumam saat Aldi harus di kejar waktu untuk menyelesaikan kontrak kerja yang belum pernah Aldi ketahui sebelumnya. 


****


"Akhirnya, selesai juga.. Kontrak kerja yang tidak akan di berikan oleh perusahaan manapun." Aldi bergumam setelah menyelesaikan kontrak kerja yang akan dia berikan kepada pak sugeng dan lainnya. 


Saat sore hari, Aldi yang sudah siap dengan kontrak kerja yang akan di berikan. Mendengar jika truknya sudah memasuki halaman rumah Aldi. 


"Ini kontrak kerjanya.. Silahkan di baca sebelum tanda tangan." Aldi memberikan kontrak kerja yang sudah di buat setelah pak sugeng memberikan uang setoran dari pengiriman. 


(Misi selesai.) 


(Anda mendapatkan 9 koin emas. Buka laci meja di kamar.) 


"Yeaah.. 9 koin emas."


"Sekarang sistem lebih bijak. Karena memberi tahu letak koin emasku." Aldi membatin saat mendengar suara naga emas di kepalanya saat pak sugeng dan lainnya masih membaca kontrak kerja yang di berikan Aldi. 

__ADS_1


__ADS_2