Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Pembaruan Kontrak Kerja Sama


__ADS_3

"Jika aku harus membuka 10 cabang baru, itu artinya aku membutuhkan lebih banyak produk." 


"Tidak mungkin aku harus membeli langsung semua produk untuk stok di tiap cabang."


"Uangku tidak akan cukup untuk membiayai semua. Belum lagi waktu hanya 2 bulan supaya aku mencapai target dari sistem."


"Aku harus mendapat dukungan dari produsen kerupuk dan produsen sausu." 


"Siang ini aku ada janji dengan produsen sausu untuk tanda tangan kontrak. Aku harus bisa meyakinkan mereka supaya mau mensuport di tiap cabang yang akan aku buka." 


Aldi nampak berfikir setelah mendengar misi baru dari sistem.


****


"Pak Sugeng siapkan berkas kita untuk melanjutkan kontrak dengan sausu dan tolong carikan saya data penjualan sausu untuk semua kemasan yang di miliki sausu. 1 jam lagi kita berangkat ke Nunes Resto untuk makan siang bersama jajaran direksi sausu. Setelah itu kita akan datang ke produsen kerupuk."


"Mas Aldi, apa mas Aldi akan mengabaikan peringatan dari Wendi Suherman..? Sangat beresiko mas.. Sebaiknya kita urungkan bekerja sama dengan sausu."


"Tidak mungkin saya mengabaikan perjuangan tiap sales yang dengan gigih memasarkan sausu." 


"Tidak mungkin saya mengabaikan perjuangan tiap driver yang dengan cepat melakukan pengiriman walau jalan macet dengan truk tanpa AC." 


"Tidak mungkin saya mengabaikan perjuangan admin yang selalu memberikan data yang di butuhkan oleh para sales dan para driver tiap waktu."


"Saya tidak mungkin mengabaikan itu semua hanya karena seseorang yang berusaha mengintimidasi saya." 


"Balas budi urusan yang berbeda." 


"Saya usaha tanpa mengusik rejeki dia." 


"Saya tutup tidak akan mengubah takaran rezekinya. Saya terus berjuang juga tidak akan mengurangi rezekinya. Begitu juga sebaliknya."


"Jadi, saya lebih memilih untuk maju dari pada mundur karena intimidasi."


"Biarkan dia datang dan berusaha menjegal saya. Tapi saya akan terus maju membesarkan usaha saya yang juga menjadi ladang bagi orang lain mencari rezekinya."


"Resiko apapun akan saya tanggung jika dia kembali datang. Saya siap menghadapinya."

__ADS_1


Aldi berucap dengan penjelasan panjang kepada pak sugeng hingga membuat pak sugeng menelan ludahnya. 


Karena sudah melihat keputusan Aldi yang bulat, pak Sugeng tidak memiliki pilihan lain selain menyiapkan berkas dan peralatan yang di perlukan untuk bertemu dengan pihak direksi produsen sausu. 


****


"Mas Aldi.. Silahkan.. Silahkan duduk." Setelah Aldi sampai di Nunes Resto, Aldi segera di sambut oleh beberapa orang yang sebelumnya pernah Aldi temui di kantor produk sausu. 


Mereka berbincang basa-basi hingga pembicaraan ringan tentang kedua perusahaan hingga mereka selesai makan siang. 


"Sesuai dengan MoU yang sudah kita sepakati, kita hanya tinggal menandatangani kontrak. Silahkan di baca dulu isi kontrak yang kami ajukan mas Aldi."


"Maaf Pak, tapi saya memiliki permintaan lain." Aldi berbicara sambil menyodorkan kembali berkas kontrak yang di sodorkan kepada Aldi. 


"Maksudnya apa ini mas..!" Direktur utama sausu merasa sedikit tersinggung dengan apa yang di lakukan Aldi. 


"Sesuai dengan perkiraanku setelah membaca data dari pak sugeng. Setelah mereka melihat data penjualan di bulan terakhir, mereka berat untuk kehilangan kerja sama ini." Aldi membatin sesaat direktur utama berucap dengan nada tersinggung yang di artikan oleh Aldi tidak ingin kehilangan kerja sama ini. 


"Saya akan membuka 10 cabang baru di 10 kota. Dengan di bukanya 10 cabang baru, saya menginginkan support dari pihak sausu."


"Jika hal itu oke, kita akan melanjutkan kerja sama dengan target yang di berikan oleh sausu. Dan itu artinya, kita akan besar bersama. 


Aldi mengungkapkan maksudnya dari penundaan tanda tangan kerja sama. 


"Jika kami tidak setuju..?"


"Maka belum tentu saya akan membawa sausu untuk juga ekspansi ke 10 cabang yang akan saya buka. Itu artinya, Sausu akan tetap stagnan tanpa peningkatan karena saus Maritim lebih merajai di Jawa Timur." Mendengar ucapan Aldi, jajaran direksi sausu saling bertatapan seolah saling bertanya. 


"Lalu support apa yang di inginkan Bintang Naga Emas..?"


"Aku menginginkan support 5 armada di tiap cabang yang akan di buka."


"Kau pikir sausu terpojok dengan keinginanmu..?" Direktur utama sausu merasa jika perusahaan yang di pimpin olehnya sedang di manfaatkan oleh Aldi. 


"Sial.. Mereka keras kepala..? Apa aku harus berbicara dengan ancaman..? Tapi jika mereka semakin mengeras, maka misi sistem akan gagal. Sebab aku harus tetap memasarkan sausu di 10 cabang baru." Aldi membatin setelah mendengar ucapan dari direktur utama sausu. 


"Sebelumnya, saya tidak merasa memojokkan sausu. Tetapi berkat ucapan pak direktur. Saya tidak akan melanjutkan kerja sama jika pihak sausu tidak menyetujui keinginan dan kebutuhan untuk pengembangan bersama. Sebab yang saya cari adalah win win solutions. Kita bekerja sama untuk kemajuan kedua perusahaan."

__ADS_1


"Silahkan bapak-bapak berdiskusi terlebih dahulu. Saya akan menunggu di meja yang ada di balkon restoran 30 menit. Tidak lebih dan tidak kurang. Jika saya tidak di panggil kemari. Saya anggap tidak ada kerja sama yang saling menguntungkan lagi."


Aldi berbicara lalu berdiri di ikuti pak sugeng untuk pindah meja dan memberi kesempatan kepada pihak sausu supaya berdiskusi. 


"Ada saatnya bersikap arogan di butuhkan untuk menjatuhkan mental. Kini dia bersikap arogan untuk hal itu. Pemuda cerdik." Pak sugeng membatin dan mengingat ucapan Aldi tentang sikap arogan saat mengikuti Aldi dari belakang untuk berpindah tempat. 


****


"Ini memang keinginan kita supaya Bintang Naga Emas memegang produk kita di semua kemasan. Tetapi tidak seperti ini caranya."


"5 armada di tiap cabang, itu artinya 50 armada. Setidaknya kita membutuhkan 5 milyar untuk memenuhi itu semua."


"Itu sebabnya, sebelumnya aku tidak jadi menyampaikan kepadanya untuk memegang semua produk kita setelah aku melihat keadaan kantornya. Karena aku tidak yakin jika Bintang Naga Emas memiliki modal."


"Yang mengherankan, mengapa dia seakan mengetahui jika pasar kita yang di rebut oleh saus Maritim. Seolah dia mengetahui jika kita di kerdilkan oleh Wendi Suherman."


Pihak direksi sausu saling berbincang seakan tanpa ujung. Menandakan mereka sebenarnya tidak setuju tetapi tidak memiliki pilihan jika memang ingin kembali besar. 


"Tidak akan cukup jika kita hanya membahas ini. Kini kita akan setuju atau tidak dengan permintaan Bintang Naga Emas..? Cukup itu saja yang harus kita jawab. Untuk hal lain kesampingkan."


"Sekarang berapa dana fresh money perusahaan kita?"


Direktur utama sausu menghentikan pembicaraan yang seakan tanpa arah. 


"Tidak cukup jika kita membutuhkan 5 milyar dan hanya menggunakan fresh money." Direktur keuangan sausu berbicara kepada semuanya. 


"Yang di minta adalah armada. Itu artinya tidak harus mobil. Yang penting bisa bawa barang dengan cukup banyak bukan. Kenapa kita tidak memberi motor roda 3 saja." Direktur operasional sausu memberikan usulannya. 


****


"Kami akan memberikan support 5 armada di setiap cabang. Tetapi kemampuan sausu adalah armada roda 3. Bagaimana..?"


"Aku juga tidak mengatakan jika armadanya harus mobil atau truk. Baik kita setuju. Lalu?"


"Kami juga setuju jika semua kemasan sausu di pasarkan oleh Bintang Naga Emas. Tapi kami meminta untuk 10 cabang baru tidak di buka di 4 kota yang sudah ada cabang pemasaran sausu."


"Setuju. Jika demikian, kita buat kontrak kerja samanya."

__ADS_1


__ADS_2