Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
2 Milyar


__ADS_3

Ting.. Suara pesan WhatsApp di ponsel pak Sugeng. 


"Penjualan bulan kemarin terlalu minim. MoU akan kami batalkan secara sepihak. Maaf, kami sudah berusaha percaya karena ada pak Sugeng dalam tim penjualan CV Bintang Naga Emas. Tetapi kami pesimistis jika CV Bintang Naga Emas dapat memenuhi target kami 2 bulan kedepan. Surat pembatalan sepihak akan kami kirim secepat mungkin kepada CV Bintang Naga Emas. Terimakasih."


Pak Sugeng membaca pesan WhatsApp dari pihak produsen sausu. Terlihat wajah pak Sugeng seketika memerah setelah membaca pesan tersebut. Dengan segera pak Sugeng mendatangi Aldi yang masih menyambut kedatangan armada barunya. 


"Mas Aldi, kita harus segera menemui jajaran direksi produsen sausu." Pak Sugeng berbicara kepada Aldi lalu menunjukkan pesan WhatsApp dari pihak produsen sausu. 


"Apa mau mereka. Ini belum 3 bulan." Aldi berbicara kepada pak Sugeng. Akan tetapi, pak Sugeng juga tidak mengerti dengan maksud dari produsen sausu yang ingin membatalkan MoU sebelum selesainya masa percobaan. 


Sebelumnya, Aldi beserta pak Sugeng berhasil meyakinkan pihak produsen sausu jikalau CV Bintang Naga Emas dapat memberikan omset sebesar 2 milyar selama 3 bulan. 


Tetapi pihak produsen baru menilai di penjualan bulan pertama sebagai acuan. Dimana CV Bintang Naga Emas milik Aldi baru memiliki omset kotor 250jt dari penjualan sausu. 


****


"Tentu, awal kami tidak meragukan dengan kemampuan CV Bintang Naga Emas." 


"Tetapi bagaimana kami bisa terus yakin dan menunggu selama 3 bulan jika di bulan pertama, order dari CV Bintang Naga Emas baru 180jt..?" 


"Sedangkan target yang kami berikan untuk juga memenuhi operasional perusahaan kami, yaitu 2 milyar. Jika pak Aldi menjadi kami, saya yakin pak Aldi juga tidak akan mengorbankan perusahaan pak Aldi demi sebuah MoU yang sudah jelas tidak akan tercapai."


Seorang Direktur Marketing dari perusahaan sausu berbicara kepada Aldi yang di dampingi pak Sugeng.


Mendengar hal itu, Aldi menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Kini situasi Aldi benar-benar tertekan. 


Aldi tidak ingin melepas produk sausu karena menurut pak Sugeng, sausu lah yang memiliki omset terbesar di perusahaan sebelumnya. Aldi juga sudah tidak mungkin untuk menarik produsen lain karena, rata-rata mereka sudah terikat dengan produsen lain. 


Tetapi dengan suksesnya pemasaran dari sausu kedepannya, akan memiliki peluang untuk menarik produsen lain supaya merapat ke perusahaan yang di miliki Aldi. 


"Saya mengerti dengan kebutuhan perusahaan bapak. Tetapi MoU tidak bisa begitu saja di batalkan secara sepihak." Pak Sugeng berbicara kepada pihak direksi sausu di saat Aldi masih berfikir. 


"Tentu kami bisa. Di lihat dari pasal 4 ayat 6. Di sana tertulis jika kami dapat membatalkan pra kerja sama ini jika pihak pak Aldi tidak dapat mencapai target penjualan 2 milyar setelah 3 bulan atau pihak pak Aldi dinilai tidak dapat mencapai target setelah di lihat dari penjualan bulan pertama."

__ADS_1


"Dan maaf, kami menilai perusahaan pak Aldi tidak akan mampu mencapai target 2 milyar setelah kami melihat order di bulan pertama."


"Kami juga sudah menemukan perusahaan distribusi lain yang kami nilai lebih mampu dari pada CV. Bintang Naga Emas." 


Pihak produsen sausu menjelaskan atas pernyataan pak Sugeng. 


"Saya akan order sisa dari target besok siang. Saya kira permasalahan selesai. Kami order dan bayar, target kami terpenuhi. Dan saya akan order di tiap awal triwulan dengan nominal yang sama kedepannya. Hanya saja, saya meminta penyimpanan tetap di produsen sausu." Secara tiba-tiba Aldi berbicara setelah pihak sausu berbicara panjang lebar. 


"Deal..?" Setelah berbicara, Aldi berdiri dan menjulurkan tangannya untuk menandai kesepakatan. 


Tanpa memiliki pilihan lain, pihak sausu harus menyepakati tawaran Aldi karena sudah terikat MoU. Pihak sausu juga sudah tidak memiliki alasan untuk pembatalan kerja sama. 


****


"Aku kini tidak memiliki pilihan lain selain meminta support dari sistem." Aldi membatin saat di bonceng dengan motor milik pak Sugeng dan keluar dari lingkungan pabrik produksi sausu. 


"Apakah kamu yakin jika pemuda tersebut memiliki uang hampir 2 milyar..? Sedangkan dia kemari saja menumpang motor milik karyawannya..?" Direktur marketing sausu bertanya kepada salah seorang pejabat direksi yang lain ketika melihat Aldi dan pak Sugeng dari jendela lantai 3 kantor produsen sausu. 


"Entahlah.. Tapi kita tidak memiliki alasan untuk menolak jika besok dia membayar orderan kita sampai 2 milyar."


****


"Tapi apakah aku benar untuk meminta support dari sistem. Karena support dari sistem memiliki batas waktu."


"Lalu apa nanti resikonya jika sudah sampai pada batas waktunya..?"


Aldi banyak berfikir dan membatin saat di bonceng oleh pak Sugeng sampai beberapa pembicaraan pak Sugeng tidak di jawab oleh Aldi. 


"Sepertinya, bos mudaku kini benar-benar dalam masalah. Sampai-sampai dia melamun dan tidak menjawab pembicaraan ku." Pak Sugeng membatin saat beberapa kali pembicaraannya tidak di jawab oleh Aldi. 


"Seandainya aku memiliki uang 1,9 milyar. Pasti akan mudah menghadapi masalahku sekarang ini."


(Permintaan support dari sistem aktif.) 

__ADS_1


(Pemilik sistem akan mendapatkan support uang 1,9 milyar dengan menjalankan misi kecil dari sistem.) 


(Pilih "ya" Jika akan melanjutkan dan pilih "tidak" Jika tidak menginginkan support dari sistem.) 


"Tidak ada pilihan lain aku rasa." Aldi membatin lalu memilih ya di layar transparan yang hanya dapat di lihat Aldi tersebut. 


(Memilih untuk mendapatkan support dari sistem.) 


(Membantu menjual anak ayam. Target penjualan 1000 ayam.) 


(Waktu sampai habis ketika matahari tenggelam.)


"Aku sudah menduga. Misi akan di berikan sesuai dari apa yang ada di sekitar."


"Aku rasa misi ini tidak akan sulit."


Aldi membatin saat mendengarkan misi dari sistem. 


"Pak.. Hentikan motornya." Aldi berbicara kepada pak Sugeng saat baru menjalankan motornya setelah terkena lampu merah. 


"Ada apa mas..?" Pak Sugeng segera menghentikan motornya dan bergegas bertanya kepada Aldi yang tiba-tiba turun dari motor pak Sugeng. 


Tetapi Aldi tidak memberikan jawabannya dan hanya memberi kode supaya pak Sugeng menunggunya sebentar. 


****


"Beli ayam mas..?" 


"Tidak pak.. Tapi apakah bapak memiliki stok 1000 anak ayam..?"


"Ada mas.. 6 hari lalu saya kembali beli ayam sebanyak 1200 ekor, hari ini masih ada kalau 1000 ekor. Masnya mau borong ayam saya..?"


"Emmm.. Tidak juga pak.. Tapi saya mau membantu bapak menghabiskan semua ayam-ayam bapak." Jawaban Aldi langsung di balas dengan pandangan curiga dari pedagang ayam. 

__ADS_1


"Maaf mas.. Kalau tidak mau beli gakpapa.. Tapi jangan berusaha nipu saya.. Keadaan saya sekarang lagi susah. Sudah 6 hari saya jual ayam, tapi 200 ekor saja belum habis terjual. Itupun hasilnya sudah di buat beli pakan 1000 anak ayam yang ada di rumah. Tolong ya mas.. Tolong sekali.. Jangan ganggu dan jangn nipu saya." Setelah menjawab demikian, pedagang ayam memalingkan pandangannya dari Aldi. 


__ADS_2